
Dikantor Ken sedang melakukan rapat bulanan.River Grup semakin berkembang pesat selama setahun ini.Ken juga mendapat beberapa penghargaan dalam berbagai acara.Namanya kian tersohor di penjuru dunia berkat pencapaiannya.
"Kau kenapa Cal?" Jarang sekali ia melihat Caleb murung
"Kau ingat Merlin?" tanya Caleb
"Merlin mana?"
"Itu teman adikku"
"Oh"
"Malam itu dia ke apartemenku sambil menangis"
"Ia cerita jika diputuskan pacarnya"
"Apa hubungannya Cal?" Ken mulai malas
"Aku terbawa suasana saat itu.Tanpa sadar aku menciumnya"
"Bukannya itu biasa"
"Dia menamparku!" Caleb terlihat frustasi
"Rupanya kau tidak beruntung kawan" Ken menepuk bahu Caleb pelan.
Mei Qing masuk membawa sebuah kertas untuk Ken.Pesan dari Eva yang meminta Ken menemuinya di pinggir pantai dekat Hotel Royal.
Jam sepuluh malam Ken baru sampai.Ia harus berkeliling dulu untuk menemukan Eva.
Langkahnya terhenti saat ia melihat Eva berdiri dipinggir pantai mengenakan gaun merah maroon yang begitu pas dibadannya.Tak jauh dari sana ada meja dan dua kursi yang sudah tertata rapi.
"Sayang" Ken menghampiri Eva yang memandang laut lepas sendirian
"Kenapa lama sekali!"
"Dari kantor kesini butuh waktu lima jam sayang" jawab Ken
"Ada apa?"
"Tak ada.Suasana hatiku sudah jelek"
"Apa ini?" Ken meraih kotak ditangan Eva.
Eva harap harap cemas melihat Ken membukanya.Ken tak bergeming,masih tidak percaya dengan benda pipih yang ia pegang.Eva memeluknya.
"Terima kasih sayang,aku sangat sangat sangat bahagia"
"Apa aku menyakiti bayi kita" Ken langsung melonggarkan pelukannya
"Tidak sayang.Usia kandunganku baru tiga minggu"
"Sejak kapan kau mengetahui hal ini?"
"Tiga hari yang lalu"
"Mulai sekarang jangan pernah lakukan pekerjaan apapun.Aku akan mencarikan beberapa pelayan untuk membantu pekerjaan Marry dan Teo"
"Kau istirahat saja"
"Ya sayang" Eva mencium pipi Ken sekilas.
Malam itu mereka menginap disana.Esok nanti baru Ken akan kembali ke Nassim Road untuk memeriksakan kandungan Eva.
---
Waktu terus berlalu.
Usia kandungan Eva sudah menginjak sembilan bulan.Ken selalu berusaha siaga menemani Eva kapanpun.Beberapa pekerjaan kantor ia kerjakan dirumah sisanya Caleb yang mengurusnya.Selama masa hamil emosi Eva begitu labil.Kadang ia bisa tiba tiba menangis tanpa alasan yang jelas.Marah marah bahkan meminta sesuatu diluar dugaan Ken.Di bulan ketiga Eva pernah meminta Ken pergi Ke Indonesia untuk dicarikan mangga madu.Tak sampai disana buah itu harus setengah matang yang dipetik langsung dari pohonnya sendiri.
Sekarang sudah jam sembilan malam.Eva tengah membuatkan kopi untuk Ken.Beberapa hari belakangan ia memang sering merasakan kontraksi palsu.Seperti halnya yang ia rasakan saat ini perutnya terasa begitu nyeri.
Cangkir kopi yang dibawa Eva jatuh ke lantai.
"Kenapa sayang?" tanya Ken panik
"Perutku sakit sekali Ken" cairan putih membasahi kedua kaki Eva.Begitu menyadari Ken langsung membawa Eva menuju rumah sakit.
"Tolong sus istri saya mau melahirkan" perawat langsung bergegas membawa Eva menuju ruang persalinan.
Ken berdiri gemetaran menanti kelahiran anaknya.
"Apa bayinya sudah lahir Ken?" tanya Jimin yang baru saja datang bersama Sohee dan Tiara
"Dokter masih menanganinya"
Pintu ruangan terbuka
"Istri anda tidak bisa melahirkan secara normal karena posisi kaki bayi yang berada dibawah"
"Jadi kami meminta persetujuan anda untuk tindakan operasi sesar pada pasien" lanjut dokter tersebut
"Lakukan apapun untuk keselamatan mereka dok"
Setelah semua ketegangan,kini Ken berdiri di sebelah ranjang bayi.Ia memegangi pipi gembul bayi lelakinya.Jika dilihat lihat wajahnya begitu mirip dengan Ken namun bibirnya mewarisi dari Eva.
"Bapak mau menggendongnya?" tanya salah satu suster jaga
"Bolehkah?"
"Tentu saja" dengan pelan Ken menerima bayi mungil itu kedalam gendongannya
"Apa kau melupakanku Ken?" suara yang mengagetkannya
Oeekkk..tangis pertama yang didengar keduanya.Insting Eva langsung tahu jika bayinya itu lapar.Ia membuka sedikit bajunya yang didesain untuk ibu yang baru saja melahirkan.
"Pelan pelan sayang.Daddy juga mau" ucap Ken yang duduk disebelah Eva
"Mana ada seperti itu?"
"Sepertinya aku punya rival baru"
Keduanya tertawa mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Ken.
Setelah bayinya tidur Eva menaruhnya kembali kedalam ranjangnya.
"Terimakasih untuk semua kebahagiaan yang kau berikan Ken"
"Kau memberikan keluarga kecil impianku"
"Aku yang lebih bahagia bisa memilikimu dan bayi kita" sahut Ken
"Siapa namanya?" tanya Eva
"Bagaimana jika kita beri nama Malvin Keannu River"
"Aku suka" jawab Eva
"Hug me,please" Ken memeluk Eva erat.Menyalurkan seluruh rasa sayangnya pada istrinya itu.Ia hanya ingin Eva tahu jika dirinya akan selalu memeluk Eva kapanpun itu.Memberinya seluruh rasa bahagia yang bisa Ken hadiahkan untuk keduanya.
Pelukan hangat yang selalu diinginkan Eva.
-End
Terima kasih atas segala respon baik buat HUG ME,PLEASE.
Salam sayang dari Author ♡♡♡
CEK "RUANG HATI" YUKKK!!!!