Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 24 - Sampai Jumpa Kota Adelaine!



Minggu, 8 Januari 2045


Untuk pertama kalinya di tahun baru ini akhirnya aku kembali login ke dalam game Chronicle of Horizon Online. Setelah malam pergantian tahun, keesokan harinya aku harus pergi ke rumah keluarga karena ada saudaraku yang baru saja pulang dari luar negeri untuk liburan awal tahun di sini. Selain itu, Maria juga ternyata mengabariku melalui VR Mail bahwa ia tidak bisa bermain selama beberapa hari di awal tahun karena masih mendapatkan beberapa deadline yang harus dikerjakan meski kalender sedang menunjukkan tanggal liburan awal tahun. Sungguh potret seorang pekerja keras yang tetap tahan meski dihantam deadline tak kenal waktu, aku beneran salut sama Maria.


Hari ini aku bisa lanjut login lagi karena sudah pulang ke rumah, Maria juga katanya sedang bersiap karena deadlinenya sudah selesai dan sebentar lagi akan login. Sambil menunggu aku mengisi waktu luang dengan mengelilingi kota Adelaine. Setelah event Treasure Hunt di malam pergantian tahun, stok item support yang aku miliki sudah banyak habis, karena itulah aku berkeliling mengunjungi beberapa NPC untuk membeli sebagian material yang dibutuhkan untuk membuat berbagai macam Potion. Selain itu aku juga menyelesaikan beberapa quest kecil yang masih belum aku selesaikan di kota ini. Niatnya sih aku mau menyelesaikan semua hal ini sebelum Maria login, karena jika dia sudah login maka kita langsung akan…


Bip! Muncul suara notifikasi permintaan Voice Chat. Sudah kuduga, ini pasti Maria!


“Halo Maria, kamu sudah login?” aku bertanya sambil masih berkeliling untuk menemui beberapa NPC yang ada di kota Adelaine untuk menyelesaikan quest.


“Baru banget nih! Nanti ketemuan di Adventurers Hall aja ya!” Jawab Maria dengan suara penuh riang. Meski hanya melalui Voice Chat dari jarak jauh tetapi sepertinya aku bisa membayangkan bagaimana wajahnya terlihat cukup senang mengatakan kalimat tersebut.


“Oke aku masih menyelesaikan beberapa quest terlebih dahulu, nanti aku menyusul ke sana ya segera!” Jawabku memberikan konfirmasi sambil terus berkeliling. Benar, aku bermaksud menyelesaikan semua urusan yang ada di kota ini karena di hari ini kita akan…


“Lily! Apa kabar? Mau langsung jalan nih kita ke kota Dalmasville?” Maria menyambutku begitu aku menginjakkan kaki di Adventurers Hall.


Benar sekali, hari ini kita berencana untuk melanjutkan petualangan kami di dunia game Chronicle of Horizon Online dengan mengunjungi kota berikutnya yaitu kota Dalmasville. Sebenarnya kami berdua sudah menyelesaikan quest untuk bisa mengunjungi kota ini dari sebelum malam tahun baru. Namun karena ada event Treasure Hunt dan setelahnya kami tidak bisa login, maka kami baru berencana untuk pergi ke kota Dalmasville pada hari ini.


Aku masih sangat ingat jelas saat-saat di mana Navi menjelaskan padaku mengenai dunia dari game Chronicle of Horizon Online ini. Singkatnya sih ternyata di dalam game ini, para pemain bertualang di sebuah planet bernama Aetherion, dan di dalam planet ini terdapat banyak sekali negeri dan wilayah dengan berbagai keajaiban dan rahasia yang menunggu untuk dijelajahi. Saat ini para pemain baru bisa bertualang di tiga kota besar yang ada di wilayah negeri Aardium. Ketiga kota tersebut adalah Adelaine, kota tempat pemain level 1 sampai level 30 beraktivitas, lalu kota berikutnya adalah Dalmasville, tempat pemain level 31 sampai 39 beraktivitas, dan kota selanjutnya adalah ibukota negeri Aardium yang berada di wilayah pesisir yaitu Porta Azur, tempat pemain yang sudah mencapai level 40 dan menjalani kegiatan endgame berada. Rencananya setelah Patch terbaru dirilis pada akhir bulan Februari ini, level cap game ini akan dinaikkan menjadi level 50 dan akan ada penambahan dua area kota baru untuk dikunjungi.


Untuk mengunjungi kota lain, pemain bisa melakukan perjalanan secara manual atau bisa juga menggunakan fitur ‘fast travel’. Kalau aku tidak salah ingat, Navi juga menjelaskan ada dua jenis Fast Travel yang bisa dilakukan yang pertama adalah dengan menggunakan transportasi semacam kereta bernama Aardium Express, atau menggunakan Teleporter. Namun untuk menggunakan Teleporter pemain harus terlebih dahulu mengakses Check Point di kota yang akan mereka tuju. Karena itu, untuk pemain yang mengunjungi kota lain untuk pertama kalinya seperti aku dan Maria, kami akan menggunakan jasa Aardium Express terlebih dahulu.


“Whoaa jadi dari sini kita bisa pergi ke kota lain toh!” Ucapku penuh kagum saat menginjakkan kaki di stasiun Aardium Express kota Adelaine yang ada di sebelah barat kota. Beberapa kali saat menjalankan quest di sekeliling kota ini memang aku sempat menghampiri bangunan yang sangat jelas nampak seperti stasiun ini. Namun karena aku tidak tahu apa yang ada di dalamnya dan tidak ada quest yang mengharuskanku untuk pergi ke sana, maka aku tidak tahu seperti apa isi bangunan ini. Baru hari ini aku benar-benar masuk mengunjungi bangunan ini.


Setibanya di sana muncul notifikasi bertuliskan “Apakah kamu mau pergi ke kota Dalmasville sekarang juga?” Begitu kami menekan tombol konfirmasi, sebuah kereta muncul di peron tempat kami berada. Bentuk kereta ini agak mirip dengan MRT yang ada di dunia nyata hanya saja tampilannya terlihat sangat futuristik sekali! Kami pun segera melangkahkan kaki untuk masuk naik ke atas kereta untuk melakukan perjalanan.


Begitu kami naik, kereta langsung berjalan menuju tempat yang kami tuju. Kereta ini tidak melintas di atas rel melainkan terbang seperti pesawat. Dari dalam kereta kami bisa dengan jelas melihat beberapa area tempat para pemain berburu monster di sekitar kota Adelaine. Masih sangat jelas sekali ingatanku berkeliling seharian menjelajahi tempat-tempat tersebut untuk berburu Boss Monster saat event Treasure Hunt tengah berlangsung.


“Pantas saja kalau sedang berburu monster saat melihat ke langit kok terkadang aku melihat ada semacam benda agak panjang terbang di langit. Ternyata benda itu kereta ini toh!” Ujarku seraya terpukau melihat pemandangan yang ada di bawah.


Tidak sampai tiga menit lamanya, kereta yang kami tumpangi akhirnya berhenti di tempat tujuan kami yaitu kota Dalmasville. Begitu keluar dari bangunan stasiun Aardium Express, lagi-lagi mataku terpukau melihat keindahan kota virtual yang ada di hadapan mataku. Jika kota Adelaine dapat digambarkan sebagai kota fantasi yang ada di wilayah pegunungan lengkap dengan pemandangan alam serba hijau, maka kota Dalmasville bisa aku gambarkan sebagai sebuah benteng besar dengan banyak sekali pusat kegiatan yang ada di sini.


Dari arah stasiun aku bisa melihat jelas tembok besar yang berdiri kokoh mengelilingi kota ini. Berbagai bangunannya juga terlihat dibuat dengan bebatuan berwarna kuning kecoklatan bagaikan benteng batu di abad pertengahan, namun dengan sentuhan berbagai kabel dan perkakas elektronik canggih melengkapi bangunannya. Perpaduan unsur fantasi medieval dengan elemen sci-fi di game ini tidak ada bosan-bosannya membuatku berdecak kagum!


“Oke, sekarang ayo kita pergi ke Adventurers Hall yang ada di kota ini yuk!” Ucap Maria yang langsung membuka menu peta untuk melihat di mana Adventurers Hall berada.


“Lho, di kota ini ada Adventurers Hall juga?” Kali ini aku bertanya karena memang merasa tidak tahu.


“Haduh Lily, kamu lupa ya waktu pertama kali banget login ke game ini aku kan bilang kalau di tiap kota selalu ada bangunan bernama Adventurers Hall.” Kali ini Navi buka suara sambil menghela nafas seperti biasa.


Setelah itu kami langsung beranjak meninggalkan bangunan stasiun untuk menuju ke Adventurers Hall yang sudah ditandai oleh Maria di peta. Lokasinya agak cukup jauh dari stasiun, kami harus berjalan ke arah selatan melintasi jalanan kota Dalmasville. Ukuran kota ini tidak kalah besar dibanding kota Adelaine, dan di sekeliling kami banyak sekali pemain yang memiliki equipment dan senjata yang terlihat cukup kuat berjalan di sekitar jalanan kota ini. Pemandangan yang cukup berbeda dibandingkan dengan kota Adelaine yang masih cukup dipenuhi oleh pemain dengan equipment dan senjata khas pemula level awal.


Langkah kaki kami masih berjalan menyusuri jalanan kota, menuju Adventurers Hall yang jaraknya masih cukup jauh untuk kami capai. Kami melakukan perjalanan yang cukup santai karena baik aku dan Maria sama-sama masih terpukau mengagumi keindahan kota ini. Namun seharusnya di saat itu kami sudah mulai cukup waspada karena sepertinya ada suara langkah kaki ketiga yang membuntuti kami.