Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 7 - Kekuatan Equipment Baru!



Sepertinya sudah hampir 2 jam berlalu dan akhirnya kami bisa mengumpulkan semua material yang dibutuhkan untuk membuat set equipment dan senjata baru! Kira-kira total ada sekitar 23 kali Public Event yang harus kami selesaikan untuk mendapatkan semua material ini, mulai dari serbuan Sting Wasp, melawan Bison raksasa, melindungi NPC dari serangan anjing liar, hingga mengumpulkan berbagai jenis bunga langka! Berbagai macam Public Event di area ini telah kami selesaikan berkali-kali.


Selain mendapatkan material yang dibutuhkan, EXP yang didapatkan juga cukup besar karena kami mengerjakan hampir seluruh Public Event dengan waktu yang cepat dan juga karena melakukannya dalam party membuat kami mendapat berbagai bonus EXP yang cukup banyak. Kini aku sudah mencapai level 20 dan mendapatkan 2 skill baru yaitu Regen, skill yang memberikan efek menambahkan HP dalam beberapa waktu tertentu dan Attack Up, skill support buff untuk meningkatkan serangan. Maria sendiri sudah mencapai level 25.


Kami bisa menyelesaikan semua Public Event ini juga berkat bantuan dari para pemain lain. Ternyata di game ini setiap ada Public Event banyak pemain yang berdatangan untuk ikutan menyelesaikannya bersama-sama. Mereka terdorong untuk membantu karena pada akhirnya semua pemain yang ikut serta menyelesaikan Public Event akan mendapatkan reward juga.


Kami langsung kembali ke kota Adelaine karena ternyata ada beberapa material tambahan yang perlu dibeli dari NPC. Selain mendapatkan material, dari rentetan Public Event yang barusan aku kerjakan, aku juga mendapatkan bonus uang tambahan, karena itu aku juga memberikan sebagian uang ini kepada Maria untuk membeli material tambahan sekaligus ongkos pembuatan set equipmentnya. Meski pada awalnya ia sempat menolak untuk menerima bayaran tapi akhirnya ia menerima juga meski tidak semua uangku diambil olehnya, karena katanya “Aku juga harus membayar jasamu memberikanku support tadi, hehe.”


Dengan terkumpulnya semua material ini, maka sekarang waktunya untuk Maria membuatkan set equipment untukku. Melalui akses menu setting, Maria mengubah job karakternya yang semula Knight menjadi seorang Crafter. Tidak hanya deskripsi jobnya saja yang berubah, set equipment dan weapon yang semula memakai baju zirah tebal lengkap dengan perisai besar kini berubah menjadi pakaian kain dengan cargo vest di badannya, serta celana jeans pendek menghiasi kakinya. Sepatunya yang semula dibuat dengan material besi berubah menjadi sepatu boots tinggi tebal berwarna coklat, dan sebuah visor  terpasang di kepala menutupi kedua matanya.


“Wah keren juga, jadi jika memiliki Side Job karakter kita bisa berubah tampilan begini ya.” ucapku terpana melihat penampilan baru Maria yang tidak kalah anggun dibandingkan penampilan sebelumnya sebagai Knight.


“Benar Lily!! Kalau memiliki Side Job kamu bisa mendaftarkan equipment set untuk Side Job tersebut dan bisa berganti Job ketika memilih equipment set tersebut!” Navi akhirnya kembali berfungsi sebagai AI untuk memberikan penjelasan fitur di dalam game setelah sebelumnya berfokus hanya untuk meledekku karena build karakterku yang dianggap aneh.


“Dengan levelmu sekarang, kamu juga bisa loh mengambil Side Job! Kalau aku saran sih jika kamu adalah White Wizard,  kamu bisa mencoba menjadi Alchemist sebagai Side Job. Karena Alchemist memiliki berbagai skill untuk membuat potion yang memberikan efek penyembuhan HP, Mana, hingga memberi buff dan de-buff.” Maria ikut memberikan penjelasan dan saran kepadaku sambil ia memulai proses untuk melakukan equipment crafting.


“Iya juga! Dengan menjadi Alchemist kamu bisa membuat potion yang bisa memiliki efek menyerupai skill yang kamu miliki, jadi saat tidak memiliki mana atau menunggu cooldown,  kamu bisa menggunakan berbagai potion yang kamu punya untuk memberikan support atau memberi de-buff kepada lawan.” Navi ikut menambahkan.


“Alchemist ya? Hmmm sepertinya itu menarik, kalau tidak salah tadi di peta aku melihat ada NPC yang bisa membantuku menjadi Alchemist di kota Adelaine ini.” ujarku sambil membuka menu peta. Di sebelah barat laut kota Adelaine ini ada Alchemist Guild, aku sudah memberi tanda di tempat itu sebagai tujuan destinasi berikutnya.


“Sip! Sudah selesai semua!! Ini kutransfer itemnya ya Lily!” tidak disangka ternyata cepat juga Maria membuatkan equipment untukku. Ia langsung membuka menu untuk melakukan transfer item, kini sebuah notifikasi muncul di hadapanku dengan bertuliskan: ‘Juggernaut Maria ingin melakukan pertukarang item denganmu, apakah kamu bersedia?’ Setelah menekan tombol ‘Iya’, jendela pertukaran item pun terbuka. Aku bisa melihat Maria memberikan berbagai item mulai dari topi, jubah, sarung tangan, celana, sepatu, hingga aksesoris berupa gelang dan cincin. Kami pun langsung menekan tombol ‘Lock’ untuk mengunci item yang ingin diberikan dan proses pemberian item berlangsung. Tanpa waktu lama aku langsung mengecek bagian inventory dan langsung memakai semua equipment baru tersebut.


Outfitku yang semula memakai set Lucky Beginner yang nampak seperti pakaian kain biasa berwarna kuning kecoklatan, kini berubah menjadi outfit yang nampak seperti outfit penyihir! Topi besar berwarna putih dengan ujung mengerucut tinggi terpasang di kepalaku, jubah besar berwarna putih dengan sedikit ornamen merah menghiasi badanku, sarung tangan dari bahan kulit berwarna coklat terpasang di kedua tanganku dan boot heels berwarna putih bertengger di kakiku.


“Wah keren sekali! Apakah aku boleh mencoba kekuatan baru dari equipment set ini?” ucapku penuh rasa senang sambil terus mengagumi indahnya pakaian karakter gameku saat ini. Maria memberikan persetujuan dengan senyum lebarnya yang khas sambil memberikan pose thumbs up kepadaku. Baiklah, dengan equipment baru ini ada satu hal yang ingin aku lakukan. Aku langsung pergi ke luar kota Adelaine untuk mencoba kekuatan baruku ini.


“Hooo, aku tidak sangka kamu akan mencoba equipment barumu dengan melawan monster ini.” ujar Navi saat ia melihatku berhadapan dengan monster yang tidak asing lagi bagi kami. Sebuah pohon raksasa yang muncul hanya dalam Public Event saja, benar, saat ini aku berhadapan kembali dengan Angry Treant. Namun kali ini aku meminta Maria untuk tidak membantuku dan melihat apakah aku bisa melawan monster ini seorang diri?


‘Public Event: Nature Strikes Back - START!’ Notifikasi tersebut muncul di atas kepala Angry Treant menjadi tanda untuk dimulainya pertarungan kami. Untuk mengawali pertarungan kali ini aku langsung menggunakan skill Slow untuk memperlambat gerakan Angry Treant. Kemudian aku langsung menggunakan skill Attack Up dan melayangkan tongkat Mace ku ke-arah Angry Treant. Jika sebelumnya serangan Maceku hanya memberikan damage kecil saja, kini dengan Attack Up serangan Mace milikku bisa memberikan damage yang lumayan. Dalam 5 kali pukulan aku bisa mengurangi HP Angry Treant sebesar 10%.


Tak lama kemudian Angry Treant mengayunkan tangannya yang berbentuk cabang pohon ke arahku, memberikan damage fisik yang mengurangi HP ku sebanyak 30%. Kali ini aku langsung mengaktifkan skill Regen yang secara perlahan memulihkan HP ku kembali ke sedia kala. Efek buff Attack Up ku sudah berakhir dan aku langsung mengaktifkan Attack Up kembali. Benar saja ternyata efek equipment baru ini cukup signifikan dalam mengurangi skill cooldown dan mana regeneration ku. Aku bisa langsung mengaktifkan skill yang sama dalam waktu singkat dan masih memiliki cukup banyak Mana meski sebelumnya aku sudah mengaktifkan Slow dan juga Regen.


Aku kembali melakukan serangan fisik menggunakan Mace, saat buff Attack Up ku habis aku kembali mengaktifkannya, dan saat Angry Treant menyerangku dengan serangan fisik aku langsung mengaktifkan Regen. Siklus ini terus berlangsung hingga aku mengurangi HP Angry Treant menjadi 60%. Kecepatan gerakkan Angry Treant mulai kembali normal, saatnya aku kembali mengaktifkan Slow dan terus melakukan serangan hingga HP Angry Treant menyentuh angka 50%.


Sinar berwarna merah kini mulai menerangi pandanganku dari arah tanah yang tengah kupijak sekarang. Kedua tangan Angry Treant mulai terangkat ke udara, inilah waktu di mana ia mengaktifkan skill pamungkasnya, Earth Pound! Aku berusaha menghindar, dan dengan sepatu baruku akhirnya kecepatan berjalanku sudah meningkat. Namun ternyata area dari skill AoE Earth Pound ini cukup luas, meski sudah berjalan aku masih berada dalam jangkauannya, dan skill ini sudah berada di titik 90% sebelum diaktifkan secara penuh. Di saat itulah aku mengaktifkan kembali Regen.


Akhirnya Earth Pound sudah menyentuh angka 100% dan kini Angry Treant menghentakkan tanah dengan keras. HP ku berkurang drastis namun perlahan kembali bertambah karena Regen, aku juga mengaktifkan Heal beberapa kali untuk memulihkan HPku menjadi 100% kembali.


“Tidak mungkin! Dia benar-benar selamat dari serangan itu??” samar-samar dari kejauhan aku mendengar suara Maria mengatakan kalimat itu.


Meski Angry Treant berhasil mengeluarkan skill Earth Pound, namun aku bisa memulihkan HP ku untuk tetap bertahan, dan sekarang waktunya aku melakukan serangan balasan! Selain melakukan serangan normal dengan bantuan buff Attack Up, aku juga mengaktifkan Light Shot yang berhasil mengurangi HPnya langsung menjadi 30% dalam sekali serangan. Skill Slow kembali kuaktifkan untuk memperlambat serangan Angry Treant, hingga akhirnya aku berhasil menghabisi HP pohon raksasa ini menjadi 0% sebelum ia lebih dulu mengurangi nyawaku.


“A..Aku.. menang? Aku menang!!!!!” Tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa puasnya diriku di saat itu, seorang White Wizard yang bisa mengalahkan boss monster seorang diri!