
Akibat serangan dari “Major Minotauros”, aku, Maria dan Kuro menerima damage yang cukup besar. Dengan sigap aku langsung mengaktifkan Heal, Regen, serta memberikan Health Potion kepada Maria dan Kuro secara bergantian. Untung saja dalam waktu singkat aku bisa segera memulihkan HP mereka kembali ke 100%. Di saat Maria dan Kuro kembali ke posisi masing-masing, giliran aku memulihkan HP ku sendiri. Persediaan Mana Potion masih cukup banyak sehingga aku bisa dengan mudah mengisi kembali Mana ku yang terkuras.
Serangan demi serangan dari “Major Minotauros” terus berdatangan tanpa henti, meski aku berhasil memulihkan HP Maria dan Kuro kembali utuh, tetapi perlahan HP mereka mulai kembali menurun. Begitupun dengan HP dari “Major Minotauros” yang terus menurun karena Kuro terus menerus memberikan serangan beruntun melalui combo skill miliknya. Pada pertarungan ini aku benar-benar berfokus hanya untuk memberikan support dan memulihkan HP kedua rekanku ini, tidak ada celah untukku ikut berkontribusi memberikan serangan karena meskipun Maria terus menarik perhatian dari “Major Minotauros”, tetap saja ada beberapa skill area yang memberikan damage kepada Kuro meski tidak sebesar yang diterima Maria.
Akhirnya bar HP pertama dari “Major Minotauros” sampai pada titik 50%, dan di saat itulah ia mengangkat palu besarnya ke atas. Pandanganku langsung terfokus ke arah HP bar dari monster tersebut, dan benar saja dugaanku, ternyata ia tengah mengaktifkan skill serangan bernama “Epicenter Smash”. Rasanya aku sempat sekilas melihat nama skill ini sebelumnya.
“Lily, bersiaplah! Sepertinya dia akan melakukan serangan area besarnya lagi!” kata-kata Maria terdengar jelas memberi peringatan kepadaku. Tidak salah lagi, inilah skill dengan area besar yang membuat kami tersudut tadi, skill yang diaktifkan saat HP “Major Minotauros” berada di titik 75%, dan kini ia melakukannya saat HP bar pertamanya menyentuh angka 50%.
“Waktunya jaga jarak… Backstep!” Tiba-tiba Kuro mengaktifkan skillnya untuk bergerak mundur ke sebelahku. Aku tidak tahu apa yang direncanakannya, tetapi karena aku tahu dampak skill “Epicenter Smash” ini cukup mengerikan, aku langsung mengaktifkan Armorskin Potion serta Regen kepada kami bertiga. Meskipun kini waktu pengaktifan skill-ku sudah agak sedikit lebih cepat, tetap saja mengaktifkan skill kepada tiga pemain membutuhkan waktu yang agak lebih lama dibandingkan biasanya. Benar, biasanya hanya ada aku dan Maria namun kini ada Kuro juga. Aku perlu lebih mengawasi timing pengaktifan skillku dengan baik.
Tepat saat bar aktivasi “Epicenter Smash” mencapai titik penuh, aku sudah selesai mengaktifkan Armorskin Potion dan Regen untuk diriku sendiri, Maria, serta Kuro. Palu besar kembali dihentakkan dengan keras oleh “Major Minotauros” ke tanah. Guncangan hebat pun tak terelakkan, namun kini jumlah damage yang kami terima berhasil sedikit berkurang berkat efek Armorskin Spray dan HP yang hilang perlahan pulih oleh skill Regen. Selain itu karena Kuro sempat pindah posisi ke belakang, ia tidak terkena efek Stun. Di saat Maria terkena efek Stun, Kuro langsung melesat maju ke depan untuk memberikan serangan. ‘Jadi ini alasan mengapa Kuro sempat mundur tadi?’ pikirku sambil kembali perlahan memulihkan HP kami semua dengan skill Heal serta Health Potion.
Tidak lama kemudian efek Stun yang diterima Maria sudah hilang dan ia kembali untuk menahan serangan “Major Minotauros” yang sebelumnya sempat menyerang Kuro seorang diri. Saat kulihat, HP bar pertama dari “Major Minotauros” langsung berkurang ke angka 40%. Kini kami bisa memberikan serangan dan juga bertahan dengan baik, sip sepertinya kami sudah menemukan strategi yang tepat!
“Bagus teman-teman! Ayo kita pertahankan ritme serangan ini!” kata Kuro sambil terus mengaktifkan skillnya secara beruntun. Dari belakang aku juga melihat senyuman penuh percaya diri merekah di wajah Maria yang sedang dihantam oleh berbagai serangan.
Benar saja, rasa kepercayaan diri yang muncul di tengah-tengah party kami saat ini bukanlah tanpa alasan. Begitu HP “Major Minotauros” mendekati angka 25%, ia bersiap untuk mengaktifkan kembali skill “Epicenter Smash” miliknya. Kami kembali melakukan strategi yang sama, Kuro mundur ke belakang dengan skill Backstep, Maria mengaktifkan berbagai skill pertahanannya untuk bersiap menerima damage besar yang akan diterima, dan aku langsung menyiapkan Armorskin Spray dan Regen untuk diaktifkan. “Epicenter Smash” pun diluncurkan, memberikan kami damage yang berhasil teratasi dan Maria mendapat efek Stun, Kuro kembali melesat maju memberikan serangan balasan. Strategi ini berhasil membuat kami menghabisi bar HP pertama dari “Major Minotauros”!
Tidak lama setelah kalimat tersebut terdengar, seisi ruangan kembali bergetar dan aku melihat beberapa area dari lantai tempat kami berdiri menyala merah. Cahaya ini, tidak salah lagi ini adalah cahaya indikator serangan.
“Semuanya menghindar!” Aku secara spontan berteriak, menggeser tubuhku untuk pergi ke tempat yang kurasa akan aman, tempat yang tidak mengeluarkan cahaya berwarna merah. Maria dan Kuro juga sontak langsung bergerak mencari posisi aman. Sesaat kemudian lantai yang bercahaya perlahan runtuh dan berbagai pasak kayu berukuran cukup besar mencuat keluar.
“Hah? Jadi lantai ini masih ada jebakannya juga?” lagi-lagi aku mengatakan kalimat tersebut dengan cukup spontan. Untung saja kami sempat menghindar, jika tidak pasti kami sudah menerima damage cukup besar.
Pertarungan kembali berlanjut, setelah dirasa aman Maria kembali ke posisi depan untuk menarik perhatian “Major Minotauros” dan Kuro segera melesat untuk memberikan serangan. Meski begitu kini ruang gerak kami untuk melakukan pertarungan ternyata cukup terbatas karena adanya berbagai pasak kayu besar yang mencuat dengan kokoh di tengah-tengah kami saat ini. Awalnya kami merasa pasak kayu ini bukanlah halangan yang cukup berarti, namun saat kami berhasil mengurangi HP bar kedua dari “Major Minotauros” mencapai angka 75%, ia kembali mengaktifkan “Epicenter Smash”, dan di sinilah kami sadar bahwa pasak kayu ini ternyata tidak tinggal diam membatasi ruang gerak kami begitu saja.
Sesaat sebelum “Epicenter Smash” diaktifkan, kami kembali menggunakan strategi yang sama. Namun kali ini efek dari serangan yang diberikan “Major Minotauros” ternyata cukup berbeda. Guncangan besar yang diakibatkan oleh hantaman palunya yang sangat kencang langsung menghancurkan seluruh pasak kayu yang ada dan puing-puingnya yang beterbangan ke belakang ternyata turut memberikan damage tambahan! Meskipun sudah dibantu dengan efek Armorskin Spray dan juga Regen, namun damage yang diterima cukup besar karena efek puing-puing pasak kayu yang baru saja dihancurkan.
“Sial, jadi kali ini sepertinya kita harus memikirkan posisi yang benar-benar aman untuk menghindari dampak serangannya.” ucap Kuro yang terlihat sangat panik karena HPnya kini berada di posisi 35%. Maria masih tidak bisa bergerak karena efek Stun namun aku bisa melihat kalau HP miliknya terkuras sampai ke titik 45%.
Di tengah kepanikan ini aku berusaha untuk mengaktifkan Heal dan Health Potion secara bergantian. Namun kali ini tugasku untuk memulihkan HP Maria dan Kuro sedikit agak terhambat karena sang boss monster langsung melanjutkan serangannya. Sudah kuduga, pertarungan ini akan menjadi sangat sengit!