Heartbreak

Heartbreak
CHAPTER 29



Evelyne mengerjapkan matanya dan betapa terkejutnya dia, ternyata dia berada di kantor.


"Nyenyak sekali nona" ucap Azelvin dan Evelyne beranjak dari tidurnya, kini dia hendak pergi. Namun Azelvin menghadangnya.


"Bagus sekali kamu ingin pergi begitu saja, kamu tidak tahu saya tadi mencari kamu kemana-mana dan ternyata kamu malah tid...." Ucap Azelvin yang dipotong Evelyne.


"Tidur? Ya salah bapak sendirilah, siapa suruh lama"


"Kamu nyalahin saya? Saya lama karena saya nyari kamu"


"Yang nyuruh nyari saya siapa? Bapak sih bukannya langsung ke tempat parkir malah sok-sok an nyari saya"


"Apa kamu bilang? Salah saya? Pokoknya ini salah kamu"


"Ya salah bapak lah"


"Stop manggil saya bapak, kita itu seumuran. Lo pikir gue bapak lo apa?"


"Bukannya sama aja Sir, Mr. sama bapak"


"Maka dari itu saya tidak pernah mengizinkan kamu untuk memanggil saya bapak atau Mr. atau semacamnya"


"Lalu?"


"Kamu pikir saja sendiri. Dan asal kamu tahu kamu itu berat, tidur di tempat umum memalukan saja, mana setelah itu saya juga harus menggendong kamu kesini, dan itu membuat karyawan yang melihat menjadi berpikiran yang tidak-tidak ke saya. Pokoknya kamu harus tanggung jawab"


"Tanggung jawab bagaimana?"


"Kamu bilang ke karyawan, apa yang sebenarnya terjadi tadi"


"Udahkan?" Evelyne hendak pergi namun Azelvin menghadangnya lagi.


"Belum, kamu masih harus menemani saya ke mall"


"Untuk apa?"


"Beli baju, saya hanya memiliki sedikit jas dan kemeja, saya harus membeli banyak pakaian untuk bekerja"


"Kenapa tidak menggunakan kaos dan celana pendek saja"


"Kamu menyukainya? Kalau kamu menyukainya saya akan memakai itu besok"


"Tidak, dan saya tidak mau menerima ajakan anda untuk ke mall"


"Ini bukan ajakan, tapi perintah, anggap saja sebagai ganti jam kerja ketika kamu tidur tadi"


"Sekarang?"


"Tentu"


"Kalau begitu biar saya membersihkan wajah dulu"


"Tidak perlu"


"Saya harus membersihkan wajah saya dulu, karena saya baru bangun tidur, saya tidak ingin memperlihatkan wajah tidak pantas saya pada karyawan lain"


"Tidak ingin menunjukkan pada karyawan lain tapi kamu menunjukan pada CEO"


"Saya tidak meminta anda untuk melihat wajah saya, kalau Mr. Azel tidak ingin melihatnya tidak perlu melihat"


"Kalau saya mengatakan saya ingin melihatnya apa saya boleh melihatnya dalam jarak dekat" ucap Azelvin dan kini jarak mereka sangat dekat bahkan hidung Azelvin sudah mengenai hidung Evelyne.


"Maaf Sir, permisi" Evelyne mendorong tubuh Azelvin untuk menjauh darinya, dan dia pergi untuk mencuci muka.


Kemudian dia kembali lagi setelah mencuci wajahnya, namun wajahnya masih basah, masih terdapat beberapa tetes air yang menempel diwajahnya, karena dia lupa membawa tissue yang berada di tasnya.


"Kenapa tidak mengeringkan wajahmu dulu"


"Saya baru akan mengeringkannya" jelas Evelyne dan mengambil tissue didalam tasnya. Dan segera mengeringkan wajahnya.


"Ayo, sebelum terlalu larut malam, nanti biar saya yang akan mengantarkan kamu, tidak perlu menolak karena ini perintah bukan permintaan"


.


.


.


.


.


Mall


Evelyne berjalan dengan cepat untuk mengikuti Azelvin yang ada dihadapannya.


"Jangan cepat-cepat dong, ini saya capek"


"Saya nggak cepet-cepet"


"Langkahnya lebar-lebar gitu"


"Jadi kamu nyalahin saya?"


"Nggak, saya yang salah, saya pendek jadi kaki saya kecil-kecil"


Azelvin terus berjalan mencari-cari setelan baju yang cocok. Sementara itu Evelyne pergi diam-diam.


"Eem Evelyne, bagaimana menurut kamu yang hitam atau putih atau yang merah ini ya? Vel, Evelyne" ucap Azelvin dan menoleh kebelakang dia tidak melihat keberadaan Evelyne sekarang.


"Gila, gue ditinggal, awas aja" ucap Azelvin yang sedikit kesal.


"Mbak yang ini semua ya" ucap Azelvin


"Ini semua mas?"


"Iya"


Kemudian Azelvin membawa banyak belanjaan. Azelvin memandangi ke sekelilingnya.


Azelvin menyodorkan barang belanjaannya ke seseorang yang kini tengah menikmati ice-cream.


"Apa ini?" Tanya Evelyne


"Belanjaan saya"


"Terus kenapa anda memberikan ini ke saya?" Tanya Evelyne


"Masa saya yang bawa" jawab Azelvin.


"Nanti deh, ice-cream saya belum habis"


"Nanti?" Tanya Azelvin dengan nada yang agak tinggi. Azelvin merebut ice-cream dari genggaman tangan Evelyne dan memakannya.


"Itukan punya saya, kenapa dimakan?"


"Kamu bawa aja itu belanjaan saya" ucap Azelvin yang meninggalkan seseorang yang menekuk wajahnya. "Kamu lama sekali" Azelvin menoleh kebelakang


"Belanjaan ini sangat banyak, bahkan saya yang perempuan saja tidak pernah belanja sebanyak ini"


"Itu barang punya saya, saya beli pake uang saya, hasil jerih payah saya sendiri, jadi dimana masalahnya"


"Masalahnya saya yang harus bawa ini"


"Itu sudah tugas kamu"


"Tugas saya? Saya ini sekertaris bukan pembantu ataupun sopir"


"Kamu lupa kamu itu juga asisten pribadi saya" Evelyne hanya diam, dia tidak ingin membuat mulutnya lelah hanya untuk meladeni atasan tidak waras sejenis Azelvin.


Didalam mobil tidak ada yang membuka suara. Sebenarnya keduanya tidak ada yang menyukai suasana yang seperti ini, tetapi mereka sama-sama gengsi.


"Mr. Azel"


"Apa?"


"Inget nggak dulu"


"Dulu? Moment kita yang dulu itu banyak? Apalagi yang romantis, jadi maksud kamu yang mana?"


"Makanya jangan dipotong dulu, waktu saya masih kerja di kafe Zachary, anda beberapa kali memberikan saya uangkan?"


"Iya.. kamu mau minta lagi? Kan udah saya gaji, kalau kamu mau uang saya secara cuma-cuma, kamu harus jadi istri saya"


"Saya nggak minat"


"Beneran nggak minat?"


"Nggak. Saya itu cuma mau bilang saya akan mengembalikan uang itu dan juga baju beserta gelang"


"Kenapa kamu kembalikan?"


"Karena saya tidak menggunakan uang itu, masih saya simpan, dan tidak ada yang saya gunakan" ucap Evelyne dan setelah itu.


Cciiiiitttt


Azelvin mengerem mobilnya mendadak.


"Kamu nggak pake uang itu?" Ucap Azelvin dengan nada tinggi.


"Nggak"


"Kenapa nggak dipake?"


"Karena itu bukan hak saya"


"Bukan hak kamu? Saya ngasih itu buat kamu, jadi itu hak kamu"


"Saya masih punya orang tua yang lengkap, kenapa Mr. Azel memberikan saya uang"


"Karena..... Ka...... Karena, saya juga nggak tahu karena apa, tapi yang jelas insting saya mengatakan kalau saya punya kewajiban buat ngasih kamu uang"


"Nggak masuk akal tau nggak, pokoknya besok saya akan ngembaliin uang anda"


"Kalau uang yang saya kasih itu besok tidak habis, saya akan pecat kamu"


"Nggak papa, pecat aja, saya juga nggak susah"


"Saya akan bilang ke Mr. Jack kalau kamu itu...."


"Oke-oke, saya akan menggunakan uang itu. Tapi nggak bisa habis besok. Anda pikir uang yang anda berikan kepada saya itu nominalnya sedikit apa?"


"Oke"


"Dan gelang sama baju. Jangan sampai hilang"


"Bodoamat, gue buang juga lo nggak bakal tau" ucap Evelyne dalam hati.


"Karena suatu saat saya bakal tanyakan gelang dan baju itu, kalau sampai sudah hilang, kamu akan berurusan dengan saya"


"Ya Sir"


Alsh galaxy company


Evelyne kini melajukan motornya menuju kantor. Bicara pasal motor, ia membelinya dari uang Azelvin, karena Azelvin meminta untuk menghabiskan uang itu dalam waktu satu Minggu, jadi dia membeli sebuah motor, dan sisa uang yang masih banyak itu, mungkin ½ nya dia transfer ke rekening orang tuanya. Sekarang Evelyne tidak perlu lagi pulang bersama Azelvin dan dia tidak akan terlambat.


Sesampai di kantor dia menuju ruangan Azelvin, ternyata Azelvin sudah ada disana.


"Kamu terlambat"


"Terlambat? Bahkan jam kerja saya dimulai lima belas menit lagi"


"Siapa yang bilang?"


"Saya"


"Kamu atasan disini?"


"Bukan"


"Mulai sekarang kamu harus berangkat sebelum saya sampai di kantor"


"Jadi saya harus berangkat jam berapa?"


"Itu terserah kamu, intinya jangan sampai terlambat"


"Jadi? Mr. Azel berangkat jam berapa?"


"Itu terserah saya"


"Kalau saya tidak tahu jam berapa Mr. Azel sampai di kantor, bagaimana saya bisa datang tepat waktu"


"Kamu pikir saja sendiri"


"Pikir sendiri?" Gumam Evelyne. "Apa-apaan ini?" Gumamnya lagi.


"Kamu bilang apa?" Tanya Azelvin


"Tidak ada"


"Oke, dan satu lagi ketika saya menyuruh kamu untuk datang, kamu harus datang kapanpun itu, dini hari ataupun tengah malam"


"Hah?"


"Dan jam kerja kamu selesai ketika saya sudah menyuruh kamu pulang. Paham?"


Evelyne mengangguk. Kalau bukan karena janjinya pada Mr. Jack, Evelyne akan resign sekarang, kenapa dia membuat janji bodoh seperti itu.


"Oh iya Evelyne"


"Apa lagi"


"Mana sarapan saya"


"Saya tidak membuatnya"


"Seharusnya kamu membuatkan saya sarapan, kenapa tidak membuatnya?"


"Mr. Azel yang terhormat dan baik hati, Mr. Azel lupa pernah memakan hak saya"


"Memakan hak kamu?"


"Iya"


"Kapan?"


"Di mall"


"Saya bertanya kapan seharusnya kamu jawab dengan waktu bukan tempat, dasar sekertaris pintar" ejeknya


"Terserah" Evelyne keluar ruangan Azelvin begitu saja, dia sangat kesal dengan ulah sang CEO semacam Azelvin.


Kini Evelyne berada di kafe alsh galaxy company bersama dengan Aidan dan Eros.


Mereka terlihat sangat akrab, bagaimana tidak? Sudah hampir dua tahun mereka berteman, apalagi sifat dua orang itu yang terkadang membuat Evelyne tertawa, ruangan Evelyne bersebelahan dengan ruangan mereka berdua. Aidan dan Eros satu ruangan. Terkadang Evelyne ke ruangan mereka berdua hanya untuk sekedar bercanda bersama, menghilangkan penat yang mereka rasakan akibat bekerja.


Di tengah obrolan asik mereka bertiga, handphone Evelyne berdering.


Dan Azelvin meneleponnya, tetapi Evelyne tidak menghiraukannya dan mematikan ponselnya.


"Sebaiknya kita kembali ke ruang kerja" ucap Eros


"Gue ikut ke ruangan kalian ya?"


"Hayuk lah" ucap Aidan.


"Lo nggak ada kerjaan emang?" Tanya Eros.


"Adasih tapi gue bisa kerjain di ruang kerja kalian"


"Yaudah lah ayo" ajak Eros yang sangat antusias.


Evelyne ke ruang kerja Aidan dan Eros karena dia yakin, Azelvin akan menghampirinya di ruangannya.


"Sebaiknya kunci aja ruangannya" pinta Evelyne.


"Buat apa?" Tanya Eros.


"Jangan dikunci, nanti kalau ada yang berfikir tidak-tidak bagaimana" ucap Aidan.


"Biar fokus kerja" alasan Evelyne, pada akhirnya Eros menuruti perkataan Evelyne begitu saja.


Eros dan Aidan sudah pulang beberapa menit yang lalu, Evelyne sengaja tidak keluar ruangan bersamaan dengan mereka. Setelah dirasa cukup dia menunggu, akhirnya dia keluar dari ruangan dan segera menuju tempat parkir motornya.


Dan betapa tidak beruntungnya dia hari ini, dihadapannya sudah ada orang yang dia hindari.


"Bagus sekali. Mengabaikan atasanmu, mematikan ponsel, menghindari atasanmu, apalagi yang akan kamu lakukan Evelyne"


"Permisi Mr. Azel, saya mau pulang"


"Pulang? Jam kerja kamu belum selesai"


"Menyebalkan" gumam Evelyne.


"Apa kamu bilang?"


"Nggak"


Evelyne mengikuti langkah kaki Azelvin, gagallah sudah rencananya untuk berbaring di ranjangnya, padahal ranjangnya sudah menunggu.


Kini mereka berada di ruangan Azelvin, ternyata disana ada sebuah ruangan rahasia yang cukup luas, terdapat kamar dengan ranjang yang berukuran lumayan besar, dua buah sofa panjang, rak-rak buku, dan ada juga tempat koleksi pakaian yang lumayan luas juga. Sungguh, dua tahun sudah dia bekerja tapi dia baru mengetahui hari ini?


"Kenapa kamu menghindari saya?"


"Tidak"


"Tidak bagaimana, jelas-jelas kamu menghindar dari saya, mematikan ponsel, tidak ada di ruangan mu, mau mengelak bagaimana lagi" ucap Azelvin dan Evelyne diam, sedari tadi Evelyne menundukkan kepalanya, jujur dia masih takut ketika Azelvin emosi seperti ini.


"Kenapa kamu menghindar dari saya?" Tanya Azelvin lagi.


"Tidak"


"Kalau ditanya kenapa itu jawabannya karena bukan tidak, dasar perempuan. Kamu marah sama saya?" Tanya Azelvin dan Evelyne mengangguk.


"Kenapa?"


"Ice-cream" jawab Evelyne.


"Hah? Apa-apaan ini? Dia marah sama gue, menghindari gue, cuma gara-gara ice-cream tadi malem? Gue harus nyesel apa gimana sekarang? Tapi ice-cream bekasnya itu rasanya beda" ucap Azelvin dalam hati.


"Cuma gara-gara ice-cream?"


"Cuma? Mr. Azel bilang cuma? Saya beli ice-cream pake uang bukan daun"


"Saya ganti" Evelyne menggelengkan kepalanya.


"Dua kali lipat" Evelyne masih menggelengkan kepalanya.


"Tiga kali lipat" Evelyne tetap menggelengkan kepalanya.


"Sepuluh kali lipat"


"Oke deal" ucap Evelyne dan meraih tangan Azelvin untuk bersalaman.


"Udahkan Sir? Kalau begitu saya pulang"


"Saya antar"


"Tidak perlu"


"Tidak ada penolakan"


"Saya bawa motor"


"Motor sialan" gumam Azelvin


"Besok kamu dilarang membawa motor"


"Iya Mr. Azel, selamat malam" ucap Evelyne dan kemudian melangkahkan kakinya dengan riang. Tetapi kemudian dia memutar tubuhnya.


"Sepuluh kali lipat jangan lupa" ingatkan Evelyne dan Azelvin mengangguk.


"Ayeeaay" seru Evelyne riang dan berjalan dengan riang.


Sementara Azelvin memegangi dadanya.


"Ada apa ini?" Ucap Azelvin sembari tersenyum.


Bahkan Azelvin sampai berteriak, menandakan suasana hatinya yang sangat senang.