Heartbreak

Heartbreak
ISI HATI



Semuanya hancur


Tubuhku lemas ketika melihat 2 garis biru


Impianku sirna


Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang


Aku memberanikan diri untuk berbicara kepada


Mama & Papa


Dapat ku lihat mereka sangat kecewa kepada ku


Apalagi Mama


Mama memutuskan untuk pergi ke Korea bersama Zidan sekaligus untuk mengobati Zidan


Pada hari berikutnya Papa menyusul mereka.


Tetanggaku banyak yang bertanya kenapa keluarga ku pergi meninggalkanku


Aku mengatakan kepada mereka


Zidan berobat ke luar negeri


Mama dan Papa harus menemani.


Itu sedikit melegakan karena mereka percaya, tetapi ada juga yang tidak percaya.


Sejak hari itu


Kesepian terus menghantuiku


Aku membenci anak sialan ini


Dia merusak semuanya.


Aku menjalani hari-hari beratku, aku menjauh dari dunia.


Menjauh dari kak Edzard, aku merasa kotor dan tidak pantas bertemu dengannya.


Semuanya kacau


Pikiran perasaan semua


Semua kacau


Apalagi aku harus mendaftar di sebuah universitas sekarang.


Tapi kehadirannya menggangguku.


Berkali-kali aku menyakiti diriku sendiri.


Setiap pagi aku selalu ingin terbangun dan mendapati diriku di dunia yang berbeda.


Tetapi semua itu tidak kunjung terjadi.


Terkadang aku menahan lapar dan berharap anak sialan ini mati.


Aku ingin mengonsumsi obat ataupun makanan yang dapat mengugurkan bayi dalam kandunganku ini, tapi aku mengurungkan niatku.


Iya...kalau aku keguguran dan bayi ini mati, tapi kalau bayi ini terlahir prematur bagaimana?


Aku bukan orang yang kejam, aku masih punya hati nurani meskipun aku membencinya.


Suatu malam papa meneleponku


Dia berbicara banyak hal.


Dia bilang


Anakku ini tidak bersalah, dia juga melarangku menggugurkan kandungan.


Dia bilang dia selalu berdoa setiap malam untukku, dia meyakinkan padaku, semuanya akan baik-baik saja.


Aku terpikir untuk menemui Azelvin dan mengatakan semuanya, meskipun aku tidak yakin dia akan percaya dan mau bertanggung jawab, setidaknya dia harus tahu.


Tetapi ketika aku sampai di rumahnya, aku hanya mendapati ibunya yang malah memaki ku ini dan itu, aku tidak terima dan memilih pergi.


Aku baru menyadari kalau kehadirannya adalah anugerah, aku menyayanginya, aku berjanji akan selalu menyayangi dan merawatnya meskipun aku sendiri.


Aku yakin aku perempuan yang kuat, aku bisa menghadapi hal semacam ini.


Jadi aku mulai membeli susu ibu hamil dan beberapa sayuran sehat.


Aku akan menjaganya, aku ibu yang baik.


Aku berniat menebus semua kesalahan-kesalahan ku padanya yang tidak bersalah.


Ketika dalam perjalanan pulang, sebuah mobil menabrak tubuhku, sehingga aku terpental cukup jauh.


Aku merasakan rasa sakit pada perutku.


Bagaimana jika anakku meninggal?


Dia belum pernah merasakan menghirup udara?


Aku belum bersikap dengan baik.


Tuhan


Tolong selamatkan anakku


Aku ingin bahagia dengan anakku.


Tetapi Tuhan lebih menyayangi dia, ketika aku terbangun dari komaku.


Dia sudah tidak ada.


Aku ibu yang buruk


Aku tidak bisa melindunginya


Bagaimana seseorang seperti ku bisa diberi kepercayaan oleh Tuhan.


Aku menyesali semua perbuatan ku selama ini.


Kesalahanku


Kelalaianku


Yang bisa kulakukan hanya menyesal


Aku memeluk tubuhku sendiri bersamaan dengan jatuhnya air mataku


Bagaimana kabarmu?


Apa kau baik-baik saja?


Kau tidak menangis karena Mama tidak menemanimu disana bukan?


Apa kau kedinginan?


Apa kau kesepian?


Siapa yang akan menjagamu?


Siapa yang memberikan suapan ketika kau lapar?


Siapa yang menceritakan dongeng saat kau sulit tidur?


Apa kamu baik-baik saja disana?


Tolong katakan iya


Kau selalu datang dalam mimpi Mama


Tapi kenapa kau tidak terlihat akhir-akhir ini


Apa terjadi sesuatu?


Apa kamu pergi terlalu jauh hingga tak bisa mendatangi Mama?


Apa kau marah pada Mama karena Mama menyakitimu?


Jadi, kamu hanya bercanda dengan Mama bukan?


Apa kamu ingin bermain petak umpet?


Ketika hujan turun, apa kamu disana, bersembunyi dibalik awan dan menanggis.


Setiap hari Mama menghawatirkanmu nak


Aku mohon jangan lakukan ini padaku


Aku tahu aku pantas mendapatkan ini atas semua kesalahanku


Tapi dapatkah aku memohon jangan lakukan ini padaku.


Aku tidak bisa


Mama tidak bisa melupakanmu


Meski mama tidak pernah melihat wajahmu


Meski mama tidak pernah mengendongmu


Meski mama tidak pernah memelukmu


Mama tidak bisa melupakanmu begitu saja


Saat ini dengan waktu yang sulit ini karena Papamu tidak berada di sampingku


Dia lelaki yang buruk


Aku tetap membiarkan hati ini kosong


Tapi yang aku lakukan hanya terus menjadi seseorang yang putus asa


Jangan merasa bersalah karena kau jauh dariku


Kenangan kita masih terukir jelas di memoriku


Semua ini tidak akan lama lagi


Sampai kita dipertemukan kembali


Maka dari itu tidak ada kata perpisahan untuk kita


Sampai waktu itu tiba


Bersabarlah tunggu Mama


Putra kesayangan ku Azka Aleston


Maaf karena menambahkan nama bajingan itu pada namamu yang suci


Tapi entah mengapa hati ini menginginkan nama itu tersemat.


.


.


.


_______________________________________________


.


.


.


Untuk Azelvin Aleston


Apa yang telah kau perbuat


Semuanya begitu berat


Kenapa kau lakukan ini?


Apa salahku?


Kenapa kau tega sekali


Apa yang ada di otakmu


Kenapa kau sejahat ini?


Haruskah aku memaafkan mu?


Apa pantas kau mendapat maaf?


Aku ingin melenyapkanmu bersama kesedihan yang kau beri


Tak dapat ku kalahkan kesedihan hatiku


Ku pikul derita dari malam gelap dan melelahkan


Pagi yang acuh tak acuh membangunkan


Luka ini membakarku lebih dari yang ku kira


Sakit ini menusukku jauh ke dalam


Malam malam yang tak terhitung ku habiskan untuk membencimu


Terasa bagai neraka


Ku tak mau menyimpan dendam


Hanya saja aku mengingat fakta-fakta mengecewakan darimu


Dulu kau adalah orang yang mampu merubah dunia agar tidak menyakitiku


Namun kini tangis ini karena mu


Dan kau tak di sampingku


Saat itulah aku tahu betapa


Brengseknya kamu