
Semuanya hancur
Tubuhku lemas ketika melihat 2 garis biru
Impianku sirna
Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang
Aku memberanikan diri untuk berbicara kepada
Mama & Papa
Dapat ku lihat mereka sangat kecewa kepada ku
Apalagi Mama
Mama memutuskan untuk pergi ke Korea bersama Zidan sekaligus untuk mengobati Zidan
Pada hari berikutnya Papa menyusul mereka.
Tetanggaku banyak yang bertanya kenapa keluarga ku pergi meninggalkanku
Aku mengatakan kepada mereka
Zidan berobat ke luar negeri
Mama dan Papa harus menemani.
Itu sedikit melegakan karena mereka percaya, tetapi ada juga yang tidak percaya.
Sejak hari itu
Kesepian terus menghantuiku
Aku membenci anak sialan ini
Dia merusak semuanya.
Aku menjalani hari-hari beratku, aku menjauh dari dunia.
Menjauh dari kak Edzard, aku merasa kotor dan tidak pantas bertemu dengannya.
Semuanya kacau
Pikiran perasaan semua
Semua kacau
Apalagi aku harus mendaftar di sebuah universitas sekarang.
Tapi kehadirannya menggangguku.
Berkali-kali aku menyakiti diriku sendiri.
Setiap pagi aku selalu ingin terbangun dan mendapati diriku di dunia yang berbeda.
Tetapi semua itu tidak kunjung terjadi.
Terkadang aku menahan lapar dan berharap anak sialan ini mati.
Aku ingin mengonsumsi obat ataupun makanan yang dapat mengugurkan bayi dalam kandunganku ini, tapi aku mengurungkan niatku.
Iya...kalau aku keguguran dan bayi ini mati, tapi kalau bayi ini terlahir prematur bagaimana?
Aku bukan orang yang kejam, aku masih punya hati nurani meskipun aku membencinya.
Suatu malam papa meneleponku
Dia berbicara banyak hal.
Dia bilang
Anakku ini tidak bersalah, dia juga melarangku menggugurkan kandungan.
Dia bilang dia selalu berdoa setiap malam untukku, dia meyakinkan padaku, semuanya akan baik-baik saja.
Aku terpikir untuk menemui Azelvin dan mengatakan semuanya, meskipun aku tidak yakin dia akan percaya dan mau bertanggung jawab, setidaknya dia harus tahu.
Tetapi ketika aku sampai di rumahnya, aku hanya mendapati ibunya yang malah memaki ku ini dan itu, aku tidak terima dan memilih pergi.
Aku baru menyadari kalau kehadirannya adalah anugerah, aku menyayanginya, aku berjanji akan selalu menyayangi dan merawatnya meskipun aku sendiri.
Aku yakin aku perempuan yang kuat, aku bisa menghadapi hal semacam ini.
Jadi aku mulai membeli susu ibu hamil dan beberapa sayuran sehat.
Aku akan menjaganya, aku ibu yang baik.
Aku berniat menebus semua kesalahan-kesalahan ku padanya yang tidak bersalah.
Ketika dalam perjalanan pulang, sebuah mobil menabrak tubuhku, sehingga aku terpental cukup jauh.
Aku merasakan rasa sakit pada perutku.
Bagaimana jika anakku meninggal?
Dia belum pernah merasakan menghirup udara?
Aku belum bersikap dengan baik.
Tuhan
Tolong selamatkan anakku
Aku ingin bahagia dengan anakku.
Tetapi Tuhan lebih menyayangi dia, ketika aku terbangun dari komaku.
Dia sudah tidak ada.
Aku ibu yang buruk
Aku tidak bisa melindunginya
Bagaimana seseorang seperti ku bisa diberi kepercayaan oleh Tuhan.
Aku menyesali semua perbuatan ku selama ini.
Kesalahanku
Kelalaianku
Yang bisa kulakukan hanya menyesal
Aku memeluk tubuhku sendiri bersamaan dengan jatuhnya air mataku
Bagaimana kabarmu?
Apa kau baik-baik saja?
Kau tidak menangis karena Mama tidak menemanimu disana bukan?
Apa kau kedinginan?
Apa kau kesepian?
Siapa yang akan menjagamu?
Siapa yang memberikan suapan ketika kau lapar?
Siapa yang menceritakan dongeng saat kau sulit tidur?
Apa kamu baik-baik saja disana?
Tolong katakan iya
Kau selalu datang dalam mimpi Mama
Tapi kenapa kau tidak terlihat akhir-akhir ini
Apa terjadi sesuatu?
Apa kamu pergi terlalu jauh hingga tak bisa mendatangi Mama?
Apa kau marah pada Mama karena Mama menyakitimu?
Jadi, kamu hanya bercanda dengan Mama bukan?
Apa kamu ingin bermain petak umpet?
Ketika hujan turun, apa kamu disana, bersembunyi dibalik awan dan menanggis.
Setiap hari Mama menghawatirkanmu nak
Aku mohon jangan lakukan ini padaku
Aku tahu aku pantas mendapatkan ini atas semua kesalahanku
Tapi dapatkah aku memohon jangan lakukan ini padaku.
Aku tidak bisa
Mama tidak bisa melupakanmu
Meski mama tidak pernah melihat wajahmu
Meski mama tidak pernah mengendongmu
Meski mama tidak pernah memelukmu
Mama tidak bisa melupakanmu begitu saja
Saat ini dengan waktu yang sulit ini karena Papamu tidak berada di sampingku
Dia lelaki yang buruk
Aku tetap membiarkan hati ini kosong
Tapi yang aku lakukan hanya terus menjadi seseorang yang putus asa
Jangan merasa bersalah karena kau jauh dariku
Kenangan kita masih terukir jelas di memoriku
Semua ini tidak akan lama lagi
Sampai kita dipertemukan kembali
Maka dari itu tidak ada kata perpisahan untuk kita
Sampai waktu itu tiba
Bersabarlah tunggu Mama
Putra kesayangan ku Azka Aleston
Maaf karena menambahkan nama bajingan itu pada namamu yang suci
Tapi entah mengapa hati ini menginginkan nama itu tersemat.
.
.
.
_______________________________________________
.
.
.
Untuk Azelvin Aleston
Apa yang telah kau perbuat
Semuanya begitu berat
Kenapa kau lakukan ini?
Apa salahku?
Kenapa kau tega sekali
Apa yang ada di otakmu
Kenapa kau sejahat ini?
Haruskah aku memaafkan mu?
Apa pantas kau mendapat maaf?
Aku ingin melenyapkanmu bersama kesedihan yang kau beri
Tak dapat ku kalahkan kesedihan hatiku
Ku pikul derita dari malam gelap dan melelahkan
Pagi yang acuh tak acuh membangunkan
Luka ini membakarku lebih dari yang ku kira
Sakit ini menusukku jauh ke dalam
Malam malam yang tak terhitung ku habiskan untuk membencimu
Terasa bagai neraka
Ku tak mau menyimpan dendam
Hanya saja aku mengingat fakta-fakta mengecewakan darimu
Dulu kau adalah orang yang mampu merubah dunia agar tidak menyakitiku
Namun kini tangis ini karena mu
Dan kau tak di sampingku
Saat itulah aku tahu betapa
Brengseknya kamu