Here Comes The Combat Healer

Here Comes The Combat Healer
Chapter 37 - Menjalani Strategi Leveling Kuro



“Oke, wave monsternya sudah selesai, Lily, injak perangkapnya lagi!” Suara Kuro menggema cukup jelas di seisi tembok ruangan.


“Baik, tunggu sebentar!” Aku segera beranjak ke belakang, menginjakkan kaki ke lantai dungeon yang memiliki warna berbeda sendiri. Pijakan ini adalah pijakan perangkap yang mengeluarkan lima ekor monster berbentuk kalajengking robot yang akan keluar merayap dari dinding ruangan untuk kami hadapi. Ini sudah kelima kalinya kami mengaktifkan perangkap ini, harusnya setelah ini perangkapnya sudah tidak bisa diaktifkan lagi.


Mengikuti saran Kuro untuk meningkatkan level dengan efisien, kami kembali mengunjungi dungeon Underground Labyrinth namun kali ini hanya berfokus di lantai satu saja. Hingga saat ini kami sudah dua kali keluar masuk di lantai ini untuk melawan semua monster yang ada. Begitu perangkap untuk memanggil monsternya sudah tidak bisa diaktifkan, kami akan maju untuk menantang boss monster di lantai pertama ini sebelum akhirnya keluar dan akan kembali masuk lagi.


“Sip, ini sudah wave terakhir, sekarang ayo kita pergi ke tempat boss!” Ucap Kuro sambil melesat beranjak ke tempat kemunculan boss pertama dari dungeon ini. Sama seperti sebelumnya, menjelajahi lantai pertama dungeon ini terasa tidak terlalu sulit karena masing-masing kami menjalani peran yang saling membantu satu sama lain. Terlebih lagi karena sebelumnya kami sudah menyelesaikan dungeon ini dan sudah mendapatkan hadiah berupa Legendary Item khusus dari dungeon ini, kekuatan kami semakin meningkat dan membuat kami bisa mengalahkan semua monster dengan mudah.


Sesekali ketika lantai pertama sudah selesai dan kami keluar dari Dungeon, kami memutuskan untuk istirahat sejenak. Waktu istirahat ini kami gunakan untuk mempersiapkan diri untuk melakukan grinding berikutnya. Aku dengan side job Alchemist akan menambahkan stok persediaan ramuan yang dibutuhkan,  Maria dengan side job Crafter akan memperbaiki equipment kami sekaligus melakukan upgrade dari Orb dan Enhancement Shard yang kami dapatkan dari reward lantai pertama, Kuro sebagai Artificer menyiapkan perangkap untuk membantu kami menghabisi monster di lantai pertama dengan mudah. Setidaknya hampir dua jam berlalu dan kami semua terus melakukan cara ini hingga akhirnya kami semua mencapai level 40!


“Wah jadi ini rasanya naik ke level maksimal?” Ucapku penuh rasa takjub begitu melihat banyak sekali status poin yang bisa kualokasikan dan juga beberapa skill baru yang kudapatkan. Untuk status poin, sudah tentu aku akan menggunakan semua poinnya untuk meningkatkan status MND ku. Kuro yang baru pertama kali melihatku melakukan ini tidak bisa menahan diri untuk tertawa sambil berkata, “Pantas saja kamu bisa melawan solo semua Boss di event Treasure Hunt dan bisa menghabisi Major Minotauros seorang diri di HP bar terakhir, ternyata ini toh rahasianya.”


“Begitulah dia, awalnya aku sebagai AI Assistantnya juga kaget dan tidak habis pikir, tapi dengan mencapai level 40 dan terus konsisten melakukan ini, Lily, kamu sudah menjadi pemain di game ini dengan status MND tertinggi, lho!” Ini hal yang tidak biasa sekali, benar, sebuah hal yang tidak biasa karena Navi akhirnya memberikan pujian kepadaku. Tidak hanya aku, begitu mencapai level 40 Kuro dan Maria juga segera mengatur alokasi status poin karakter mereka dan meningkatkan skill serta memasang berbagai skill baru yang mereka dapatkan. Semua ini kami lakukan di Adventurers Hall kota Dalmasville. Begitu semua mencapai level 40 kami langsung menyudahi grinding kami di Dungeon Underground Labyrinth dan memutuskan kembali ke Adventurers Hall.


Satu hal yang cukup mengejutkan ternyata tidak hanya kami yang melakukan hal ini. Setiap kali keluar dari Dungeon dan berdiri tepat di depan gerbang masuk Underground Labyrinth, kami mendapati ada banyak sekali pemain yang berkerumun di sini. Sepertinya mereka adalah pemain yang tidak mendapatkan jatah tempat untuk melakukan grinding di Grand Oasis seperti kami dan memutuskan untuk melakukan apa yang kami lakukan untuk mencapai level 40. Meskipun di depan gerbang Dungeon sangat ramai sekali dengan para pemain yang hendak masuk ke dalam Dungeon, namun di dalam kami tidak menemui semua keramaian itu karena sistem Dungeon hanya mengizinkan anggota party saja yang masuk. Jadi bisa dibilang mereka semua masuk ke Dungeon versi party mereka masing-masing.


“Baik, dengan ini kita semua sudah level 40 dan sudah bisa pergi ke Porta Azur, tapi ini bukan berarti kita langsung siap begitu saja untuk ikut event Crucible of Beast.” Kata Kuro di tengah-tengah fokusnya masih terpaku pada layar status poin dan skill miliknya.


“..Ah benar juga, mau bagaimana pun job aku kan White Wizard, memang sih aku terbiasa melawan monster tapi melawan pemain lain pasti itu hal yang beda banget kan?” Ucapku sambil tangan kananku memegang daguku seraya berpikir, ‘Karena nanti lawannya juga semua level maksimal apakah aku bisa menang ya?’.


“Kalau gitu, gimana kalau kalian saling latihan juga?” Kini Navi ikut dalam pembicaraan untuk memberi ide.


“Eh, latihan, gimana caranya?” Aku langsung sontak mengeluarkan pertanyaan lanjutan.


“Jadi kota Porta Azur adalah kota terakhir yang saat ini bisa dikunjungi oleh para pemain Chronicle of Horizon Online. Di kota tersebut juga terdapat fitur PVP yang bisa dijalani oleh para pemain, dan dari berbagai fitur PVP yang ada, terdapat sebuah tempat di mana pemain bisa melakukan pertarungan persahabatan melawan teman mereka sendiri. Tempat ini memang dibuat untuk para pemain bisa saling berlatih dengan orang terdekat mereka untuk bisa mendapat masukan dan saran agar bisa menjadi petarung PVP yang terbaik!” Navi memberikan penjelasan sambil membuka tampilan peta kota Porta Azur dan menunjukkan arah ke tempat yang ia maksud.


“Wah menarik juga! Kalau gitu karena ternyata kita bisa mencapai level 40 dalam waktu satu hari ini, gimana kalau untuk selanjutnya kita janjian main bareng lagi untuk saling berlatih satu sama lain?” Aku melontarkan ide kepada Kuro dan Maria, yang langsung disambut dengan anggukan kepala dari kedua teman virtualku di game ini.


“Ide yang bagus, kalau latihan bareng kita bisa saling tahu apa kekuatan dan kelemahan kita masing-masing.” ucap Maria.


“Benar! Kalau gitu ayo kita agendakan kapan kita bisa main bareng lagi untuk latihan ini, yang pasti ga hari ini kan karena hari ini sudah cukup larut dan sepertinya aku mau off dulu.” ucap Kuro sambil meregangkan kedua tangannya.


Setelah itu kami ngobrol sebentar di Adventurers Hall kota Dalmasville dan merencanakan kapan waktu yang tepat untuk kami bisa main bersama lagi untuk menjalani latihan ini. Dari obrolan kami, sepertinya waktu di hari kerja agak sulit karena masing-masing kami punya kegiatan. Hingga akhirnya diputuskanlah pada satu minggu lagi kita akan login dari siang hari untuk menjalani latihan bersama di kota Porta Azur. Aku tidak sabar menanti minggu depan! Sepertinya jalan untuk memenangkan event Crucible of Beast dan bertemu dengan Magical Kirari sudah kutapaki dengan benar!