Hug Me, Please

Hug Me, Please
#22 Peresmian



Selamat membaca semoga suka ya sayy..


Jangan lupa buat like komen dan subscribe..


 


---


*Author POV


 


 


"Lama kelamaan aku mulai bosan melihat mukamu yang kusam itu" ucap Caleb saat masuk ke ruangan Ken


"Diamlah" Ken sibuk membolak balikkan berkas


"Jujurlah kawan" Caleb duduk meja kerja Ken


"Haishh" Ken menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya


"Kurasa kau memang menyukainya?" Ken enggan membahas masalah hatinya di jam yang masih pagi ini


 


 


---


 


 


Eva seperti biasa tengah membereskan rumah.Belakangan ia merasa sedikit bosan dengan seluruh pekerjaannya yang berulang.


Malamnya harinya..


Eva membukakan pintu saat mendengar mobil Ken sudah masuk ke garasi.


"Anda sudah pulang tuan?"


"Emm.." Ken berhenti sejenak saat melewati Eva


"Eva"


"Ya tuan" Ken tengah berpikir bagaimana cara ia mengatakan niatnya pada Eva.Ia ingin sekali mengajak Eva untuk meresmikan hotel Royal yang baru selesai dibangun.


"Hotel Royal sudah selesai dibangun.Minggu depan akan diadakan acara peresmian.Bagaimana jika kau ikut?"


"Saya tuan?" Eva menunjuk dirinya sendiri


"Ya siapa lagi.Aku ingin kau melihat hasil dari idemu"


"Apa ini akan ada pemotongan gaji tuan?"


"Astaga Eva.Apa menurutmu aku ini pelit?" Ken hanya menggeleng mendengar pertanyaan Eva.Ia tahu jika Eva sekedar bergurau


"Tentu saya tidak akan menyianyiakan yang namanya gratisan tuan"


Tiba dihari keberangkatan.


Ken sengaja menyetir sendiri menuju tempat acara.Tak ada barang yang mereka bawa karena Ken yang melarang Eva.Ia sudah meminta Mei Qing untuk menyiapkan segala keperluan mereka.


Kamar Eva dan Ken bersebelahan.Pemandangan dari kamar itu sangat bagus dengan view langsung menghadap laut.


Eva merebahkan badannya diranjang.


"Gak nyangka aku ikut andil buat desain kamar ini"


Tok..tok..


Eva berjalan kearah pintu kamar.Ternyata Ken.


"Bersiaplah.Aku akan menyuruh orang untuk mendandanimu" Ken tidak butuh jawaban,setelah mengatakan itu ia pergi meninggalkan Eva yang masih bengong.


Tak lama dua orang stylish datang mengetuk kamarnya.


Ia langsung dibawa paksa ke spa yang ada dihotel.Butuh tiga jam lebih selama disana.Namun Eva merasa sangat rileks setelah mendapat perawatan.Dari sana ia dibawa kembali kekamar.


Kedua stylish itu sibuk memilihkan baju untuk Eva.Tangan mereka terampil mendandani Eva dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Eva beberapa kali hampir tertidur saat mereka sibuk memoleskan ini dan itu.


"Ganti aja ya bajunya" Eva merasa tidak nyaman dengan gaun yang ia kenakan.Keduanya menggeleng tidak terima karena merasa Eva akan menghancurkan kerja keras mereka.


"Ba.." Ken belum sempat menyelesaikan kalimatnya,ia terpesona melihat betapa cantiknya Eva malam ini.


Eva menggunakan gaun jenis shoulder dress gaun tanpa lengan berwarna biru gelap.Panjang bagian depan diatas lutut dengan bagian belakang yang lebih panjang.Eva menggunakan sepatu dan dompet berwarna pastel untuk mempercantik penampilannya.Ditambah tatanan rambut yang sedikit digulung rendah.Semakin sempurna dengan riasan tipis yang sangat cocok dengan karakter Eva.


"Kau cantik" Ucapan spontan Ken yang membuat Eva sedikit salah tingkah


"Ayo" Ken mengulurkan tangannya pada Eva.Eva pun menerima uluran tangan Ken meski ragu ragu.


"Kau siap?" apakah perlu menyakan itu Ken.Kalian hanya akan menghadiri acara peresmian hotel bukannya menuju altar pelaminan.


Langkah Ken mantap memasuki ruangan.Begitu ia masuk semua mata tertuju pada mereka.Banyak wanita yang berbisik menanyakan siapa yang tengah digandeng sang ceo muda itu.


"Tuan sebaiknya saya menunggu disini" Eva menahan lengan Ken.Ia lebih memilih untuk tidak menemaninya menyapa beberapa koleganya


"Kau yakin?" Ken menautkan kedua alisnya.Eva mengangguk meyakinkan


"Diam dan jangan kemana mana.Aku akan secepatnya kembali" Ken merasa tidak tega meninggalkan Eva.Namun mau tidak mau ia harus menyapa beberapa tamu penting.


"Cerewet"


"Kau" Ken membulatkan matanya


"Sudah sana pergi" Eva sedikit mendorong Ken


Selama beberapa saat Ken terlihat sibuk menyapa para tamu undangan.Dari tempatnya berdiri ia bisa melihat jika Ken memang pandai menjalin komunikasi yang baik.


Ken segera naik ke panggung saat pembawa acara menyebut namanya.