Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 38 - Selamat Datang Porta Azur



Sabtu, 28 Januari 2045


Sesuai dengan yang dijanjikan, pada hari ini aku, Maria dan Kuro akan bersama-sama untuk pergi ke kota Porta Azur untuk menjalani latihan. Event Crucible of Beast akan berlangsung tepat pada minggu depan. Karena itulah agar bisa bermain di dunia Chronicle of Horizon Online dengan lebih leluasa, aku sudah memastikan seluruh pekerjaanku benar-benar tuntas dan tidak ada satupun orang kantor yang bisa menggangguku di hari Sabtu ini.


Kami janjian untuk login pada jam sebelas pagi, namun aku memiliki inisiatif untuk login ke dalam game sejak jam sembilan pagi. Masih ada waktu sekitar dua jam lagi, aku menggunakannya untuk berkeliling menyelesaikan semua quest yang perlu aku selesaikan di kota Dalmasville. Mulai dari Main Story Quest hingga beberapa Side Quest aku jalani. Sekalian selagi menunggu Kuro dan Maria login aku juga menyetok persediaan ramuan dan item yang dibutuhkan mengingat stok item support yang kumiliki tinggal sedikit karena minggu lalu kami berfokus untuk grinding hingga level 40.


Di sela-sela menunggu aku juga berkeliling kota Dalmasville untuk melihat-lihat berbagai toko peralatan dan senjata yang ada. Ternyata baik para NPC maupun pemain di kota ini banyak menjual peralatan serta senjata yang nampaknya jauh lebih kuat dari yang kumiliki saat ini. Tetapi karena aku tidak tahu pasti seberapa kuatnya peralatan dan senjata ini, aku sedikit urungkan niatanku untuk membelinya. ‘Lebih baik aku coba konsultasi dulu ke Maria dan Kuro, deh.’ Pikirku agar tidak tergesa-gesa melakukan pembelian.


Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat tiga puluh tujuh pagi. Semua quest yang perlu aku kerjakan sudah diselesaikan dengan baik, dan kini aku hanya perlu menunggu di tempat yang telah kami sepakati. Kami janjian untuk ketemu langsung di stasiun Aardium Express yang ada di kota Dalmasville, tempat pertama kali aku sampai ke kota ini. Nantinya kami akan langsung naik kereta dengan rute menuju ke Porta Azur. Namun untuk bisa membuka akses menuju rute ini, pemain harus terlebih dahulu menyelesaikan semua Main Story Quest di kota Dalmasville, karena itulah selama satu jam lebih tadi aku berkeliling untuk bisa langsung pergi tanpa membuang-buang waktu lagi.


Maria dan Kuro sendiri masing-masing sudah lebih awal membuka akses untuk bisa pergi ke Porta Azur sekitar dua-tiga hari kemarin. Meskipun kami janjian main bareng di hari ini tetapi sebenarnya selama beberapa hari sebelumnya masing-masing dari kami menyempatkan diri bermain sebentar di tengah-tengah kesibukan yang melanda, dan kami tidak sempat saling bertemu satu sama lain kecuali di hari ini.


“Itu dia, Hai Lily maaf menunggu~” tidak sampai sepuluh menit kemudian, aku mendengar suara Maria. Ia sudah datang bersama dengan Kuro melambaikan tangannya dari jauh kepadaku. Setelah aku ikut melambaikan tangan, mereka berdua langsung berjalan mendekatiku.


“Jadi gimana, kamu sudah selesai kan semua questnya?” Maria bertanya kepadaku.


“Sudah dong, aku sudah login dari tadi sih jadi sambil nunggu sekalian aku selesaikan semuanya, hehehe” Jawabku dengan penuh riang.


Setelah ngobrol sebentar kami langsung masuk ke dalam bangunan stasiun Aardium Express. Kami langsung menemui NPC yang bertugas di sana dan membeli tiket untuk pergi menuju kota Porta Azur. Hari ini terlihat jelas banyak sekali pemain yang antri untuk pergi ke Porta Azur. Begitu aku mengecek info karakter mereka sekilas, tidak salah lagi mereka adalah sama seperti kami. Mereka adalah para petualang yang sudah mencapai level 40 dan tengah bersiap menuju kota Porta Azur untuk menunjukkan kemampuan bertarung mereka dalam event Crucible of Beast.


Perjalanan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, bisa dikatakan jarak tempuh dari kota Dalmasville menuju kota Porta Azur tidak jauh berbeda dari jarak tempuh kota Adelaine menuju Dalmasville. “Perjalanan menggunakan Aardium Express memang ditujukan menempuh waktu yang relatif hampir sama dari satu kota ke kota lainnya, jika ingin lebih cepat maka pemain bisa langsung teleport tetapi mereka harus sudah pernah mengunjungi tempat yang dituju terlebih dahulu untuk menggunakan fitur teleport.” Navi kembali memberikan penjelasan yang cukup mendetail kepadaku yang bertanya di tengah-tengah perjalanan kereta menuju kota Porta Azur.


“Akhirnya sampai juga, jadi ini kota Porta Azur?” Ucapku penuh rasa takjub begitu aku, Kuro dan Maria melangkahkan kaki keluar dari bangunan stasiun Aardium Express. Lagi-lagi tema dan nuansa yang ada di kota ini sangat berbeda dibandingkan dengan dua kota lainnya. Jika tema utama dari kota Adelaine adalah wilayah padang rumput dan perbukitan, dan Dalmasville memiliki tema kota di dataran kering yang tandus, kini di hadapan kami terbentang kota Porta Azur dengan tema kota pesisir yang tidak kalah indahnya dibandingkan dua kota sebelumnya.


Kami menyempatkan diri untuk berkeliling terlebih dahulu, untuk bisa mengenali lebih dekat kota Porta Azur ini. Nuansa warna biru dan putih memenuhi bangunan yang dibuat dengan paduan material bebatuan dan metal yang ada di kota ini. Kami juga mengunjungi wilayah pesisir di mana kami bisa melihat ada pantai yang cukup luas, dermaga yang nampak sibuk dengan kapal-kapal besar yang tengah berlabuh serta berbagai mercusuar yang tinggi menjulang dan bisa dilihat dengan jelas bahkan dari tengah kota.


Selain nuansa kota pesisirnya yang nampak sangat kental, mataku tidak bisa berhenti mengagumi para pemain yang mengenakan berbagai armor dan senjata dengan bentuk dan wujud yang belum pernah kulihat sebelumnya. Tidak sedikit para pemain dengan armor dan senjata yang nampak mengerikan, serta efek aura yang berkilauan lewat di hadapan kami. Semua senjata dan armor yang mereka kenakan seakan menyiratkan pesan seberapa besar kekuatan bertarung mereka. Tidak salah lagi, mereka adalah pemain-pemain kuat dengan level maksimal yang tidak bisa diremehkan begitu saja.


“Baik, dengan ini kita sudah bisa menggunakan fitur PVP!” Kataku sambil menatap dengan jelas kartu kecil yang ada di tangan kananku. Saat ini kami tengah berada di bangunan bernama “Mighty Cauldron”, bangunan dengan ukuran paling besar yang ada di sudut kota Porta Azur. Sebenarnya bangunan ini terdiri dari beberapa bangunan, ada bar yang menjadi tempat kami berada saat ini, tempat di mana para pemain bisa berkumpul dan mendaftarkan diri untuk bisa menggunakan fitur PVP. Sebelum bisa menggunakan fitur ini pemain harus terlebih dahulu mendaftar dan mendapatkan kartu khusus seperti yang sedang kupegang saat ini. Di atas kartu ini tertera wajah avatar karakter kami serta catatan jumlah kemenangan, kekalahan, dan seri yang kami peroleh.


Dari pub ini pemain bisa langsung mengakses area pertarungan utama yaitu “Colosseum” tempat pertarungan PVP dilaksanakan. Di tempat ini juga nantinya event “Crucible of Beast” akan berlangsung. Selain itu ada juga arena pertarungan lain yang bernama “Ocean’s Below”, tempat semacam Dungeon yang tidak dihuni oleh monster apapun di mana pemain bisa menguji kekuatan melakukan pertarungan dengan sistem “Last Player Standing”.


Beranjak dari area pub, kami bertiga menaiki lantai menuju bangunan yang nampak seperti menara agak tinggi dari bangunan ini. Menara ini masih menjadi bagian dari “Mighty Cauldron” yang terdiri dari beberapa ruangan yang bisa digunakan sebagai tempat latihan. Meskipun nampak seperti ruangan biasa namun pemain bisa mengubah tampilan di dalam ruangan ini seakan-akan sedang berada di dunia luar dan melakukan pertarungan latihan baik melawan Dummy seperti di Training Grounds yang ada di kota Adelaine maupun melawan teman sendiri.


“Sebagai permulaan gimana kalau aku melawanmu dulu Maria?” Kuro memberi tantangan kepada Maria yang langsung dijawab dengan, “Baik, aku harap kau tidak langsung Game Over dalam hitungan detik.” Dari sisi ruangan, aku bersiap menyaksikan bagaimana kedua pemain ini akan menguji kekuatan dalam pertarungan latihan. Ini adalah sesuatu yang harus aku perhatikan dengan baik!