
Alsh galaxy company
Evelyne kini sedang berbincang-bincang hangat dengan kedua teman lelakinya yaitu Aidan dan Eros.
"Eeeeh.... Tau nggak vel" ucap Eros
"Nggak"
"Iyalah kan gue belum ngasih tau" jesal Eros.
"Salah lo juga belum ngasih tau tapi udah nanya duluan" ujar Aidan.
"Gue mulu yang terpojokkan" kesal Eros.
"Terpojokkan dari mananya? Jelas-jelas lo ada di tengah-tengah" sangkal Aidan.
"Iya"
"Tadi lo bilang apa?" Tanya Evelyne
"Dulu niih, waktu Mr. Ken yang jadi sekertarisnya Mr. Jack, kita tuh kerja kaya nggak enak gitu" tutur Eros.
"Yang enak tuh makan sama tidur, iyakan?" Tanya Evelyne
"Bukan gitu maksudnya"
"Lo nggak jelas ngomongnya"
"Mr. Ken tuh kaya merasa dia itu bos, nyuruh ini itu. Bahkan dulu waktu nyokap gue sakit nggak diperbolehin ambil cuti"
"Beneran?" Tanya Aidan yang ternyata juga tidak tahu-menahu tentang hal itu.
"Beneran nggak bohong gue"
"Nyokap lo sakit parah? Sakit apa? Sekarang kondisinya gimana?" Tanya Evelyne
"Sakit perut" ucap Eros
"Sakit perut gimana? Maag?"
"Bukan, nyokap gue sakit perut pengen bab" candaan Eros sukses membuat mereka kesal.
"Sialan, gue kirain"
"Udahlah vel, nggak usah dengerin ucapan Eros. Eeh Lo tau Mrs. Ariel?" Tanya Aidan
"Siapa?" Tanya Evelyne
"Istrinya Mr. Jack bukan?" Tanya Eros dan Aidan mengangguk.
"Nyokap Azelvin?" Tanya Evelyne
"Iyalah, masa nyokap gue" ucap Eros
"Kok lo manggil Mr. Azel cuma Azelvin nggak ada embel-embelnya. Kalian saling kenal?" Tanya Aidan
"Oooh itu Mr. Azel temen SMA gue"
"Temen apa temen?" Goda Eros
"Ada cinta di SMA niih" ucap Aidan yang ikut-ikutan
"Hati-hati CLBK cinta lama belum kelar"
"CLBK tuh cinta lama bersemi kembali bukan cinta lama belum kelar, emang cinta ada kelarnya apa?" Aidan yang ingin membenarkan.
"Eeh lo pikir musim apa semi semi - an" ucap Eros.
"Tadi lo mau ngomong apa Ai?" Tanya Evelyne yang terlihat penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan Aidan.
"Udah lama bangetkan dia nggak pernah ke kantor, udah kurang lebih lima tahun, padahal dulu itu hampir tiap hari dia ke kantor" Aidan yang jarang sekali membicarakan tentang orang lain atau gosip.
"Udah cerai mungkin" pikir Eros.
"Bisa jadi sih. Karena kalau gue lihat-lihat sikap Mr. Azel ke Mr. Jack itu kaya sebatas hubungan kerja bukan hubungan keluarga. Mungkin Mr. Azel kecewa sama Mr. Jack, Tapi ada gosip lain" ujar Aidan.
"Itu namanya profesionalitas kerja" pendapat Evelyne.
"Terserah lo dan vel, gue mau dengerin lanjutan gosip nih. Gosip lain gimana Ai?"
"Dasar Eros, kalau gosip aja semangat banget lo" ejek Evelyne
"Jadi gue denger denger niih, Mrs. Ariel itu jiwanya terganggu"
"Masa sih, gangguan jiwa? Padahalkan Mr. Jack kaya pake banget gak mungkin kalau karena faktor ekonomi dong, kira-kira kenapa ya?" Ucap Eros
"Udah deh gak usah pada gosip, apalagi gosipin orang tuanya CEO, ntar kalau tiba-tiba Mr. Azel kesini kan gak lucu, apalagi kalau sampe gue dipanggil keruangannya diiiih.... Masel banget gue" ucap Evelyne. Setelah Evelyne menyelesaikan ucapannya seorang karyawan datang dan berada di hadapan mereka.
"Mbak Evelyne dipanggil Mr. Azel keruangannya sekarang" ucap seorang perempuan cantik yang merupakan karyawan Alsh galaxy company dan kemudian perempuan itu pergi.
Aidan dan Eros menertawakan Evelyne, sementara Evelyne menatap tajam ke arah keduanya.
.
.
.
.
.
"Saya udah nggak kuat Sir" keluh Evelyne.
"Harus habis dong" pinta Azelvin.
"Ini banyak banget Sir"
"Itu salah kamu sendiri, kamu minta saya untuk ganti ice-cream kamu kan?"
"Iya tapi nggak harus sebanyak ini"
"Loooh justru saya baik, kemarin itu kita udah sepakatkan kalau saya ganti 10 kali lipat. Tapi saya ganti 50 kali lipat, kurang baik apa saya"
"Tapi gantinya dalam bentuk uang Sir, bukan ice-cream kaya gini"
"Saya itu makan ice-cream kamu bukan uang kamu, jadi saya harus ngembaliin dalam bentuk ice-cream juga dong"
"Kenapa saya harus menghabiskan 50 ice-cream ini? Ini penyiksaan"
"Bukan penyiksaan, tetapi itu sebagai ucapan terimakasih, anggap saja itu bentuk menghargai karena saya sudah berbaik hati membelikan kamu ice-cream"
Evelyne merasa tidak sanggup lagi untuk memakan semua ice-cream dihadapannya ini. Ice-cream memang enak, tetapi sesuatu yang berlebihan itu tidak enak.
Evelyne memegang stick ice-cream dan mengigit ice-cream pada sebelah ice-cream, karena dia ingin segera menghabiskan semua ice-cream sialan didepannya ini, tetapi tidak disangka ternyata Azelvin menggigit ice-cream yang disebelah lainnya. Jika tidak paham anggap saja Evelyne menggigit pada ice-cream bagian kanan dan Azelvin pada bagian kiri ice-cream. Hal itu membuat posisi mereka sangat dekat sekarang. Azelvin sengaja menjatuhkan ice-cream tersebut dan...
Menyebabkan lantai kotor. Sehingga Azelvin memerintahkan Evelyne untuk membersihkan lantai kotor itu.
"Anda bayar OB fungsinya buat apa?"
"Bersihin kantor, masa hal sepele saja kamu tidak tahu"
"Lalu?? Kenapa Mr. Azel meminta saya untuk membersihkan ini?"
"Terserah saya, ini perusahaan milik orang tua saya, saya CEO disini, dan kamu itu sekretaris sekaligus asisten pribadi saya, saya atasan kamu, jadi kamu harus mengerjakan apa yang saya suruh"
"Oke saya bersihkan"
Azelvin terlihat tersenyum puas karena dapat menjahili Evelyne.
.
.
.
Apartemen Azelvin
Gila
Ini sungguh gila. Ini sudah larut malam, tapi atasan sialan sejenis Azelvin itu menelfon Evelyne untuk segera datang ke apartemennya, dengan alasan ia sakit, apa tidak ada keluarganya yang bisa merawatnya.
Sialan
Dan menemukan Azelvin yang dengan santai sedang menonton televisi dengan ruangan yang berantakan, kulit kacang dimana-mana, bungkus makanan ringan dimana-mana, simpelnya berantakan sekali.
Ekkhhem
Deheman dari Evelyne membuat Azelvin menoleh ke arahnya.
"Kamu ngapain malem-malem ke apartemen saya" ucap Azelvin dengan ekspresi terkejutnya.
Damn
"Kangen banget kamu sama saya?" Tanya Azelvin.
"Nggak"
"Terus ngapain disini?"
"Tadikan Mr. Azel meminta saya kemari"
"Masa sih? Kok saya nggak inget ya? Kamu kok bisa masuk apartemen saya, lewat mana?"
"Nembus tembok" ucap Evelyne kesal.
Azelvin memintanya datang ke apartemennya, bahkan Azelvin juga memberi tahu password apartemennya.
Dan apa yang Azelvin katakan tadi?? Sialan.
Apa Azelvin sedang mengerjainya lagi sekarang? Tidak cukupkah seharian tadi Azelvin mengerjai Evelyne. Evelyne sangat lelah sekarang, dia butuh istirahat. Mengumpati Azelvin saja tidak bisa menghilangkan penatnya.
"Mr. Azel tidak meminta saya kesini?" Tanya Evelyne dan dijawab gelengan kepala oleh Azelvin.
"Yasudah" ucap Evelyne dan bersegera melangkahkan kakinya.
"Eeh mau kemana kamu?" Tanya Azelvin
"Pulang, buat apa saya disini" jawab Evelyne
"Karena kamu udah susah payah datang kesini, jadi mending kamu beresin ini oke, berantakan banget soalnya, saya nggak bisa lihat yang berantakan kaya gini" ucap Azelvin dan berlalu pergi entah kemana.
"Apa tadi dia bilang Saya nggak bisa lihat yang berantakan kaya gini terus ini siapa yang berantakin kalau bukan dia? Dasar idiot" Evelyne mulai membersihkan sofa. "Aahh capek banget gue" Evelyne duduk di sofa dan sedang merenggangkan otot-ototnya.Evelyne memposisikan dirinya tiduran di sofa, hingga ia benar-benar tertidur. "Empuk banget ini sofa, rebahan bentar deh, ntar beresin lagi"
Azelvin yang baru saja selesai mandi, dapat dilihat dari rambutnya yang masih basah. "Heh bukannya beresin malah tidur disini" Azelvin berusaha membangunkan Evelyne, sesekali ia juga menepuk pelan pipi Evelyne.
"Diem, gue capek" ujar Evelyne.
Mengigau? Capek banget emang? Azelvin keterlaluan.
Azelvin mensejajarkan tubuhnya dengan Evelyne, Azelvin memandangi wajah Evelyne yang tidur dengan tenang. Azelvin tersenyum dapat melihat pemandangan yang seperti ini.
"Capek banget lo? Maaf ya?" Ucapnya dan tersenyum lagi. Azelvin menggendong Evelyne, menidurkannya di ranjangnya dan menutupi tubuh Evelyne dengan selimut, kemudian dia mencoba untuk tidur di sofa, memang tidak nyaman, tapi mau bagaimana lagi? Ia tidak mau pagi-pagi Evelyne memarahinya dan menuduh dia yang tidak-tidak.
Azelvin tidak bisa tidur dengan tenang karena badannya terasa pegal-pegal sekarang, dia melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul tiga pagi. Dia tidak bisa lagi tidur di sofa, tidak nyaman.
Dia berdiri dan merenggangkan otot-ototnya. Kemudian dia merebahkan tubuhnya di sebelah Evelyne dan menoleh ke sebelah untuk melihat Evelyne.
Dan betapa terkejutnya dia tiba-tiba Evelyne merubah posisinya menghadap kearahnya bahkan Evelyne memeluknya sekarang.
"Anjir, kalau kaya gini tambah nggak bisa tidur gue. Tenang Azelvin tenang, anggap aja lo lagi latihan sekarang" ucapnya dan tersenyum, kemudian memejamkan matanya.
Pada pagi harinya Evelyne mendapati dirinya yang berada di samping seorang pria yang kini tengah dia peluk.
Evelyne terkejut tetapi dia tidak berteriak. Dia melepaskan pelukannya, tetapi kini malah Azelvin yang memeluknya, Evelyne melepas pelukan dari Azelvin secara perlahan agar tidak membangunkan orang menyebalkan itu.
Sayangnya Azelvin menjadi semakin mempererat pelukannya, Evelyne berusaha keras untuk lepas dari pelukan Azelvin, dan usaha tidak akan mengkhianati hasil. Kemudian dia keluar dari kamar yang dia yakini milik Azelvin, Evelyne membersihkan ruangan yang seharusnya dibersihkan semalam, setelah selesai dia kemudian membuat sarapan untuk Azelvin meskipun hanya seadanya saja, karena bahan makanan di apartemen Azelvin terbatas. Evelyne yakin Azelvin banyak makan diluar. Setelah menyelesaikan tugasnya dia bersegera pergi dari apartemen Azelvin.
Evelyne menuju rumahnya dan bersiap-siap untuk datang ke kantor karena dia tidak tahu jam berapa Azelvin akan sampai di kantor, seharusnya Evelyne tadi memberi obat tidur pada minuman Azelvin agar Evelyne tidak perlu tergesa-gesa berangkat ke kantor hingga melewatkan sarapannya seperti ini.
Dia melajukan kendaraannya menuju kantor.
Alsh galaxy company
Evelyne segera ke ruangan Azelvin. Dan ternyata Azelvin belum ada disana.
"Untung aja Azelvin belum datang, gue nyari makan dulu deh" ucap Evelyne dan melangkahkan kakinya ke kafe Alsh galaxy company.
Akhirnya kali ini Evelyne makan dengan tenang, karena Evelyne selalu bersegera ketika makan dia tidak ingin dicap sebagai sekretaris tidak profesional baik selama masa jabatan Jack maupun Azelvin. Bahkan ketika masa jabatan Jack, Evelyne sering melewatkan makan siangnya, karena Evelyne sibuk menyiapkan segala macam kebutuhan makan siang Jack, pasalnya Jack harus makanan yang benar-benar sehat dan higienis. Dan Evelyne juga harus menyiapkan obat yang harus diminum secara rutin oleh Jack.
Seseorang menepuk pundak Evelyne yang membuat Evelyne menoleh.
"Eros, gue kirain siapa"
"Makin ganteng nggak gue?" Tanya Eros yang membuat Evelyne melihat wajah Eros dengan seksama, perawatan? Hanya satu kata yang harus Evelyne ucapkan..
"Wow" takjub Evelyne yang kagum dengan ketampanan seseorang yang kini tengah dia perhatikan.
"Sampe terkesima gitu lo, gimana-gimana?"
"Waaah gilazeh" Evelyne yang membuat Eros tertawa.
"Gue duduk sini ya?" Tanya Eros basa-basi, padahal biasanya dia akan duduk begitu saja meskipun tidak mendapatkan izin. Tetapi dengan penampilan yang berbeda sekarang, Eros harus bergaya dengan beda agar menimbulkan kesan cool.
"Buat orang yang paling ganteng di kantor, apa sih yang nggak" goda Evelyne, menurut Evelyne Eros tetap saja sama seperti Eros yang dia kenal sebelum bertransformasi sekeren ini. Dia menyukai apapun gaya Eros asalkan Eros nyaman dengan itu.
"Bosan jomblo ya?" Ucap seseorang yang baru saja datang.
"Ya gitu deh, gue mau my dear klepek-klepek sama gue" jelas Eros.
"My dear?" Tanya Evelyne dan Aidan bersamaan.
"Ciee barengan" goda Eros.
"Jangan my dear, apa gitu kek yang lebih bagus" saran Evelyne.
"Emang kenapa? Menurut gue udah pas"
"My sweetie, my love, my princess, my angel atau apa gitu kan lebih bagus di denger" pendapat Evelyne.
"Menurut gue sih sama aja, alay" opini Aidan.
"Apaan deh Lo , dasar Aidan tukang iri. Kenapa nggak boleh my dear vel?" tanya Eros.
"Bukannya nggak boleh, kan gaya lo udah beda sekarang, jadi panggilan sayangnya juga harus beda dong, iya nggak Ai?"
"Bodoamat, gue nggak denger gue tutup mata" Aidan yang tidak tertarik dengan perbincangan antara Evelyne dan Eros yang menurutnya sangat sangat sangat sangat sangat sangat unfaedah.
"Gak asik emang Aidan" ucap Evelyne
"Eeh dimana-mana kalau nggak bisa denger tuh karena tutup telinga, ini malah tutup mata, nggak sekalian tutup usia Lo" protes Eros.
"Eeeh Eros kok gitu ngomongnya, kan jadi............. Suka" kemudian Eros dan Evelyne tertawa, sementara Aidan menatap tajam kearah keduanya.
"Eeh vel, bagusan gue panggil apa?"
"Panggil apa gimana?"
"Isssh panggilan sayang"
"My sweetie aja gimana kek imut gitu, iya nggak sih?"
"Setuju gue, emang bener bener top banget lo dah vel" kemudian Eros memeluk Evelyne dan mengacak-acak rambutnya.
"Heh, ini rambut gue udah rapi pake segala diberantakin"
"Tetep cantik kok"
"Waaah gue dibilang cantik sama orang paling tampan di kantor ini dong" gurau Evelyne. Sementara itu terlihat Eros yang salting. Sedangkan Aidan menggelengkan kepalanya karena tingkah dua makhluk konyol didepannya ini, kemudian dia melihat kearah lain dan.......
Azelvin tengah memperhatikan mereka, entah sejak kapan.
Ekheem
Deheman Aidan sebagai bentuk sebuah isyarat kepada dua orang yang sekarang sedang berpelukan layaknya Teletubbies, tetapi Evelyne dan Eros tidak menyadari bahwa Aidan tengah memberi isyarat.
"Eros.... Vel.... Evelyne..... Eros..... Evelyne" ucap Aidan lirih sembari sesekali melirik ke arah Azelvin.
Azelvin melangkahkan kakinya mendekat ke tempat mereka.
"Tamatlah riwayat kalian para cecunguk" ucap Aidan dalam hati.
"Eekhem tingkah kalian ini seperti anak kecil yang belum bersekolah" Azelvin dan membuat Evelyne dan juga Eros membeku.
"Kalian masih ingin kerja disini?" Tanya Azelvin.