Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 35 - Persiapan untuk Crucible of Beast



Sabtu, 21 Januari 2045


Setelah mengalahkan Major Minotaur dan menyelesaikan dungeon Underground Labyrinth di kota Dalmasville, Kuro menjadi teman dekat kami. Hampir setiap kali login ke dalam game Chronicle of Horizon Online, kami pasti akan membentuk party dan bermain bersama. Selain untuk saling membantu menyelesaikan quest serta leveling rutin, kini perhatian kami bertiga tertuju kepada satu hal.


“Jadi.. Crucible of Beast ini eventnya akan seperti apa?” Aku membuka pembicaraan di tengah Adventurers Hall yang ada di kota Dalmasville. Saat ini aku duduk di sebuah meja melingkar dengan empat kursi terpasang mengelilinginya. Baik meja dan kursi ini nampak dibuat dengan bahan kayu dengan finishing vernis yang sangat mencolok karena meja dan kursi ini sama-sama menampilkan warna coklat dengan kilauan glossy bagaikan dilapisi kaca. Dari keempat kursi tersebut salah satunya diduduki olehku, dan dua kursi lainnya diduduki oleh Maria beserta Kuro. Satu kursi dibiarkan kosong melompong tanpa ada siapapun yang duduk di atasnya.


“Kalau cek di websitenya sih ini event PVP, alias Player Versus Player.” Maria memberikan jawaban di saat mata dan jari jemarinya tertuju ke arah layar virtual yang terbuka di hadapannya. Nampak jelas kalau Maria sedang membuka browser dan membaca informasi mengenai event ini di website resmi dari game Chronicle of Horizon Online.


“Player.. Versus.. Player… Jadi ini bertarung langsung dengan pemain lain? Bukan melawan monster?” Aku yang tergolong masih cukup agak awam melontarkan pertanyaan tambahan.


“Benar sekali! PVP adalah salah satu fitur yang ada di game ini. Sebenarnya sejak awal rilis sudah ada fitur PVP di mana para pemain bisa menantang pemain lain di sebuah area khusus.” Pada kesempatan kali ini, AI Assistant yang nampak seperti gadis kecil nan mungil bernama Navi ikut angkat bicara. Rasanya sudah tidak terlalu kaget kalau dia akan ikut dalam pembicaraan karena memang seharusnya sudah menjadi tugas utama dari AI Assistant untuk memberikan jawaban kepada pertanyaan yang dilontarkan oleh pemain.


“Dalam fitur ini, pemain bisa saling unjuk kekuatan siapa yang terhebat dalam pertarungan. Namun tentu saja hasil dari pertarungan ini tidak akan menambah EXP atau menaikkan level dari pemain yang ikut serta. Fitur ini benar-benar hanya ditujukan untuk menguji kekuatan masing-masing pemain dalam pertarungan yang sengit.” Sebuah bongkahan bola api berwarna biru mengeluarkan suara ikut memberi penjelasan. Bongkahan api tersebut adalah Blaze, nama AI Assistant milik Kuro.


Jujur saja meski sudah beberapa hari ini kami bermain bersama, namun melihat Blaze yang tiba-tiba muncul dan tiba-tiba bersuara cukup membuatku kaget karena bentuknya yang agak tidak biasa tersebut. Sama seperti Ageha milik Maria, Blaze adalah Pet, alias peliharaan yang jika digunakan bisa mengubah penampilan dari karakter AI Assistant milik pemain. Sampai saat ini aku masih belum tertarik mengubah penampilan Navi karena meski mulutnya terkadang cukup pedas namun wujudnya yang sekarang sangatlah imut di mataku.


“Tapi yang jadi masalah adalah, event ini diadakan justru di kota Porta Azur...” Ucap Kuro dengan nada bergumam di kala pandangannya juga ikut terfokus pada layar browser yang tengah dibuka oleh Maria.


“Iya, berbeda dari event Treasure Hunt bulan lalu yang diadakan di kota para pemula, kota Adelaine, event kali ini malah diadakan di kota Porta Azur, kota yang notabene dihuni oleh para pemain papan atas, sepertinya event kali ini memang event PVP yang sangat serius ya.” Suara Maria kembali terdengar dalam pembicaraan ini.


“Jadi… secara ga langsung kita harus sama-sama mencapai level maksimal agar bisa mengikuti event ini ya?” Kata-kata bernada agak sedikit pelan keluar dari mulutku. Nada bicaraku ini sangat terpengaruh dengan pemikiranku sejak pertama kali detail mengenai event ini disampaikan melalui pesan yang dikirim kepada semua pemain di hari di mana kami baru saja menyelesaikan dungeon run Underground Labyrinth. Sejak hari itu aku berpikir apakah bisa mencapai level puncak tepat waktu sebelum event ini dimulai?


Saat ini aku sudah mencapai level 35, Kuro dan Maria masing-masing berada pada level 37. Meskipun masih ada sekitar tiga sampai lima level lagi yang harus kami kejar, namun jujur bagiku yang kini berada di level 35, ternyata mendapatkan EXP untuk naik level sudah terasa sulit sekali. Sebelumnya aku sudah bertanya kepada Navi mengenai hal ini dan ia menjawab kalau ini terjadi karena di game ini terdapat sistem EXP Scaling di mana perolehan EXP yang didapat dan kebutuhan untuk naik level akan semakin besar jika level pemain sudah semakin mendekati level puncak. Begitu patch baru hadir pada akhir bulan Februari nanti, batas level maksimal akan dinaikkan dan meningkatkan level menuju level 40 akan lebih mudah karena di saat itu level maksimalnya juga akan ikut naik tidak lagi di level 40.


Namun untuk sekarang ini naik level cukup terasa agak sulit, bisa dibilang jika kami bermain cukup rutin dalam 2 hari kami bisa naik satu level. Tapi baik aku dan Maria masing-masing memiliki jadwal agak sibuk karena jadwal kerja sudah kembali normal, Kuro sendiri bilang saat ini ia masih kuliah namun sedang memasuki masa-masa semester akhir. Karena itu sesekali ia izin tidak bisa bermain karena harus menyiapkan proposal untuk skripsi yang akan ia buat. Dengan segala kerumitan ini, waktu bermain kami cukup terbatas dan bisa dibilang waktu di mana kami bisa bermain bertiga seperti ini cukup sulit untuk dicari. Hal inilah yang membuatku sedikit kurang percaya diri apakah aku bisa naik level tepat waktu atau tidak.


“Tapi ngomong-ngomong kenapa sih kamu kayaknya ingin banget ikut event ini?” Kuro kembali berbicara, mengeluarkan suara yang memecahkan lamunanku.


“Ah, soal itu…” Maria sontak langsung mengatakan hal tersebut dan tersenyum ke arahku.


“Benar juga.. Aku belum memberitahu Kuro ya…” Ucapku seraya menjadi preambule dari celotehan agak panjang kali lebar kali tinggi mengenai kenapa aku sangat ingin sekali bisa ikut event ini, dan kenapa aku galau karena tidak yakin bisa naik ke level 40 tepat waktu. Alasannya tidak lain dan tidak bukan adalah karena hadiahnya, mengingat di event sebelumnya aku gagal mendapatkan hadiah Exotic Item, dan kali ini pemain bisa berjuang merebutkan hadiah ini kembali dalam event Crucible of Beast yang akan diadakan. Tetapi tidak sampai situ saja, hal lain yang menyemangatiku untuk mengikuti event ini adalah hadiah lain di mana juara pertama akan mendapatkan kesempatan melakukan Virtual Meet & Greet di dalam game Chronicle of Horizon Online bersama sang virtual idol yang menjadi idola hatiku yaitu Magical Kirari. Benar, hal inilah yang menjadi alasan utama kenapa aku yang tidak paham apa-apa mengenai VRMMORPG tertarik untuk bermain game ini. Akhirnya kini kesempatan untuk bertemu dengan idolaku di dunia virtual sudah terpampang di depan mata!


“Ohh hahaha jadi gitu, duh aku ga nyangka kalau Kirari itu Oshi kamu toh, oke deh kalau gitu.. gimana kalau kita bertiga mulai menyusun jadwal untuk grinding bersama? Setidaknya jika kita terus bermain bersama sebagai party kita akan mendapatkan EXP bonus dan itu bisa membuat kita naik level lebih cepat, kan?” Kuro memberi saran dengan penuh percaya diri.


Benar juga, sebelumnya aku tidak percaya diri karena perhitungan yang aku buat murni didasari pada pengalaman yang aku alami ketika bermain sendiri. Balik lagi, kami bertiga cukup sulit bisa bermain bareng, karena itu aku agak terbiasa bermain sendiri. Tetapi, jika melakukan leveling bersama sebagai satu party, rasanya semua terlihat masuk akal! Jalan untuk bertemu dengan oshi-ku akan segera terbentang luas di hadapanku!