
Jakarta Indonesia
Hari ini adalah hari yang ditunggu semua mahasiswa maupun mahasiswi yang akan lulus tahun ini, ya benar waktu bergulir begitu cepat. Hari ini adalah hari wisuda akan diadakan.
"Evelyne Chalesthane Mariolin, bengong mulu ya sahabat gue ini, Lo nggak seneng apa? Wisuda ini tuh vel. Hal yang kita tunggu-tunggu, masa lo kusut gini?"
"Jelas gue bahagia dong, tapi....."
"Gue tau,ortu lo ya?"
"Kalau ortu gue sih, gue juga nggak berharap mereka dateng"
"Anak durhaka Lo"
"Bukan gitu, gue cuma nggak mau berharap lebih aja, gue takut kecewa, gue udah yakin mereka nggak akan dateng"
"Evelyne jangan gitu dong"
"Udahlah gue nggak papa. Gue nunggu Edzard, kok dia belum dateng juga ya? Padahal dia sendiri yang janji buat foto bareng pas gue wisuda, kok dia belum dateng juga ya, gue tuh kangen banget sama dia tau nggak"
"Lo sayang Edzard vel"
"Iya, gue sayang banget sama Edzard,dia itu segalanya buat gue"
"Evelyne" panggil seseorang yang membuat ke dua perempuan itu menoleh.
"Tuuh yang di tunggu dateng" Grace menggoda Evelyne dan menyenggol bahunya, kemudian pergi begitu saja.
"Gue kira lo nggak dateng" ucap Evelyne mengerucutkan bibirnya.
"Jangan kaya gitu ah jelek tau nggak, guekan udah janji, Edzard ini tidak pernah mengingkari janjinya"
"Biarin, kok kemarin-kemarin nggak ada kabar, kemana aja?"
"Urusan kantor, sibuk banget gue akhir-akhir ini"
"Beneran? Lo nggak lagi nyembunyiin sesuatukan?"
"Nggak lah, udah yuuk"
Evelyne menunggu namanya dipanggil, dia bahagia tapi juga sedih, rasanya bercampur aduk dan susah untuk dijelaskan, bohong jika Evelyne mengatakan dia baik-baik saja, bohong besar. Evelyne berharap orang tuanya datang.
Evelyne Chalesthane Mariolin
"Evelyne di panggil tuh" ucap Grace dan menepuk bahu Evelyne.
Evelyne kemudian berjalan ke sumber suara.
"Selamat ya Evelyne"
"Terimakasih pak"
"Silahkan kesana dan berfoto bersama keluarga mu ya?"
Evelyne berjalan sesuai arahan.
Dan kemudian Evelyne dan Edzard berfoto bersama
Dan apa yang diharapkan Evelyne terwujudkan...
Ya benar orang tua Evelyne datang dan mereka berfoto bersama, sederhana tapi mampu membuat Evelyne serasa di surga, bukan bahagia, tapi sangat bahagia bahkan air matanya hampir jatuh, matanya sudah berkaca-kaca, inilah kebahagiaan yang sesungguhnya. Bukan hanya tersenyum simpul, tertawa terbahak-bahak atau semacamnya.
Seusai acara.
"Ma, mama udah maafin Evelyne" tanya Evelyne.
"Ud..." Ucap Mario yang terpotong karena ucapan Caroline.
"Kalau kamu pikir mama kesini karena maafin kamu, kamu salah, mama nggak maafin kamu" ucap Caroline, kebahagiaan yang Evelyne dapat tadi langsung hilang seketika, seolah ribuan jarum menusuk hatinya, rasa sakit ini adalah rasa sakit yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Mario terlihat bingung dengan apa yang di ucapkan isterinya itu, dan Edzard hanya menjadi penonton, sungguh dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
"Karena kamu nggak salah, jadi kamu nggak usah minta maaf lagi, harusnya mama yang minta maaf sama kamu, mama belum bisa jadi mama yang baik buat anaknya"
"Nggak ma, mama itu mama yang terbaik buat aku"
"Harusnya, mama nggak pergi saat kamu butuh kami orang tua kamu harusnya mensuport kamu, tapi mama sama papa malah marah sama kamu dan ninggalin kamu, bahkan tanpa sepeser uang. Mama nggak tahu lagi gimana caranya nebus kesalahan mama ke kamu nak"
"Mama itu nggak salah, tetap aja aku yang salah nggak bisa jaga diri"
"Disini papa yang salah, nggak bisa jaga anak perempuan kesayangannya" ucap Mario
"Om.. Tante.. Evelyne... nggak baik salah salahan kaya gini, yang udah terlanjur terjadi nggak bisa diulang lagi"
"Edzard bener ma, oh ya mama sama papa kok kesini?"
"Maksudnya?" Tanya kedua orang tua Evelyne bersamaan karena perkataan Evelyne itu ambigu.
"Yang ngasih tau kalau hari ini aku wisuda siapa?"
"Ooh, kirain kamu nggak suka kalau mama kesini"
"Nak Edzard yang ngasih tau"ucap Mario menjawab pertanyaannya.
"Makasih Ed" ucap Evelyne dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Edzard.
"Ooh ya cucu mama mana? Suami kamu mana?"
Tanya Caroline
Evelyne diam, dia menundukkan kepalanya.
"Nak, jawab pertanyaan Mama" ucap Caroline lembut sembari memegang bahu Evelyne.
"Gak nikah, keguguran" jawab Evelyne dengan suara pelan, sangat pelan.
"Maafin mama sama papa, andai kami ada disaat kamu mengandung pasti tidak akan seperti ini jadinya" Evelyne tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya.
"Zidan mana?" Tanya Evelyne.
"Kondisi Zidan tidak ada perkembangan, setiap harinya semakin memburuk, jadi Zidan tidak bisa hadir disini" ucap Mario
"Evelyne, Zidan sendirian di sana, kita nggak tega ninggalin dia lama-lama, mama harap kamu paham" ucap Caroline
"Nggak papa kok kalau kalian mau pulang sekarang, Evelyne ngerti, tapi maaf Evelyne nggak bisa ikut kesana, Evelyne janji kapan-kapan Evelyne kesana deh"
"Yasudah om Tante, Edzard antar ke bandara sekarang, keburu terlambat, Evelyne lo tunggu disini ya, nanti gue jemput lo lagi" ucap Edzard.
Evelyne memeluk kedua orang tuanya dan disertai mencium tangan kedua orang tuanya.
Eekhem
Evelyne menoleh ke Edzard karena Edzard berdehem.
"Gue nggak niih" kode Edzard.
"Kamu nanti" ucap Caroline. "Kalau udah resmi jadi menantu saya" sambungnya.
"Awas kalau kamu macem-macem sama anak saya" ucap Mario sembari merangkul Edzard.
"Enggak kok, Edzard baik hati, ganteng lagi, dikasi restu nggak niih?" Tanya Edzard.
"Bisa jamin anak saya bahagia nggak?" Tanya Caroline
"Jangan bikin anak saya sedih" ucap Mario dengan tegas
"Siap" ucap Edzard sembari hormat.
"Iya" satu kata tapi berhasil membuat Edzard jingkrak jingkrak sangking bahagianya.
"Tunggu ya vel, gue mau nganterin calon mertua dulu" Evelyne hanya tersenyum menahan tawanya.
.
.
.
Evelyne menunggu Edzard sembari menyeruput minumannya.
"Hey my dear"
"Ver, sampai kapan gue harus pura-pura jadi pacar lo"
"Gue nemuin lo ke ortu dulu"
"Oke
"Evelyne ayo pulang" ucap Edzard yang baru datang.
"Eeh tunggu dulu, lo siapa ngajakin Evelyne pulang?" Tanya Alvero
"Yang ada gue yang harus nanya, siapa lo?" Jawab Edzard.
"Gue pacarnya, PACAR" ucap Alvero
"Baru juga pacar, gue udah dapat restu orang tuanya" jawab Edzard
"Nanti gue jelasin Ed diperjalanan pulang, ver gue nggak bisa nyembunyiin apapun dari Edzard, yaudah gue balik dulu, yuuk Ed" ucap Evelyne menggandeng tangan Edzard. Edzard tersenyum penuh kemenangan. Mereka meninggalkan Alvero yang masih bingung, siapa Edzard sebenarnya.
Di dalam mobil
"Lo bisa jelasin?"tanya Edzard
"Dia Alvero temen gue" jawab Evelyne
"Gue nggak nanya namanya siapa"
"Dia minta gue supaya jadi pacar pura-puranya, soalnya dia mau dijodohin bonyoknya"
"Kenapa harus lo vel, kaya nggak ada cewek lain aja"
"Dia itu udah punya cewek yang dia cintai tapi dia belum bisa naklukin hati cewek itu, makanya sementara waktu gue jadi pacar pura-puranya, dan kalau cewek lain yang dia minta buat jadi pacar pura-puranya, dia takut si cewek baper. Kalau guekan nggak mungkin baper"
"Iyalah lo kan baperannya sama gue" ucap Edzard menaikkan sebelah alisnya.
"Pede banget lo"
"Oh ya vel, Lo nggak mau cerita apa-apa ke gue, tadi siapa yang bilang nggak bisa nyembunyiin apapun dari Edzard ya?"
"Gue pernah hamil" tutur Evelyne tiba-tiba yang membuat Edzard mengerem mendadak mobilnya.
"Lo gila Ed" ucap Evelyne terkejut.
"Gue kaget"
"Lo pikir gue nggak kaget lo ngerem mendadak kaya gini"
"Sorry, emang lo pernah gituan?"
"Gimana maksudnya?"
"Lo pernah tidur sama cowok, gimana ya ngomongnya? Lo pernah...."
"Pernah"
"SERIUSAN? Gue nggak nyangka Lo...."
"Semua hanya kecelakaan, lo pikir gue mau? Gue disini korban"
"Vel maafin gue bukan maksud nyudutin lo kok, yang hamilin lo siapa?" Evelyne tidak menjawab dan Edzard tahu siapa yang dimaksud oleh Evelyne.
"Brengsek tuuh cowok, pengen gue mutilasi" ucap Edzard emosi.
"Yang udah ya udahlah, Ed kalau nyari cewek jangan yang kaya gue... jelek"
"Nggak bisa, gue udah terlanjur cinta sama lo"
"Bukannya, waktu di kafe lo bilang..."
"Yang gue maksud itu lo, dasar lo nya aja yang gak peka"
"Sebaiknya lo berhenti mencintai gue"
"Nggak mau"
"Tapi Ed, gue udah nggak punya mahkota lagi"
"Bomat, gue tulus cinta sama lo, gue juga nggak tahu kenapa? Tapi kalau lo nyuruh gue berhenti mencintai lo, gue nggak bisa, this is impossible. Evelyne Chalesthane Mariolin gue Edzard Zachary, gue janji akan selalu bahagiain lo, nggak akan bikin lo sedih, dan gue akan lindungi lo semampu gue, tapi gue nggak mau pacaran sama Lo" kalimat Edzard yang terakhir membuat Evelyne bingung, sehingga dia mengernyitkan dahinya.
.
.
.
.
.
Evelyne kini sudah sampai di rumahnya, dia tidak akan pernah melupakan hari ini.
Evelyne menatap layar ponselnya yang terdapat banyak notifikasi dari aplikasi chat berwarna hijau yang sering disebut dengan WhatsApp.
Alvaro
Vel
Evelyne
Evelyne Chalesthane Mariolin
Oooi
P
P
Yang
Sayang
My dear
?
Lo blm foto sm gue
Masa pcrny wsd gk fotbar
Nnt ketauan
Kl cm pcrn pura²
Tsr?
Ya fotbar lah yuk
Lo dmn?
Rmh
Gue otw kermh Lo
Jgn gnt baju Dul
Y
Btw keyboard lo knp?
Gpp
Prlu gue beliin hp yg
Keyboardnya ad hrf vokal?
G
😒😒😒
Jgn cuek² sm pcr
Cm pr²
Mau jd pcr beneran emang?
G
Bnr niih?
Y
Jd?
Apa?
Prok³
Ksn
Kgn bngt ya lo sm gue?
G
Cpt
Otw
Evelyne menutup aplikasi WhatsApp.
Padahal dia sudah ingin ganti baju, karena sangat gerah.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang.
"Yaudah yok buru foto" ucap Evelyne
"Pengen banget ya lo fotbar sama gue" goda Alvero
"Gerah njiir"
"Yaudah iya"
Mereka berfoto bersama dari mulai pose yang formal, romantis, bahkan konyol.
"Udah pulang sana"
"Pacar sendiri diusir"
"Pura-pura"
"Iya tau kok, nggak usah diperjelas, yaudah gue pulang"
"Diih ngambek, kenapa tuh?" Ucap Evelyne setelah kepergian Alvero dari rumahnya.
"Gue kok tiba-tiba pengen ketemu Grace ya?" Ucap Evelyne sembari mengetik layar ponselnya.
.
.
.
.
"Lo lama banget datengnya? Lo yang ngajak ketemu lo yang telat"
"Sorry, tadi nunggu taksi lama"
"Lo kenapa ngajak gue ketemu?"
"Nggak tahu"
"Laah?"
"Pengen aja"
"Ngangenin gue ya? Udah gue pesenin makanannya, perhatiankan gue? Ooh ya gue ke toilet dulu"
"Oke"
Grace pergi ke toilet.
Handphone Grace berdering, Evelyne meraihnya.
"Azelvin?" Ucap Evelyne
"Ini Azelvin Aleston atau bukan ya? Gue angkat aja deh"
"Grace"
"Ooi Grace"
"Grace pacarnya Ezra, oooi, Lo kok diem aja sih? Sariawan?"
"Ooh ya jangan lupa, bikin Evelyne sama Alvero putus, gue bantuin, gue udah nyuruh beberapa orang kok, jadi lo nggak usah khawatir"
"Grace gimana?"
"Grace, hello Grace?"
"Grace kesayangannya Ezra"
"Ooi, nggak ada sinyal atau gimana sih? Untung lo pacarnya temen gue"
Ucap seseorang dari seberang sana yang tak lain dan tak bukan adalah Azelvin Aleston. Evelyne mematikan sambungan teleponnya dan membuka aplikasi chat.
Grace menceritakan semuanya ke Azelvin, mulai dari ketika Evelyne jadi pacarnya Alvero, orang tua Evelyne merestui Edzard, orang tua Evelyne datang ke wisuda, semuanya diceritakan Grace melalui chat.
"Gue kecewa sama lo" ucap Evelyne ketika Grace datang, Evelyne mengembalikan handphone Grace.
Evelyne keluar dari kafe itu dan menaiki ojek yang kebetulan ada disana.
"Duuh gimana nih?" Ucap Grace
"Gue kerumahnya Evelyne atau gimana ya? Gue kasih tau Azelvin dulu deh, kalau gue udah ketahuan"
Grace terburu-buru melajukan mobilnya ke rumah Evelyne.
Grace mengetuk pintu rumah Evelyne.
"Evelyne, vel"
"Vel"
"Evelyne, lo dengerin gue dulu"
"Evelyne"
"Vel, kasih gue waktu buat bicara vel"
"Evelyne jangan kaya gini dong vel"
Grace memanggil Evelyne dan mengetuk pintunya berkali-kali namun hasilnya nihil. Akhirnya Grace memutuskan untuk menghubungi Azelvin melalui via telepon.
"Vin, gimana ini? Evelyne nggak mau maafin gue, bahkan dia nggak mau buka pintu rumahnya" ucap Grace telepon seluler yang menghubungkannya dengan Azelvin.
"Gimana gue bisa tenang? Sahabat gue marah sama gue, lo bilang gue harus tenang" bentak Grace kepada Azelvin,perlahan-lahan air matanya menetes.
"Ya terus gue harus gimana lagi hah? Lo enak tinggal bilang tenang tenang" emosi Grace meluap.
Kemudian pintu rumah Evelyne terbuka, siapa lagi yang membuka pintu itu selain Evelyne.
"Vel gu..."
"Grace, gue lagi pengen sendiri, mending lo pulang" ucap Evelyne memotong pembicaraan Grace.
"Vel lo dengerin gue dulu bentar"
"Gue dengerin sekarang tapi setelah itu lo nggak usah ketemu gue lagi"ucap Evelyne
"Jangan gitu vel, lo itukan tau gue nggak bisa ka..."
"Makanya beri kesempatan buat gue mikir dulu, sekarang lo pulang istirahat"
Grace mengangguk dan pergi dari rumah Evelyne.