Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 33 - Tersisa Aku Seorang Diri?!



Akibat serangan “Triple Epicenter Smash”, Maria dan Kuro yang belum sempat menghindar menerima telak serangan tersebut dan HP mereka berdua terpangkas menjadi 0%. Kedua rekan seperjuangan ku sudah Game Over hanya dengan satu serangan karena aku tidak sempat memulihkan HP mereka lebih cepat. Kini hanya tersisa aku seorang diri berhadapan dengan “Major Minotauros” yang sudah tinggal tersisa satu bar HP terakhirnya saja.


‘Haruskah aku menyerah?’


‘Sepertinya kalau Game Over tidak apa-apa’


‘Toh nanti kita akan mengulang lagi juga dari awal’


Beberapa pikiran tersebut terlintas di pikiranku, yang kini hanya tersisa seorang diri saja. Sedangkan kedua karakter Maria dan Kuro sudah menghilang karena Game Over. Sebelumnya kami bertiga saja cukup kesulitan menghadapi Boss Monster ini, apalagi hanya aku seorang diri? Apalagi aku hanyalah seorang White Wizard, bisa apa aku?


“Attack Up…. Energy Potion…. Light Shot!” Meskipun di benakku terlintas keinginan untuk menyerah, namun faktanya aku malah mengaktifkan skill dan item untuk meningkatkan kemampuan seranganku dan mulai menyerang “Major Minotauros” seorang diri. Setelah serangan tersebut dilancarkan, aku langsung memulihkan HP ku dengan Regen, Health Potion, dan Heal. Dalam waktu sekejap HP ku yang semula berada di angka 15% kini langsung naik hingga 75%.. 80%... dan kini langsung mencapai HP maksimal di angka 100%!


“Lily, jika ingin menyerah tak apa nanti kita lakukan saja lagi.” Tiba-tiba terdengar suara Maria. Meskipun ia sudah Game Over tetapi karena aku masih bertahan di tempat ini, ia masih bisa menyaksikan karakterku yang berusaha menghindari serangan demi serangan yang dilancarkan oleh “Major Minotauros”.


“Iya, ga apa kok bahkan kalau ga selesai hari ini kita bisa coba besok.” Kali ini giliran suara Kuro yang terdengar di telingaku. Kedua rekanku ini masih bisa mengakses fitur Party Chat dan masih bisa melihat pertarungan yang terjadi, namun karena tubuh karakter mereka sudah menghilang aku yang tidak bisa melihat mereka. Entah kenapa rasanya cukup aneh hanya mendengar suara tanpa melihat orangnya langsung.


“Tidak, aku akan berusaha sampai titik darah penghabisan! Selama aku masih bisa maka aku akan….. Slow!!” Sambil membalas perkataan Maria dan Kuro, aku mulai mengaktifkan skill Slow yang mengurangi gerakan “Major Minotauros”. Dari awal aku tidak bisa menggunakan berbagai skill serangan dan debuff karena harus berfokus untuk memberikan support dan menyembuhkan HP Kuro serta Maria, belum lagi ditambah dengan berbagai perangkap labirin yang dilancarkan, menghambat gerakan kami dan menghambat gerakan ku untuk bahkan sekedar memulihkan HP mereka saja.


Namun kini karena Maria dan Kuro sudah tidak ada, aku bisa mengalihkan fokusku untuk melancarkan serangan kepada “Major Minotauros”. Serangan demi serangan yang aku lancarkan berhasil mengurangi HP bar dari boss monster ini sebesar 15%! Beberapa kali aku juga sempat mengaktifkan Toxic Spray memberikan efek poison damage yang mengurangi HPnya setiap detik. Meskipun jika ada Kuro ia pasti bisa lebih cepat mencapai angka ini dibandingkan diriku.


Serangan demi serangan terus dilancarkan olehku dan juga “Major Minotauros”, sesekali aku berhasil memberinya efek Stun dari Zanscarean Warclub yang tengah kugunakan. Meskipun ternyata efek Stun dari senjata ini memiliki efek yang berbeda jika dikenakan kepada Dungeon Boss Monster. Biasanya kepada monster biasa dan Boss Monster dari Public Event maupun Field Boss Monster, efek Stun yang diberikan bisa bertahan antara 5-9 detik. Namun kini berhadapan dengan “Major Minotauros”, Zanscarean Warclub milikku hanya bisa memberikan efek Stun selama 3 detik saja. Namun 3 detik ini adalah waktu yang berarti karena saat gerakannya terhenti selama 3 detik, itu adalah waktu yang cukup untuk aku mengaktifkan skill milikku, untuk memulihkan HP dan memberikanku perlindungan.


Serangan pasak kayu dan pisau raksasa dari kedua skill “Labyrinth Curse” milik “Major Minotauros” berhasil aku hindari dengan mudah. Hanya saja ketinggian genangan air semakin meningkat setelah ia beberapa kali mengaktifkan kembali “Labyrinth Curse: Flood”, kini genangan air sudah mencapai lutut dan kecepatan gerakanku berkurang sampai 40%.


Sekitar 5 menit lamanya akhirnya aku berhasil mengurangi HP “Major Minotauros” ke angka 75%, berarti sebentar lagi waktunya ia melancarkan “Epicenter Smash”. Aku melihat ke sekeliling dan rasanya tidak mungkin sekali menghindar ke belakang dengan kecepatan gerakanku yang sudah berkurang drastis ini. Satu-satunya langkah cukup logis yang bisa kulakukan hanyalah bertahan di posisi ini, dan menerima efek Stun, kemudian setelah kembali pulih aku harus memberikan serangan balasan.


“Epicenter Smash” pun diaktifkan oleh “Major Minotauros”, untung saja aku sudah mengaktifkan skill Regen, Barrier, serta memakai kembali Armorskin Spray. Efek serangannya sempat mengurangi HPku menjadi 40% namun setiap detiknya HP ku kembali pulih 10% berkat efek Regen, sehingga di saat terkena Stun aku masih bisa bertahan dari serangan yang dilancarkan. Selesai efek Stun hilang, HP ku tersisa 50% dan langsung aku menggunakan Heal untuk memulihkan HP ku secara utuh untuk melanjutkan serangan.


Namun untuk kali ini aku memikirkan hal yang lain dalam seranganku. Pandanganku langsung tertuju ke arah skill Wrath of Divine milikku. Aku ingin tahu apakah aku sudah bisa memakai skill ini? 29/30… Berarti satu skill lagi yang perlu kuaktifkan untuk bisa menggunakan skill ini?


Aku langsung mengaktifkan Energy Potion dan mengaktifkan satu skill lagi yaitu Attack Up. Setelah itu aku langsung bersiap mengaktifkan Wrath of Divine.


“Rasakan seranganku ini!!” Aku berteriak dengan keras sebelum akhirnya lingkaran sihir besar muncul di bawah kaki dan di atas kepala “Major Minotauros”. Skill Wrath of Divine diaktifkan dan aku cukup kaget melihat dampak serangannya. HPnya yang sebelumnya tersisa 75% kini langsung terkuras menjadi…  55%?? Baik, kini aku melihat secercah harapan.


Pasak kayu kembali muncul dari lantai, pisau besi raksasa turun menghujam dari langit-langit ruangan, dan ketinggian genangan air meningkat mulai menyentuh pahaku. Serangan demi serangan terus aku lancarkan dengan skill Light Shot, efek poison dari Toxic Spray juga masih terus bereaksi hingga akhirnya HP “Major Minotauros” mencapai angka 50%. Dan di saat itulah ia mengaktifkan kembali “Epicenter Smash”, dengan persiapan yang matang aku kembali berhasil bertahan dari serangan tersebut. Namun begitu efek Stun dari tubuhku mulai menghilang, aku melihat “Major Minotauros” masih mengangkat palu raksasanya ke atas. Benar saja dugaanku, ia mulai berusaha mengaktifkan skill “Triple Epicenter Smash” yang mengirim kedua temanku Game Over. Apakah ini menjadi akhir dari perjuanganku hari ini?