
"Sudahlah ayo kita masuk" ajak Ken
"Capeknya" Eva menyenderkan punggungnya disofa disusul Ken yang membawa minuman
"Bos idaman" celoteh Eva sambil meminum air dingin
"Kenapa belakangan malah saya yang jadi pelayan?" tanya Ken pada diri sendiri
"Mana mungkin" sahut Eva cepat.Kenyataannya memang benar Ken sering memasak atau melakukan hal hal kecil untuk Eva.Siapa yang jadi bos kalau sudah jatuh cinta begini.
"Eh..eh tuan ngapain?" Ken menaruh kepalanya dipangkuan Eva
Eva ayik memindah mindahkan chanel televisi.Ia bosan dengan acara yang tidak ia suka.Bukan seleranya.Dirinya lebih senang jika menonton acara kuliner atau jalan jalan.
"Tuan gak mandi?" tanya Eva setelah menekan tombol power pada remot.
"Bentar lagi" sahut Ken yang masih betah dengan posisinya
Hening.Ken melirik kearah Eva yang diam diam sudah tertidur.Ia bangkit dari pangkuan Eva,mengamati dengan teliti setiap detail wajah Eva.Pandangannya berhenti saat melihat bibir Eva yang mungil dan merah.Menggoda.
Ken melumat bibir Eva.Membuat sang pemilik langsung bangun dengan wajah yang begitu terkejut.
"Emmm..." erangan Eva ditengah lumatan
"Tuan" pekik Eva setelah bisa meloloskan diri
"Kenapa?" tanya Ken polosnya
"Ngapain sih?" Eva memelototi Eva
"Sayang aja liatnya kalo tu bibir dianggurin"
Muka Eva memerah mendengar penuturan Ken yang vulgar
"Tuh kan mukanya merah" ledek Ken dengan menggoyangkan telunjuknya didepan muka Eva.
Eva hendak bangkit namun segera ditarik Ken kedalam pangkuannya.Jantung Eva berdetak dua kali lebih cepat daripada saat ia dicium Ken tadi.Eva menahan diri dengan meletakkan kedua tangannya di dada Ken.
"I love you" ucap Ken sambil memandang lekat lekat wajah Eva.Yang dipandang memalingkan wajahnya ke sembarang arah.
"Liat aku"
Eva mengalihkan pandangannya kearah Ken malu malu.
"This is prank" ucap Ken tiba tiba yang membuat tanduk tak kasat mata milik Eva keluar
"Gak lucu" ucap Eva.Ken semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Eva
"Gak gak bohong.Tadi itu serius" ucap Ken bersungguh sungguh
"Jangan ngambek kamu mau minta apa?mobil?rumah?atau apartemen?"
"Pulau" jawab Eva asal
"Matre ya"
"Lagian nawarin"
Ken tampak berfikir
"Iya iya.Nyonya River bawel" tambah Ken
"Udah lah becandanya tuan.Mendingan tuan mandi" ucap Eva yang sudah berhasil melepaskan diri.Ia berjalan menuju kamar Ken untuk mempersiapkan air hangat.Ken mengekori dari belakang.
Ceklek..
Ken mengunci pintu saat Eva masuk ke kamar mandi.Ia tersenyum jahil.
"Lah kok gabisa dibuka tuan" tanya Eva panik
"Rusak mungkin" Ken sudah melepas bajunya bersiap mandi
Hampir dua jam Eva mencoba segala cara agar pintu itu bisa terbuka.Dari mulai menarik sekuat tenaga knop pintu sampai menendang pintu kamar Ken.Eva menyerah tenaganya sudah banyak terkuras akibat maraton dikejar anjing.
Berkat ide Ken yang kelewatan.Membuat Eva terpaksa tidur dikamarnya lagi karena tidak ada pilihan lagi.
Selesai mandi Ken mencoba menakuti Eva dengan mengatakan ada hantu dibelakangnya berharap wanita itu akan ketakutan dan memeluknya.Tapi sayang hal itu tidak mempan untuk Eva.Ia lebih memilih untuk mengabaikan ucapan ucapan Ken yang tidak masuk akal dan segera tidur disofa.
Ken tidak bisa tenang meski sudah larut.Ia memindahkan Eva untuk tidur diranjang bersamanya.Pelan sekali Ken memindahkan Eva dari atas sofa ke kasur.Takut Eva akan bangun akibat gerakannya.
"Huft" Ken mengusap keningnya yang tidak berkeringat
Ia menyelimuti Eva.Membaringkam dirinya disebelah Eva tanpa lupa memeluknya dari samping.
Paginya Ken bangun terlebih dulu.Malas bangun karena secara tidak sengaja Eva memeluknya dengan erat.
"Pagi sayang" ucap Ken saat Eva membuka matanya
"Tuan!" pekik Eva sambil menendang Ken,tenaganya yang baru bangun tidur cukup kuat sampai menjatuhkan Ken dari ranjang.
Eva buru buru membantu Ken bangun karena terjungkal dari ranjang.
Ken mendorong Eva ke ranjang dan menindihnya.
"Morning kiss" Ken buru buru bangkit setelah berhasil mencuri ciuman dari bibir Eva
"Tuan!!" teriak Eva kencang