
Jakarta Indonesia
"Kenapa lihatinnya gitu banget? Terharu ya" ucap Azelvin yang melihat ekspresi Evelyne saat dia memberikan sebuah helm.
Ya... Sesuai rencana Azelvin tadi malam, hari ini mereka akan menaiki motor berkeliling kota.
Helm yang diberikan Azelvin nampak familiar bagi Evelyne... Tentu saja karena helm itu adalah helm yang sering dia gunakan ketika Azelvin mengantarkannya pulang sekolah atau mengajaknya pergi suatu tempat dengan menggunakan motor.
Kenapa Azelvin menyimpannya?
Dia sengaja menyimpan atau malas untuk membuang?
Atau....
"Gak gue biasa aja tuh"
"Yakin? Helm ini masih kaya dulukan?" Tanya Azelvin dan Evelyne mengangguk.
"Mau kemana kita?" Tanya Evelyne
"Gak sabar ya Lo?"
"Biasa aja siih... Tapi kalau nanti nanti keburu panas"
"Hemb... ngeles aja lo, Lo pengen kemana?"
"Ke rumah tidur"
"Iissh tidur mulu kerjaan lo, udah kaya koala aja"
"Ya gapapalah koala imut"
"Yaudah ayo buruan naik, kita lihat koala"
"Emang di Jakarta ada koala?" Tanya Evelyne
"Udah deh. Ayo naik" ucap Azelvin dan dituruti oleh Evelyne.
"Azelvin"
"Hah APA?"
"yang handle pekerjaan di kantor siapa?"
"GUE GAK DENGER, SUARA LO KEBAWA ANGIN"
"MAKANYA PELANIN MOTORNYA, GAK USAH NGEBUT NGEBUT" ucap Evelyne akhirnya Azelvin mengurangi kecepatan laju motornya.
"Bilang aja lo mau lama-lama gue boncenginkan? Biar bisa peluk peluk gue sesuka hati"
"Diih... KEPEDEAN" ucap Evelyne dan melepaskan pelukannya di pinggang Azelvin.
"Udah gausah gengsi, kalau mau peluk peluk aja gak papa"
"Gak mau"
"Really? Kalau lo jatuh gue gak tanggungjawab"
"Bodo" ucap Evelyne dan diam, padahal tadi Evelyne ingin menanyakan suatu hal penting, tapi tidak jadi karena Azelvin yang terus saja menggodanya.
Mereka kini berhenti pada sebuah tempat yang asing dimata Evelyne.
"Dimana?" Tanya Evelyne
"Jangan banyak tanya" jawab Azelvin, akhirnya Evelyne mengikuti langkah kaki Azelvin.
"Waah ini benar-benar menakjubkan" ucap Evelyne yang dibuat terpana dengan apa yang dilihatnya.
"Suka"
"Ya.." ucap Evelyne sembari mengangguk.
"Azelvin, fotoin gue dong"
"Enak aja, lo pikir gue..." Ucap Azelvin terhenti karena melihat ekspresi wajah Evelyne yang menurutnya sangat.... Cute, tatapan matanya sangat berharap jadi mau tak mau....eetss sebenarnya Azelvin mau tetapi dia hanya ingin menggoda Evelyne saja.
"Oke... Tapi ada syaratnya"
"Iiissh syarat syarat-syarat segala" kesal Evelyne yang mengerucut bibirnya, untuk saja Azelvin masih bisa mengontrol dirinya.
"Gampang kok, seharian ini lo temenin gue, kemanapun yang gue mau, gimana?"
"Ya gak bisa gitulah" Evelyne yang tidak setuju dengan penawaran dari Azelvin.
"Terserah lo sih. Cuma nemenin gue apa susahnya sih? Lo nggak tahu, gue ini masih dalam masa berduka"
"Selalu saja seperti itu... Oke-oke"
"Naah gitu dong" ucap Azelvin mengangkat satu alisnya.
Evelyne_chamlin
Ku rasa hari ini hari bahagia...
.
.
.
Museum Macan
Disukai oleh @Edzardzch @vero_ray dan 1.857.937
Lihat semua komentar 2046
@Gracceliccian gak ngajak weeh😒
@vero_ray cantik
@Edzardzch gk ngajak😔, sama siapa?
Evelyne terlalu malas untuk menjawab komentar dari teman-temannya apalagi dari orang yang tidak dia kenal.
Apa? Evelyne harus menjawab komentar dari Edzard?
Bagaimana ini?
"Evelyne" panggil Azelvin dan hanya dijawab deheman oleh Evelyne.
"Vero... Dia masih stalking lo" ucap Azelvin, yang membuatnya mengernyitkan dahi.
Kemudian Evelyne melihat layar ponselnya, benar saja Vero telah menyukai postingan di Instagram Evelyne.
Ada rasa cemas yang mulai dia rasakan, namun dia berusaha tenang.
"Semuanya baik-baik saja Evelyne, hanya sekedar menyukai postingan mu tidak akan membuat hidup mu hancur" ucap Evelyne dalam hati.
"Biarin"
"Terserah lo sih" ucap Azelvin
Sudah cukup lama mereka berdua bersenang-senang disini, akhirnya mereka pergi ketempat lain.
Akhirnya mereka sampai ke tempat lain.
"Mau kemana lagi ini?" Tanya Evelyne
"Berisik, udah ayo" ucap Azelvin dan Evelyne hanya melangkahkan kakinya mengikuti langkah Azelvin.
"Ayo, naik" ucap Azelvin yang sudah terlebih dahulu menaiki sebuah perahu.
"Lo aja deh, gue tunggu disini"
"Udah ayo, takut?"
"Gaklah... Panas ini"
"Sesekali lo harus terpapar sinar matahari secara langsung"
"Kalau pagi-pagi sih nggak masalah... Ini udah siang vin"
"Buruan naik... Naik"
"Iya" ucap Evelyne yang perlahan mulai menaiki perahu dan dibantu oleh Azelvin.
Perahu mulai melaju, ternyata tidak sepanas yang dibayangkan oleh Evelyne, bahkan Evelyne terlihat menikmati semilir angin yang menerpa.
"Evelyne lihat sini" ucap Azelvin sedikit berteriak karena jarak mereka lumayan jauh dan ditambah semilir angin yang berhembusan.
Evelyne yang merasa terpanggil akhirnya menoleh ke arah Azelvin dan.....
Azelvin berhasil memotretnya.
"Azelvin" teriak Evelyne... Dia tahu apa yang dilakukan Azelvin, Evelyne melangkahkan kakinya mendekat kearah Azelvin. Karena kondisi perahu yang sedikit terombang-ambing, membuat Evelyne hampir saja limbung jika Azelvin tidak memegangnya, hal itu menyebabkan jarak antara mereka sangat dekat, perlahan Azelvin mengikis jarak itu dengan mendekat dan....
Huuuuffttthhh
Azelvin meniup wajah Evelyne yang membuat Evelyne menutup matanya.
"Apaan sih"
"Cie... Berharap dicium ya..."
"Gak dan gak akan pernah"
"Yakin?"
"Yes, i'm sure of my words"
Kini mereka sudah selesai dengan kegiatan menaiki perahu.
Mereka berhenti sejenak di kursi taman. Evelyne mengibaskan tangannya didepan muka, karena merasa gerah, Azelvin yang melihat hal itu menangkup wajah Evelyne menggunakan kedua tangannya dan Evelyne memejamkan matanya menikmati hembusan angin dari mulut Azelvin.
"Gimana?" Tanya Azelvin
"Apanya?" Tanya Evelyne balik karena dia bingung dengan pertanyaan Azelvin.
"Hari ini, seneng gak?"
"Eeem... Ya... Tapi..."
"Tapi?..."
"Laper"
"Yaudah cari makan"
"Kok cari makan? Situ miskin? Beli dong"
"Kalau gue miskin, Lo apa? Gue kan atasan Lo"
"Hemb ya deh..."
Azelvin melajukan motornya dan berhenti pada sebuah restoran.
Mereka memilih salah satu tempat yang strategis, karena di tempat itu pemandangan indah terlihat jelas.
Evelyne mulai menyantap makanan setelah apa yang mereka pesan datang.
"Laper?" Tanya Azelvin dan Evelyne mengangguk.
"Evelyne"
"Apa?"
"Foto" ucap Azelvin yang memegangi ponselnya.
.
.
.
Thank you for today @Evelyne_chamlin
Disukai oleh @epraimaxel @Ezra_quille dan 1.975.342 lainnya
Lihat semua komentar 7902
@Gracceliccian eekhem
@Ezra_quille batuk pak haji?
@Gracceliccian apasih? Ak msh mrh sm km 😑
@Aleston_zelvin jngn pcrn di lapak orang @Gracceliccian @Ezra_quille
@epraimaxel apanih rame-rame?
@Ezra_quille kambing kawin @epraimaxel
@Aleston_zelvin kmng kwn, lu ny kpn? @Ezra_quille
@sicantik_punya Azelvin tmbh gntng aj masa depan, ehh sapa tuh
@Ezra_quille yg pntng gue gk jomblo @Aleston_zelvin
@Aleston_zelvin bntr lg jg gk @Ezra_quille
@Gracceliccian jasa free tag @Evelyne_chamlin
.......
"Grace sama Ezra berantem ya?" Tanya Evelyne
"Mana gue tahu"
"Lo gak baca komentar di postingan Lo?" Tanya Evelyne
"Cie stalker" ucap Azelvin semberi tersenyum penuh arti.
Damn
"Gak sengaja"
"Yakin?" Goda Azelvin
"Udah aah... Pulang"
"Cie salting"
Evelyne berjalan pergi meninggalkan Azelvin, entah kenapa keadaan jantungnya saat ini tidak bisa dibilang baik-baik saja.
"Gue kenapa sih, senyum-senyum" ucap Evelyne sembari menepuk kedua pipinya.
"Temenin gue, ke suatu tempat lagi ya" ucap Azelvin yang membuat Evelyne terkejut.
"Udah malem ini"
"Bentar"
"Oke"
Mereka telah sampai di tempat yang menjadi tujuan. Evelyne sangat familiar dengan tempat ini, dulu dia sering kemari bersama Azelvin tentunya, hanya untuk menikmati angin malam dan indahnya bintang.
Azelvin sudah berbaring di rerumputan.
"Sini" ucap Azelvin menepuk tempat disebelahnya.
"Kesini atau gue gak pulangin Lo, satu... dua...ti" ucapan Azelvin terhenti karena Evelyne sudah berbaring disebelahnya.
"Lo inget tempat ini?" Tanya Azelvin yang hanya dibalas deheman oleh Evelyne. Evelyne memperhatikan gelapnya langit malam yang tampak cantik dengan hiasan bintang-bintang.
"Evelyne" panggil Azelvin dan hanya dijawab deheman oleh Evelyne, Evelyne masih saja fokus pada apa yang dia lihat.
"Vel... Evelyne" panggil Azelvin lagi.
"Apa?" Jawab Evelyne yang masih saja fokus memandangi langit.
"Noleh bentar" ucap Azelvin dan akhirnya Evelyne menoleh kearahnya dan...
Evelyne merasakan sesuatu yang menempel di pipinya.
Azelvin mencium pipinya, ini seperti dejavu.
Evelyne menatap mata Azelvin yang kini juga menatapnya, bedanya Evelyne menatap dengan ekspresi yang sulit dijelaskan, sedangkan Azelvin menatap dengan senyuman yang terukir di bibirnya.
"Evelyne... Gue... Gue mau ngomong sesuatu yang penting... Sebenarnya gue ragu, tapi gue rasa... Gue harus ngomong ini... Evelyne... Gu... Gue..." Ucapan Azelvin terhenti.
"STOP, ayo pulang udah malem" ucap Evelyne yang sudah beranjak dan berjalan terlebih dahulu sementara Azelvin mengikuti dari belakang, terlihat kekecewaan di wajah Azelvin.
.
.
.
.
.
Rumah Evelyne
Evelyne kini merebahkan tubuhnya di atas ranjang, hari ini adalah hari bahagia. Entah kenapa Evelyne merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirinya.
Evelyne bahkan tadi tidak sempat membekas pesan dari Edzard yang ternyata sudah banyak.
Edzard ngeselin
Evelyne
Vel
Sayang😊
Evelyne
Masih krj ya?
Sibuk bngt emang?
Eeh postingan km di ig
Km prg sm siapa emng?
Evelyne
Vel
Apa?
Gpp
Lupain gk pntng jg
Knp?
Gpp
Knp sih lo
Gk jls tau
Hmb
....
"Edzard kenapa sih? Apa gue telfon aja ya?" Akhirnya Evelyne memutuskan untuk menelepon Edzard.
"Apa?"
"Lo kenapa sih?"
"Gpp, udah lupain aja, mending kerja lagi aja, kerjaan lo banyakan? Sibuk banget kayanya, sampe gak sempet buat bales chat"
"Gue hari ini gak kerja"
"Oh"
"Gue tadi nemenin Azelvin"
"Hemb"
"Kok gitu sih?"
"Ya terus?.... Gue harus gimana?"
"Ya... Eem... Lo kenapa sih. Cemburu ya?"
"Gue gak berhak"
"Lo apaan sih Ed"
"Lo yang apaan, kalau emang kemarin lo cuma kasihan lihat gue sedih, gak perlu kaya gitu vel. Kalau lo gak beneran ada rasa, Lo gak perlu bilang kaya kemarin. Mau buat gue seneng? Lo pikir gue bahagia kalau kaya gini. Enggak vel... Enggak. Lebih baik dari awal Lo jujur sama gue"
"Apaan sih lo Ed... Edzard kemarin itu gue serius. Gue gak bercanda apalagi cuma sekedar buat nenangin Lo yang sedih"
"Terserah. Gue gak percaya"
"Ed... Edzard... Lo gak percaya sama gue, gue harus gimana biar Lo percaya?"
"Gausah pura-pura lagi, sampe kaya gitu... Cukup vel... Cukup"
"Gue gak pura-pura Ed, lo kenapa sih? Tiba-tiba kaya gini"
"Kenapa? Lo masih tanya kenapa? Sekarang gue tanya deh, sebenarnya kita tuh apa sih? Lo anggap gue apa?"
"Lo pacar gue, kemarin lo udah bilang kalau gue itu pacar lo. Lo lupa? Atau gimana? Kalau lo cuma anggap ucapan gue itu sekedar main-main Lo salah Ed... Salah"
"Pacar? Kalau emang lo anggap gue pacar lo... Harusnya lo jaga perasaan gue vel"
"Kalau yang lo maksud tentang Azelvin, Lo harus tahu gue cuma nemenin dia karena dia itu masih sedih, berduka dia masih belum nerima kepergian eyang, gue gak tega lihat dia kaya gitu"
"Lo gak tega sama Azelvin, tapi lo tega sama gue"
"Bukan gitu Ed... Gue"
"Udahlah gue capek mau istirahat"
Sambungan telepon dimatikan secara sepihak oleh Edzard.
Edzard ngeselin
Ed
Besok ketemu di cafe Lo
Y
....
"Huuft seenggaknya di bales daripada di read doangkan"