Heartbreak

Heartbreak
CHAPTER 15



Jakarta Indonesia


Evelyne Chalesthane Mariolin kini sedang berbicara dengan dosennya, Evelyne juga tidak tahu kenapa dosen terus saja mengandalkannya padahal Evelyne bukanlah mahasiswi yang benar-benar bisa diandalkan.


"Evelyne saya memanggil kamu disini untuk membantu saya, kamu mau atau tidak?"


"Maaf Pak, membantu bagaimana ya?"


"Beberapa bulan ini semua warga kampus sudah mengumpulkan dana untuk bantuan korban tanah longsor, banjir lain-lain. Kamu juga tahu tentang hal itu bukan? Nah jadi kami menginginkan untuk turun langsung ke lapangan. Jadi saya meminta tolong kamu untuk mengelola kegiatan ini dengan Azka dan anak-anak yang lain, bagaimana kamu mau?"


"Iya pak, lagi pula kegiatan ini bisa menjadi pengalaman untuk saya"


"Saya menyukai cara berpikir kamu Evelyne, sebelumnya terimakasih, saya juga sudah memberi tahukan ini kepada Azka, dia belum berkoordinasi dengan kamu?"


"Belum pak, mungkin Azka banyak urusan"


"Ya sudah kalau begitu saya serahkan tugas ini kepada kamu dan Azka, saya harap kamu mampu berkordinasi dengan Azka dan yang lainnya, agar kegiatan ini berjalan dengan lancar sesuai harapan, saya tahu kamu bisa diandalkan Evelyne"


"Saya akan berusaha semaksimal mungkin, saya juga mengharapkan demikian, ya sudah kalau tidak ada yang bapak sampaikan lagi, saya permisi"


"Sudah tidak ada yang ingin saya sampaikan lagi, ya sudah terimakasih"


"Sama-sama pak, permisi" kemudian ucapan Evelyne hanya di balas anggukan oleh sang dosen, Evelyne segera mencari keberadaan sahabatnya, karena Grace ingin bertemu dengannya.


"Grace mana ya? Tuh anak kalau dicariin nggak ada, giliran nggak dicariin aja nongol sendiri"


"Wooi"


"Grace bego, kuping gue" ucap Evelyne kesal, bagaimana tidak Grace berteriak tepat ditelinganya.


"Gue cariin lo nggak ketemu ketemu siih"


"Lo pikir gue nggak nyariin lo apa?"


"Lo dari mana aja sih vel?"


"Biasa dosen, katanya sih mau ada kegiatan bakti sosial"


"Waah seru dong, gue ikut ya?"


"Bilang aja ke Azka"


"Oke... ke kantin yuk, gue laper"


"Gue nggak terlalu laper sih, yaudah deh"


Kemudian mereka pergi ke kantin kampus untuk mengisi perut.


"Tumben rame banget"


"Duduk dimana nih? Eeh situ yuk"


"Males gue, ada Vero, berisik ntar"


"Emang mau dimana lagi vel? Udah penuh semua"


"Itu disebelah sana ada"


"Nggak deh, mending duduk sama Vero, Lo nggak liat di sana itu banyak preman kampus, udah ayo" ucap Grace dan menarik tangan Evelyne.


"Gue duduk disini ya?" Tanya Grace


"Evelyne boleh,Lo duduk di tempat yang lain gih" jawab Vero


"Diih, emang ini kursi punya nenek lo?" Grace kemudian duduk di di depan Vero.


"Lo kenapa duduk depan gue? Lo duduk di depan Erland aja, biar Evelyne yang di depan gue"


"Suka suka gue dong, duduk di sebelah gue vel" akhirnya Evelyne duduk di samping Grace di depan Erland.


"Ooh iya vel gue sampe lupa, gue mau cerita" ucap Grace mulai membuka suara.


"Mending lo pesen makanan dulu, sekalian pesenin buat gue"


"Okedeh, mau pesen apa lo?"


"Gue minum aja, jus alpukat"


"Oke, tunggu sebentar" kemudian Grace pergi memesan makanan.


"Ooh iya vel. Lo itu lulusan SMA Nusantara kan ya?" tanya Erland


"Iya, lo tau darimana?"


"Sama kaya Vero dong" ucap Erland


"Bener ver? Lo kok nggak pernah bilang sama gue"


"Lo nggak nanya"


"Biasanya juga lo cerita apa aja sendiri tanpa gue minta"


"Ya menurut gue nggak penting gue cerita gue lulusan mana, gue pikir lo udah tau, gue aja kenal sama lo,masa lo nggak kenal gue"


"Lo kenal sama gue dari SMA?"


"Iyalah, satu sekolah juga tahu, lo kan kemana-mana selalu sama Azelvin, siapa yang nggak kenal Azelvin coba?"


"Ooh" Evelyne hanya ber oh ria. Seterkenal itulah dia sewaktu SMA? Ini semua karena ulah Azelvin.


"Ini vel minuman Lo" ucap Grace menyerahkan jus alpukat yang dipesan Evelyne.


"Oh ya Grace, tadi lo mau cerita apa?"


"Jadi gini, lo kan ke Korea tuh nah gue cerita sama pacar gue, terus dia ngajak gue ke Korea, tapi masalahnya dia sama temennya, menurut lo gimana?"


"Ya baguslah rame"


"Lo ikut ya vel"


"Kalau my dear ikut, gue juga harus ikut"


"Kalau Vero ikut, gue sebagai sahabatnya juga harus ikut"


"Hello, yang ngajak kalian berdua tuh siapa? Gue cuma ngajak Evelyne doang TITIK"


"Ya santuy dong, pake treak treak segala, lo pikir gue tuli"


"Iya lo gak tuli, TAPI BUDHEG"


"Grace udah dong lo nggak malu apa? Dilihat orang banyak niih"


"Si Grace mana punya malu, urat malunya udah terputus" ucap Erland


"Eh Erland ribet lo nggak usah bacot, bacotan lo itu unfaedah"


"Eh gue ingetin ya, nama gue itu Erland Albert, nama keren gini diganti ganti"


"Udah dong, bisa nggak sih sehari aja nggak pada ribut, dan Grace gue minta maaf, gue nggak bisa ikut lo ke Korea, lo taukan gue ada urusan sama Azka"


"My dear ada urusan apa sama Azka?"


"Baksos"


"Gue ikutan dong"


"Gue juga deh"


"Kalian berdua... heran gue, Lo berdua tuh ngintilin gue mulu ya?"


"Ooi kepedean banget lo, gue itu berniat iku karena ada my dear"


"Gue juga"


"Apa nih maksudnya? Lo suka sama my dear juga, eh my dear ini calon istri gue jadi, lo nggak usah halu halu buat dapetin my dear"


"Bukan gitu ver, maksud gue tuh gue juga nggak ngintilin Grace"


"Kalian debat mulu" ejek Grace.


"Kalau emang mau ikut baksos, kalian bilang aja ke Azka"


"Gue pulang dulu ya vel, udah ditunggu sama my sweet heart"


"Oke, gue juga sekalian mau pulang kok, barengan aja ke depan"


"Yaudah yuuuk, gue kenalin sama pacar"


"Eeh my dear tunggu dong, gue mau ikut pulang"


"Ver, kita kan mau ada kelas bentar lagi"


"Yeeeee si kucluk, sama aja dong"


"Ya jelas beda"


"Ver, jangan kebanyakan bolos, ntar susah lo bikin skripsinya, kapan lo lulus coba?" Ucap Evelyne menasehati Vero.


"Ciiee udah care, yaudah deh kalau my dear yang bilang gue nurut aja deh, yuuk land kita ke kelas" ucap Alvero merangkul pundak Erland dan berjalan menuju ke kelasnya.


"Si Vero bisa bucin juga ternyata, yaudah jadi ke depan nggak nihh? Nggak pulang pulang ntar jadinya"


"Ayo, gue juga penasaran sama orang yang istimewa buat sahabat gue"


"Awas aja sampai lo suka sama pacar gue"


"Kaya nggak ada orang lain aja"


"Eeh pacar gue tuh ganteng, perhatian banget sama gue"


"Mau dia ganteng, perhatian atau apapun itu kalau dia milik sahabat gue, gue nggak bakal rebut kali"


"Uuuuu cini peyuk" akhirnya mereka berpelukan layaknya Teletubbies


"Evelyne" panggil seseorang. Kemudian mereka berdua menoleh kebelakang.


"Eeeh Azka, ooh iya mau bahas tentang baksos ya?"


"He'em, sebentar doang kok, lo nggak lagi buru-buru kan?"


"Iya sih tapi....."


"Udah vel, gapapa ketemu pacar guekan bisa lain kali"


"Bentar doang kok vel, soalnya besok gue nggak bisa"


"Oke deh, lo hati hati pulangnya" ucap Evelyne kemudian berjalan mengikuti langkah kaki Azka.


Grace melanjutkan langkahnya, dia menoleh ke kanan dan ke kiri mencari seseorang yang menjemputnya.


"Dimana sih dia?"


"Door" seseorang mengejutkan Grace dari belakang.


"Jahil banget ya"


"Kamu kemana aja sih? Aku nunggu lama tau nggak?"


"Jadi nggak ikhlas ini jemput nya? Ooh oke"


"Jangan marah dong kan besok mau ke Korea iyakan? Aku tuh cuma mau nanya kamu tadi ngapain dulu kok lama"


"Tadi tuh aku mau ngenalin kamu sama sahabat aku, karena dia nggak bisa ikut ke Korea ada urusan soalnya, tapi tadi dia ada urusan juga, jadi nggak bisa ngenalin kamu ke dia deh"


"Udahlah gapapa, emang bukan jodohnya"


"Iyalah jodoh kamu kan aku"


"Kalau Tuhan berkehendak lain"


"Ya aku bakal minta Tuhan buat jodohin lah..... Kalau enggak ya..."


"Apa kalau nggak?"


"Aku maksa"


"Bisa aja kamu"


"Yaudah pulang yuk, panas banget hari ini, ntar aku item"


"Gapapa lah, emang kenapa kalau kamu item"


"Yakin gapapa?"


"Iya kok gapapa"


"Udah deh, pulang nggak usah mulai baperin anak orang"


"Emang kamu baper?"


"He'em"


"Masa gitu doang baper, belum aku cium padahal"


"Udah ayo pulang"


"Oke let's go"


Kemudian mereka melaju dengan mobil menuju ke rumah Grace.


.


.


.


.


.


Evelyne akhirnya bisa membaringkan tubuhnya ke ranjang, rasanya lelah sekali hari ini. Evelyne bekerja seharian di kafe, Edzard hanya membantunya saat malam hari, karena pagi sampai sore Edzard harus di kantornya.


"Aaah akhirnya ketemu kasur, gue telfon Grace deh, siapa tahu aja besok dia bakal sibuk kesenengan jalan-jalan sama pacarnya"


"Ada apa vel"


"Nggak ada apa-apa sih, cuma pengen nelfon aja"


"Gue belum berangkat ke Korea lo udah kangen aja"


"Kebiasaan, kepedean banget lo"


"Ahaaahaaaa, mau nitip apa nih?"


"Berlian aja deh"


"Serius ini gue"


"Nggak usah deh, yang penting lo bahagia aja di sana"


"Oooi itu mulutnya kenapa sih? Bahagia di sana bahagia di sana, lo pikir gue udah nggak bernyawa apa?"


"Iya juga ya, ucapan gue kok jadi ngarah ke sana, nggak sadar gue maaf ya, maksud gue tuh, Lo bahagia di Korea nya, nanti kalau ada apa-apa kabarin gue aja"


"Iyedeh gue maafin guekan baek, ya ntar kalau gue ada apa-apa gue kabarin lo kok, tapi lo harus dateng dalam lima menit"


"Lo pikir gue apaan? Indonesia ke Korea tuh jauh harus naik pesawat dulu, dari rumah gue ke kampus aja nggak bisa cuma lima menit"


"Lo sejenis setan"


"Lo kali, pasti bahagia banget lo kan, besok liburan sama kesayangan"


"Pasti dong, tapi ada temennya pacar gue juga nggak seru deh"


"Ya seru lah, makin banyak orang kan makin seru"


"Apaan orang temennya cuma satu"


"Cewek atau cowok?"


"Cowok"


"Ya nggak papa dong kalau cowok, emang letak masalahnya dimana?"


"Masalah nanti kalau dia sibuk sama temennya gimana, gue di kacangin dong"


"Nggak akan, kalau pacar lo itu berani ngacangin sahabat gue, gue mutilasi dia"


"Bisa aja, eh btw gue penasaran banget sama mukanya Azelvin, Lo ada fotonya nggak?"


"Ada kok, gue kirim deh, kalau gue nggak kirim bisa-bisa Lo nggak bisa tidur, tingkat ke kepoan lo itukan udah kelas atas"


"Tau aja deh sahabat gue, yaudah ya udah malem, eeh jangan lupa kirim fotonya"


"Oke bhaaay" ucap Evelyne dan kemudian mengakhiri panggilan.


"Eeeh gue kan cuma punya foto Azelvin satu doang yang sama gue, kalau gue kirim yang itu bisa-bisa Grace mikir yang enggak-enggak, gue cari di Instagram Azelvin dulu deh, kirim yang lain aja" ucap Evelyne.


"Naah mending foto yang ini"


Evelyne send a picture.