Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 14 - Pertarungan Melawan Commander Zanscare (Bagian 3)



“Buat apa sih kamu pinter belajar tapi ga bisa punya banyak temen?”


“Iya saya ngerti kamu ahli di bidang ini tapi kalau cuma bisanya ‘ginian’ aja buat apa?”


“Masa ‘gini’ aja ga bisa sih? Orang lain juga bisa harusnya….”


“Ngapain sih, fokusin di hal ‘kayak gituan’ terus?”


Suara-suara ini kembali terdengar jelas di dalam kepalaku. Aku masih ingat jelas saat-saat itu, saat di mana aku termenung dalam pilu akibat penghakiman orang lain kepada diriku. Penghakiman kepada diriku yang tidak bisa memenuhi ekspektasi mereka. Penghakiman atas ketidakberdayaan diriku dalam melakukan hal yang seharusnya bisa dilakukan oleh banyak orang. Penghakiman melalui kata-kata atas diriku yang hanya bisa melakukan satu hal tertentu saja.


Saat kecil dahulu, orang tuaku menganggapku sebagai anak terpilih, yang bisa mempertahankan peringkat 1 sejak SD hingga SMA, yang bisa menguasai bahasa asing sejak usia 5 tahun, yang bisa diterima di perguruan tinggi negeri favorit tanpa ujian dan mendapat beasiswa penuh hingga lulus.


Tetapi di saat bersamaan, orang tuaku juga kecewa kepadaku karena aku tidak terlalu pandai bergaul. Keahlianku hanya bisa belajar dan menguasai beberapa hal yang spesifik saja, dan itu yang terus aku fokuskan sejak kecil. Namun seringkali keahlianku tersebut justru terlupakan begitu saja ketika orang lain melihat aku tidak bisa melakukan hal lain selain apa yang aku bisa. Bahwa pada akhirnya, aku dianggap tidak berguna karena hanya bisa melakukan dan fokus meningkatkan diri pada satu hal saja.


Semua rekaman yang menyesakkan dada ini, kembali terputar dengan jelas di otakku ketika seluruh pandanganku menghitam, dengan teks bertuliskan “GAME OVER” terpampang jelas di kepalaku.


Andai saja saat itu aku juga coba belajar bergaul.


Andai saja saat itu aku tidak terlalu larut mendalami satu hal saja.


Andai saja saat itu aku tidak meningkatkan semua status karakter gameku hanya pada satu poin saja.


“..Ly… Lily….”


Pemandangan hitam kelam yang ada di hadapanku perlahan mulai terganti, pertanda bahwa aku sudah respawn kembali, apakah aku kembali ke kota Adelaine?


“Hoo, kalau gitu meskipun Game Over, kita bisa mencobanya kembali?” Aku kembali bertanya kepada Maria. “Jelas dong, karena itu santai saja, jika gagal kita bisa coba terus kok sampai berhasil, hehe.” Kata-kata Maria barusan mungkin terasa ringan dan mudah untuk dikeluarkan olehnya, tetapi bagiku kata-kata tersebut bagaikan lentera di tengah malam yang gelap, sinarnya menghalau pikiran negatif dari masa lalu yang tadi sempat menghantuiku.


Aku langsung kembali ke posisi berdiri, dan memulihkan kembali HP dan manaku dengan menggunakan Potion. Aku melihat kondisi ruangan ini kembali ke semula saat pertarungan belum dimulai. Sarkofagus tempat Commander Zanscare bersemayam masih utuh lengkap dengan batu penutupnya yang terpasang di tempat semula.


“Gimana, sudah siap mencoba lagi?” Kali ini giliran Maria yang bertanya kepadaku.


“Eh, tunggu sebentar…” Ucapku sambil mencoba mengingat apa yang menjadi kesalahanku sebelumnya. Pokoknya konsentrasiku mulai kabur saat HP bar kedua dari Commander Zanscare terkuras hampir setengah, dan saat aku mulai salah mengincar target untuk diserang. Berarti jika lebih jeli harusnya aku bisa, tapi soal damage, karena saat ia mengeluarkan serangan racun ia berubah menjadi tipe racun, maka aku tidak bisa memberinya damage per second dengan Toxic Spray. Tapi, kalau dilihat dari bentuknya…


“Maria, karena Commander Zanscare bentuknya mirip tengkorak, apakah ia bertipe Undead?” Aku mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi kupikirkan saat setelah respawn. Mendengar pertanyaanku Maria langsung menjawab, “Bingo! Kamu akhirnya sudah menyadarinya ya?”. Kalau begitu aku bisa menyerangnya menggunakan Heal!


Ah namun ada satu hal lagi yang ingin kupastikan dengan Maria, “Setelah mengeluarkan serangan racun, ia berubah menjadi tipe racun,apakah tipenya masih Undead?” Lagi-lagi Maria memberi jawaban dengan cukup cepat, “Tentu saja! Memang biasanya monster bertipe Dungeon Boss bisa memiliki lebih dari 1 tipe secara bersamaan, untuk Commander Zanscare dia akan menjadi tipe Undead dan Poison.” Sip, dengan penjelasan Maria barusan. Aku sudah mendapat secercah jawaban!


“Baik Maria, aku sudah siap, mari kita coba lagi!” ucapku dengan penuh percaya diri. Maria memberikan jempol ke arahku dan kami langsung bergerak maju, memulai kembali pertarungan terakhir di dungeon ini. Penutup sarkofagus kembali terbuka perlahan, dan Commander Zanscare muncul lagi dengan kalimat yang sama. Ketiga bar HP di atasnya kembali terlihat. Waktunya rematch!


Dari pertempuran sebelumnya, kami tidak mengalami kendala berarti pada fase bar HP pertama. Karena itu aku yakin strategi kami sebelumnya sudah tepat, namun kini aku mencoba hal baru. Setelah aku menggunakan Toxic Spray, aku mengaktifkan Regen kepada Commander Zanscare. Harusnya skill bertipe penyembuhan dari White Wizard akan memberikan damage kepada monster tipe Undead, dan jika Heal bisa memberikan damage sejumlah potensi penyembuhan yang diberikan, apakah Regen bisa memberikan damage per second sesuai penyembuhan HP tiap detiknya? Setelah skill tersebut aktif, Commander Zanscare mendapat efek Regen, dan secara perlahan HPnya berkurang setiap detik. Sip! Berarti cara ini bisa! Dengan ini kami berhasil memangkas bar HP pertama Commander Zanscare dengan lebih mudah!


Sekarang waktunya bar HP kedua, tempat dimana aku mulai panik dan kehilangan ritme pertarungan. Maria terus melakukan serangan dan aku bergantian memulihkan HP serta mencicil serangan dengan memberikan Toxic Spray, Heal, Light Shot, Regen, dan sesekali pukulan manual dengan Mace. Kemudian saat HP bar kedua mendekati angka 75%, aku langsung mengaktifkan Armorskin serta memberikan skill Regen untuk kami berdua mengantisipasi serangan Double Swing. Benar saja, meskipun terkena serangan namun damagenya tidak seberapa. Aku kembali mendapat cahaya biru dan langsung memfokuskan serangan ke arah tombak berwarna biru di tangan sebelah kiri Commander Zanscare, hingga kami berhasil mengurangi HP bar menyentuh angka 45%.


Tepat sebelum HP bar kedua mencapai angka 40%, aku perlahan mundur untuk menjaga jarak agar tidak terkena serangan racunnya. Benar saja, saat ia mengaktifkan Poisonous Curse, aku sudah berada di jarak aman terhindar dari area racunnya. Karena sudah tidak bisa menerima damage racun, mulai fase ini aku hanya mengandalkan Regen untuk memberikan damage per second kepadanya. Kami melanjutkan kembali serangan sambil berhati-hati melihat ancang-ancang serangan Commander Zanscare, dan aku juga terus memastikan HP kami berdua berada di posisi aman. Tanpa waktu lama, HP bar kedua berhasil kami habiskan!


Kini tersisa HP bar terakhir, di sini lah saat ia melakukan serangan “Harrowing Death Curse” yang membuatku Game Over! Dalam percobaan kedua ini, mampukah kami bisa menang mengalahkan Commander Zanscare?