
Bersama dengan Maria dan Kuro, aku menjelajahi dungeon Underground Labyrinth yang ada di area kota Dalmasville. Jujur saja ini pertama kalinya aku bermain game ini dalam sebuah party beranggotakan tiga orang. Selama ini aku bermain antara memang sendirian saja atau ya membentuk party berdua bersama Maria. Biasanya jika bersama Maria, karena job dia adalah Knight, ia bertugas menjadi Tank yang membuat serangan semua musuh terfokus kepadanya, sedangkan aku dengan job White Wizard bertugas sebagai Healer yang memulihkan HP Maria, dan kami melakukan serangan secara bergantian dengan serangan dan damage seadanya. Namun kini dengan adanya Kuro sebagai Assassin yang bertugas menjadi DPS, kami bisa mengalahkan berbagai musuh dengan mudah karena ada satu pemain yang memang berfokus untuk memberikan damage.
Dan kini tidak sampai 5 menit lamanya akhirnya kami sudah sampai di penghujung lantai pertama dari dungeon Underground Labyrinth. Saat ini kami tengah berhadapan dengan boss lantai satu yang bernama Totem Guardian. Boss monster ini adalah monster dengan wujud patung batu bersenjatakan pedang besar yang juga terbuat dari batu. Saat ini Maria dan Kuro sedang berada di depan untuk menahan serangan dan juga memberikan damage kepada Boss Monster yang HP-nya hanya tersisa 25% lagi. Sudah dua bar HP yang kami habisi dan kini tinggal satu HP bar terakhir. Aku berada di posisi belakang terus memperhatikan HP dan efek buff milik Maria serta Kuro.
“Maria, Lily, bersiaplah untuk bertukar posisi sebentar lagi!” Kuro memberi instruksi sambil terus mengayunkan kedua bilah Dual Blade ke arah Totem Guardian. Mendengar instruksi tersebut fokus mataku beralih ke HP bar dari Totem Guardian yang kini sudah menyentuh angka 10%. Memang serangan dari karakter Assassin tidak main-main, dengan combo skill yang dilancarkan barusan Kuro berhasil memangkas 15% HP dari Totem Guardian hanya dalam waktu singkat. Namun perhatianku tidak hanya tertuju ke jumlah HP dari Totem Guardian saja, tepat di dekat HP bar dari Totem Guardian muncul sebuah teks bertuliskan “Jumping Avalanche”, pertanda bahwa Boss Monster ini tengah bersiap melancarkan skill serangannya ke arah kami.
Setelah selesai menyerang dengan combo skillnya, Kuro segera menggunakan skill Backstep untuk mundur ke belakang. Maria juga melepaskan posisi pertahanannya untuk ikut bergerak ke belakang. Mengikuti pergerakan mereka aku juga ikut berubah posisi untuk maju ke depan. Sesekali perhatianku berpindah untuk melihat skill bar dari Totem Guardian yang kini tengah berusaha mengaktifkan skill “Jumping Avalanche” pada titik 30%. Masih ada beberapa waktu untuk kami pindah posisi.
Lama waktu casting skill “Jumping Avalanche” yang dilancarkan oleh Totem Guardian bisa dibilang cukup cepat dibandingkan skill lainnya yang ia aktifkan selama pertempuran ini. Hanya dalam waktu kurang dari 2 detik aktivasi skill “Jumping Avalanche” sudah mencapai angka 95%. Pada saat itu aku, Maria dan Kuro sudah berada pada posisi baru dan masing-masing dari kami sudah berada dalam posisi sigap. Tidak lama kemudian Totem Guardian melompat ke atas dan terjun menghujam ke sisi belakang ruangan tidak jauh dari tempatku berdiri sebelumnya. Dentuman dan guncangan besar pun terjadi, untung saja kami sudah bertukar posisi, karena jika tidak pasti aku menerima telak serangan tersebut.
Tanpa menunggu lama kami langsung melanjutkan pertarungan. Aku segera mengaktifkan Heal dengan cepat untuk memulihkan HP Maria yang terkena efek damage dari serangan “Jumping Avalanche” barusan. Di saat bersamaan, Maria kembali menarik perhatian Totem Guardian untuk menyerangnya, dan Kuro kembali mengaktifkan skill combo miliknya yang berhasil memangkas habis seluruh HP yang tersisa.
“Yes! Lantai pertama selesai! Kerja bagus Lily, Maria!” Ucap Kuro sambil mengacungkan jempolnya ke arah kami. Aku dan Maria langsung membalas pujian Kuro dengan senyuman dan acungan jempol juga.
Tubuh besar Totem Guardian tersungkur ke tanah, kemudian perlahan tubuhnya berubah menjadi partikel berwarna kuning dan menghilang bagaikan pasir yang tertiup angin. Bersamaan dengan tubuh monster patung batu tersebut menghilang, perlahan muncul sebuah kotak harta karun. Maria segera membuka kotak tersebut dan di saat kotaknya terbuka, masing-masing dari kami mendapatkan notifikasi apa saja item reward yang kami dapatkan.
“Wah kamu dapat aksesoris juga? Sama dong aku juga dapet nih Stone Pendant of the Ancients.” Ucap Maria sambil menunjukkan item barunya kepadaku. Tanpa berkata apa-apa Kuro hanya tersenyum dan menunjukkan item berbentuk sepatu kulit yang nampak kuno dengan strap yang cukup tinggi. “Hehehe, akhirnya aku mendapatkan Nimble Boots of the Ancient! Dengan ini kecepatan gerakanku akan semakin bertambah!” ucap Kuro sambil mengenakan sepatu yang baru saja ia peroleh tersebut.
Setelah saling pamer dan memakai item equipment baru yang kami dapatkan, kami segera melanjutkan perjalanan menuju lantai dua dari dungeon ini. Dibandingkan dengan dungeon Harrowing Tomb of Zanscare yang ada di kota Adelaine, dungeon Underground Labyrinth ini memiliki ruangan interior batu dengan lorong yang ukurannya agak sempit. Belum lagi beberapa jalan memiliki percabangan dan jika tidak berhati-hati kami bisa terkena perangkap!
Jumlah percabangan yang ada di lantai dua ini jauh lebih banyak daripada yang ada di lantai pertama. Karena banyaknya percabangan yang ada, kami mengalami beberapa hambatan karena beberapa kali menemui jalan buntu. Belum lagi adanya beberapa perangkap dengan segudang efek merugikan mulai dari memberikan damage, efek Poison, efek Paralyze yang membuat kami tidak bisa bergerak, hingga perangkap yang mengurangi status serangan dan pertahanan kami.
Tetapi kami juga tidak tinggal diam begitu saja, dengan status MND ku yang terus aku tingkatkan, aku bisa langsung memulihkan HP kami yang terkikis akibat terkena perangkap. Efek pengurangan serangan dan pertahanan juga bisa ditanggulangi dengan item ramuan buatanku yang bisa meningkatkan poin serangan dan pertahanan kami. Selain itu, Kuro sebagai seorang Artificier juga menyiapkan perangkap balasan yang ia pasang untuk melawan berbagai monster yang kami temui.
Dan kini kami berhasil menemukan jalan menuju akhir dari ruangan lantai dua dungeon Underground Labyrinth. Di hadapan kami terdapat dua pilar besar yang langsung menyala begitu kami berada tepat di depannya. Tidak lama setelah itu tanah di ruangan bergetar dan dua baris HP bar muncul di masing-masing pilar tersebut, lengkap dengan teks bertuliskan “Reassembling Totem Pilar A” dan “Reassembling Totem Pilar B” yang menandakan nama mereka.
“A.. apa?? Boss monster di ruangan ini ada dua?” Ucapku penuh kaget.
“Benar sekali, Boss Monster di lantai ini ada dua, karena itu aku membutuhkan bantuan kalian.” Ujar Kuro dengan suara yang penuh ketenangan sambil ia bersiap ke posisi menyerang. Tanpa basa-basi Maria kembali mengaktifkan Tank Stance untuk menarik perhatian kedua pilar tersebut. Dengan ini, pertarungan melawan Boss Monster lantai kedua akan segera dimulai!