
Jakarta Indonesia
Ibukota kini sedang mengalami musim kemarau, sehingga suhu udara panas sudah tidak bisa dihindari apalagi disaat tengah hari seperti ini.
Sinar matahari seolah membakar tubuh Evelyne yang sedang menunggu seorang Edzard Zachary sedari tadi. Bahkan air mineral dalam botol plastik yang baru dia beli tadi sudah tandas tak bersisa.
"Evelyne"
"Gila lama banget lo, gue nunggu dari tadi tau" ucap Evelyne kesal.
"Sorry, lo kaya nggak tau Jakarta aja, dan kebetulan tadi itu klien gue telat, ya jadi gitu deh" ucap Edzard dan duduk di sebelah Evelyne, kemudian mengusap-usap kepala Evelyne.
"Panas banget" ucap Edzard yang merasakan panas ditangannya ketika menyentuh kepala Evelyne.
"Ya lo pikir aja sana, gue nunggu lo di tempat panas kaya gini, mana lo lama banget lagi"
"Yang nyuruh lo nunggu disini siapa? Udah tau panas, lo bisa nunggu di bawah pohon sana kek, atau kafe deket sini gitu"
"Terus aja terus, salahin gue, bukannya minta maaf atau apa kek"
"Iya gue yang salah"
kalian harus ingat cewek selalu benar dan cowok harus mengalah.
Evelyne masih saja diam tak bergeming.
"Udah ayo, udah ditunggu bunda di rumah" ucap Edzard memegang tangan Evelyne. Lalu mereka berjalan menuju ke mobilnya Edzard.
Di dalam mobil Edzard mulai membuka pembicaraan agar tidak terjadi suasana canggung.
"Lo udah dapet kerja?" Tanya Edzard
"Iya dong, masa Evelyne nganggur, gue rapi gini coba tebak gue jadi apa?"
"Jadi apa ya?.... Eem jadi apa prok prok prok" jawab Edzard nyeleneh.
"Malah becanda, yang bener dong nebaknya"
"OG?"
"Gila aja gue jadi OG, kalau kaya gitu mending gue kerja di kafe lo aja"
"Siapa suruh tadi nyuruh nebak-nebak segala, tinggal kasih tau aja ribet "
"Gue kerja di perusahaan Alsh galaxy crop, sekretaris Mr. Jack"
"Alsh galaxy crop? Mr. Jack?" Ucap Edzard terkejut.
"Iiyy iya, kenapa reaksi lo gitu amat sih? Nggak percaya sama gue kalau gue keterima kerja di sana"
"Bukan gitu, lo tau nggak Mr. Jack itu siapa?" Tanya Edzard
"Taulah bos gue, pemilik perusahaan Alsh galaxy crop" ucap Evelyne.
"Nama lengkapnya lo tau?" Tanya Edzard
"Tau lah, Jackson Ales.." ucapan Evelyne terhenti seketika. Kenapa dia baru menyadari hal ini. Kenapa dia tidak memeriksa lebih detail mengenai perusahaan tempatnya bekerja.
"Naaah... Kenapa lo kerja di sana vel? Lo gila apa gimana sih? Mending lo resign aja"
"Nggak bisa gitu, cari kerjaan tuh sekarang susah, apalagi gue yang cuma S1, Alsh galaxy company itu perusahaan besar, gue beruntung diterima kerja di sana"
"Lo bisa kerja di perusahaan gue vel, Zach company juga nggak kalah sama Alsh galaxy company"
"Nggak bisa gitu, kalau gue kaya gitu berarti gue nggak profesional dong, lagipula lo sendiri yang bilang ke gue kalau kerja harus profesional, lo lupa?"
"Bukan gitu vel, ini tuh situasinya udah beda, aaah terserah lo deh, yang penting kalau ada apa-apa lo kasih tau gue" ucap Edzard mengalah, karena menurut Edzard, Evelyne sudah dewasa sekarang, sudah seharusnya dia membiarkan Evelyne memilih jalan hidupnya sendiri sesuai yang dia inginkan.
"Naah gini dong, eh btw, bokap lo ada di rumah?" Tanya Evelyne
"Masih di Thailand, di rumah cuma ada bunda aja" jawab Edzard.
"Kasian bunda dong sendirian di rumah" ucap Evelyne.
"Lo sih" ucap Edzard yang membuat Evelyne bingung.
"Gue? Emang kenapa?" Tanya Evelyne.
"Coba lo jadi istri gue, bunda pasti nggak bakal kesepian kaya gini, lo nggak perlu susah-susah kerja cukup nemenin bunda di rumah" ucap Edzard.
"Sembarangan aja lo, bukan gue nolak lo, cuman gue itu mau fokus kerja dulu biar sukses, kalau urusan nikah nikah belakangan"
"Jadi intinya lo nggak nolak guekan? Cieee lo cinta sama gue?" Tanya Edzard dengan intonasi yang mulai... bisa dibilang serius.
"Rahasia dong"
"Kok jadi rahasia rahasiaan, siapa ya? yang bilang nggak bisa nyembunyiin apapun dari Edzard"
"Eeh ada toko buah itu, mampir kesana dulu yuk, masa gue nggak bawa buah tangan sih?" Ucap Evelyne yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
Setelah selesai membeli beberapa buah, Edzard kembali menanyakan hal yang sama dan Evelyne juga melakukan hal yang sama juga, yaa... Evelyne selalu mengalihkan pembicaraan, seperti membicarakan tentang ukuran buah apel yang baru saja dia beli yang menurutnya kecil, mengomentari pakaian yang dikenakan salah satu pengendara motor yang menurutnya terlalu nyentrik dll. Sampai akhirnya mereka sampai di rumah Edzard, Edzard keluar dari mobil dan menutup pintu mobil dengan kasar.
Edzard kesal?
Tentu saja, Evelyne selalu mengalihkan pembicaraannya. Evelyne hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Edzard yang menurutnya kekanak-kanakan. Bukan bermaksud untuk membuat Edzard kesal atau menjahili Edzard, tetapi sungguh Evelyne ragu, Evelyne ragu dengan perasaannya terhadap Edzard, Evelyne tidak tahu apakah perasaannya kepada Edzard bisa dibilang cinta atau tidak? Evelyne benar-benar payah dalam hal seperti ini. Bahkan perasaannya sendiri saja dia tidak tahu.
Evelyne segera masuk ke rumah Edzard dan melangkahkan kakinya ke dapur, karena dia yakin bunda di sana.
"Bunda" ucap Evelyne menyapa Bianca (ibu Edzard).
"Evelyne.. udah berapa abad kamu nggak datang ke rumah, nggak nemuin bunda, kamu nggak rindu?" Tanya Bianca
"Bunda berlebihan deh, Evelyne rindu, cuma ya gitu.. ada urusan, maaf ya bunda"
"Iyadeh yang sekarang sibuk" cibir Bianca yang hanya di tanggapi senyuman oleh Evelyne.
"Ooh iya, itu Edzard kenapa datang-datang mukanya di tekuk gitu? Kelihatan bete, emang ada apa?" Tanya Bianca
"Nggak ada apa-apa kok, cuma ya.... Bunda tau sendirilah gimana Edzard itu, ngambekan orangnya, kaya anak kecil aja" cibir Evelyne terkekeh kecil.
"Anak itu nggak berubah berubah, masih aja, apalagi kalau cuma lagi sama bunda, manjanya nggak ketulungan deh, kamu panggil Edzard giih kita makan"
"Ini buahnya taruh dimana Bun?" Tanya Evelyne
"Taruh situ aja, nanti biar bunda kupas sekalian potongin, supaya bisa langsung dimakan"
"Jangan bunda, biar Evelyne aja yang ngupas sama motong buahnya, Evelyne ke kamar Edzard dulu" ucap Evelyne yang hanya di jawab anggukan kepala oleh Bianca. Dan Evelyne menaiki satu persatu anak tangga.
"Edzard" panggil Evelyne sembari mengetuk pintu kamar Edzard.
Heeemb
Dehem Edzard dengan suara yang cukup keras sehingga dapat di dengar oleh Evelyne.
"Buka pintunya, dipanggil bunda tuh, buruan iih" pinta Evelyne
"Yaudah, gue turun duluan" pinta Evelyne
"Terserah" jawab Edzard.
Evelyne kemudian kembali ke dapur.
"Mana Edzard?" Tanya Bianca
"Ganti baju, jadi Evelyne tinggal deh, biar Evelyne aja" jawab Evelyne, dan dia mengambil buah-buahan dari tangan Bianca.
"Hati hati" Bianca mengingatkan Evelyne sebelum jari-jari di tangan Evelyne terkena pisau.
Tak lama kemudian Edzard datang, dengan rambut basahnya.
"Looh Edzard kok nggak di keringin dulu rambutnya" tanya Bianca yang hendak meminta Edzard untuk mengeringkan rambutnya.
"Males Bun" ucap Edzard dan kemudian duduk di meja makan.
Aahc
Ringgis Evelyne yang jarinya tergores pisau, baru beberapa menit yang lalu Bianca mengingatkannya, tapi lihatlah... Evelyne dengan kecerobohannya itu menggores jarinya.
Edzard bangkit dari duduknya, menghampiri Evelyne, Edzard meniup jari Evelyne yang tergores pisau,dan kemudian mengaliri dengan air.
Edzard mengambil obat merah untuk mengobati jari Evelyne, tidak lupa juga dia menutup luka itu dengan plester.
"Hati-hati makanya ceroboh banget" marah Edzard dan memberikan sentilan di kening Evelyne
"Sakit tau nggak" tutur Evelyne mengusap keningnya.
"Lebay"
"Emang beneran sakit kok"
"Eeh beneran sakit?" Tanya Edzard sembari meniup kening Evelyne.
"Kalian ini. Cocok gitu, kenapa nggak nikah? Kaliankan udah dewasa, atau paling nggak tunangan gitu, atau pacaran deh" cibir Bianca.
"Tanyain aja sama dia noh, udah di tanya serius juga masih aja ngalihin bahan pembicaraan" Edzard kembali kesal dan duduk lagi di salah satu kursi.
"Udah malah ngambek lagi, makan-makan" ucap Bianca.
Mereka bertiga makan dengan tenang, sesekali Bianca bertanya pada Evelyne yang dijawab dengan seadanya.
"Eem, bunda maaf sebelumnya, tapi Evelyne harus ke kantor, jadi Evelyne pamit dulu, besok-besok Evelyne kesini lagi" pamit Evelyne dan meraih tangan Bianca untuk bersalaman.
"Edzard ini Evelyne anterin pulang dong, jadi cowok gitu amat"
"Gak aaah Bun males" ucap Edzard yang masih sibuk berkutat dengan ponselnya.
"Heeeh... Ini anak, tadikan Evelyne kesini sama kamu, anterin pulang juga dong"
"Nggak usah Bun, Evelyne udah pesan taksi online" Evelyne dengan segera beranjak dari rumah Edzard.
Edzard bangkit dari kursi dan hendak melangkahkan kakinya pergi ke kamarnya.
"Oooh jadi anak bunda seperti ini?" Tanya Bianca yang membuat Edzard mengerutkan keningnya.
"Nggak bertanggung jawab banget, kamu yang bawa Evelyne ke sini, sudah seharusnya kamu juga yang nganterin Evelyne pulang dong, gimana sih?" Bianca marah pada putra semata wayangnya itu.
"Sebenarnya nggak tega juga sih..... Tapikan... Evelyne itu kaya gitu, siapa yang nggak males coba?" Jawab Edzard
"Emang Evelyne ngapain? Sampai kamu cuekin dia?" Tanya Bianca.
"Edzard itu udah niat buat serius sama Evelyne, tapi Evelyne malah kaya menghindar gitu, siapa yang nggak kesel coba" ucap Edzard dengan muka masamnya.
"Cuma gara-gara itu kamu bersikap kaya gitu?" Tanya Bianca
"Kok cuma sih Bun, Evelyne tuh udah keterlaluan... Sama aja dia nggak ngehargain perjuangan aku selama ini dong Bun"
"Edzard dengerin bunda. Bunda itu tau Evelyne orangnya seperti apa. Evelyne tidak bermaksud untuk melukai perasaan kamu Ed. Mungkin Evelyne ragu untuk melangkah kejenjang yang lebih serius dalam waktu dekat ini, dia ingin fokus bekerja untuk membiayai pengobatan adiknya, dia ingin adiknya sembuh, kamu harus paham kondisinya Ed."
"Edzard kurang gimana lagi Bun? Kayanya emang Evelyne nggak cinta sama Edzard" ucap Edzard semakin kesal.
"Edzard dengerin bunda baik-baik, sebagian perempuan itu memiliki keraguan saat akan menikah, mungkin Evelyne salah satunya, Evelyne baru mulai bekerja bukan? Dia ingin berkarya dengan prestasi yang dia miliki, karena ketika sudah menikah, waktunya untuk berkarir akan terbagi, dia akan memiliki sedikit waktu. Sebenarnya menikah itu bukan batasan bagi perempuan untuk berkarya, kamu harus meyakinkan itu kepada Evelyne. Tapi apa? Kamu malah seperti ini Ed, itu akan membuatnya semakin ragu"
"Aaahkk cewek ribet amat dah" ucap Edzard dan mengusap wajah kasar.
.
.
.
.
.
Als galaxy company
Evelyne melangkahkan kakinya dengan terburu-buru ke gedung yang megah,tempat dimana ia bekerja.
" Satu menit tiga puluh empat detik, kamu terlambat" celetuk Ken tiba-tiba.
"Looh kok ada Mr. Ken, bukannya kemarin dia bilang akan pergi ke Jepang? Matilah riwayat ku" ujar Evelyne dalam hati.
"Sebelas detik, kamu melamun, kamu sudah terlambat dan kemudian melamun. Gila sekali, bisa-bisanya kamu direkrut sebagai sekretaris Mr. Jack" Ken membuyarkan lamunan Evelyne.
"Maaf Mr. Ken, saya tadi...."
"Dan kamu akan membuang waktu lagi? Alasan apa yang ingin kau ucapkan? Cepat kerjakan tugas mu" teriak Ken di muka Evelyne. Yang membuat Evelyne lari dari hadapan Ken.
"Evelyne" panggil seseorang yang membuat Evelyne menoleh ke arah sumber suara.
"Haaah Mr. Jack, saya tahu saya terlambat, jangan pecat saya" ucap Evelyne frontal karena terkejut akan kehadiran sang bos.
"Bukan. Saya tidak ingin memecat kamu hanya karena kamu terlambat beberapa menit, tapi tolong jangan dijadikan sebagai kebiasaan" nasehat Jack.
"Saya janji tidak akan terlambat lagi"
"Kamu ....... Kamu habis dimarahi Mr. Ken? Kamu sabar saja, Mr. Ken memang orangnya sangat sensitif dengan orang yang dianggapnya buang-buang waktu, Mr. Ken juga orang yang sangat telaten dan tegas, jadi kamu harus terbiasa dengan sikapnya. Lagipula nanti malam dia sudah akan berangkat ke Jepang, jadi kamu tidak perlu risau"
"Tepat waktu, telaten, tegas, dan yang pasti profesional, apa gue bisa kaya Mr. Ken? Kalau gue nggak bisa sebanding sama Mr. Ken gimana? Ntar gue dipecat dong, pokoknya gue harus bisa profesional saat kerja, gue harus bisa ketawa di depan orang songong kaya Mr. Ken, awas aja" ucap Evelyne dalam hati.
"Evelyne Evelyne, kenapa melamun? Kamu takut jika tidak bisa seprofesional Mr. Ken?"
"Tidak, saya jamin saya bisa lebih profesional dibandingkan Mr. Ken" ucap Evelyne yang membuat Mr. Jack terkekeh kecil.
"Kamu itu, oh ya, jangan berfikir untuk menjadi seperti Mr. Ken, kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri itu lebih bagus, lagipula saya suka dengan kinerja kamu. Dan kemarin anak saya baru pulang dari Korea saya belum sempat bertemu dengan dia, jadi bisakah kamu mundurkan jadwal meeting saya hari ini? Nanti malam pukul 20.00 tempatnya kamu saja yang mengatur" pinta Jack.
"Baik Sir" kemudian Jack melangkahkan kakinya keluar gedung. Sementara Evelyne melangkahkan kakinya menuju ruangannya.
"Huuuuffttthhh ngeselin banget si Mr. Ken, padahal atasan gue kan Mr. Jack, Mr. Jack juga nggak marah kenapa dia sewot banget. Untung aja hari ini hari terakhir dia di Indonesia. Kenapa gue harus memilih perusahaan ini sih? Disaat banyak perusahaan yang menerima lamaran kerja gue. Dan sekarang gue udah terlanjur disini, baru beberapa hari masa gue resign? Ntar image gue jelek dong dikira gue nggak serius kerjanya. Aaah udahlah, Evelyne lo pasti bisa."