
Selain poin status dan juga skill, hal penting yang bisa menentukan kekuatan dari seorang petualang adalah Equipment dan juga senjata. Berbagai Equipment dan senjata yang ada di game Chronicle of Horizon Online memiliki efek khusus untuk menambahkan status poin tertentu dan bahkan ada juga yang bisa meningkatkan efek dari penggunaan skill tertentu. Dari sekian banyaknya jenis item yang ada, menggunakan Equipment dan senjata yang tepat bisa mempengaruhi kekuatan seorang pemain melebihi build status dan skill yang dimiliki.
Di dalam game Chronicle of Horizon Online ini sendiri, ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan pemain untuk mendapatkan Equipment dan senjata untuk digunakan. Cara yang paling singkat adalah dengan membelinya langsung melalui NPC yang ada di kota. Pemain juga bisa mendapatkan berbagai item Equipment dan senjata dengan menyelesaikan beberapa quest dan mengalahkan boss tertentu. Selain itu pemain juga bisa membuat Equipment dan senjata sendiri melalui fitur crafting.
Saat ini aku sedang berada dalam satu party bersama seorang pemain dengan Job Knight bernama Juggernaut Maria yang akan membimbingku untuk mendapatkan Equipment dan senjata yang bisa menutupi kekurangan dari build karakterku. Ternyata selain memiliki Job Knight, Maria juga memiliki Side Job sebagai Crafter, di mana ia bisa membuat berbagai Equip dan senjata dengan material yang cukup, dan karena item ini dibuat olehnya sendiri maka ia bisa menentukan bonus status serta efek apa saja yang akan dimiliki oleh setiap item buatannya.
“Jadi kira-kira begitu, untuk saat ini set Equip mu tidak buruk kok, menggunakan Lucky Beginner Set yang kau dapatkan dari quest, namun untuk bisa mempercepat cooldown skill dan menambah regen Mana, kau membutuhkan equipment baru.” kata Maria yang memberikan penjelasan cukup detail sambil memimpin jalan menuju tempat untuk melakukan hunting material yang dibutuhkan demi membuat equip ini.
“I.. iya meski kurasa kekuranganku jauh lebih banyak dari itu sih…” suaraku mengucap kalimat tersebut dengan nada yang agak pelan, sesuai dengan iringan langkah kakiku yang sangat lambat yang membuatku berada jauh di belakang dari Maria yang sudah berada di depan sana.
“Hahaha, untuk movement speedmu itu, ya nanti bisa lah kita cari cara tapi aku rasa itu tidak terlalu masalah selama kau masih satu party denganku.” Kali ini Maria berusaha untuk mencoba meredakan kekhawatiranku.
Tetapi memang sepertinya aku sangat beruntung bisa bertemu dengan pemain seperti Maria di hari pertamaku memainkan game ini. Setidaknya meski saat ini equipment dan senjata yang kumiliki masih belum bisa menutup kekuranganku, namun jika bertarung melawan monster dengan bantuan orang lain pasti akan sedikit lebih muda. Lagipula sebelumnya Maria juga mengaku bahwa sebenarnya ia ingin melakukan hunting material untuk membuat perisai yang ia inginkan, tetapi ia tidak bisa melakukannya sendiri dan butuh bantuan seorang healer, jadi itu alasan kenapa ia mengajakku untuk bergabung dalam satu party.
“Baik kita sudah sampai, di sinilah kita akan melakukan material hunting!” ucap Maria seraya menghentikan langkah kakinya di tengah padang rumput yang sangat luas. Saat ini kita sedang berada di area bernama Windy Plains, padang rumput yang ada di bagian Timur kota Adelaine.
“Di sini banyak monster yang bisa dilawan untuk pemain yang ingin grinding di level 13 hingga level 20!” kali ini Navi ikut buka suara dengan nada yang sangat riang mengikuti tubuhnya yang terbang ke sana kemari penuh kekaguman melihat hamparan padang rumput yang luas terbentang di hadapannya.
Lagi-lagi perasaan takjub memenuhi relung hatiku, yang masih tidak percaya melihat teknologi visual game VRMMORPG saat ini yang bisa menampilkan pemandangan dunia virtual dengan sangat indah. Pemandangan ini mirip dengan wallpaper PC ku di kantor, hamparan padang rumput luas dengan bebukitan dan langit biru yang indah bagaikan lukisan. Ya, meski di sini memang benar-benar lukisan sih, lukisan para developer dan background artist yang dipampang dalam kanvas digital dunia virtual.
“Jadi monster macam apa yang akan kita lawan di sini?” Aku bertanya kepada Maria dengan penuh antusias. Aku tidak sabar untuk melawan monster dan membuat item baru secepatnya!
“Hmm soal itu, karena aku akan membuatkan equipment set khusus untukmu, kita akan melakukan farming Public Event di sini. Jadi kita akan menunggu saja Public Event yang akan muncul dan menyelesaikannya berkali-kali hingga mendapat item yang kita butuhkan!” jawab Maria.
“Kalau drop ratenya beruntung, kita butuh hanya 15 kali saja, tetapi jika drop ratenya normal maka kurasa 25-30 kali cukup.” ucap Maria sambil menggerakkan jari jari di tangannya seraya melakukan perhitungan.
A-apa? 15 sampai 30 kali melawan pohon raksasa mengerikan itu??? Tidak, ini terlalu mengerikan untukku…
Melihat ekspresiku yang nampak panik, Maria mendekatiku dan mengatakan sesuatu: “Hei tapi gausah khawatir, kan ada aku di sini, kamu hanya perlu melakukan Heal kepadaku dan jika sempat gunakan Slow dan Light Shot untuk membantuku melawan monsternya nanti, lagipula ini juga latihan yang bagus untuk kita menaikkan level bersama-sama, hehehe” senyum lebar merekah di wajah Maria, bagaikan mentari di pagi hari, senyuman itu menyinari pikiranku yang sempat tertutup gelap oleh awan hitam bernama keraguan.
“Benar sekali! Lagipula kalau Game Over kan kau hanya akan diteleport kembali ke kota, dan nanti tinggal balik lagi saja ke sini.” Navi kembali meledekku.
“Hey kau ini seharusnya menjadi asisten untuk memberiku nasehat kenapa malah meledekku terus sih, hmph!” kali ini suara sedikit jengkel keluar dari mulutku, namun rasa jengkel ini tidaklah serius kok, karena pada akhirnya aku malah mengakhiri kalimatku dengan suara tawa, yang disambut oleh suara tawa lainnya dari Maria dan Ageha.
“Baik sebentar lagi Public Event akan muncul di sebelah sana, ayo kita bersiap!” Maria mengajakku untuk pergi ke daerah rerumputan yang dipenuhi dengan berbagai bunga berjarak 50 meter dari tempatku berada saat ini. Kami langsung bergegas ke sana karena tanda panah bertuliskan ‘Public Event akan segera dimulai’ sudah mulai terlihat di sana.
Sesampainya di sana kami langsung menekan tombol untuk memulai Public Event tersebut. Ternyata Public Event kali ini berbeda dari yang sebelumnya ku hadapi. Jika sebelumnya aku harus menghadapi satu boss monster, kali ini kami harus mengalahkan serbuan monster dan bertahan selama 5 menit. Monster yang akan datang menyerang adalah Sting Wasp, sebuah monster lebah yang menyerang secara keroyokan. Berdasarkan detail dari Public Event ini, bunga yang ada di padang rumput ini menarik perhatian mereka.
“Tank Stance: On!... Defense up!.. Protect!” Menyambut datangnya pasukan Sting Wasp, Maria mengaktifkan beberapa skillnya untuk bersiap memulai pertarungan. Aku juga mulai menyiapkan posisi untuk melakukan strategi yang sebelumnya sudah kami bahas, di mana Maria akan menahan serangan sekaligus melakukan serangan kepada pasukan Sting Wasp dan aku berfokus memulihkan HP Maria melalui Heal dan jika sempat melakukan serangan menggunakan Light Shot. Karena monsternya datang bergerombol rasanya akan beresiko jika menggunakan Slow karena hanya mengincar satu target saja, lebih baik aku menyimpan alokasi Mana untuk Heal saja.
Wave pertama serbuan Sting Wasp pun datang, kami langsung menjalani pertarungan sesuai taktik tersebut. Dengan levelku saat ini, Mana yang kumiliki sudah cukup agak banyak sehingga aku bisa melakukan 1 kali Heal dan 3 kali Light shot sebelum mana ku habis. Pertahanan dari Maria juga cukup kuat hingga kami bisa melalui wave pertama dengan baik. Public Event ini berlangsung dalam 3 wave, dan setelah wave pertama selesai ada jarak waktu 10 detik. Di jeda waktu ini aku menggunakan item Mana Potion yang sebelumnya sudah kubeli di kota Adelaine untuk memulihkan penuh Mana ku kembali. Dan setelah sekitar 6 menit berlalu, akhirnya ketiga wave serangan Sting Wasp berhasil kami hadapi dan Public Event ini selesai juga.
“Yeay! Material yang kita incar akhirnya drop juga! Kerja bagus Lily!” ucap Maria berterima kasih kepadaku karena membantunya menghadapi serangan tadi. Meski rasanya aku yang harus berterima kasih kepadanya karena dengan bergabung dalam satu party aku bisa menjalani Public Event ini dengan jauh lebih mudah dibanding sebelumnya.
“Tapi jangan senang dulu ya, sepertinya kita masih butuh 14, atau bahkan 29 kali Public Event lagi sampai material yang dibutuhkan terkumpul, hehe.” Kalimat tersebut kembali membuatku sedikit berasa panik, tetapi rasanya jika bersama dengan Maria pasti aku bisa menyelesaikan semua ini dengan mudah!