Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 12 - Pertarungan Melawan Commander Zanscare (Bagian 1)



Akhirnya kami sudah tiba di lantai ketiga, lantai terakhir dari dungeon Harrowing Tomb of Zanscare, dungeon run yang pertama kali aku coba jelajahi di game Chronicle of Horizon Online. Agak berbeda dari dua lantai sebelumnya yang berbentuk lorong panjang di mana kami harus menjelajahi setiap ruangan yang ada, lantai terakhir ini hanya berbentuk satu ruangan besar.


Bentuk ruangan ini agak melingkar, dengan berbagai ukiran dari bahasa yang nampak kuno masih terpampang di seluruh bagian dinding. Pencahayaan ruangan ini jauh lebih terang dari dua ruangan sebelumnya karena ada banyak sekali obor yang dipasang mengelilingi ruangan ini. Belum lagi di bagian langit-langit terdapat sebuah chandelier yang sudah nampak usang, penuh dengan jaring laba-laba dan kualitas kayu yang sudah sangat lapuk, namun lilin di masing-masing ujung chandelier tersebut masih menyala dengan sangat terang.


Di bagian ujung depan dari ruangan ini terdapat satu sarkofagus berukuran besar. Tampak jelas sosok seorang kesatria terukir pada pahatan batu yang menjadi penutup sarkofagus tersebut. Pada tangan kanannya ia memegang pedang, dan di tangan kirinya nampak ia memegang tombak panjang. Tetapi saat aku memperhatikan lebih jeli, perlahan penutup sarkofagus tersebut bergetar dan terbuka sedikit demi sedikit. Suara mengerikan kembali terdengar dengan nada yang sangat terdengar dekat berbunyi “Beraninya kalian mengganggu tidur abadiku! Tak akan kubiarkan, akan kubawa kalian pergi ke alam kubur bersamaku!!”.


“Lily, bersiaplah, pertarungan melawan Final Boss dari dungeon ini akan segera dimulai.” Maria mengingatkanku sambil mulai memasang kuda-kuda untuk memulai pertarungan. Pantas saja area lantai tiga ini hanya satu ruangan, ternyata di sini kami harus langsung berhadapan dengan Final Boss!


Batu penutup sarkofagus semakin terus bergerak, membuka isi peti yang nampak sangat gelap dari sudut pandang kami. Dari kegelapan itu muncul tulang belulang berbentuk tangan yang mendorong penutup sarkofagus untuk terbuka secara utuh. Setelah penutup batu tersebut tersingkir seutuhnya, dari dalam sarkofagus tersebut muncul sesosok monster tengkorak berukuran setinggi hampir 4 meter mengenakan armor tebal bagaikan jenderal perang.


Tengkorak tersebut menjulurkan kedua tangannya ke samping. Sebilah pedang muncul dipegang di tangan kanannya, dan tombak besar muncul di tangan kirinya, mirip seperti apa yang ada di batu penutup sarkofagus yang baru saja menyentuh tanah dan hancur menjadi kepingan batu kecil. Tatapan matanya nampak penuh amarah memuncak. Di atas kepalanya muncul tampilan UI bertuliskan nama monster tersebut; ‘Commander Zanscare’, kemudian perlahan HP barnya muncul di bawah teks namanya sampai…. Tiga baris HP bar???


“Rasakan kutukan amarahku!!!!” Commander Zanscare mengeluarkan teriakkan yang sangat memekikkan telinga, suara ini terdengar tidak asing. Selama ini suara misterius yang kami dengar di sini ternyata berasal dari monster ini! Berbarengan dengan suara tersebut, nontifikasi besar bertuliskan “Dungeon Boss Fight: Commenced!” muncul di hadapan kami. Inilah pertanda dimulainya pertarungan.


Tidak tinggal diam, aku langsung bergegas mendekati Maria dan mengaktifkan skill Heal, Regen, Attack Up, serta memberinya Armorskin dan Energy Drink. Setelah beres memberi buff kepada Maria, giliran aku yang menggunakan Regen, Attack Up, Armorskin dan Energy Drink kepada diriku sendiri, untuk berjaga-jaga. Kemudian setelah semua buff aktif di karakterku dan Maria, giliran aku memberikan skill Slow dan Light Shot ke arah Commander Zanscare. Ternyata mana ku langsung tersisa 20%, aku langsung mengambil Mana Potion untuk kugunakan dan melemparkan Toxic Spray ke arah Commander Zanscare, langkah ini kulakukan karena saat ini skill Light Shotku masih dalam masa cooldown. Maria juga masih terus melakukan serangan, dan saat ini bar HP pertama dari Commander Zanscare sudah berkurang sampai angka 50%.


Kami terus melakukan ritme serangan dan strategi ini, namun agar lebih efisien aku mengambil inisiatif untuk bergerak maju ke depan agar bisa melakukan serangan secara bergantian, 3 kali pukulan Mace dengan efek buff Attack Up aku lancarkan sebelum akhirnya cooldown Light Shot selesai dan aku aktifkan skill tersebut, kemudian saat menunggu cooldown aku kembali melakukan serangan dengan Mace. Sesekali aku memperhatikan HP Maria untuk kuberikan skill Heal dan Regen, serta aku juga memperhatikan efek poison dari Toxic Spray yang kuberikan kepada Commander Zanscare, saat efeknya sudah hampir selesai aku bergegas melemparkan satu botol lagi untuk tetap memberikan poison damage tiap detik kepadanya. Strategi ini berhasil membuat kami menghabisi bar HP pertama Commander Zanscare, dan kini bar HP kedua sudah berkurang hingga angka 75%.


Tetapi kali ini aku melihat ada gerakan baru yang dilancarkan oleh Commander Zanscare. Ia kembali membuka mulutnya untuk mengucapkan kalimat “Enyahlah kalian dari hadapanku, dalam kematian yang menyakitkan hingga menembus tulang!” Setelah kalimat tersebut terucap, senjata di kedua tangannya mulai bersinar, pedang di tangan kanannya menyala warna merah dan tombak di tangan kirinya menyala warna biru. Di bawah bar nama, terdapat nama skill yang terlihat sedang diaktifkan oleh Commander Zanscare yaitu “Double Swing”.


“Protect!!” Tiba-tiba Maria mengaktifkan skill itu kepadaku, dan secara tiba-tiba Commander Zanscare memberikan serangan secara merata kepada aku dan Maria. Kami berdua menerima damage dan terlempar mundur sekitar 5 meter ke belakang. HP ku berkurang menjadi 60% berkat skill Protect dan HP Maria berkurang sampai 30%! Dengan sigap aku langsung mengaktifkan Heal dan menyembuhkan HP Maria kembali menjadi 100%. Sedangkan untuk HP-ku sendiri, karena saat ini Heal ku sedang cooldown, aku menggunakan Health Potion untuk memulihkan HP ku menjadi 80%. Setelah itu aku aktifkan Regen untuk diriku sendiri.


Akibat menerima serangan tersebut, kini tubuhku mendapat cahaya berwarna biru dan tubuh maria mendapat cahaya berwarna merah. “Mulai sekarang pastikan kamu hanya menyerang tangannya yang memegang tombak ya! Jika salah target kamu akan diserang seketika dengan damage…” Maria memberiku instruksi baru, namun sebelum aku mendengarnya aku sudah melancarkan Light Shot ke arah pedang di tangan kananya yang berwarna merah.


Serangan tersebut berhasil melukai Commander Zanscare namun tiba-tiba tombak di tangan kirinya menyerang ke arahku dan memberikan damage yang mengurangi HP ku sampai 75%! Sial, sepertinya ini adalah mekanisme baru yang aktif jika HP Commander Zanscare sudah mencapai dua bar. Melihat aku menerima serangan tersebut Maria hanya menghela nafas dan fokus untuk menyerang targetnya, yaitu pedang di tangan kanan. Aku langsung bergegas memulihkan HP-ku dan mulai menyerang target yang tepat, namun tiba-tiba Commander Zanscare meneriakkan kembali kata-kata yang sama seperti sebelumnya dan kembali mengaktifkan skill Double Swing! Setelah terlempar lagi 5 meter ke belakang aku melihat bar HP ku yang semakin berkurang ke kali ini ke angka 30%! Sial, kalau begini terus bisa-bisa aku game over!!