Hug Me, Please

Hug Me, Please
#49 Lebih Dari Kejutan



Hari ini Eva mendapat jadwal libur.Sedangkan Tiara tetap masuk kerja.Awalnya tidak ada yang aneh sampai tiba tiba Ken mengiriminya sebuah pesan singkat.


"Temui aku sekarang.Penting!" setelah menerima alamat yang Ken sertakan Eva langsung menuju kesana saat itu juga.Oh astaga Ken kau membuat Eva panik.


Eva buru buru memasuki ruangan itu.


Disana ada dua penata rias yang dikenalnya.Apalagi ini batin Eva.


"Haloo cantik lama gak ketemu" sapanya


"Ada apa ini ya?" tanya Eva bingung


"Duduk aja disini" lelaki itu mendudukkan Eva didepan meja rias.Lama sekali mereka mendandani Eva.


Memang ada yang tidak beres sepertinya.Kenapa lelaki yang selalu minta di panggil sis itu membawa gaun pengantin.Apa Eva mulai menjadi halu.


"Gak salah?" tanya Eva yang kerutan didahinya semakin banyak


"Cantik,kalau mau nikah ya pake gaun.Masa pake baju karate" sahut yang satunya


Apa??menikah??kenapa Ken tidak bilang.


"Kamu belum ganti baju?" tanya Jimin yang ternyata sudah berpakaian rapi


"Apaan sih ini.Aku di prank ya?" wanita mana yang akan percaya jika tiba tiba diminta mengenakan gaun pengantin secara mendadak seperti ini


"Buruan semua tamu udah nungguin!" ucap Jimin yang melirik arlojinya beberapa kali.


Eva pasrah saja.


 


 


 


 


Eva tampak cantik mengenakan gaun pengantin itu.Gaun pengantin yang membuatnya tampak seperti putri dalam dongeng.Begitu indah karena ditaburi berlian disetiap incinya.


"Siap?" tanya Jimin yang bersiap membawa Eva ke altar pernikahan


Benarkah ia akan menikah dengan Ken?


Sebelumnya mereka tak pernah membahas  masalah pernikahan sama sekali.Siapa sangka Ken sudah menyiapkan segalanya tanpa memberitahu Eva.


Dipaksa menikah ternyata tidak semenyeramkan itu.Yaiya nikahnya aja sama orang kayak Ken.Author juga mau.


 


 


Eva menghembuskan nafas panjang saat kakinya memasuki altar.Beberapa tamu yang dikenalnya hadir disana.Tak luput keluarga Ken yang hanya ia tahu dari foto dan cerita.


Tiara,Risa,keluarga Jimin bahkan Melani dan suaminya turut hadir disana.Yang lebih membahagiakan Eva adalah Bunda panti dan seluruh anak panti ikut serta hadir.Air mata Eva hampir menetes saat itu.


Pandangan Eva beralih kearah Ken yang mengenakan tuxedo hitam.Lelaki itu terlihat tegang meski ia mencoba tersenyum kearah Eva.


Jimin menyerahkan tangan Eva kepada Ken.Kini mereka saling berhadapan satu sama lain.


"Silahkan pengantin pria mencium pengantin wanitanya"


"Cium..cium.." riuh sorak sorai dan tepuk tangan para tamu undangan


Ken membuka kain renda transparan yang menghalangi wajah Eva.Raut wajahnya terlihat begitu bahagia.


Cupp..


Ken mencium Eva dikeningnya..


Sorak para penonton kecewa..


Eva pun awalnya berfikir jika Ken akan menciumnya dibibir.


 


 


Tiba waktunya Eva akan melempar buket bunga.Ia melempar sekuat tenaga membelakangi tamu undangan.


Satu..dua..tiga..


Bunga itu jatuh tepat dikaki Jimin yang tak ikut memperebutkan bunga.Ia mengambilnya.Memberikan pada Tiara yang hendak mengambil buket tersebut.


"Makasih pak" ucap Tiara yang menerima buket tersebut


"Emm..i..iya" apa yang membuat lelaki kelahiran Korea itu gugup saat mendengar ucapan terima kasih.


Setelah menerima bunga Tiara pergi menghampiri Risa dan Tomy.


"Gua rasa lu bakal jodoh sama pak bos" bisik Tomy


"Ngaco!" Tiara memukul pelan kepala Tomy menggunakan buket tersebut


"Eva!" panggil Risa dari bangkunya


Ken membantu Eva berjalan menuju meja mereka.


"Selamat ya" Tomy sudah merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Eva.Namun tak jadi karena mendengar deheman dari Ken.


"Selamat Ken" ucap Tomy beralih ke arah Ken


"Makasih" sahutnya pelan


"Cantik banget sih" Risa terus saja memuji dandanan Eva


 


 


---


Bentar lagi tamat sayy..


Oh ya,RUANG HATI bakal ada kelanjutannya..


Jangan sampe kelewatan ya..