Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 15 - Pertarungan Melawan Commander Zanscare (Bagian Akhir)



Commander Zanscare bersiap untuk melancarkan serangan pamungkasnya, “Harrowing Death Curse”! Aku kembali terkena de-buff yang membuat kecepatan gerakanku berkurang. Namun kini aku tahu apa yang harus aku lakukan. Sedari tadi aku sudah perlahan berjalan mendekati area tengah ruangan. Di saat lantai mulai menyala, aku bisa langsung dengan mudah pindah ke sisi dengan warna berbeda. ‘Kali ini pasti aman!’ pikirku dengan penuh percaya diri.


Benar saja, begitu Harrowing Death Curse diaktifkan, damage yang kami terima tidak terlalu besar dan aku berhasil bertahan hidup. Maria terus melanjutkan serangan, kini aku berfokus untuk menyembuhkan HP kami terlebih dahulu. Setelah HP kami kembali di posisi 100%, aku bergantian untuk menyerang, namun langkah kakiku mulai berjalan mundur karena aku tahu setelah ini Commander Zanscare akan menyerang menggunakan Poisonous Curse lagi. Serangan racun dikeluarkan dan lagi-lagi aku berada di titik aman!


Serangan demi serangan terus kami lancarkan, dan aku mulai hafal rotasi serangan Commander Zanscare di fase terakhir. Ia akan melancarkan berbagai skill secara berurutan, mulai dari Harrowing Death Curse, lalu Poisonous Curse, kemudian Double Swing, sebelum akhirnya ia akan terdiam selama beberapa saat untuk kembali mulai melancarkan Harrowing Death Curse. Dengan ritme yang cukup teratur ini, kami berhasil memangkas HP Commander Zanscare sampai ke titik 10%!


‘Sip, sebentar lagi pasti akan menang’ pikirku sebelum aku menoleh ke arah Maria dan tersadar kalau ia mulai menghela nafas sambil tersenyum tipis. Kemudian ia menoleh ke arahku seraya memberi tanda, “tidak perlu khawatir”, aku tidak tahu apakah ini pertanda baik,  atau buruk. Tetapi aku yakin ini adalah pertanda buruk ketika aku melihat Commander Zanscare mengeluarkan skill baru yang sebelumnya tidak pernah kulihat! Skill tersebut bernama… “Ultimate Death Curse”?!


Tiba-tiba lantai ruangan kembali menyala dengan warna terang, namun alih-alih menyala dua warna, kali ini lantai menyala hanya satu warna, yaitu warna biru. Sial, kalau begini tamatlah riwayatku, aku tidak bisa menghindar!!


Rasa panik mulai kembali menggerayangi pikiranku, hingga akhirnya Maria berjalan ke arahku dan menepuk pundakku sambil berkata, “Udah ga usah panik, nanti Game Over kan kita bisa coba lagi, hehe.”


Ah benar sekali, apa yang ku khawatirkan, toh jika gagal aku bisa mencoba lagi dan lagi. Justru dalam percobaanku kali ini, aku sudah melalui improvement yang cukup jauh. Kami sudah berhasil mengurangi HP bar Commander Zanscare sampai 10%!


Tidak lama kemudian Ultimate Death Curse diaktifkan, kami terkena serangan, HP ku kembali habis ke 0%, layar Game Over kembali muncul. Tetapi kali ini aku tidak merasakan panik, bersalah, atau menyesal. Aku justru menyambut saat-saat HP ku menjadi 0% dengan senyuman tertawa, “Haduh sial kukira ini sudah selesai, lol” ucapku.


Aku kembali respawn, kali ini aku kembali melayangkan pertanyaan setelah Game Over kepada Maria. “Bentar, yang tadi itu.. Apa? Kok tiba-tiba serangan baru?”. Mendengar pertanyaanku Maria tertawa kecil, “Oh iya, itu tadi memang serangan instant kill dari Commander Zanscare. Selain memiliki lebih dari 1 tipe, para monster Dungeon Boss selalu memiliki skill ‘instant kill’ jika pemain tidak berhasil mengalahkan mereka dalam HP bar terakhir selama kurun waktu tertentu. Kalau aku tidak salah ingat, batas waktu untuk Commander Zanscare adalah… 10 menit.” jawab Maria dengan cukup detail, namun dengan suara yang cukup santai.


“Hmmm, jadi saat HP bar terakhir, waktu kita hanya 10 menit untuk mengalahkannya ya?” aku kembali bertanya. “Benar sekali!” jawaban Maria ini membuatku berfikir, ‘bagaimana cara bisa mengalahkannya dalam 10 menit ya?’. Kalau dipikir-pikir tadi saat fase Harrowing Death Curse, aku hanya berfokus untuk pindah tempat saja. Jangan-jangan, aku bisa melakukan hal ‘itu’?


Setelah kembali bersiap, kami memulai lagi pertarungan. Dalam uji coba ketiga ini, kami bisa dengan mudah memangkas seluruh 2 bar HP Commander Zanscare. Kini waktunya HP bar terakhir!


Saat Commander Zanscare hendak mengaktifkan Harrowing Death Curse, Maria sempat bertanya kepadaku, “Jadi, apa rencanamu untuk mengalahkan Zanscare dalam waktu 10 menit setelah ini? Kalau mau Game Over sekali lagi ga apa kok, kita bisa coba terus.” Dengan penuh percaya diri kali ini aku menjawab, “Oh tenang saja, ini akan menjadi ronde terakhir pertarungan di dungeon ini!”


Selesai mengucapkan kata-kata tersebut, Harrowing Death Curse mulai diaktifkan. Maria perlahan bergerak pindah posisi, begitu juga denganku. Namun kali ini bedanya, aku bergerak pindah posisi sambil terus memberikan serangan melalui skill Heal dan Light Shot! Aku sempat melihat Maria terlihat heran, namun memberikan senyuman lebar ke arahku. “Hoo, akhirnya kamu sudah menemukan celahnya ya!” ucap Maria begitu jelas terdengar di telingaku.


Aku baru tersadar bahwa dalam pertarungan sebelumnya, hal yang membuat kami tidak bisa memberikan damage yang cukup untuk mengalahkannya sebelum menit ke-10 adalah karena saat berpindah posisi tidak ada satupun dari kami yang memberikan damage. Memang sih aku sebelumnya sudah mengaktifkan Regen tetapi damage per second itu saja tidak cukup! Saat bergerak pindah posisi, Maria yang merupakan pemain Knight dengan tipe serangan jarak dekat tidak bisa melakukan serangan. Namun setelah Game Over untuk kedua kalinya, aku sadar bahwa skill Heal dan Light Shot ku bisa diaktifkan dari jarak menengah, karena itu aku bisa mengaktifkannya selagi berjalan pindah posisi!


Harrowing Death Curse diaktifkan, kemudian disusul dengan Poisonous Curse, serta Double Swing, sebelum akhirnya Commander Zanscare mulai menyiapkan Harrowing Death Curse lagi. Boss monster ini sudah mulai melancarkan rotasi serangannya, namun kami juga terus melancarkan rotasi serangan kami dengan ritme yang teratur serta output damage, pertahanan, dan pemulihan HP yang jauh lebih teratur dibanding sebelumnya!


Aku melihat ke arah penunjuk waktu di ujung kanan atas, kemudian menatap ke arah HP bar Commander Zanscare. Kami sudah berhasil menguras HP Commander Zanscare hingga 15% dalam waktu hanya 6 menit!


“Jadi bagaimana Lily, sudah yakin menang?” Tanya Maria kepadaku sambil terus memberikan serangan.


Di saat ini, aku kembali teringat akan satu hal, sebuah kalimat yang datang dari masa lalu. Namun kalimat ini bukanlah pikiran negatif yang mengekang erat hatiku. Kalimat ini adalah cahaya yang selama ini membantuku untuk menempuh jalan hidup yang telah secara sadar kupilih.


“Jadi, apa motivasi anda untuk mendaftar menjadi Customer Support di perusahaan kami? Bukankah ini hal yang cukup berbeda dari pekerjaan anda sebelumnya?” Kalimat dari tim HRD di kantor kembali terngiang di kepalaku. Kalimat ini ditanyakan sekitar 9 bulan lalu, saat aku menjalani interview untuk pekerjaanku sekarang.


“Motivasi ya.. Memang hal ini agak berbeda dari pekerjaan saya sebelum ini. Namun saya memilih untuk berkarir sebagai Customer Service justru karena saya ingin mengasah keterampilan yang saya miliki… yang sudah saya geluti sampai dalam….”


Commander Zanscare terus melakukan serangan, namun ritme serangan aku dan Maria masih terus terjaga, kini HP bar Commander Zanscare sudah mencapai angka 10%.


“... Semua keahlian yang saya lampirkan dalam CV dan Portfolio saya ini, saya dapatkan karena saya sangat memfokuskan diri untuk mempelajari hal tersebut, sampai-sampai saya dianggap sebagai mesin yang hanya bisa menyelesaikan input tugas yang diberikan sesuai skill yang saya asah saja….”


Perlahan aku melihat HP bar Commander Zanscare mendekati angka 6%...


“....Bagi sebagian orang lainnya, skill saya tersebut mungkin dianggap tidak berguna, karena memang bisa jadi bukan itu yang mereka cari dan mereka harapkan dari saya…”


Kini HP bar Commander Zanscare sudah melewati angka 5%.... Menuju 4%....


“..Tetapi saya yakin, di luar sana masih ada orang yang membutuhkan bantuan saya…”


Sedikit demi sedikit HP bar Commander Zanscare mencapai angka  2%...  Timer masih menunjukkan waktu 8 menit… Belum nampak tanda-tanda skill Ultimate Death Curse akan diaktifkan.


“...Karena itu, saya ingin mengabdi sebagai Customer Support, untuk memberikan bantuan kepada orang-orang di luar sana yang membutuhkan bantuan dengan seluruh skill yang saya miliki. Saya ingin.. Kemampuan yang sudah saya asah, dan akan saya terus asah ini.. Bisa berguna untuk membantu banyak orang…”


Serangan demi serangan yang kami lancarkan akhirnya berhasil membuat HP bar Commander Zanscare mencapai angka 0%!!


“Jawaban yang tidak terduga, baik dengan ini interview selesai dan kami menyatakan… Selamat, anda telah menjadi bagian dari perusahaan kami!” Aku masih ingat sekali betapa hangat dan leganya suasana hatiku mendengar kata-kata kepala HRD tersebut saat ia menjulurkan tangannya untuk bersalaman denganku.


Dan perasaan ini, kembali menyelimuti seluruh jiwa dan ragaku saat berteriak kencang penuh rasa riang melihat notifikasi besar bertuliskan “Harrowing Tomb of Zanscare: Dungeon Clear!” muncul di hadapanku.


“Berhasil! Akhirnya aku berhasil menaklukan dungeon pertamaku!” aku berteriak dengan lantang!