
Jangan terlalu peduli dengan orang lain, karena suatu saat jika orang tersebut mengecewakanmu, Itu dapat memberi luka yang bisa saja tidak dapat kamu lupakan
Edzard Zachary
TRAUMA
IHYBILY
Zachary cafe
"Edzard udah datang?" Tanya Evelyne kepada Gevira yang merupakan pegawai di cafe ini.
"Belum Mbak, mungkin Mas Edzard sibuk. Mbak Evelyne ada janji sama Mas Edzard?"
"He'em, btw kafe gimana?"
"Sekarang semakin ramai mbak, kafe juga sekarang diperluas dan dibuat 3 lantai. Pegawai juga banyak sekarang mbak"
"Waah... Syukur deh, dulu itu pegawainya cuma saya, yang jaga kafe juga saya sama Edzard aja, dan kafe juga gak buka 24 jam"
"Sekarang Mas Edzard jarang kesini, kalau kesini cuma meeting sama kolega, itu juga jarang banget"
"Emang kalau meeting itu enaknya di kantor siih, lebih nyaman"
"Ooh gitu ya mbak, Mbak Evelyne ini ada hubungan apa sama Mas Edzard?"
"Kita itu udah sahabatan dari lama" Evelyne tersenyum.
"Mbak Evelyne mau pesan makanan dulu, atau cari tempat duduk dulu"
" Saya pesan : Sup asparagus, Tuna sandwich, mean greens, roasty potatoes Benedict, rasta punch dan strawberry squash. Nanti kalau Edzard sudah datang, bilang udah ditunggu Evelyne dilantai dua"
"Siap mbak"
Evelyne melangkahkan kakinya menuju lantai dua, dia memilih tempat duduk yang letaknya strategis karena dari posisinya pemandangan indah dapat terlihat dengan jelas.
Ekheem
Dehem seseorang yang baru saja datang, dan membuat Evelyne menoleh kesumber suara.
"Edzard udah sampai?" Evelyne basa-basi.
"Belum" ucap Edzard yang membuat Evelyne mengerucutkan bibirnya.
"Udah tau masih aja ditanya"
"Yakan... Basa-basi"
"Iya deh, udah pesan makan belum?" Tanya Edzard
"Udah kok, buat berdua"
"Makasih" kemudian terjadi keheningan diantara keduanya.
"Maaf" ucap mereka berdua bersamaan, kemudian Evelyne menatap Edzard dengan tatapan yang 'kamu dulu'.
"Maaf, kemarin gue capek banget ada kendala di kantor dan gue juga uring-uringan di kantor, setelah gue lihat postingan Azelvin di Instagram, gue jadi kebawa emosi, maaf gue kaya anak kecil yang gak bisa ngontrol emosi"
"It's okey, harusnya gue yang minta maaf Ed. Kemarin gue cuma berniat menghibur Azelvin yang masih berduka, gue tahu lo juga merasakan hal yang sama, tapi Azelvin gak punya orang tua yang ngasih perhatian ke dia, nggak kaya orang tua lo. Gue harap lo paham Ed"
"Gue percaya sama Lo" ucap Edzard menatap mata Evelyne lekat-lekat dan mengusap kedua tangan Evelyne yang sudah ia genggam.
"Makasih"
"Ekheem" dehem seseorang yang membawa pesanan mereka.
"Cie" ucap orang tersebut. Mereka berdua melepas tangan mereka yang sebelumnya saling berpegangan.
"Arthur lo kerja disini?" Tanya Evelyne
"Ya... Gitu deh, buat tambah-tambah biaya kuliah" ucap Arthur
"Emang lo belum selesai kuliahnya?"
"Udah, gue udah kerja juga, di salah kantornya Edzard, cuma ya gitu... Adik gue yang kuliah ada dua jadi ya... Gue harus cari kerja tambahan"
"Eem... Gitu ya, semangat kerja deh" ucap Evelyne
"Bagus ya gue dikacangin" timpal Edzard yang membuat Evelyne dan Arthur terkekeh.
"Naikin gajinya Arthur tuh..." Pinta Evelyne
"Kalau Arthur kerjaan rajin pasti gue naikin gajinya" ucap Edzard
"Terimakasih, gue lanjut kerja ya" ucap Arthur dan Evelyne mengangguk.
"Cobain deh strawberry squash punyaku" ucap Edzard
"Gak deh, bekas Lo"
"Justru bekas gue enak, beda rasanya"
"Gak percaya" ucap Evelyne tetapi tetap saja Evelyne mencoba minuman Edzard.
"Gimana enak?" Tanya Edzard dan Evelyne mengangguk.
"Coba ini deh" ucap Evelyne menyodorkan minumannya ke Edzard, dan Edzard meminumnya.
Mereka telah berciuman secara tidak langsung, tanpa mereka sadari.
"Evelyne... Aaa" ucap Edzard, Evelyne membuka mulutnya dan Edzard menyuapkan makanan ke mulut Evelyne.
"Eemm... Ed, gimana kerjaan di kantor, kata kamu tadi, kemarin ada kendala di kantor"
"Udah selesai kok masalahnya, tapi gue baru nyari sekretaris sih"
"Lah... Emang Elsa kenapa?"
"Bly Elsa Chenna? Dia itu jadi sekretaris gue cuma sebentar doang, kurang-lebih sebulan sih"
"Kenapa?"
"Gue gak suka cara dia kerja aja"
"Emang caranya kerja gimana?"
"Ya gitu deh..." Ucap Edzard, sebenarnya kerja Elsa cukup bagus tetapi dia tidak menyukai gaya berpakaian Elsa yang menurutnya terlalu terbuka, Edzard tidak mau sesuatu terjadi jika imannya goyah, jadi lebih baik dia memberhentikan Elsa saja.
"Eeh... Nanti ke rumah ya" ajak Edzard
"Setelah ini gue harus balik ke kantor lagi, pulang kerja gue mampir deh"
"Kalau lo capek, mending gak usah, besok-besok masih bisa"
"Oke"
"Eeh... Vel lo cuti nya kapan?"
"Kapan ya...? Gak tau juga, ada apa emang"
"Gue mau ngajak lo sama keluarga lo buat liburan, gimana? Gue bayarin deh"
"Bisa diatur"
"Tumben lo, boleh ke luar kantor, masih jam kerja kan?"
"Sekarang itu jam kerja gue udah beda, semuanya itu tergantung Azelvin, gila gak tuh?"
"Bener bener tuh sih Azelvin... Lo serius gak mau kerja di kantor gue?"
"Gak deh... Gue mau menepati janji gue"
"Janji?"
"Ya... Yang pernah gue bilang waktu itu, tentang janji gue ke Mr. Jack"
"Lo sih... Gampang bilang janji"
"Waktu itu gue tuh... Gak te..."
"Gak tega lihat Mr. Jack? Mau sampe kapan vel?Jangan terlalu perduli dengan orang lain, karena suatu saat jika orang tersebut mengecewakanmu, Itu dapat memberi luka yang bisa saja tidak dapat kamu lupakan" ucap Edzard
Kemudian terjadi keheningan sampai Evelyne membuka suara.
"Edzard... Kadang gue ingin kembali ke masa dimana belum ada beban serumit ini, gue ingin hidup menjadi anak ceria selamanya, tetapi semua hanya angan itu mustahil. Gue juga kadang berpikir kenapa Tuhan memilihku untuk mengemban beban serumit ini, yang bahkan gue gak tahu bagaimana cara menyelesaikan semuanya..."
"Gue cuma ingin hidup bahagia dengan sederhana, tapi kenapa semua ini rumit"
Edzard yang sedari tadi mendengarkan penuturan Evelyne kini dia menimpali ucapan Evelyne.
"Gue emang gak bisa jamin, Lo gak akan mengemban beban tapi gue bisa jamin semuanya akan baik-baik saja, gue akan berusaha bikin lo bahagia, gue janji gue akan berusaha bikin lo bahagia sampai akhir hayat, bahkan gue mau tetap lihat lo bahagia meskipun di alam yang berada. Itu janji gue Vel"
"Thank you... Gue rasa cuma kata itu yang pantas gue ucapkan Ed, Lo udah baik banget sama gue dari SMA meskipun kita sempat tidak pernah berjumpa. Udah banyak banget kebaikan yang lo berikan ke gue, perhatian, kasih sayang, bahkan sampai segala macam kebutuhan Lo berikan ke gue Edzard, semuanya terasa gak seimbang dengan apa yang udah gue beri ke lo, kadang gue mikir gue gak pantas buat lo Ed, gue selalu berharap lo mendapat perempuan terbaik"
"Suuutss... Dengerin gue, apa yang gue berikan semua ke lo semua terbayar lunas dengan senyum yang terukir dibibir lo. Lo adalah perempuan terbaik, gak ada yang lain"
"Thank you for all, buat semua yang lo berikan ke gue, bahkan... Cuma lo yang ada di samping gue saat gue merasa dalam titik terendah di hidup gue. Thank you"
"Coba sekali-kali bilang I love you, jangan thank you mulu"
"I love you, saranghae, aishiteru, Ti amo" ucap Evelyne dan Edzard memeluknya.
.....
Alsh galaxy company
"Kau sudah kembali? Aku baru saja ingin menelepon mu" ucap Azelvin dari tempat duduknya, yang melihat Evelyne baru saja memasuki ruangan.
"Aku sedang berbaik hati, jadi pergilah ke tempat mu dan selesaikan pekerjaan mu"
"Baik Sir"
Akhirnya Evelyne menuju tempat duduknya.
"Evelyne" panggil Azelvin
"Apa Mr. Azel membutuhkan sesuatu?" Tanya Evelyne yang sudah berdiri hendak menuju meja Azelvin.
"Tetap duduk di tempat mu, aku hanya ingin bilang, Minggu depan salah satu kolegaku memberikan liburan gratis ke Jepang, bagaimana kamu bersedia ikut?"
"Saya akan memikirkan hal itu terlebih dahulu Sir"
"Baiklah, kau dari mana tadi?"
"Zachary kafe"
"Apa yang kau lakukan disana?"
"Makan dan berbincang-bincang"
"Hanya itu?" Tanya Azelvin dan Evelyne mengangguk.
"Ada yang ingin Mr. Azel tanyakan lagi?"
"Tidak"
"Dan satu lagi, hari ini aku ingin mengantarkan mu pulang"
"Saya berangkat dengan mengendarai motor, bukan bermaksud untuk menolak permintaan mu Sir"
"Besok, aku akan menjemputmu dan mengantarkan mu pada"
"Baik Sir"
........
Kediaman Zachary
"Ooh ... Ternyata kamu vel, Bunda pikir siapa, ayo masuk" ucap Bianca
"Iya Bun, maaf malem-malem kesini"
"Gak masalah, udah ayo masuk" Evelyne mengikuti langkah kaki Bianca. Evelyne melihat Edzard duduk pada sebuah sofa di ruang keluarga, posisi duduknya itu sungguh tidak layak dilihat.
"Hai" ucap Evelyne mengejutkannya.
"Kok lo disini?" Tanya Edzard
"Emang kenapa gak boleh? Yaudah gue pulang" jawab Evelyne
"Kan gue bilang lain kali aja gak papa, gak capek emang?"
"Sedikit sih"
"Makanya, kalau dibilangin tuh nurut" ucap Edzard dan menjitak kening Evelyne, Evelyne mengaduh kesakitan.
"Kalian ini. Edzard bohongkan? Katanya kalian pacaran tapi kok... Kaya biasanya" ucap Bianca
"Bunda nih... Dibilangin gak percaya, tanya aja sama Evelyne"
"Emang kalian pacaran?" Tanya Bianca dan Evelyne
mengangguk.
"Serius?" Tanya Bianca lagi dan Evelyne mengangguk lagi.
"Tapi kok kalian?.... Aah tau deh Bunda pusing"
"Ya terus? ... Maksud Bunda kita harus gimana? Emang kalau orang pacaran gimana sih vel?" Tanya Edzard dan Evelyne mengangkat bahunya.
"Gak tau deh Bunda... Terserah kalian... Terserah. Bunda mau masak buat makan malam, daripada Bunda disini pusing kan ya... Mending Bunda masak" ucap Bianca dan berlalu meninggalkan mereka. Mereka tertawa melihat bagaimana ekspresi Bunda tadi.
"Eeh... Mau kemana?" Tanya Edzard menarik tangan Evelyne agar duduk disampingnya.
"Bunda masak"
"Ya terus kenapa coba?"
"Gue mau bantuin lah, ntar gue dikira calon menantu durhaka lagi"
"Iih, calon menantu- calon menantu, berharap banget ya..." Ucap Edzard menggoda Evelyne dengan memegang dagunya dan menepuk pipi Evelyne menggunakan jari jempolnya.
"Tau ah..."
"Gitu aja ngambek sih"
"Yaudah gue bantu Bunda dulu"
"Ngapain sih? Udah ada Mbak Mira juga... Udah deh duduk sini" Edzard menarik tangan Evelyne agar Evelyne terduduk disampingnya, namun karena Evelyne yang lengah, sehingga kepala mereka berbenturan.
Evelyne mengaduh kesakitan, Edzard dengan sigap meniup sembari mengusap kepala Evelyne.
"Sakit ya..."
"Iyalah" ucap Evelyne mengerucutkan bibirnya.
"Gak sengaja" ucap Edzard tersenyum lebar hingga menunjukkan deretan giginya, Edzard mencubit hidung Evelyne.
"Sakit... Edzard iish"
"Hidungnya merah, udah kaya badut tau"
"Siapa yang buat kaya gini coba"
"Maaf" ucap Edzard tetapi Evelyne masih terlihat kesal, sehingga Edzard memeluknya erat, Evelyne tidak hanya diam saja, dia memberontak, bahkan sempat menginjak kaki Edzard, tetapi kini Edzard sudah mengunci kedua kaki Evelyne menggunakan kedua kakinya. Sehingga Evelyne sekarang sudah tidak bisa terlepas dari kukungan Edzard.
"Edzard lepasin... Edzard"
"Gak"
"Lepasin atau aku gigit nih..."
"Belum apa-apa udah main gigit gigit aja, liar banget sih"
"Ya makanya lepasin, atau aku gigit tangan kamu"
"Gigit aja, aku gigit leher kamu"
"Apaan kok kaya gitu sih"
"Kalau mau lepas, cium dulu dong"
"Kalian ini... Astaga, bunda gak lihat kok" Bianca baru saja datang.
"Kalau ada orang aja, sok-sok an biasa aja, sekarang malah main cium pipi, itu apalagi... Posisi kalian udah kaya koala sama pohon tahu, pacarannya nanti dulu, udah ayo makan" cibir Bianca.
"Bunda nih... Ganggu aja" kesal Edzard.
"Lepasin Edzard... Gerah tau, lepasin"
"Gak, Bunda duluan aj.... Aaaaww" teriak Edzard kesakitan karena Evelyne menggigit tangannya, akhirnya Evelyne terlepas dari kukungan Edzard.
"Ayo Bunda, kita tinggalin Edzard disini"
"Rese banget kamu ya"
.....
Azelvin POV
Aku merasa kamu sedikit berbeda dengan yang kemarin vel, atau ini hanya perasaan ku saja?
Entahlah?
Yang pasti aku masih mengingat hal yang kemarin kita lalu bersama, entah kau akan selalu ingat atau tidak, tapi aku senang... Aku senang melihat mu bahagia.
.....
Edzard POV
Aku merasa menjadi orang yang paling bahagia saat ini, entah dengan nanti, aku tidak tahu.
Yang ku harapkan aku ingin selalu melihat kebahagiaan mu.
Entah dengan siapa kau bahagia, aku akan merelakannya.
Senyum mu lebih penting dari perasaan ku.
Tenang saja aku masih bisa mengontrol diri.
.....
Evelyne POV
Aku tidak pernah tahu bagaimana rencana Tuhan nanti. Yang jelas aku percaya Tuhan tau bagaimana takdir yang baik untuk ku.
Aku sudah yakin dengan keputusan ku.
Aku ingin kehidupan seperti air yang mengalir, aku juga akan demikian membiarkan hidupku mengalir sesuai dengan rencana Tuhan dan selesai.
Semoga Tuhan mencurahkan kebahagiaan bagi semua umatnya.