
Alsh galaxy company
Waktu berputar dengan cepat, sudah hampir dua tahun Evelyne menjadi sekretaris Mr. Jack. Sudah hampir dua tahun juga Evelyne menikmati hidupnya yang damai tanpa adanya gangguan semacam Alvero dan Azelvin. Berbicara tentang itu kini Evelyne sudah lebih baik daripada sebelumnya. Evelyne sudah tidak trauma lagi dengan siswa-siswi yang kelihatan brandalan. Itu karena dukungan dari orang tua dan sahabatnya, juga Edzard yang selalu berusaha membuatnya menghilangkan ketakutannya, tetapi terkadang apa yang Edzard lakukan sangatlah keterlaluan, dia pernah mengunci Evelyne diruang yang gelap dan terdapat sebuah layar lumayan besar yang menampilkan wajah Azelvin dan Alvero. Keterlaluan bukan? Tidak hanya itu saja banyak hal yang sudah Edzard lakukan agar Evelyne menjadi orang yang berani, bukan hanya untuk berhadapan dengan Azelvin dan Alvero dan mahkluk yang sejenis dengan mereka, tetapi Edzard juga membuat Evelyne tidak takut lagi pada orang orang yang ingin menindasnya. Intinya Evelyne yang sekarang tidaklah Evelyne yang sama dengan yang dulu. Bukan hanya Edzard tetapi Dokter Kris juga, dokter Kris sudah menyarankan metode metode untuk menghilangkan trauma Evelyne, salah satunya dengan hal yang sebenarnya tidak ingin dia lakukan tapi harus dia lakukan untuk menghilangkan traumanya, yaitu memandangi foto Azelvin dan mendengarkan suaranya, bukan hanya itu Evelyne juga harus mengingat ingat sisi baik dari Azelvin.
"Evelyne" panggil Mr. Jack yang baru saja masuk ke ruangan Evelyne.
"Iya Sir"
"Sebenarnya ada hal penting yang ingin saya sampaikan, lebih baik di ruangan saya saja" dijawab anggukan kepala oleh Evelyne, kemudian Evelyne mengikuti langkah kaki Mr. Jack
"Jadi begini. Kamu tahukan saya punya seorang putra?" Tanya Mr Jack dan dijawab anggukan oleh Evelyne. Perasaan Evelyne sedikit was-was... Apa dia akan dijodohkan dengan anak bosnya? Seperti layaknya sebuah cerita pada novel.
"Saya sudah pernah memintanya untuk mengelola perusahaan ini. Tetapi dia menolaknya, dan saya tidak menyerah begitu saja, saya bersikeras meyakinkan agar dia mau mengelola perusahaan ini karena dia satu-satunya anak saya, dan dia setuju, tetapi dia akan melakukan ini hanya satu bulan saja jika dia tidak tertarik. Saya meminta kamu agar kamu bisa membantu saya untuk membuat anak saya mau mengelola perusahaan ini. Lagi pula dia masih muda dan tampan, mungkin kamu akan tertarik.... Aahhh saya lupa kalau kamu sudah punya pacar, berapa tahun? Lima tahun ya?"
Hah? Pacar? Apa yang dimaksud Mr. Jack adalah Alvero? Tapikan Evelyne tidak berpacaran dengan Alvero... Aaah sudahlah akan lebih baik jika Mr. Jack tahu Evelyne memiliki pacar, agar Mr Jack tidak menjodohkan Evelyne dengan anaknya itu, hanya untuk mengantisipasi saja apa salahnya???
"Kurang lebih lima tahun"
"Langeng sekali, kamu adalah orang yang setia Evelyne"
"Ya, dan saya juga profesional"
"Bukan-bukan saya sedang tidak membahas pekerjaan sekarang"
"Ooh... maaf Sir"
"Tidak apa, dan satu lagi. Anak saya akan datang ke kantor besok, dia juga akan di temani Mr. Ken, karena dia tidak mudah untuk beradaptasi dengan seseorang jadi saya rasa dia butuh Mr. Ken ,satu lagi besok dan seminggu kedepan kamu harus bersama saya ke Jepang ada hal yang harus kita selesaikan disana dengan beberapa klien, jadi kamu akan bertemu anak saya kurang lebih tiga Minggu saja, itu jika kamu gagal"
Apa gagal? Itu tidak terdengar baik di telinga Evelyne.
Itu seperti cambukan agar Evelyne berhasil untuk membuat putra Mr Jack supaya bersedia mengelola perusahaan ini.
Oke Mr. Jack, sekretaris mu yang satu ini sangat profesional jadi Evelyne akan berusaha untuk membuat putra Mr. Jack itu agar bersedia mengelola perusahaan. Evelyne yakin tidak akan gagal kali ini.
Apalagi dia dengar Mr. Ken akan datang, aaah malas sekali jika berhadapan dengannya.
"Baik Sir, saya akan persiapkan keberangkatan untuk besok dan juga saya akan melakukan apa yang Mr. Jack inginkan, saya yakin saya bisa"
"Kamu seseorang yang penuh percaya diri saya suka, seandainya kamu tidak mempunyai pacar saya akan menjodohkan kamu dengan anak saya" ucap Mr. Jack dan Evelyne hanya tersenyum manis.
Untung saja
.
.
.
.
.
Seoul Korea Selatan
Ini adalah hari yang paling ditunggu oleh Azelvin, dimana pada hari ini Azelvin akan wisuda. Terlihat Ezra dan Axel juga hadir di acara itu untuk menemani Azelvin. Azelvin tidak mengharapkan orang tua nya untuk datang, karena dia tahu kondisi mama nya yang masih belum juga sembuh dan papa nya yang sibuk dengan segala macam pekerjaan.
"Selamat bro" ucap Axel
"Happy graduation" imbuh Axel
"Happy graduation vin" ucap Ezra
"Tumban pacar lo nggak ngekor"
"Dia ada kerjaan, sibuk banget dia sekarang" ucap Ezra
"Lo gimana xel? Udah taken belum?" Tanya Azelvin
"Dia mah.... Nggak berubah dari dulu sampai sekarang masih aja suka mainin hati perempuan, dasar buaya" ucap Ezra
"Hati hati jadi jomblo abadi" ucap Azelvin
"Situ nggak ngaca?"
"Seenggaknya guekan nggak mainin hati perempuan, gue memperjuangkan seorang perempuan"
"Memperjuangkan apaan? Bertahun-tahun nggak dapet-dapet, itu memperjuangkan hati perempuan atau memperjuangkan tahta"
"Dia tuh perempuan spesial jadi susah dapetinnya"
"Dikasih kacang ya?"
"Lo pikir cewek gue martabak apa?"
"Sorry sorry, gue salah denger apa gimana ya? Cewek lo?" Ucap Ezra mulai ikut berbicara.
"Tau tuh, ngaku ngaku Lo"
"Semuanya butuh proses kali, gue akan sabar kok"
"Situ sabar mulu, kalau nggak ada usaha juga percuma"
"Sebagai satu-satunya orang yang tidak jomblo disini, gue kasih nasehat sama kalian para jones, kalau mau dapet yang spesial harus siap dengan segala tantangan, berjuang dan harus sabar. Gue doain semoga kalian nggak lama lama jones deh" ucap Ezra dengan sombongnya.
"Gue nggak jomblo ya"
"Lo buaya" ucap Azelvin menanggapi Axel.
"Enak aja itu congor asal ngejeplak aja, gue bukannya buaya tapi gue memilih yang terbaik diantara yang baik, jadi nggak ada salahnya dong deket sama banyak cewek."
"Terserah" ucap Azelvin dan Ezra bersamaan. Axel kesal dan menampakkan wajah cemberutnya.
"Lo langsung pulang ke Indonesia?" Tanya Ezra
"Iyalah"
"Gak sabar ketemu sama kekasih hati" ucap Axel
"Sok tau lo"
"Emang lo nggak mau ketemu Evelyne?" Tanya Ezra
"Iyalah, gila aja gue nggak ketemu sama dia, kangen banget gue sama dia"
"Kirain"
"Vin itu bokap lo bukan sih?" Tanya Axel yang melihat kearah seseorang yang tengah berjalan kearah mereka.
"Mana?" Tanya Ezra
"Itu, lo nggak lihat?" Ucap Axel menunjukan seseorang yang dimaksud nya.
"Tumben"
"Waah beneran itu bokap Lo vin"
"Congratulation my son, and happy graduation"
Azelvin hanya tersenyum simpul.
.
.
.
.
.
Tokyo Jepang
Kini Evelyne sedang bersama Mr. Jack untuk menyelesaikan pekerjaan yang terakhir di Jepang, sebenarnya belum genap seminggu ia di Jepang tetapi karena sesuatu telah terjadi di perusahaan Alsh galaxy company yang berada di Jakarta sehingga, Evelyne dan Mr. Jack harus segera kembali ke tanah air.
"Evelyne, saya berharap banyak pada kamu" ucap Mr. Jack, dan Evelyne tahu apa yang dimaksudkan.
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin"
"Anak saya itu benar-benar, membuat darah tinggi saya naik"
"Mr. Jack tenang saja, saya akan melakukan yang terbaik"
"Evelyne, belum satu Minggu anak saya mengelola perusahaan tapi apa yang dia lakukan sekarang? Maaf sudah banyak merepotkan kamu Evelyne, saya akan memberikan gaji tambahan bulan ini"
"Itu sudah menjadi kewajiban saya untuk bekerja dengan baik"
"Jadi... Saya tidak perlu memberikan gaji tambahan?"
"Sebenarnya jika ada gaji tambahan saya akan lebih semangat dalam bekerja"
"Oke-oke saya paham"
"Sir... apa pekerjaan kali ini sudah selesai?"
"Iya"
"Kalau begitu lebih baik kita bersegera ke bandara, agar tidak ketinggalan pesawat"
"Baiklah"
.
.
.
.
.
Kini Evelyne kembali menapakkan kakinya di tanah air.
"Evelyne, kamu sudah mempersiapkan apa yang saya katakan bukan?"
"Iya Sir, kita langsung menuju Alsh galaxy company sekarang"
.
.
.
Setelah sampai di Alsh galaxy company, Evelyne segera menuju ruangan CEO yang dulu menjadi ruangan Mr. Jack, tetapi sekarang telah pindah tangan ke anaknya. Sementara itu Mr. Jack langsung ke lantai atas, karena Evelyne sudah meminta seseorang menyiapkan makan malam untuk Mr. Jack dan sang putra.
Pintu ruangan CEO tertutup, Evelyne membukanya sedikit, dari situ dapat dia lihat pakaian yang dia persiapkan untuk sang CEO baru masih seperti semula, masih melekat pada manekin.
Kemudian dia membuka pintu perlahan agar tidak menganggu, dan dia lihat seorang pria dengan pakaian yang kurang pantas digunakan untuk ke kantor, apalagi posisinya sebagai CEO, pria itu mengenakan kaos hitam, topi, dan juga celana selutut. Dia tengah duduk di kursi yang biasa diduduki Mr. Jack, sembari menundukkan kepalanya, dan fokus pada game di ponselnya. Orang seperti apakah CEO barunya ini?
"Eekhem... Permisi Sir. Anda sudah ditunggu Mr. Jack di lantai atas" ucap Evelyne dan orang yang diajaknya berbicara mendongakkan kepalanya melihat kearah Evelyne.
"Evelyne"
Apalagi ini Ya Tuhan???
"Kita jodoh" ucap orang itu sembari tersenyum.
"Maaf, Sir anda sudah ditunggu Mr. Jack mari ikut saya"
"Kemana? Pelaminan?"
"Kelantai atas, mari" ucap Evelyne dan segera berjalan cepat untuk ke lantai atas serta diikuti oleh CEO baru.
Ketika di dalam lift mereka berdua saja, tidak ada orang lain.
"Kalau gue tau lo sekretaris disini, gua nggak akan nolak permintaan bokap gue"
"Anda tenang saja Sir, saya akan resign besok"
"Kamu tidak akan bisa melakukannya, cobalah"
Pintu lift terbuka dan Evelyne segera keluar, mengabaikan ucapan CEO barunya.
"Mr. Jack putra anda sudah datang"
"Kemari vin, Evelyne bisakah kamu ikut makan malam kali ini?"
"Maaf Sir tapi saya...." ucap Evelyne yang terpotong
"Masa bertemu dengan CEO barunya seperti itu, jika kau ingin menjadi sekretaris yang baik...." Ucap orang itu memotong ucapan Evelyne, dan Evelyne juga memotong ucapan orang tersebut yang menurutnya ingin menjatuhkannya.
"Baik saya akan ikut makan bersama"
"Kalian berdua duduklah" ucap Mr. Jack pada dua orang didepannya.
"Evelyne ini anak saya Azelvin, dia baru lulus beberapa hari yang lalu, dan Azelvin ini sekretaris saya Evelyne, Evelyne ini sudah hampir dua tahun menjadi sekretaris papa dan akan menjadi sekretaris mu, cantik bukan?"
"Sangat cantik"
"Apa Azelvin?" Tanya Mr. Jack yang bingung mendengar pernyataan dari putranya.
"Tidak tidak, pemandangan disini sangat cantik"
"Ooh, papa pikir kamu tertarik dengan Evelyne, tetapi sayang sekali Evelyne sudah mempunyai pacar dan sudah menjalin hubungan kurang lebih lima tahun"
"Pacar? Lima tahun? What? Siapa? Edzard? Atau cowok lain?" Ucap Azelvin dalam hati.
"Eeem.. sudah memiliki pacar? Kalau boleh tau siapa?" Tanya Azelvin yang tidak ingin berlama-lama penasaran.
"Kalau tidak salah namanya, Alvero kan? Mereka cocok sekali, bahkan dulu itu Alvero mengantar Evelyne untuk melamar pekerjaan disini."
"Sangat tidak cocok"
"Apa vin?" Tanya Mr Jack
"Eeem itu, warna kursi dengan meja ini tidak cocok"
"Bukankah warnanya sama sama merah?"
"Kurang berwarna"
"Mr. Jack dan Mr. Azel saya permisi"
"Biar sopir mengantarkan mu Evelyne"
"Terimakasih banyak, tetapi tidak perlu, sudah ada yang menunggu saya di bawah"
"Alvero?" Tanya Mr. Jack dan Evelyne hanya mengangguk.
"Hati hati Evelyne"
"Baik Sir ... permisi"
.
.
.
.
.
Apartemen Edzard
Evelyne berkunjung ke apartemen Edzard selepas dia bekerja, dia memang sering ke apartemen Edzard, untuk melatih keberaniannya, agar Evelyne tidak menjadi orang yang lemah. Dan kini Evelyne ke apartemen Edzard dengan tujuan untuk memberi tahu apa yang terjadi di kantor tadi.
"Jadi, Azelvin itu CEO baru?" Tanya Edzard yang terkejut dengan pernyataan Evelyne sebelumnya. Dan Evelyne hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan dari Edzard.
"Jadi gue harus gimana Ed? Apa gue resign aja ya?"
"Jangan"
"Terus?"
"Kalau lo resign, lo akan terus takut sama dia, percuma dong usaha gue selama ini untuk buat lo jadi orang yang nggak penakut, kalau lo sama dia aja takut lo akan terus dianggap lemah"
"Tapi...."
"Dengerin gue dulu, Lo Evelyne cewek kuat, buang semua rasa takut lo sama Azelvin"
"Nggak bisa"
"Dengerin dulu makanya, tatap mata gue" pinta Edzard yang dituruti Evelyne.
"Evelyne, Lo itu perempuan kuat, lo harus inget ada Zidan yang harus lo perjuangin, kalau Lo nggak kerja gimana dia bisa sembuh. Dan Lo itu bukan Evelyne yang dulu, Evelyne yang dulu dan Evelyne yang sekarang itu beda. Apa yang membuat Lo takut sama Azelvin?"
"Yaa... Karena itu, kalau Lo ada diposisi gue mungkin lo akan melakukan hal yang sama"
"Kalau gue jadi lo, gue akan bales perbuatan Azelvin"
"Maksudnya?"
"Azelvin udah nyakitin lo dan ngancurin hidup lo kan? Azelvin juga harus merasakan apa yang lo rasain"
"Serius gue nggak paham"
"Bales apa yang udah dia perbuat"
"Lo nyuruh gue bales dendam?" Tanya Evelyne yang dijawab anggukan oleh Edzard.
"Nggak-nggak, gue nggak sejahat itu" ucap Evelyne menolak.
"Lo bukan jahat, tapi lo cuma bales apa yang dia perbuat"
"Caranya?"
"Mudah aja"
"Mudah gimana? Gue aja nggak bisa natap matanya gue nggak sanggup"
"Ya perlahan-lahan lah"
"Emang bisa?"
"Bisa kalau lo mau, dan yang harus lo lakuin adalah"
"Apa?"
"Buat Azelvin jatuh cinta sama lo, sampai dia gak bisa hidup tanpa lo, pada saat dia udah cinta banget sama lo, Lo hanya perlu ninggalin dia dan selesai. Simpelkan?"
"Nggak segampang itu buat dia jatuh cinta, Lo nggak tahu siapa mantan Azelvin, Elsa dia itu cantik banget"
"Lo pasti bisa buat dia jatuh cinta, tapi inget, Lo jangan langsung tiba-tiba perhatian sama dia, nanti dia curiga, lakuin apa yang biasa lo lakuin, dan lo berubah perlahan lahan"
"Lama dong"
"Semua butuh proses tinggal lo aja mau apa nggak"
"Gue pikir-pikir dulu deh"