Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 31 - Labirin Penuh Jebakan dan Kutukan!



Pada fase bar HP kedua, pertarungan melawan “Major Minotauros” menjadi semakin sengit. Selain serangan area berdamage besar dan efek stun jika berada di jarak dekat, “Epicenter Smash” yang mengancam, boss monster di hadapan kami ini juga mengeluarkan pasak kayu dari bawah lantai labirin yang bisa memberi damage besar dan menambah efek damage dari “Epicenter Smash”. Setiap HPnya berkurang 25%, “Major Minotauros” akan mengeluarkan “Epicenter Smash” dan kemudian tak lama akan dilanjutkan dengan “Labyrinth Curse: Impale” yang mengeluarkan pasak kayu dari lantai, di tengah-tengahnya ia akan melakukan serangan biasa.


Dengan serangannya yang cukup bertubi-tubi ini, jujur saja baru kali ini aku merasa kesulitan untuk memulihkan HP diriku sendiri, dan juga HP dari rekan seperjuangan ku saat ini yaitu Kuro sang Assassin DPS dan Maria sang Knight Tank. Belum lagi karena efek dari pasak kayu yang muncul, membuat kami harus mengatur mencari posisi aman. Hal ini membuat kami beberapa kali berada dalam posisi yang cukup berjauhan dan jangkauan skill Heal ku tidak sampai, sehingga aku harus terus menerus bersiap untuk bergerak dengan sangat sigap. Meski sulit tetapi setidaknya aku berhasil menjaga agar HP kami semua tetap berada dalam posisi aman, hingga akhirnya kami berhasil memangkas habis HP bar kedua dari “Major Minotauros”. Sisa tiga baris HP bar lagi yang harus kami habisi!


“Oke, jadi setelah ini serangan apa lagi yang akan dipersiapkan olehnya?” kata Maria dengan suara yang terdengar sangat berat, sesekali ia terdengar terengah-engah, sepertinya ia sudah cukup lelah untuk menghadapi monster ini.


Karena baik aku, Kuro, dan juga Maria baru pertama kalinya menghadapi Boss Monster ini, tidak ada satupun dari kami yang mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut. Satu-satunya yang bisa menjawab pertanyaan Maria dengan lugas hanyalah monster yang ada di hadapan kami saat ini.


“Kalian masih bertahan? Tidak akan kubiarkan! Waktunya untuk kutukan berikutnya!!” Seraya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Maria, “Major Minotauros” meneriakkan kalimat tersebut sambil mengaktifkan skill barunya yang membuka babak baru pertarungan pada fase bar HP ketiga. Sekilas aku melihat nama skill baru tersebut adalah “Labyrinth Curse: Guillotine”.


“Hati-hati, dia mengeluarkan skill barunya. Cepat perhatikan sekeliling kalian!” Suara Maria kembali terdengar, kali ini dengan nada yang cukup panik. Kata-kata tersebut membuat aku dan juga Kuro untuk menengok ke sekeliling ruangan, mencari tanda-tanda datangnya serangan. Mataku melihat ke bawah namun tidak menemukan ada tanda indikator target area serangan dengan cahaya berwarna merah. Kali ini lantai ruangan labirin ini juga tidak bergetar seperti sebelumnya. Bagian dinding ruangan juga tidak menunjukkan adanya tanda-tanda yang mencurigakan. ‘Dari arah mana datangnya serangan ini?’ pikirku.


“Lily! Maria! Lihat ke atas!!” Kali ini Suara Kuro terdengar memenuhi seisi ruangan, menggerakkan arah pandangan kami untuk menengadah ke atas dengan cepat. Di bagian langit-langit ruangan labirin ini, perlahan mulai terbuka sela-sela yang membentuk tiga garis panjang membelah langit-langit. Tidak lama kemudian cahaya merah penanda indikator serangan keluar dari sela-sela garis yang terbuka tersebut. Cahayanya terus bersinar hingga menyentuh lantai, seakan-akan membentuk tiga tirai bercahaya merah yang memisah ruangan ini.


Tentu saja reaksi natural kami melihat cahaya ini adalah secepatnya menghindari area yang tengah menyala merah terang. Serangan apa yang akan dimunculkan sampai indikator penanda target serangannya sebesar ini? Seakan menjawab pertanyaan yang bergulir di dalam pikiranku, wujud serangan baru dari “Major Minotauros” akhirnya nampak dengan sangat jelas, dan kami tidak percaya akan apa yang kami lihat.


Tiga bilah pisau besi besar berukuran persegi panjang menghujam tanpa ampun dari langit-langit ruangan menuju lantai yang ada di bawahnya. Untung saja kami berhasil menghindar, jika dilihat dari bentuknya sepertinya serangan ini bisa mengirim kami semua Game Over dengan telak!


Meskipun selamat, tapi kini ketiga bilah pisau besar ini menancap lantai ruangan dengan kokohnya seakan-akan membagi ruangan menjadi empat bagian terpisah. Tidak seluruh ruangan ini terpisah oleh bilah pisau ini karena masih ada sisi kiri dan kanan ruangan yang utuh tidak tersentuh dan tertutup oleh pisau ini. Tapi tetap saja, hal ini membuat ruang gerak kami menjadi semakin sempit!


“Lily, Kuro, apakah kalian tidak apa-apa?” Aku mendengar suara Maria namun sosoknya tidak bisa kulihat dengan jelas karena pandanganku terhalang oleh bilah pisau besar yang menutupi jalan di depanku. Namun saat aku melihat informasi bar HP Maria di bagian party member, HPnya perlahan berkurang dan efek skill pertahanannya sudah aktif. Namun HP dari Kuro tidak berubah sama sekali dan tidak ada tanda-tanda ia mengaktifkan skill serangan sama sekali. Sepertinya “Major Minotauros” sudah mulai melanjutkan serangan biasanya ke arah Maria dan Kuro masih terpisah dari Maria. Dengan sigap aku menggerakkan kedua kakiku untuk bergerak menuju tempat Maria dan Kuro berada.


“Maria, kamu tidak apa-apa?” Tidak lama aku berhasil sampai ke bagian depan ruangan, terlihat jelas Maria tengah diserang bertubi-tubi oleh “Major Minotauros” dengan palu besarnya.


Sesampainya di sana aku langsung mengaktifkan Armorskin Spray, Barrier, Regen, dan Heal kepada Maria, memberinya perlindungan dari damage dan memulihkan HPnya yang sedari tadi sudah terkuras.


“Maaf sedikit telat, sekarang waktunya kembali menyerang!” Kuro juga sudah sampai di sini dan langsung melancarkan serangannya. Untuk meningkatkan kemampuan serangan dari Kuro aku juga mengaktifkan Attack Up kepadanya sambil memberikan Heal untuk menyembuhkan lukanya.


Akhirnya kami kembali masuk ke mode menyerang, dan kami berhasil memangkas HP bar ketiga dari “Major Minotauros” sampai ke angka 80%, di titik ini ia kembali mengaktifkan skill “Labyrinth Curse: Impale” untuk mengeluarkan pasak kayu dari tanah.


“Cari tempat aman teman-teman!” Lagi-lagi secara spontan aku mengeluarkan kalimat tersebut, bermaksud untuk menyelamatkan teman-temanku agar tidak terkena damage yang besar karena kini aku sudah hampir kesulitan untuk memulihkan HP mereka.


Kami segera mencari posisi aman dan menghindari serangan pasak kayu dari lantai labirin ini. Serangan terus dilanjutkan hingga HP “Major Minotauros” mencapai angka 75%. Sudah berkurang 25%.. “Bukankah ini waktunya dia mengeluarkan ‘Epicenter Smash’?” Mulutku kembali berucap secara tiba-tiba.


“Benar juga, dan posisi kalian sekarang…..” gantian suara Maria yang terdengar.


“Berada di posisi paling depan?” Kuro ikut buka suara.


Benar juga, akibat serangan “Labyrinth Curse: Guillotine”, muncul bilah pisau besar yang membelah hampir seisi ruangan, memisahkan jarak antara kami bertiga. Dan aku beserta Kuro kini berada di posisi paling depan agar bisa memberikan serangan dan memulihkan HP. Namun kini kami berdua harus menghindar ke belakang jika tidak ingin terkena efek Stun.


Aku dan Kuro langsung mengambil langkah seribu dari tempat kami berada sekarang. Dengan skill Backstep dan status AGI yang tinggi Kuro berhasil bergerak dengan cepat. Namun posisiku kini berada dalam posisi yang cukup gawat. Kecepatan gerakku saat ini sudah terhitung normal, tidak terlalu lambat dibanding sebelumnya, namun berbagai pilar dan juga bilah besi yang ada benar-benar menghambat pergerakanku untuk sampai ke posisi aman. Bisakah aku selamat?


“Lily, hati-hati!!” dari kejauhan aku mendengar suara Maria berteriak. Aku melihat skill “Epicenter Smash” sudah berada di titik 80%. Sebentar lagi skill ini akan aktif, dan sepertinya aku tidak bisa sampai ke tempat aman tepat waktu. Aku masih terus berlari menyusuri berbagai pasak kayu dan bilah besi yang ada, aku bisa melihat sosok Kuro yang sudah ada di posisi aman. Tapi posisiku masih jauh…


“Regen.. Barrier… Armorskin Spray Active!” Akhirnya aku menggunakan skill dan item ini kepada diriku sendiri, berjaga-jaga jika aku tidak sampai ke posisi aman tepat waktu dan terkena efek stun. Dan dugaanku benar, serangan “Epicenter Smash” diluncurkan dan aku tidak sampai ke titik aman. Aku dan Maria terkena Stun, dan yang mengerikannya, kali ini serangan “Epicenter Smash” memberikan damage tambahan dari serpihan bilah pisau besi yang hancur! HP ku berkurang menjadi 25%, HP Maria berada di posisi 40%, dan HP Kuro berada di titik merah 20%! Mampukah kami bertahan sampai akhir?