
Dengan sekuat tenaga, kuayunkan Zanscarean Warclub di tangan kananku ke arah punggung belakang NightAbyss yang masih belum bisa beranjak karena serangannya berhasil kugagalkan. Suara hantaman yang cukup keras terdengar, sebuah notifikasi menunjukkan informasi bahwa aku berhasil memberikan serangan dengan Critical Damage kepada NightAbyss. Tubuhnya nampak terlontar sejauh lima meter dari tempatnya semula, sepertinya seranganku barusan juga berhasil mengaktifkan efek Knockback.
“Sial.. gimana bisa aku terkena knockback sejauh ini?” ucap NightAbyss begitu dirinya terlempar setelah menerima serangan yang kulancarkan yang berhasil mengurangi HPnya menjadi ke posisi 90%. Namun kini nampaknya cooldown skill miliknya sudah selesai dan ia mulai kembali mengatur pose untuk melancarkan kembali Dash Attack.
Aku melihat durasi efek Quicken di diriku masih ada, sepertinya aku bisa menghindari serangannya seperti tadi namun serangan balasan yang kuberikan tidak akan berdampak banyak. Sepertinya untuk kali ini aku harus menerima saja serangannya, karena mau bagaimana pun Assassin memiliki gerakan yang cepat. Satu-satunya jalan untuk bisa melakukan serangan balik kepada mereka adalah melakukan apa yang dilakukan oleh Maria ketika latihan melawan Kuro. Menunggu Assassin mengeluarkan semua skillnya baru melakukan serangan balasan secara bertubi-tubi. Berarti kalau begini, aku harus bersiap menerima serangannya.
Tidak lama kemudian tubuh NightAbyss kembali melesat ke arahku. Aku harus bertahan dari rentetan serangan yang akan dilancarkan olehnya.
Benar saja, setelah serangan Dash Attack dari NightAbyss berhasil mengenai tubuhku, Namun untung saja aku berhasil mengaktifkan skill “Barrier” sehingga serangannya tidak memberikan damage yang cukup fatal. Setelah itu NightAbyss segera berganti pose, pedang di kedua tangannya mulai diayunkan dengan sangat cepat. Akhirnya, rentetan serangan berantai khas milik karakter Assassin sudah muncul dan menyerangku tepat di titik yang sangat telak!
“Rasakan ini! Seranganku akan mengantarkan dirimu kembali ke kursi penonton!” suara NightAbyss begitu jelas terdengar dari jarak sedekat ini. Sempat sekali ia membuka mulutnya selagi ia melakukan serangannya ini. Namun aku tidak tinggal diam, untuk bisa bertahan dari serangannya secara beruntun ini, aku juga harus terus bertahan. Efek perlindungan Barrier sudah berhasil ditembus, kini HP ku berada di titik 90%... 80%... 70%... Tidak diragukan lagi HP ku terus menurun begitu serangan demi serangan dilancarkan oleh NightAbyss. Namun damage yang aku terima ini sudah dikurangi karena tadi aku sempat mengaktifkan Armorskin Spray tepat setelah Dash Attack dari NightAbyss mengenai tubuhku. Namun tetap saja, meski pertahananku bertambah sedikit namun damage yang diberikan tetaplah besar.
Tidak hanya serangannya yang berlangsung cepat, ternyata dari jarak sedekat ini aku bisa melihat jelas alasan kenapa NightAbyss bisa menang sampai sembilan kali berturut-turut. Serangan demi serangan yang ia lancarkan dari pedang di kedua tangannya ternyata memiliki efek Poison! Sepertinya ini efek yang dimunculkan dari senjatanya. HP ku terus terkuras, berkat serangan dari skill beruntun dan efek Poison yang kuterima kini HP ku berada di titik 50%! Sial, kalau sudah begini berarti aku harus mengaktifkan skill itu!
“Barrier…. Repel… Heal!”
Dengan efek Quicken yang masih berlanjut, aku bisa mengaktifkan ketiga skill ini dengan cepat di tengah-tengah serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh NightAbyss. Masih ada sekitar 10 detik lagi sebelum efek Quicken ku berakhir. Dalam serangan yang cepat ini aku hanya bisa mengandalkan pemulihan HP melalui skill karena waktu aktivasi skillku kini bertambah cepat berkat efek Quicken, sedangkan waktu penggunaan item seperti Health Potion tidak bertambah cepat. Sesekali aku juga mengaktifkan Regen untuk mempertahankan HP ku yang terus terkuras.
Serangan demi serangan masih dilancarkan, sayatan demi sayatan pedang dilancarkan oleh NightAbyss. Ritme serangannya masih sangat cepat dan teratur, nampaknya ia masih berada di tengah-tengah combo dan belum ada tanda untuk berakhir. Namun aku tidak diam saja, aku terus menerus mengaktifkan skill penyembuhanku untuk bertahan dari serangan beruntun ini.
Tiba-tiba di tengah serangannya yang terus dilancarkan, aku melihat dengan jelas wajah NightAbyss kembali diliputi oleh rasa kaget. Sepertinya di saat ini ia sudah menyadarinya.
“Apa?? Bagaimana bisa??” Suara NightAbyss kembali terdengar dengan begitu jelasnya olehku. Nampaknya ia sudah menyadari kalau saat ini HP ku justru terus menerus bertambah alih-alih berkurang. Efek serangan yang diberikan olehnya memang mengurangi HP-ku namun skill yang kuaktifkan secara berturut-turut ini berhasil menangani serangannya.
Skill Barrier yang kuaktifkan memberikan perlindungan kepadaku sehingga serangan yang dilancarkan oleh NightAbyss tidak akan menyentuh HPku secara langsung. Repel aku aktifkan untuk menghilangkan efek Poison yang diberikan oleh pedangnya. Regen serta Heal aku aktifkan juga untuk memulihkan kembali HPku. Bisa dibilang, seraya serangan demi serangan dilancarkan oleh NightAbyss, HP ku juga perlahan kembali pulih dan bisa bertahan.
Setelah beberapa waktu berselang akhirnya serangan skill combo dari NightAbyss berakhir dengan skill Flee Attack yang dilancarkan kepadaku. Serangan ini membuat NightAbyss mengayunkan pedangnya sebanyak tiga kali tebasan ke arahku sebelum akhirnya tubuhnya terlempar ke belakang. Namun berkat berbagai skill yang terus kuaktifkan tanpa henti, aku bisa menahan serangannya dan kini HP ku berada di angka 90%. Kondisi HP kami berada di titik yang setara.
Kini NightAbyss sudah melepaskan diri dari hadapanku dan tubuhnya sedang terdiam. Tidak salah lagi, ini adalah pertanda bahwa skill combo miliknya sudah selesai diaktifkan. Inilah waktu yang kuincar, waktu di mana aku melakukan serangan balasan!
“Kemenangan gratis katamu?... Slow!” ucapku sambil mengaktifkan skill yang memperlambat gerakan NightAbyss. Berkat efek equipment yang sudah diupgrade hingga level tertinggi dan status MND ku yang sangat tinggi, aku cukup kaget juga melihat efek Slow yang kuberikan ternyata sekarang bisa mengurangi gerakan target yang kuincar sampai 50% selama.. 1 menit??
Dalam posisi ini, NightAbyss tidak bisa melakukan serangan balasan karena setelah melakukan skill combo, pemain Assassin tidak akan bisa bergerak selama beberapa detik. Selain itu, semua skillnya kini berada dalam posisi cooldown. Ditambah dengan efek Slow yang kuberikan, bisa dibilang aku sudah berhasil untuk mengunci semua gerakannya.
“Aero Cut!” Aku mengaktifkan skill lanjutan kepada NightAbyss, kali ini aku memberinya skill Aero Cut yang akan mengurangi HPnya melalui damage per second dengan durasi skill selama 20 detik. Aku bisa melihat jelas setiap detik HPnya berkurang sampai 2%, itu berarti dalam waktu 20 detik ke depan HPnya akan berada di posisi 50%.
Aku melihat ke arah skill Wrath of Divine milikku, ternyata sampai saat ini aku sudah mengaktifkan 29 dari 30 skill yang diperlukan! Posisi HP NightAbyss kini sudah berkurang menuju ke angka 75%. Sepertinya aku perlu meningkatkan kekuatan seranganku sebelum aku mengaktifkan Wrath of Divine. Karena itu, skill ke-30 yang akan aku aktifkan adalah…
“Attack Up!” Kini kekuatan seranganku akan bertambah kuat, termasuk serangan dari skill offensifku. Tombol skill Wrath of Divine juga sudah menyala, inilah waktunya!
“Aku memang hanyalah pemain White Wizard….” ucapku sambil perlahan mengangkat senjataku ke atas, memulai proses untuk mengaktifkan skill pamungkas milikku.
“..Namun itu bukan berarti kalau Healer tidak bisa bertarung. Kemenangan gratis katamu? Kini akan kuberitahu satu kesalahan fatalmu dalam pertarungan ini…” aku terus mengeluarkan kalimat yang sudah sedari tadi aku tahan dari dalam hatiku untuk kuucapkan kepada pemain yang masih belum bisa beranjak dari posisinya saat ini. Serangan balasan pun tidak bisa diberikan olehnya karena gerakannya sudah melambat dan HPnya terus berkurang berkat efek Aero Cut yang kuberikan.
“.. kesalahanmu adalah.. Meremehkan pemain lain dengan mudahnya sebelum menjalani pertarungan…. Karena itu… terimalah ini…” Ucapku di saat lingkaran sihir sudah mulai nampak terpampang dengan jelas di atas kepala NightAbyss dan di bawah telapak kakinya. Inilah saatnya skill pamungkasku untuk menunjukkan kekuatannya!
Meskipun memiliki serangan yang sangat kuat, namun Kuro mengatakan kepadaku bahwa Assassin adalah job dengan HP terlemah. Karena itu, aku yakin satu serangan ini akan mengunci takdir dari pemain yang tengah terdiam tak berdaya di hadapanku ini.
“...Wrath of Divine…” Cahaya putih yang menyilaukan muncul dari lingkaran sihir, menghujam tepat ke arah NightAbyss, memberikan ledakan dan pekikan suara yang sangat nyaring, yang langsung mengurangi HP NightAbyss langsung ke arah 0%.