Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 39 - Latihan PVP Dimulai!



“Ayo maju Kuro! Aku terima tantanganmu.” Maria memukulkan palu di tangan kanannya ke perisai yang dipegang di tangan kirinya sambil mengatakan kalimat tersebut.


“Baik, siapa takut! Dash Attack!!” Kuro membalas dengan melancarkan skill Dash Attack, skill serangan yang menjadi pembuka serangkaian serangan beruntun milik karakter dengan job Assassin.


Dari kursi kayu tepat di samping arena kecil dengan penerangan yang cukup terang, aku duduk melihat pertarungan Kuro melawan Maria. Sesuai dengan yang dijanjikan pada hari ini kami akan fokus untuk melakukan latihan demi mempersiapkan diri untuk mengikuti event Crucible of Beast yang diadakan pada minggu depan. Ini adalah pertama kalinya aku melihat pertarungan antar pemain di dalam game ini.


Begitu tubuh karakter Kuro melesat dengan cepat ke arah Maria, ia turut serta mengayunkan kedua bilah pedang yang ada di kedua tangannya. Namun serangan Dash Attack ini berhasil dihadang oleh perisai besar yang dipegang di tangan kanan Maria. Dari posisinya terlihat jelas bahwa Maria sudah mengantisipasi datangnya serangan ini yang bisa ditangkis dengan mudahnya.


“Heh.. sudah kuduga kau akan menangkis, tapi tidak untuk kali ini…” Begitu kedua bilah pedangnya ditangkis oleh perisai Maria, Kuro segera beranjak untuk mengubah posisi. Dengan gerakan yang sangat cepat tubuhnya bergerak ke sebelah kanan Maria, di mana tidak ada perisai besar yang melindungi tubuhnya. Salah satu pedang di tangan kanan Kuro mulai mengeluarkan cahaya berwarna merah dan tiga lintasan area serangan terpampang jelas menyinari bagian leher, pundak, serta siku tangan kanan Maria. Tidak salah lagi, ini adalah skill lanjutan di mana Assassin melakukan serangan tiga kali tebasan dengan pedang di tangan kanannya yaitu ‘Triple Attack’.


Gerakan Kuro berlangsung dengan sangat cepat dan untuk kali ini Maria tidak berhasil menghindar. Tiga tebasan yang dilancarkan oleh Kuro mengenai tubuh Maria secara telak dan berhasil mengurangi HP Maria. Setelah serangan tersebut berakhir, Kuro segera mengaktifkan berbagai skill lainnya secara bergantian. Pakaiannya yang serba hitam dan tubuhnya yang ramping menari dengan indahnya, kedua pedang di kedua tangannya berayun dengan luwes dalam gerakan yang sangat cepat dari segala sisi. Sesekali nampak Kuro terlihat mengeluarkan gerakan akrobatik yang selalu membuatku kagum betapa lincahnya karakter Assassin di dalam game ini.


“Hoo.. cuma segini saja kemampuanmu?” Di tengah-tengah tebasan demi tebasan, sayatan demi sayatan, dan tusukan demi tusukan yang dilancarkan oleh Kuro, ternyata HP Maria berkurang sangat dikit sekali. Tidak sampai 15% HP Maria berkurang akibat menerima serangan skill combo dari Kuro barusan. Saat aku melihat dengan jeli ternyata Maria sudah mengaktifkan berbagai skill buff untuk meningkatkan pertahanannya di sela-sela Kuro  melancarkan serangannya.


Tubuh Kuro kemudian terpental ke belakang, pertanda bahwa serangan skill combo miliknya sudah berakhir. Serangan yang nampak mengerikan namun tidak berhasil menembus tebalnya benteng pertahanan milik Maria. Menyambut tubuh Kuro yang terpental ke belakang, Maria mulai membentangkan palu di tangan kanannya.


“Sekarang giliranku menyerang… Fatal Strike!” Akhirnya Maria mengeluarkan skill yang sering ia gunakan ketika melawan monster untuk menarik perhatian monster yang ada di hadapannya. Dengan skill Fatal Strike, Maria mengayunkan palu besarnya ke tanah dan memberikan damage dalam arah garis lurus ke depan yang berhasil mengenai Kuro dengan telak. Tidak hanya memberikan damage, skill ini juga memberikan efek stun yang menghentikan gerakan siapapun yang berada di lintasannya selama 3 detik.


Tidak menunggu waktu lama, di saat tubuh Kuro sedang tidak bisa bergerak akibat efek Stun, Maria melanjutkan serangannya. Kali ini perisai di tangan kirinya mulai mengeluarkan cahaya dan tubuhnya seketika melesat ke depan dengan perisai melindungi tubuhnya. Skill ini adalah Shield Charge, skill yang biasa dilakukan Maria untuk maju ke depan menyerang musuh agar mereka tidak menyerang anggota party lainnya. Tidak kusangka jika digunakan dalam pertarungan PVP, Maria bisa menggunakan skill ini untuk melakukan serangan lanjutan.


“Kau kira aku akan menerima serangan itu begitu saja?” Kini giliran Kuro yang mulai kembali membuka suara. Begitu efek stun yang diterimanya sudah menghilang, ia mulai melakukan serangan balasan. Dengan sekejap Kuro melayangkan tubuhnya ke udara, melakukan gerakan flip yang kini membuat tubuhnya berada tepat di belakang Maria. Kedua bilah pedang di kedua tangannya mulai kembali menyala dan skill combo miliknya mulai kembali diaktifkan.


Kali ini serangannya mengenai telak bagian belakang tubuh Maria dan memberinya damage yang cukup signifikan. Kuro sempat menjelaskan bahwa kekuatan seorang pemain DPS jarak dekat terletak pada bagaimana mereka mengatur posisi. Karena di dalam game ini, serangan fisik jarak dekat memiliki damage yang berbeda tergantung dari arah mana serangan tersebut dilancarkan. Jika serangan fisik jarak dekat dilancarkan dari arah depan target, maka damage yang diberikan tidak akan terlalu besar. Bergerak sedikit ke arah samping, maka serangan fisik jarak dekat akan mendapat tambahan damage sekitar 5%. Namun jika serangan fisik jarak dekat berhasil mengenai tepat di sisi belakang target serangan, maka serangan yang diberikan akan mendapatkan tambahan damage sebesar 10%.


Karena itulah biasanya jika kami bertiga tengah berburu monster, Maria akan berusaha untuk menahan perhatian seluruh monster ke arahnya agar Kuro bisa melancarkan serangan dari arah belakang para monster tersebut dengan sangat leluasa. Namun sama seperti serangan Maria barusan, ini pertama kalinya aku melihat secara langsung bagaimana serangan ini dilancarkan kepada pemain dalam pertarungan PVP.


Damage yang diterima oleh Maria kali ini cukup besar, karena serangan Kuro dilancarkan dengan telak dari sisi belakang. Namun meski begitu, dengan sisa HPnya yang masih ada di posisi 30% Maria langsung mengaktifkan Health Potion, menambahkan HPnya kembali ke angka 60% dan mulai memutar tubuhnya untuk melakukan serangan balasan.


Benar juga, biasanya saat melihat HP Maria berada di bawah titik 50% aku langsung refleks mengaktifkan skill Heal, Regen, atau bahkan memberikan Health Potion kepadanya. Namun kali ini aku hanya bisa menonton karena aku tidak ikut dalam pertarungan. Nampak jelas sekali bedanya, biasanya dengan adanya aku yang berfokus memulihkan HP, Maria akan fokus mengokohkan posisi bertahannya sambil memberikan serangan ke arah monster dengan leluasa. Kali ini karena ia harus memulihkan sendiri HP menggunakan Health Potion, gerakannya sempat terhenti sementara untuk menggunakan item tersebut. Tetapi untungnya ia menggunakan item tersebut pada timing yang tepat, di saat tubuh Kuro terpental ke belakang setelah serangan skill combonya selesai.


Pertarungan berlanjut dengan Maria memberikan serangan balasan yang tak lama kemudian kembali dibalas oleh Kuro. Jika aku perhatikan sekilas, terlihat sekali perbedaan antara Kuro dan Maria. Kuro sebagai Assassin yang memang berfokus memberikan serangan mampu menyerang dengan sangat cepat, namun serangan tersebut hanya mengurangi sedikit HP Maria  yang memang berfokus pada pertahanan. Dari sisi serangan, Maria juga terlihat mengeluarkan serangan dengan cukup lambat jika dibandingkan dengan Kuro. Tetapi karena HP dari karakter DPS tergolong sedikit, serangan Maria yang lambat mampu memberikan damage signifikan hingga akhirnya…


“Battle End: Winner - Juggernaut Maria.” Notifikasi besar muncul di tengah-tengah mereka berdua. Terlihat jelas tubuh Kuro sudah tersungkur dengan HP 0 dan Maria masih bertahan dengan HP di angka 20%.


“Hah ternyata aku masih kalah dari Maria, oke kalau gitu selanjutnya aku mau menantang Lily deh.” Ucap Kuro begitu HPnya kembali pulih ke 100% dan ia mulai berdiri di tengah arena sambil mengacungkan pedangnya ke arahku.


“Eh… sekarang banget nih?” Kalau boleh jujur, aku masih belum siap menghadapi ini, aku masih belum siap melakukan pertarungan PVP pertamaku di game ini.