Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 42 - Strategi Untuk PVP



Setelah pertarungan latihan antara aku dan Maria berakhir dengan kemenangan telak Maria, kami bertiga memutuskan istirahat sejenak tetapi masih berada di dalam ruang latihan. Kami menggunakan waktu istirahat ini untuk saling diskusi dan sharing mengenai persiapan dan taktik apa saja yang harus kami siapkan untuk menjalani pertarungan sungguhan minggu depan. Benar, event Crucible of Beast sudah akan diselenggarakan pada minggu depan.


“Begitu, jadi sebenarnya kunci untuk berhadapan dengan Tank sepertiku adalah berhati-hati untuk menjaga jarak dan timing karena skill dan status yang kami miliki semua berfokus pada pertahanan, sehingga aku sendiri harus bertarung dengan hati-hati dan memilih celah yang tepat untuk melakukan serangan sebisanya, sebelum kembali ke mode untuk bertahan.” Maria memberikan tips kepada kami.


Kalau diperhatikan ada benarnya juga sih, pada saat pertarungan melawan Kuro, Maria menunggu Kuro untuk mendekat ke arahnya dan melakukan serangan balasan. Meskipun Kuro sempat menyerang dari titik yang cukup fatal namun tingginya pertahanan Maria membuat Maria bisa bertahan cukup lama dan pada akhirnya bisa memberikan serangan balasan. Begitu juga saat bertarung melawan ku tadi, meskipun aku sudah menghalau gerakannya namun Maria masih bisa dengan pelan-pelan memberikan serangan ketika aku memberinya celah untuk melakukan serangan.


“Hmmm berarti kalau nanti aku berhadapan denganmu atau Knight lainnya, aku harus lebih jeli mengatur timing untuk melakukan combo skill agar tidak terkena perangkap ya.” ujar Kuro dengan raut wajah yang nampak sedang berpikir agak serius. Sepertinya ia sedang memutar otak untuk mencari strategi apa yang bisa digunakan untuk mengalahkan pemain dengan defense besar seperti Maria.


“Tapi kalau dari kamu sendiri, kira-kira apa tips yang bisa kamu bagikan jika kami berhadapan dengan musuh Assassin yang jauh lebih kuat darimu?” Kali ini giliran Maria bertanya balik kepada Kuro.


“Apa ya, sebenarnya sih apa yang kamu lakukan tadi sudah cukup benar sih. Biasanya pemain Assassin sebagai DPS jarak dekat akan berfokus menyerang secara beruntun sambil mencari celah untuk berganti posisi agar bisa menyerang bagian belakang musuh dengan telak. Tetapi kelemahan kami terdapat pada jumlah Mana yang sangat sedikit, karena itu setelah melakukan combo skill biasanya ada saat di mana aku akan terdiam karena semua skill ku sedang masuk dalam masa cooldown dan Mana ku sudah terkuras habis. Disitulah biasanya saat-saat kritis untuk pemain Assassin sepertiku. Berarti aku perlu mengatur agar aku bisa mengalahkan lawan-lawanku dengan damage yang sangat besar sebelum Mana ku habis dan semua skill ku berada dalam posisi cooldown.” Kuro memberikan penjelasannya kepada kami.


Dipikir-pikir lagi, memang tadi saat bertarung denganku, aku bisa memberikan serangan balasan kepada Kuro saat dirinya sedang terdiam setelah combo skillnya sudah selesai dilancarkan. Namun tetap saja, kecepatan serangan dari seorang Assassin seperti Kuro masih jauh lebih cepat dariku, sehingga skill penyembuhanku tidak bisa menandingi serangan beruntun yang diberikan olehnya.


“Hahh, rasanya PVP itu cukup sulit ya, ini saja aku baru latihan berhadapan dengan Knight dan Assassin seperti kalian, bagaimana nanti kalau aku ketemu dengan job lain seperti Archer dan Black Wizard ya?” Dengan suara yang cukup lantang aku mengeluarkan uneg-uneg dalam diriku melalui kalimat tersebut. Entah kenapa meskipun aku sudah mencapai level 40, level tertinggi yang bisa diraih oleh pemain game Chronicle of Horizon Online saat ini, tetap saja melakukan pertandingan PVP rasanya masih sesuatu yang belum bisa aku lakukan dengan mudah. ‘Apakah aku bisa untuk menang dan bertemu dengan Kirari nanti ya?’ Pikirku dalam hati dengan penuh gundah gulana.


“Eh tapi menurutku kamu itu lumayan mengerikan, lho! Habisnya kamu bisa melambatkan gerakanku sampai segitunya dan berhasil memberikan serangan balik kepadaku.” Ucap Maria.


“Apalagi… jika kamu sempat mengaktifkan skillmu dalam jumlah yang tepat dan mengeluarkan skill itu….” Kuro melanjutkan kalimatnya.


‘Ah benar juga! Aku memiliki skill Wrath of Divine!’ Kalimat Kuro barusan mendobrak rasa ragu yang mulai muncul di dalam hatiku. “Berarti aku perlu meningkatkan kecepatan untuk mengaktifkan skill dan harus mengurangi waktu cooldown skill supaya bisa mengaktifkan skill sebanyak tiga puluh kali sebelum bisa mengaktifkan skill ini!” Ujarku begitu mendapat ide yang terlintas di kepala.


“Tepat sekali! Dengan kecepatan aktivasi skill yang tinggi dan waktu cooldown yang semakin singkat, aku yakin kok kamu bisa mengalahkan kami berdua dengan mudah melalui Wrath of Divine itu!” Kali ini Maria turut serta membantuku memberikan dorongan semangat.


Begitu mendengar kata-kata Kuro dan Maria barusan, aku langsung membuka layar status karakterku dan melihat kondisi status karakterku saat ini. Kini aku bisa melakukan aktivasi satu skill hanya dalam waktu 1 detik dan aku harus menunggu cooldown selama 2 detik. Normalnya seorang pemain White Wizard bisa melakukan aktivasi satu skill dalam waktu 1.5 detik dan memiliki waktu cooldown selama 2.5 detik. Sebenarnya waktu aktivasi dan cooldown milikku sudah cukup cepat tetapi dalam pertarungan PVP rasanya aku masih butuh peningkatan kecepatan yang lebih dari ini.


Selain kecepatan aktivasi dan waktu cooldown, hal lain yang menurutku cukup krusial adalah efek skill penyembuhan dan serangan yang kumiliki. Seperti penjelasan Navi saat pertama kali aku bermain game ini, seluruh skill penyembuhan dan serangan yang dimiliki oleh pemain White Wizard sangat bergantung pada status MND. Hal inilah yang mendorongku menjadi pemain yang memfokuskan semua statusku kepada MND. Dalam posisi saat ini, efek skill penyembuhan dan seranganku juga ditambahkan dengan keseluruhan status MND yang kini sudah berada di titik tertinggi dan tidak bisa ditingkatkan lagi, bisa dikatakan jika aku melakukan Heal dan Regen maka aku bisa memberikan tambahan HP dengan sangat besar, lalu untuk skill seperti Barrier, Attack Up, serta Slow semua memiliki durasi yang jauh di atas durasi normal, dan skill serangan seperti Light Shot serta Wrath of Divine memiliki jumlah damage yang cukup besar. Bisa dibilang sebenarnya saat ini aku sudah di jalur yang tepat.


“Oh iya, aku lupa kamu belum upgrade perlengkapanmu sampai ke level akhir kan? Terus juga sepertinya saat mencapai level 40 ada beberapa skill yang belum kamu coba gunakan sama sekali deh.” kata-kata Maria barusan mengingatkanku akan beberapa hal penting yang aku lewatkan. Benar juga, aku lupa kalau sebelumnya aku memiliki tujuan untuk melakukan upgrade equipment milikku melalui enhancement dan Orb Attach yang tepat. Selain itu aku juga masih memiliki beberapa skill baru yang belum pernah aku coba karena selama ini aku lebih berfokus pada skill support ketika melakukan perburuan monster bersama Kuro dan Maria.


“Sepertinya, kini aku mendapatkan strategi yang mungkin bisa dicoba.” Kataku dengan sedikit keyakinan mulai terbangun di dalam diriku.