Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 44 - Crucible of Beast Dimulai!



Sabtu, 4 Februari 2045


Siang itu kota Porta Azur yang biasanya memang ramai, semakin diramaikan oleh banyaknya pemain yang berkumpul di “Colosseum” yang ada di bangunan “Mighty Cauldron”. Hari ini adalah hari di mana event Crucible of Beast berlangsung. Berbagai pemain dengan level tertinggi, mengenakan armor dan senjata terbaik mereka semua berkumpul memenuhi arena Colosseum yang nampak megah dengan arsitektur ukiran batu bagaikan bangunan yang dibuat pada era pertengahan.


Salah satu pemain yang ada di dalam kerumunan di kursi penonton pada hari itu adalah aku, Lily Aeonia, seorang pemain level 40 dengan job White Wizard yang bermaksud untuk ikut serta dalam event pertarungan Player Versus Player ini. Alasanku untuk mengikuti pertandingan di hari ini adalah untuk menemui idola virtualku yaitu Magical Kirari, yang ternyata pada hari ini bertindak sebagai komentator pertandingan! Tidak hanya disaksikan oleh para pemain yang tengah berkumpul di Colosseum pada hari ini, pertandingan ini juga disiarkan secara langsung pada channel live stream Magical Kirari yang terakhir aku cek sudah ditonton secara langsung oleh puluhan ribu orang.


Hari ini aku mengikuti event ini seorang diri, Juggernaut Maria sang pemain Knight yang menjadi rekan petualanganku sejak berada di kota pemula Adelaine serta Kurogane Kisaragi, pemain Assassin yang menjadi rekanku setelah kami memergokinya membuntuti kami di kota Dalmasville tidak ikut bersama di sisiku pada hari ini. Hal itu dikarenakan pada saat selesai menjalani latihan minggu lalu, kami sama-sama membuat sebuah kesepakatan.


“Meskipun hari ini kita berlatih bersama dan saling membantu satu sama lain, namun jangan lupa kalau event minggu depan itu adalah event PVP dengan sistem pertarungan satu lawan satu.” Ucap Maria kepada aku dan juga Kuro.


“Benar juga, mau bagaimanapun aku pasti ikut serta juga, begitu juga dengan Maria.” Kuro menimpali perbincangan Maria.


“Tentu saja, karena yang ingin mendapatkan hadiahnya tidak hanya kamu saja Lily. Meski aku tidak begitu mengincar meet and greet dengan Kirari tetapi Exotic Item yang ada di event nanti sudah cukup menarik perhatianku.” Maria balik membalas kata-kata Kuro.


“Kalau gitu, dengan ini kita harus sepakat bahwa setelah hari ini berlalu, kita tidak akan saling menghubungi satu sama lain agar strategi kita tetap menjadi kejutan untuk satu sama lain. Dengan latihan kita hari ini, aku yakin kalau baik aku, Kuro, dan juga kamu, Lily, kita pasti sudah bertambah cukup kuat. Namun mau bagaimanapun juga pemenangnya hanya ada satu. Semoga nanti di arena pertarungan kita bisa kembali bertemu dan membuktikan siapa di antar kita bertiga yang menjadi pemain paling kuat dan menjadi juara!” Maria kembali melanjutkan kata-katanya, yang langsung dibalas dengan senyuman dan anggukan kepala dari aku dan juga Kuro, seraya menyetujui kesepakatan tersebut.


Dengan itu, setelah hari latihan kami benar-benar tidak menghubungi satu sama lain. Keesokan harinya aku menyempatkan online sebentar untuk melatih kemampuan bertarung yang kumiliki dengan menjalani latihan PVP melawan Dummy. Ternyata ruangan latihan yang ada di “Mighty Cauldron” memiliki fitur di mana pemain bisa melawan karakter Dummy yang bisa diatur memiliki level dan job tertentu dengan berbagai tingkat kesulitan yang juga bisa diatur. Aku berusaha menjalani latihan melawan Dummy dari berbagai job dengan level dan tingkat kesulitan tertinggi. Aku yakin Maria dan Kuro juga pasti terus melakukan latihan sendiri-sendiri untuk menyiapkan diri menghadapi datangnya hari ini.


“Selamat siang para petualang Chronicle of Horizon Online semua!!!” Tiba-tiba suara gadis imut terdengar memenuhi seantero sudut Colosseum. Tidak salah lagi, suara ini adalah suara dari virtual idol yang menjadi oshiku yakni Magical Kirari. Sebuah layar virtual besar kemudian ikut terpampang di bagian atas Colosseum menampilkan sosok virtual idol yang menjadi komentator pertandingan di hari ini. Sebagai komentator hari ini, Kirari memakai kostum idol, tidak mengenakan armor White Wizard yang biasanya ia kenakan saat streaming bermain game ini.


Setelah sambutan tersebut, Game Master Edgar melanjutkan kata-katanya dengan membacakan peraturan pertandingan pada hari ini. “Secara garis besar, event Crucible of Beast adalah event PVP dengan pertandingan satu lawan satu yang menggunakan sistem “Last Player Standing”, dimana pemain yang bertahan sampai akhir menjadi pemenangnya. Pada permulaan semua peserta yang mendaftar ikut ke dalam event ini akan mendapatkan notifikasi untuk konfirmasi keikutsertaan, bagi pemain yang ragu bisa mundur sebelum menjalani pertarungan, namun pemain yang tetap yakin akan ikut serta.”


“Pertarungan pertama akan ditentukan dengan memilih dua pemain secara acak yang akan bertarung. Setelah pertarungan pertama selesai, pemain yang menjadi pemenang akan bertahan di arena dan peserta yang masih belum bertanding akan mendapatkan notifikasi tantangan. Lawan dari juara bertahan akan ditentukan secara acak dari pemain yang menerima notifikasi tantangan tersebut. Pertarungan ronde baru akan dimulai, dan begitu seterusnya. Pemain yang menang akan bertahan, dan pemain yang kalah akan gugur, lalu penantang baru akan naik ke Arena dan melakukan pertandingan. Pemenang akan ditentukan dari jumlah Win Streak terbanyak yang diraih setelah semua peserta menjalani pertarungan pada hari ini!” Game Master Edgar memberikan instruksi event dengan penuh semangat.


“Kalau begitu, apakah kalian sudah siap?? Mari kita mulai pertarungan pertama!!” Ucap Kirari yang langsung disambut dengan sorak sorai dari penonton yang bergemuruh memenuhi Colosseum.


“Pertandingan pertama: Brandy Fran VS Annihilator Empress!” Game Master Edgar memanggil peserta yang terpilih membuka pertandingan di hari ini. Kedua pemain mulai terlihat muncul di arena Colosseum. Satu di antara mereka adalah seorang pemain pria dengan armor serba merah bersenjatakan perisai dan pedang besar bernama Brandy Fran, dan satu lagi adalah seorang pemain wanita dengan kostum penyihir serba hitam bernama Annihilator Emperor yang bersenjatakan bola kristal di tangan kanannya. Dari pakaian dan senjatanya terlihat jelas bahwa Brandy Fran adalah seorang Knight dan Annihilator Empress adalah seorang Black Wizard.


Pertarungan dimulai dengan Brandy Fran mengaktifkan berbagai skill peningkatan pertahanan dan mulai maju secara perlahan dan penuh kehati-hatian. Seperti yang diucapkan oleh Maria pada sesi latihan minggu lalu, pemain Knight cenderung akan diam untuk memperhatikan gerak-gerik musuhnya sebelum melakukan serangan balasan. Di sisi lain, Annihilator Empress terlihat langsung mengaktifkan berbagai sihir serangannya. Hantaman bola meteor, petir, serta badai salju menghujam Brandy dengan tanpa ampun. Namun Brandy masih tetap bertahan dan memberikan serangan balasan. Pertarungan pertama berjalan dengan cukup sengit dan membuat seisi Colosseum semakin bergemuruh dengan sorak sorai dari segala penjuru.


“Ohhh sayang sekali Brandy tidak memperhatikan langkahnya dengan baik, serangan Meteor Fall dari Annihilator berhasil mengenai telak Brandy yang kini terkapar tak berdaya dengan sisa HP 0%... Annihilator menjadi pemenang pertama kita hari ini!!!” Kirari memberikan komentar mengenai pertarungan pertama dengan suara penuh semangat namun tetap terdengar imut di telingaku.


Pertandingan di hari itu terus berlanjut, satu per satu peserta dari berbagai Job terus terpilih secara acak untuk melawan sang juara bertahan yang tidak lama dilengserkan oleh penantang berikutnya. Beberapa kali aku menerima notifikasi tantangan yang diberikan namun belum sempat juga terpilih untuk turun sebagai peserta. Hingga akhirnya muncul seorang peserta dengan job Assassin yang sudah memenangkan 8 pertarungan dan tengah menjalani pertandingan ke sembilannya di hari ini.


“Dan ternyata, pemain NightAbyss kembali memenangkan pertandingan dan menjadi peserta dengan win streak tertinggi hari ini, akankah ada penantang yang mampu menggeser tahtanya saat ini?” Setelah komentar dari Game Master Edgar digaungkan, layar notifikasi tantangan kembali muncul kepada peserta yang masih bertahan dan belum bertanding di hari ini. Namun untuk kali ini aku melihat raut muka para peserta lain nampak sudah tidak ada harapan. Bagaimana tidak, di hadapan mereka berdiri seorang pemain yang menang sembilan kali berturut-turut pada hari ini! Rasanya semangat juang para peserta lain sudah hilang, tetapi tidak denganku. Aku langsung menekan tombol “Iya” dan berharap untuk bisa berhadapan dengannya.


“Wah apa ini? Kini ada satu lagi peserta yang naik ke atas arena bersiap menantang NightAbyss!?” Aku mendengar suara Game Master Edgar dengan agak jelas. Namun pandanganku kini berubah. Aku yang semula duduk di kursi penonton kini malah berada di… Tunggu sebentar… Kenapa aku ada di Arena? Apakah aku terpilih, melawan sang juara bertahan saat ini?