Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 40 - Pertarungan PVP Pertama Lily



“Oke, kalau gitu selanjutnya aku mau menantang Lily, deh!” Ucap Kuro sambil mengacungkan pedang di tangan kanannya tepat ke arahku. Jujur saja sebenarnya aku masih belum cukup siap melakukan pertarungan ini karena ini adalah pertarungan PVP pertamaku di game ini. Aku masih belum tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana strategi yang harus kulakukan, tetapi di tengah-tengah keraguanku itu tiba-tiba Maria datang menghampiri dan menepuk pundakku sambil berkata, “Gausah khawatir, kan tujuan kita hari ini memang latihan, coba saja dulu sana, aku yang bukan karakter DPS saja bisa kok mengalahkan Kuro barusan hehee.”


“Itu sih… aku cuma sedikit mengalah saja….” Kuro mendengar kata-kata Maria dan membalas dengan dalih yang terdengar seperti alasan receh, yang kemudian disambut dengan suara tawa saling bersahutan dari Kuro dan juga Maria. Ucapan Maria barusan dan juga suasana ringan penuh tawa ini, akhirnya melunturkan sedikit keraguan yang barusan aku rasakan.


“Baik aku terima tantanganmu Kuro!” Aku langsung beranjak berdiri dari kursi kayu tempat ku duduk. Kedua kakiku mulai beranjak naik ke atas arena yang berukuran tidak terlalu besar di dalam ruangan latihan ini. Kini posisi aku dan Maria sudah bertukar tempat, jika tadi Maria yang ada di atas arena dan aku di kursi penonton, kali ini aku yang naik ke arena dan Maria duduk di kursi kayu menonton pertarungan kami.


“Sip, kalau sudah siap kabari ya!” Ucap Kuro sambil menekan berbagai tombol menu di hadapannya. Tidak lama kemudian muncul layar notifikasi di hadapanku dengan bertuliskan “Pemain Kurogane Kisaragi menantangmu untuk melakukan PVP Practice Battle 1v1, apakah kamu mau menerimanya?”


“Oke, aku sih siap!” Ucapku begitu menekan tombol “Ya” pada layar notifikasi yang ada di hadapanku. Kemudian setelah itu muncul notifikasi hitungan mundur pertanda pertarungan akan dimulai. Aku segera mengambil posisi untuk bersiap. Akhirnya, inilah pertarungan PVP pertamaku di game ini!


3… 2… 1… PVP Practice Start!


Begitu notifikasi hitungan mundur perlahan menghilang, aku bisa melihat jelas Kuro sudah mengambil ancang-ancang untuk melancarkan Dash Attack. Dari pertarungan melawan Maria barusan, aku sudah sedikit tahu bagaimana gerak-gerik Kuro sebagai Assassin dalam pertarungan PVP akan berlangsung nantinya. Ia akan memulai serangan dengan Dash Attack untuk dilanjutkan dengan skill combo lainnya. Jika terkena begitu saja pasti pertarungan akan berlangsung cepat dengan kekalahanku. Meski aku masih belum membayangkan bagaimana aku bisa menang, tetapi setidaknya aku bisa menahan sedikit gerakannya dengan…


“Slow!” Aku segera mengaktifkan skill ini yang langsung mengenai Kuro begitu tubuhnya baru saja melesat dengan skill Dash Attack. Meskipun skillnya sudah diluncurkan tetapi untuk sepersekian detik aku melihat kecepatan Kuro mulai sedikit melambat di tengah-tengah. Sepertinya efek skill Slowku berhasil mengenainya.


“Hoo, pintar juga caramu!” Dengan jelas aku mendengar suara Kuro yang kini tengah berada tepat di hadapanku. Benar saja, begitu serangan Dash Attacknya berhasil mengenaiku, ia tidak langsung meneruskannya dengan skill lainnya karena gerakannya mulai sedikit melambat. Dalam gerakannya yang mulai agak melambat aku memanfaatkan waktu ini untuk mengaktifkan skill “Heal”, memulihkan HP ku yang berkurang akibat serangan Dash Attack. Meskipun gerakannya sudah melambat namun serangan barusan memberikan damage yang tidak main-main. HP ku berhasil berkurang ke angka 80% hanya dalam satu serangan saja! Dan ini baru serangan langsung dari arah depan. Tidak bisa terbayang kalau Kuro berhasil menyerangku dengan telak dari belakang.


Begitu skill Heal berhasil diaktifkan, HPku yang kembali pulih ke angka 100% ternyata kembali terkikis karena Kuro mulai melanjutkan serangannya. Dalam gerakannya yang sedikit melambat ia masih sempat mengaktifkan skill lanjutannya. Kali ini aku melihat jelas ada lintasan serangan berbentuk menyilang tepat di hadapanku. Kalau tidak salah ingat ini adalah skill…


“Cross-Cut!” Kuro meneriakkan nama skillnya dengan cukup kencang di hadapanku, seraya mengayunkan kedua bilah pedang di tangan kanan dan kirinya ke arahku mengikuti lintasan bergaris silang yang tidak dapat kuhindari. Serangan ini mengenaiku dengan telak, tetapi lagi-lagi karena serangannya dilancarkan dari arah depan damage yang diberikan masih bisa kuatasi dengan baik menggunakan Health Potion.


Namun karena efek skill Slow masih ada, skill combo yang dilancarkan Kuro kali ini tidak secepat yang ia lancarkan kepada Maria dalam pertarungan sebelumnya. Nampak jelas sekali gerakannya melambat dan interval antar satu skill dengan skill lainnya agak lambat. Aku menggunakan kesempatan ini untuk mengaktifkan berbagai skill untuk memulihkan HPku agar tidak berkurang begitu saja. Berkat efek skill Barrier dan Regen yang kuaktifkan, serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Kuro berhasil ditangani sedikit demi sedikit, sehingga serangannya tidak membuatku langsung kalah begitu saja.


Akhirnya tubuh Kuro mulai terpental ke belakang, pertanda serangan skill combonya sudah selesai. Meski bisa bertahan tetapi kini HPku berada di posisi 55%, ini sudah dengan efek Barrier, Regen, serta Heal yang kuaktifkan secara bergiliran di saat Kuro melancarkan serangannya barusan. Tidak salah lagi, pemain Assassin memang cukup mengerikan!


Dengan tubuhnya yang kini berada sedikit jauh dari hadapanku dan tengah terdiam akibat efek selesainya skill combo miliknya, aku kembali mengaktifkan kembali skill Slow untuk menjaga gerakan Kuro tetap melambat. Setidaknya dalam serangan tadi aku bisa bertahan karena gerakan Kuro agak melambat. Kemudian aku bersiap melakukan serangan balasan dengan mengaktifkan skill “Light shot” yang berhasil mengenai telak Kuro dan mengurangi 15% HP miliknya. Tidak seberapa jika dibandingkan dengan serangan Kuro kepadaku tapi setidaknya ada serangan yang berhasil kulancarkan ke arahnya.


Saat gerakannya masih melambat dan belum beranjak banyak dari posisinya, aku mulai bergerak maju ke depan untuk memberikan serangan fisik menggunakan senjata Zanscarean Warclub di tangan kananku. Satu-dua pukulan aku berikan dan berhasil memberikan efek Stun kepadanya.


“Hoo, serangan balasan yang bagus juga.” Untuk sesaat aku bisa mendengar suara Maria dari kursi penonton mengomentari serangan yang aku lancarkan. Dengan efek Slow dan Stun kini tubuh Kuro tidak bisa bergerak, aku mulai melancarkan serangan dengan pukulan senjata dan “Light Shot” secara bergantian. Serangan ini berhasil mengurangi HP Kuro hingga mencapai angka 40%.


Namun semua ini tidak berlangsung untuk waktu lama, begitu aku sadar kalau aku berada di posisi yang salah…


“Hehehe, aku harap kamu bisa belajar soal positioning lebih baik setelah ini.” Kuro berkata seraya efek Stun dan Slow yang diterimanya mulai menghilang. Dengan sekejap ia langsung menggerakkan tubuhnya untuk melompat, melakukan flip ke belakang tubuhku. Sial! Ternyata ia mengincar aku mendekatinya seperti ini agar ia bisa melompat dan berada di posisi tepat belakang punggungku.


Tidak sempat menengok dan mengaktifkan Slow untuk menghalau gerakannya, aku bisa melihat HP milikku mulai berkurang dengan sangat drastis. Kuro melancarkan kembali serangan skill combo miliknya tepat dari arah belakang yang berhasil mengurangi HP ku menjadi 0% dalam sekejap kilat.


“Battle End: Winner - Kurogane Kisaragi” begitu tubuhku tersungkur jatuh ke arena, notifikasi besar tersebut muncul di hadapanku. “Oh jadi ini toh PVP” Ucapku sambil melihat Kuro menjulurkan tangannya ke arahku, tetapi belum bisa kuraih karena aku belum menekan tombol untuk respawn.


Sepertinya, masih banyak yang harus aku pelajari agar bisa bertahan di event minggu depan, nih.