
Cafe Zachary
"Edzard... Lo tau nggak?" Tanya Evelyne.
"Nggak"
"Gue belum ngomong juga, dengerin dulu kek, bilang aja nggak mau dengerin"
"Salah lagikan gue"
"Ya... Emang Lo salah"
"Oke-oke, mau ngomong apa tadi?" Tanya Edzard
"Udah bad mood"
"Jangan ngambek dong, nanti cantiknya hilang loh"
"Basi"
"Iihh... Jutek banget sih pacarku ini" ucap Edzard
"Pacar?" Ucap Azelvin yang baru saja datang.
"Azelvin, Lo nggak makan siang di kantor?" Tanya Edzard
"Nggak, maksud lo tadi apa?" Tanya Azelvin
"Aah... Lo salah deng.." ucap Edzard yang disela Evelyne.
"Alaah... Edzard tuh emang udah biasa kaya gitu, efek jomblo karatan ya gitu, halu dia, pake halu jadi pacar gue lagi" Evelyne yang memberi alasan lain, karena jika pertanyaan Azelvin dijawab dengan kalimat 'lo salah denger' Azelvin pasti akan curiga bukan?
"Ooh... Makannya cari pacarlah bang" cibir Azelvin
"Bang?" Tanya Evelyne
"Bang? Lo pikir gua tukang bakso" sewot Edzard
"Nggak salah dong? Lo kan Abang gue"
"Ya... Aneh aja gitu, biasanya Lo juga manggil gue pake nama, Evelyne juga manggil gue pake nama kok"
"Ooh gitu, oke"
"Eeh... Azelvin nggak pesen makan?" Tanya Evelyne
.
.
.
.
.
Alsh galaxy company
Setelah makan siang, Azelvin dan Evelyne kembali ke kantor.
"Eem... Evelyne, gue seneng banget"
"Kenapa?"
"Kepo"
"Bacot" ucap Evelyne
"Kau tidak sopan dengan atasanmu Evelyne" ucap Azelvin meninggalkan Evelyne sembari terkekeh.
Evelyne berjalan mengikuti langkah Azelvin dengan muka masamnya.
Alsh galaxy company dan Zachary company telah melakukan kerjasama yang membuat kedua perusahaan itu mendapatkan keuntungan, dan beberapa hari kedepan Alsh galaxy company akan melakukan peresmian gedung baru, jadi Zachary company akan turut hadir sebagai tamu undangan.
"Evelyne, mengenai acara peresmian apa semuanya sudah clear?" Tanya Azelvin
"Iya Mr. Azel, semuanya sudah disiapkan dan mudah-mudahan akan berjalan lancar" jawab Evelyne
"Baiklah, kau boleh pulang sekarang"
"Terimakasih Sir, selamat malam" Evelyne meninggalkan ruangan.
Evelyne menunggu seseorang yang akan menjemputnya, btw larangan khusus yang dibuat Azelvin kala itu, tentang Evelyne harus berangkat dan pulang sendiri, Azelvin sudah tidak mempermasalahkan hal itu lagi, selain itu juga Edzard meminta padanya untuk menghapus larangan itu.
"Belum pulang?" Tanya Azelvin dan Evelyne menggelengkan kepalanya.
"Mau ku antar? Tenang saja ini gratis"
"Tidak perlu, aku menunggu seseorang"
"Aah... Kau menunggu Edzard? Baiklah, aku duluan" pamit Azelvin dan Evelyne mengangguk.
"Hati-hati" ucap Evelyne lirih namun dapat didengar Azelvin, sehingga Azelvin menghentikan langkahnya, Azelvin kembali berdiri didekat Evelyne.
"Tidak jadi pulang?" Tanya Evelyne
"Ku pikir menunggu sejenak disini tidak masalah, itu lebih baik daripada aku harus bertanggung jawab jika kau diculik atau dirampok" cibir Azelvin datar.
"Eeem seperti itu, terimakasih tapi jika kau ingin pulang, pulang saja aku tidak apa" ucap Evelyne
"Jangan banyak bicara, lebih baik kau telfon Edzard"
Evelyne menghubungi Edzard melalui via telepon.
"Bagaimana?"
"Tidak dijawab, ada apa dengan Edzard?"
"Lebih baik, aku mengantarkanmu pulang, beritahu Edzard kalau kau sudah pulang bersamaku"
"Tidak perlu, aku akan naik taksi saja"
"Ada apa denganmu?"
"Ha?"
"Akhir-akhir ini kau berusaha menjauhiku"
"Tidak, itu tidak benar, mungkin itu cuma perasaanmu saja"
"Ooh, kalau begitu pulanglah dengan ku dan aku akan berusaha mempercayai ucapanmu"
"Kau berkata seolah-olah aku berbohong, aku mengatakan fakta"
"Terserah kau saja, ayo... Aku tidak punya waktu mendengar ocehan mu"
Evelyne masuk mobil Azelvin, Evelyne sudah mengirim pesan pada Edzard yang memberitahukan bahwa Evelyne pulang bersama Azelvin.
"Eem... Gue laper, makan dulu yuk"
"Boleh" ucap Evelyne menyetujui permintaan Azelvin, lagipula dirinya lapar.
"Mau pesen apa?" Tanya Azelvin
"Sandwich Philly Cheese Steak, minumannya ice coffee americano" ucap Evelyne pada sang pelayan.
"Kakaknya apa?" Tanya pelayanan pada Azelvin
"Samain aja"
"Ada lagi kak?"
"Itu saja"
"Baiklah" ucap pelayan dan pergi.
"Eem... Vin kenapa kita.. maksudnya, kenapa Lo kalau ngobrol sama gue biasanya formal biasanya enggak?" Tanya Evelyne
"Ya kita harus profesional dong"
"Tapi pernah kok kita diluar kantor tapi Lo ngomongnya pake aku kau"
"Lo kalau nggak mau gue sebut 'kau dan lo' gampang kok" Evelyne hanya menanggapi ucapan Azelvin dengan mengerutkan keningnya, karena ia tidak paham dengan ucapan Azelvin.
"Jadi pacar gue, gue panggil Lo sayang" ucap Azelvin sembari menekan kata 'sayang'.
Untuk saja pesanan mereka datang jadi Evelyne tidak perlu menanggapi pertanyaan Azelvin.
"Enak?" Tanya Azelvin dan Evelyne mengangguk.
"Tapi gue kangen makan bakso deket sekolah bareng Lo"
"Apa?"
"Maksud gue... Gue, gue pengen makan bakso deket sekolah"
"Sama gue?" Tanya Azelvin menggoda Evelyne.
"Nggak, gue cuma kangen makan bakso yang deket sekolah, udah itu aja nggak ada maksud lain"
"Uumm gitu ya... Cie yang keinget kenangan kita, mau ngulang lagi nggak?"
"Gak minat"
"Yakin?"
"Yakinlah, udahlah mending makan, keburu basi"
"Alesan, jangan-jangan Lo suka sama gue?" Tanya Azelvin
"WAAAH..." Ucap Evelyne yang membuat pengunjung lain di restoran ini melihat kearahnya.
"Waah... Gila lo kepedean banget lo" ucap Evelyne melirihkan suaranya.
"Dia penting untukmu?" Tanya Azelvin tiba-tiba.
"Ha? Kenapa tiba-tiba Lo bicara kaya gini? Aneh"
"Ada masalah dengan itu? Kalau ditanya jawab jangan balik nanya, dasar"
"Ooh seperti itu... Apa tadi?" Tanya Evelyne
"Sudahlah lupakan, ayo... Ini sudah malam" ucap Azelvin beranjak.
.
.
.
.
.
"Terimakasih tumpangannya" ucap Evelyne, setelah keluar dari mobil Azelvin.
"Evelyne"
"Ya?"
Azelvin turun dari mobilnya.
"Kau harus tau ini, aku sudah hidup di dunia ini selama 25 tahun... Tapi, tapi aku baru merasakan kehidupan setelah usiaku 16 tahun..."
"Lalu?"
"Kau tahu... Itu artinya aku menjalani kehidupan selama 15 tahun tanpa arti, terimakasih... Terimakasih telah datang keduniaku, ini terdengar konyol tapi... aku merasa ada yang salah dengan diriku saat aku melihatmu, saat itu pertama kali kita bertemu meskipun kau hanya berjalan melalui ku dan tidak melihat kearahku entah kenapa ada sesuatu yang seharusnya tidak kurasakan, sesuatu yang bisa saja mengubah keadaan menjadi lebih buruk, tapi... tapi aku menyukainya, aku membiarkannya tetap ada tanpa berniat melupakannya, bahkan aku tidak berniat mengatakannya, namun aku tidak mau menyesal dan aku memutuskan untuk mengatakannya padamu, entah bagaimana resiko yang akan ku dapat aku tidak peduli, yang aku inginkan kau cukup tahu dan mengizinkan rasa ini tetap ada meskipun tanpa balasan" ucap Azelvin
"Omong kosong apa yang kau bicarakan? Pulanglah ini sudah malam" ucap Evelyne namun bukannya pergi, Azelvin malah melangkahkan kakinya mendekati Evelyne mengikis jarak mereka. Azelvin mencium kening Evelyne, tidak lama namun itu berarti.
"Tidak perlu memikirkannya, aku bisa mengatasinya, masuklah, tidurlah dengan nyaman" ucap Azelvin dan pergi masuk ke mobilnya, sebelum melajukan mobilnya Azelvin melihat kearah Evelyne, Evelyne melihatnya dan kemudian membalikkan badannya.
Azelvin memejamkan matanya sejenak dan menghela nafasnya kemudian melajukan mobilnya.
.
.
.
.
.
"Halo vel. Ada apanih?" Ucap seseorang dari seberang sana melalui via telepon.
"Wooi Evelyne"
"Ada apa?"
"Apa perlu alasan untukku menelepon mu"
"Eem... Tidak juga, tapi ... Lo udah pulang?"
"Udah, sama Azelvin"
"Yaa.. gue tahu... Ooh maksudku dengan siapa lagi? Diakan bosmu pasti dia akan berkata 'kau tanggung jawabku karena ini masih jam kerjamu' benar?"
"Nggak juga"
"Eemmm... Edzard, ada yang ingin aku sampaikan"
"Ada apa dengan nada bicaramu? Apa sesuatu yang serius?"
"Ya..."
"Apa?"
"Vel ... Helooo, Lo kenapa sih?"
"It... Itu, kita..."
"Apa?"
"Haruskah kita...."
"Lo ngomong apasih?"
"Evelyne, katakan apa yang ingin kau katakan... Apapun itu, percayalah aku akan baik-baik saja, jadi katakan saja, akan aku coba pahami itu"
"Kita...."
"Heemmm"
"Eem... Maksudku, aku... ak..."
"Hei Evelyne sialan kau, cepat katakan, aku sudah mengantuk"
"Aah... Ini, aku merindukanmu, itu saja.. selamat malam"
"Ooh itu ... Iya"
"Iya?"
"Gue tahu? Gue orangnya ngangenin"
"Terserah"
"Diluar dingin, cepat masuk rumah dan tidurlah"
Evelyne menoleh ke sekitar , ya Evelyne masih berdiri didepan rumahnya selepas Azelvin pulang.
"Kok lo bisa tahu"
"Aaah benar ternyata, aku hanya menebaknya, kalau begitu cepatlah masuk dan tidur"
Setelah Edzard mengatakan itu dia menutup sambungan teleponnya.
"Aku tahu bukan itu yang ingin kau katakan" ucap Edzard yang melihat Evelyne memasuki rumahnya.
.
.
.
.
.
Ini adalah hari peresmian gedung baru. Evelyne datang bersama Edzard.
"Kalian datang bersama?" Tanya Azelvin menghampiri mereka.
"Ya"
"Oh" ucap Azelvin
"Ada apa dengan ekspresimu, ini bukan hal mengejutkan" ucap Edzard merangkul Azelvin.
"Oh tentu saja"
"Azelvin" panggil Jackson, kemudian Azelvin menghampiri Jackson dan mengikuti langkah kakinya.
"Kau senang?"
"Hah? Kau? Lo kaya Azelvin aja" ucap Evelyne
"Kau senang dengan ini? Apa kau nyaman?"
"Hemb?"
"Kau nyaman terus menyembunyikan ini? Kau tahu? Ini pertama kalinya aku berbohong dan sebimbang ini. Gue udah kaya selingkuhan Lo"
"Ed"
"Azelvin, cepat lambat dia akan tahu dan aku tidak siap untuk jauh dengannya, bagaimana kalau kita akhiri ini?" Ucap Edzard
"Evelyne sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" Tanya Jakson
"Baik Sir,bagaimana dengan anda?" Balas Evelyne.
"Sangat baik, apalagi setelah aku tahu keberhasilan putraku" Jackson mengusap kepala Azelvin.
"Evelyne, jika dia menyusahkanmu pukul saja kepalanya" ucap Jackson
"Mr. Jack bisa kita bicara sebentar" pinta Evelyne
"Kenapa tidak disini?... Aah, baiklah ayo" Jackson dan pergi ke sebuah ruangan yang kosong diikuti oleh Evelyne.
"Apa yang mereka bicarakan?" Ucap Azelvin
"Tidak tahu" jawab Edzard
"Apa kau tidak ingin tahu?"
"Tidak"
"Kau yakin tidak ingin tahu?... Haiih kenapa tatapanmu seperti itu" ucap Azelvin mengangkat sebelah alisnya.
"Aku lapar"
"Aaissh, makan saja sana" Azelvin kesal dan memilih pergi.
"Kenapa dia?" Edzard pergi mengambil makanan. Namun Edzard memakannya perlahan seperti sedang tidak nafsu makan.
"Kok balik? Udah dapet apa yang lo pengen?" Tanya Edzard dan Azelvin menggelengkan kepalanya dan berkali-kali menghembuskan nafas kasar.
"Hei, kalian lagi ngobrolin apa?" Tanya Evelyne bergabung.
"Harusnya gue yang nanya, Lo tadi ngobrol apa sama bokap gue?" Tanya Azelvin
"Kerjaan" jawab Evelyne tapi Azelvin memicingkan matanya.
"Apaan sih" ucap Evelyne yang tidak suka dengan tatapan Azelvin.
"Kenapa?" Tanya Azelvin yang melihat Edzard hanya mengadukan makanannya.
"Katanya tadi laper, kok gak dimakan" tambah Azelvin.
"Udah nggak nafsu" ucap Edzard dan beranjak pergi. Azelvin melihat tatapan yang Evelyne berikan pada Edzard.
"Kenapa?" Tanya Azelvin.
"Nggak tau" jawab Evelyne dan beranjak pergi.
"Makin aneh aja orang-orang" ucap Azelvin kesal.
*****
"Edzard"
"Hemb"
"Ada yang perlu kita bicarakan"
"Apa?"
"Tentang ucapanmu tadi, kurasa..."
"Kau senang?"
"Tidak, tidak sama sekali"
"Lalu?"
"Kau serius? Katakan alasanmu kenapa kau ingin mengakhiri ini?"
"Huuft... Aku nggak yakin Vel"
"Kau meragukanku? Lagi?"
"Bukan, bukan begitu hanya saja..."
"Apa?"
"Aku tidak yakin aku akan sanggup menyakiti kedua orang yang ku sayang"
Pernyataan Edzard membuat Evelyne bingung dan tidak berniat menjawab.
"Aku tahu kalian saling mencintai"
"Edzard berhentilah berpikir yang tidak-tidak"
"Dia menciummu aku melihatnya namun aku tidak bisa berbuat apapun, seolah disini akulah yang menjadi penghalang untuk kalian"
"Edzard.." ucapan Evelyne terpotong.
"Dengarkan dulu, kau ingat malam dimana Azelvin menyatakan perasaannya, ingat?"
"Azelvin tidak pernah melakukan seperti yang kau katakan"
"Kau benar-benar tidak ingat?"
"Aah.. itu Azelvin tidak berbicara kalau dia mencintaiku, hanya saja dia..."
"Itulah Azelvin, caranya mengungkapkan perasaan sedikit aneh dan sulit dipahami, tapi untuk orang cerdas sepertimu ku yakin kau memahami itu" ucap Edzard
"Kau tahu?Aku melihat itu. Aku melihat Azelvin benar-benar mencintaimu, tidak ada yang perlu diragukan lagi, kalian saling mencintai, Evelyne... Aku tahu itu, meskipun beberapa kali aku ingin berhenti memikirkan ini tapi itu terus muncul dengan sendirinya, aku terus berpikir dan bertanya pada diriku sendiri, apa Evelyne mencintaiku? Apa dia mencintai Azelvin? Apa mereka saling mencintai? Kau tidak kasihan pada ku, aku terus terbebani dengan pemikiran seperti ini, aku tidak sanggup jika harus melukai dua hati orang yang ku sayangi, jadi... jadi..."
"Baiklah, aku mengerti" potong Evelyne
"Azelvin apa yang kau lakukan disana?" Tanya Jackson yang melihat Azelvin, Azelvin keluar dari tempat persembunyiannya. Edzard dan Evelyne melihat kearah Azelvin.
Evelyne pergi dan berjalan dengan cepat. Dia berhenti disebuah tempat duduk. Meluapkan emosinya membiarkan air matanya lolos begitu saja.