
Selamat membaca semoga suka ♡♡♡
-----
"Aku bisa jelaskan sayang" Dito bersimpuh didepan Sheryl
"Jadi alasanmu menerima perjodohan kita hanya karna keluargaku bisa menyelamatkan perusshaanmu?!"
"Itu dulu sayang,itu semua masa lalu" bujuk Dito
"Kau tahu Dit,aku bahkan merasa jijik pernah disentuh olehmu" Sheryl mengusap kasar tangannya
"Tenang sayang,jangan seperti ini" Dito mencoba meraih tangan Sheryl
"Lepas!!" Sheryl berteriak keras.Seperti itukah Dito yang ia banggakan didepan teman-temannya.Monster yang menghancurkan hidup dua orang yang mencintainya.Apa ia juga akan dibuang setelah hartanya habis.Sheryl muak dengan topeng yang selama ini dipakai oleh Dito.Jika saja ia jujur,mungkin Sheryl akan menerima.Tapi Dito malah memilih menyimpannya rapat-rapat.Lalu seperti apa Sheryl dimatanya,apa ia hanya wanita yang mudah untuk dibodohi.
"Kita cerai!" ucap Sheryl tegas
"Bagaimana dengan Nina sayang,kita sudah punya anak" bujuk Dito yang kesekian kalinya
"Anak kau bilang?lalu bagaimana dengan perasaan Eva Dit?kau sama sekali tidak kasihan dengannya?!" Sheryl merasa malu dengan Eva.Ia seperti merebut lelaki yang seharusnya bertanggung jawab padanya.Apalagi tadi Eva memeperlakukannya dengan baik.Hal itu membuat Sheryl merasa sangat bersalah.
"Pergi Dit,aku tak ingin melihat wajahmu lagi" Sheryl memalingkan mukanya saat mengatakan itu
"Sayang kumohon" pinta Dito.
Sheryl bangun dari duduknya,membuat Dito yang sedang bersimpuh dikakinya hampir terjungkal.Tanpa menoleh ia melangkah menuju kamar,mengemasi beberapa baju Dito kedalam koper.
"Kau mengusirku?" tanya Dito menahan emosi
"Ini rumahku Dit,aku tak bisa membiarkan monster tinggal satu rumah dengan anakku" kata terakhir yang diucapkan oleh Sheryl sebelum menutup pintu dengan keras.Sheryl menumpahkan semua airmatanya didalam kamar.Gemetar meraih ponsel dari dalam tasnya untuk meminta penjaga mengusir Dito.
Beberapa hari setelah terbongkarnya rahasia besar Dito.Papa Sheryl langsung menarik semua investasinya dari perusahaan keluarga Dito.Bersamaan dengan itu Dito menerima surat cerai yang di ajukan oleh Sheryl.
"Kenapa bisa begini Dit?" mama Dito sejak tadi mondar mandir diruangan Dito
"Jadi ini ulah Eva?baik mama akan menemuinya untuk memberinya pelajaran" mama Dito sudah naik darah
"Ma..Eva sudah cukup menderita.Jangan sakiti dia terus menerus" ujar Dito
"Tidak Dit,dia sudah melewati batasnya" tanpa basa-basi ia keluar ruangan sambil membanting pintu.Tidak sulit mencari informasi mengenai Eva karena ia berstatus sebagai istri orang terkaya di Singapura.
Pintu kafe milik Jimin berbunyi..
Datang seorang wanita paruh baya yang mengedarkan pandangannya.Ia langsung mengambil langkah lebar saat menemuka Eva tengah duduk disalah satu bangku.
Byurrr...
Mama Dito menyiram Eva dengan segelas jus.Semua pengunjung sampai terkejut dengan kejadian itu.
"Kurang ajar.Jangan karna kau sudah menikah dengan pria kaya,kau bisa semaumu menghancurkan keluarga Dito" umpatnya.Nafasnya sudah naik turun menahan emosi.
"Tante" sapa Eva ramah setelah membersihkannya dengan tisu
"Kupetingatkan ya Eva!.."
"Peringatkan tentang apa?" Santai sekali Eva menanggapi ocehan dari mama Dito.Ia harus bersikap elegan saat menghadapi orang seperti dia.
Byurrrr...
Gantian Risa yang menyiram mama Dito dengan air bekas mengepel.
"Apa?! Jangan karna Eva diam saja anda bisa kurang ajar!!" Risa sudah marah bukan main melihat temannya diperlakukan seperti itu
Mendengar keributan itu Jimin turun dari lantai dua.
"Ada apa ini?!" Betapa kacaunya Last Cake hari ini
"Bukan apa-apa kak,kenalkan ini mama Dito" ucap Eva
"Risa ambil air lagi dibelakang" titah Jimin melihat Risa memegangi ember
"Eh..gimana pak?" Risa malah tergagap mendapat perintah itu.Pikirnya tadi masa bodoh jika ia akan dipecat karena membela Eva.Tapi ia nalah diperintah mengambil air lagi
"Cepat!" bentak Jimin.Belum pernah ia marah selama bekerja di Last Cake.Semua karyawan langsung ciut melihat emosi Jimin yang hampir meledak
"Beraninya kau!" teriak mama Dito
"Kenapa?kau pikir kau siapa sampai berani menyiram adikku" Jimin hampir saja menamparnya