Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 43 - Mengatur Strategi dengan Skill Baru!



Mengisi waktu istirahat dari rencana latihan yang kami lakukan di hari ini, Maria membantu aku dan juga Kuro untuk melakukan upgrade equipment dan senjata yang kami miliki. Sambil menunggu proses upgrade selesai aku membaca dengan seksama layar skill dari karakterku. Ternyata ada beberapa skill baru yang sudah aku unlock namun belum sempat aku gunakan, dan bahkan ada skill yang sudah lama aku unlock tapi aku baru membaca kegunaannya.


“Aero.. Cut… loh aku baru sadar aku punya skill ini.” Ucapku saat melihat penjelasan dari skill yang ternyata sudah aku miliki sejak level 27. Mendengar kalimatku barusan raut wajah Kuro dan Maria nampak kaget.


“Eh serius?? Kok bisa???” ucap Kuro dengan kagetnya.


“..Pantas saja selama ini kamu cuma mengandalkan Toxicspray saja..” kali ini Maria yang angkat bicara sambil tangannya tetap berfokus untuk melakukan proses upgrade dari perlengkapan milik Kuro.


Aku pun juga sama kagetnya dengan mereka berdua, tidak sadar kalau aku punya skill ini. Serpertinya kalau tidak salah ingat pada waktu itu aku sangat terfokus mengejar level 30 agar bisa memiliki skill Wrath of Divine karena dalam salah satu streamnya, saat bermain game ini Magical Kirari memiliki karakter White Wizard dan mengeluarkan skill tersebut dengan sangat keren. Ternyata memang skill ini benar-benar keren sih, saking kerennya sampai perhatianku lupa pada skill lain yang sebenarnya bisa membantuku dalam pertarungan juga.


Saat kubaca, skill Aero Cut ini adalah skill yang memberikan serangan angin kepada target yang akan mengurangi HP mereka selama beberapa waktu tertentu. Cara kerjanya hampir mirip dengan efek Poison di mana target akan terkena serangan damage per second, hanya saja jika Poison memiliki damage yang nampak sudah diatur sedemikian rupa, yaitu 2% dari total HP setiap detiknya, efek skill Aero Cut ini bisa memberikan damage sesuai status MND yang dimiliki. Begitu melihat total status MND milikku, aku kaget ternyata Aero Cut ini bisa menjadi skill yang menyeramkan juga.


“Ternyata.. Skill ini mengerikan…” Ucapku dengan cukup kaget. Untung saja kali ini Navi tidak ada di sisiku. Kalau ada sudah pasti aku akan mendengar berbagai celotehan dan ejekannya kepadaku yang sangat teledor melupakan adanya skill seperti ini.


Tempat ruang latihan ini, serta berbagai tempat arena lainnya untuk melakukan pertandingan PVP di kota Porta Azur ini memiliki sistem yang agak mirip dengan dungeon di mana AI Assistant tidak akan bisa ikut masuk. Karena itu satu-satunya tempat di “Mighty Cauldron” yang bisa didatangi oleh AI Assistant hanyalah bagian bar yang ada di lantai bawah. AI Assistant tidak bisa masuk ke dalam ruangan pertarungan termasuk ruangan latihan dimaksudkan agar pertarungan berjalan dengan adil, di mana tidak ada pemain yang mendapatkan dukungan AI selama jalannya pertarungan.


Skill lain yang baru saja aku sadari aku miliki adalah skill “Quicken”, skill yang sebenarnya sudah aku miliki sejak level 33 ini memiliki efek untuk meningkatkan kecepatan gerak. Kenapa bisa-bisanya aku melewatkan skill ini ya? Padahal dengan skill ini masalah kecepatan gerakan karakterku bisa teratasi dengan sedikit lebih baik.


Setelah membaca deskripsi mengenai skill Quicken, perhatianku kini tertuju kepada skill bernama “Repel”. Skill yang aku dapatkan ketika mencapai level 36 ini ternyata bisa menghilangkan efek debuff dan status negatif yang diterima oleh pemain, termasuk diriku sendiri. Tetapi ada sedikit catatan bahwa skill ini tidak bisa digunakan jika pengguna, yaitu diriku sendiri sedang terkena efek status negatif yang membuat diriku tidak bisa bergerak sama sekali seperti Stun serta Paralyze, dan efek debuff seperti Silence yang membuatku tidak bisa mengaktifkan skill juga membuat skill “Repel” tidak bisa diaktifkan. ‘Berarti setidaknya jika terkena Poison atau terkena Slow oleh White Wizard lainnya, aku bisa menggunakan skill ini untuk menghilangkan efeknya!’ begitu pikirku.


“Me-reset ulang cooldown semua skill yang ada menjadi 0. Jadi maksudnya, kalau aku pakai ‘Refresh’ ini aku bisa langsung memakai semua skill ku yang lain?” Aku mengeluarkan pertanyaan besar begitu selesai membaca seluruh penjelasan skill ini. Mendengar pertanyaanku barusan Kuro langsung melihat layar skill yang tengah aku buka. Maria yang sedang melakukan upgrade equipment juga tiba-tiba berhenti sejenak untuk membaca skill tersebut.


“Ini, harusnya benar gitu sih, jadi kalau memakai skill ini, semua skill kamu yang sedang dalam cooldown bisa langsung kamu gunakan lagi dalam sekejap.” Kuro memberikan jawaban atas pertanyaanku.


“Benar kata Kuro, dan sepertinya skill ‘Refresh’ ini digunakan untuk kamu menggunakan skill yang satu ini.” Maria ikut memberikan jawaban sambil menunjukkan jarinya ke satu skill baru yang aku dapatkan pada level 40 juga.  Ternyata di level 40 pemain White Wizard mendapatkan dua skill baru, yaitu “Refresh” dan juga “Revive”. Seperti namanya, skill “Revive” ini begitu kubaca, memiliki efek untuk menghidupkan kembali pemain yang Game Over langsung di tempat dalam posisi HP tersisa 1%. Namun begitu kubaca lagi dengan seksama, skill ini memiliki cooldown selama 60 detik dan cooldownnya tidak bisa berkurang. Bisa dibilang mau bagaimanapun juga waktu cooldown dari skill ini akan tetap berada di 60 detik. Karena itu, dibutuhkan skill “Refresh” agar cooldown skill “Revive” ini bisa direset dan bisa digunakan secepatnya ketika kondisi membutuhkan.


“Wah kalau gini sih harusnya next time kami melakukan perburuan dungeon, aku ga perlu panik karena bisa menghidupkan kembali temanku yang Game Over.” Ucapku begitu selesai membaca penjelasan skill tersebut.


“Iya, tapi kalau kamu Game Over duluan sih, ya sama saja karena ga ada yang bisa revive kita, hahaha” Ujar Kuro menimpali kata-kataku barusan sambil tertawa kecil, yang juga membuat Maria ikut tertawa.


“Sip! Ini semua equipment kalian sudah selesai aku upgrade ya~” Ucap Maria sambil mengirimkan kembali semua equipment aku dan Kuro yang sudah menjalani proses Upgrade dari Maria. Sebagai balasannya masing-masing kami memberikan bayaran dalam bentuk mata uang in-game, sebelumnya Maria sempat memaksa kami untuk tidak membayar namun kami terus membujuknya karena kami tidak ingin semua kerja keras Maria berakhir menjadi jasa gratisan begitu saja.


Begitu aku mengenakan equipment baru ini, aku langsung melihat seluruh status poin karakterku. Kemampuan seranganku mengalami peningkatan, begitu juga dengan kecepatan gerak, pertahanan, serta kecepatan aktivasi skill dan waktu cooldown. Kini aku bisa mengaktifkan skill dalam waktu 0.8 detik dan waktu cooldown skill ku sudah berkurang menjadi 1.7 detik. Berbagai peningkatan kekuatan ini ditambah dengan berbagai skill yang baru saja aku pelajari hari ini, semakin menambahkan keyakinan diriku untuk menghadapi pertarungan pada minggu depan.


“Jadi, gimana? Mau lanjut lagi latihannya?” Ucapku memberikan tantangan pertarungan latihan kepada Maria dan Kuro.