
"Gue lemah, gue pecundang vel, gue nggak bisa melakukan apapun buat Lo"
Azelvin
Kediaman Zachary
Evelyne kini duduk di kursi menikmati hidangan makanan bersama keluarga Zachary.
"Evelyne, kamu sekarang kerja dimana?" Tanya Ravindra.
"Alsh galaxy company" jawab Evelyne.
"Oohww. Di perusahaannya Jackson Aleston, bukannya Jackson sekarang ada di Jepang?"
"Iya om, yang mengelola Alsh galaxy company Jakarta itu putra beliau" ucap Evelyne.
"Azelvin? Beneran Azelvin yang ngelola?" Tanya Ravindra yang kelihatan heran.
"Iya om, Om Ravindra mengenal Pak Jackson?" Tanya Evelyne.
"Iyalah" jawab Ravindra.
"Temennya om?" Tanya Evelyne lagi.
"Bukan, Jackson itu..." Ucap Ravindra yang terpotong.
"Pa, bukannya papa ada meeting sama kolega penting? Udah jam segini pa, mending papa berangkat sekarang daripada nanti kolega papa nunggunya kelamaan" ucap Edzard tiba-tiba.
"Oooh iya, yaudah papa berangkat dulu" pamit Ravindra.
"Ed kok bokap lo tau tentang Mr. Jack?" Tanya Evelyne yang masih penasaran.
"Ya... Ya taulah, secara Jackson Aleston itu pengusaha besar siapa yang nggak tahu? Apalagi Alsh galaxy company itu rival Zachary company" jawab Edzard.
"Rival? Kenapa?" Tanya Evelyne lagi.
"Lo taukan Alsh galaxy company sama Zachary company itu perusahaan besar yang bergerak di bidang yang sama"
"Kenapa nggak jadi partner aja, kalau misalnya Alsh galaxy company dan Zachary company kerjasama itu dapat menimbulkan keuntungan besar buat keduanya"
"Udah nggak usah bahas ini lagi, gue nggak suka"
"Oke, sorry"
"Kalian ngapain ribut-ribut, cicip dulu ini cake buatan Bunda Bianca"
"Waaah aromanya bikin laper" ucap Edzard.
"Bukannya tadi udah makan?" Tanya Evelyne
"Laper lagi kalau nyium aroma masakan Bunda"
"Masakan Evelyne juga enak" tutur Bianca.
"Tapi masih enak masakannya bunda"
"Sama aja kok, Evelyne cuma kurang berlatih aja, Evelyne harus sering sering masak, nanti juga masakan kamu makin enak rasanya"
"Tuuh dengerin, biar jadi istri yang baik" Edzard berbisik pada Evelyne tapi masih bisa terdengar oleh Bianca.
"Istri istri, lamar aja belum" sindir Bianca
"Ooh iya... Bunda, acara ulang tahun eyang gimana?" Tanya Edzard
"Untung kamu ngingetin Ed, oh iya Vel Minggu depan dateng ke acara keluarga Tante ya"
"Tapi Tante, Evelyne itu orang lain"
"Kamu ngomong apa sih Vel, kamu itu udah Tante anggap keluarga sendiri, udah ya Tante tinggal dulu" Bianca pergi meninggalkan dua manusia.
"Oooh iya Ed, acaranya hari apa?" Tanya Evelyne
"Hari Kamis" jawab Edzard
"Oooh"
"Sial" umpat Evelyne dalam hati
Flashback
"Evelyne" panggil Azelvin
"Ya Sir" jawab Evelyne setelah menghampiri Azelvin
"Hari Kamis depan, tolong kosongkan jadwal saya"
"Baik Mr. Azel" ucap Evelyne dan mengangguk.
"Dan satu lagi, kamu ikut saya" Azelvin yang membuat Evelyne mengerutkan keningnya
"Ikut?" Tanya Evelyne untuk memastikan
"Ya... Saya ada acara keluarga, jadi kamu harus temani saya"
"Tapi Sir, itu adalah acara keluarga jadi saya rasa, saya tidak perlu..." Ucapan Evelyne terpotong
"Kamu hanya perlu ikut, saya tidak mau pergi sendiri, dan kamu tidak perlu khawatir karena saya akan memberikan gaji tambahan"
Sebenarnya Evelyne malas, tapi mau bagaimana lagi, orang idiot di depannya ini pasti akan mengadu kepada ayahnya dan akan membuat Evelyne merasa tidak enak hati.
Sudahlah lebih baik Evelyne menuruti saja apa keinginan bosnya itu, bukankah tadi Azelvin bilang akan memberinya gaji tambahan.
"Baik Sir"
Flashback off
"Vel" ucap Edzard membuyarkan lamunan Evelyne.
"Eeh... Apa?" Tanya Evelyne
"Lo bisa nggak, kalau nggak bisa sih nggak papa, udah biasa juga" sindir Edzard
"Gimana ini" ucap Evelyne bimbang dalam hati.
"Eeem... Oke-oke"
"Bisa nggak?"
"Bisa kok bisa"
Alsh galaxy company
Evelyne kini berkutat dengan pekerjaannya, sesekali dia melirik kearah Azelvin yang juga berkutat dengan pekerjaannya.
Sebenarnya ada hal yang ingin Evelyne bicarakan dengan Azelvin tetapi Evelyne ragu untuk menyampaikannya. Namun jika Evelyne tidak menyampaikannya dia akan berada dalam situasi yang dapat membuatnya kesulitan.
Evelyne dengan perlahan melangkahkan kakinya mendekat ke meja kerja Azelvin.
"Mr. Azel" panggil Evelyne dan Azelvin mendongakkan kepalanya untuk melihat Evelyne.
"Ada sesuatu hal yang ingin saya sampaikan" ucap Evelyne
"Bicara saja"
"Mengenai hal yang Mr. Azel sampaikan tempo lalu" ujar Evelyne setengah setengah, karena dia ragu untuk menyampaikannya.
"To the poin"
"Saya tidak bisa menerima ajakan Mr. Azel untuk menghadiri acara keluarga anda Kamis depan"
"Itu bukan ajakan tapi perintah, saya tidak menerima alasan apapun dari kamu untuk tidak ikut dengan saya. Paham?" Ucap Azelvin yang di jawab anggukan oleh Evelyne.
Evelyne kembali ke meja kerjanya dengan kesal, dia menghembuskan nafas kasar. Evelyne mengetik dengan cepat dan kasar, sehingga menimbulkan suara dari keyboard yang dapat didengar oleh Azelvin.
"Jika kamu tidak ingin menemani saya di acara keluarga saya tidak apa" Evelyne hendak membuka suaranya tetapi didahului Azelvin. "Tapi setelah itu, kamu tidak perlu menginjakkan kaki mu di Alsh galaxy company" imbuhnya.
Seharusnya Evelyne senang dengan penuturan Azelvin, Evelyne bisa saja bekerja di Zachary company, hanya saja janjinya dengan Jack tidak bisa dia ingkari begitu saja. Entah mengapa Evelyne sangat peduli dengan Jackson Aleston.
"Bagaimana?" Tanya Azelvin.
"Saya akan menemani anda" mengalah Evelyne dan kembali fokus pada apa yang dia kerjakan.
Kediaman Evelyne
Evelyne merebahkan tubuhnya menghilangkan penat yang dia rasakan.
"Gimana ya?? Masa gue bilang ke Edzard kalau nggak bisa sih? Kan gue udah terlanjur bilang bisa. Edzard terlalu baik sama gue, gue jadi nggak enak batalinnya. Tapikan gue juga harus nemenin Azelvin ke acara keluarganya. Kenapa sih?? Acara keluarga Azelvin sama ulang tahun eyangnya Edzard harus bersamaan" monolog Evelyne.
"Apa gue ke acara keluarga Azelvin dulu terus ke ultah eyangnya Edzard, yaa... Gitu aja deh. Telat nggak papa yang penting gue dateng ke ulangtahun eyangnya Edzard" imbuh Evelyne.
Hari H
Hari ini adalah hari dimana Evelyne akan menghadiri acara keluarga Azelvin sekaligus ulang tahun eyangnya Edzard.
Kini Evelyne sedang berada di dalam mobil bersama Azelvin, mereka sedang menuju ke restoran seafood, bukan karena mereka ingin makan terlebih dahulu tetapi memang acaranya berada di sana.
Evelyne kini tengah membalas pesan pada Edzard.
Evelyne
_edzard
_evelyne
Ultah eyang bntr lg di mulai
Lo dmn?
Biar gue jmpt aj
_edzard
Nggak usah
Lo share lokasinya aj
_evelyne
Edzard share a location
"Ekheem, bisakah kau menyimpan ponsel mu dulu" cibir Azelvin.
"Baik Sir"
"Nanti kamu tidak boleh memanggil ku seperti itu"
"Hah?"
"Azelvin, kamu hanya perlu memanggil ku seperti itu, tidak perlu dengan embel-embel "
"Tidak bisa Sir, pasti nanti Mr. Jack juga terdapat disana bukan? Jadi tidak sopan jika saya memanggil anda seperti itu"
"Hanya menurut saja apa susahnya" Evelyne tidak menjawab ucapan Azelvin.
______
Mereka telah sampai di depan restauran. Evelyne melihat ponselnya, ternyata lokasi yang di share oleh Edzard sama dengan lokasi dia berada saat ini.
Atau mungkin acara ulang tahun eyangnya Edzard juga dilaksanakan di restoran ini juga? Jika iya. Ini akan mempermudah Evelyne.
Evelyne mengikuti langkah Azelvin, Evelyne sampai pada sebuah ruangan yang sudah di dekorasi sedemikian rupa. Dan terdapat beberapa orang yang sudah berada di sana. Mungkin lantai dua pada restoran ini sudah di sewa oleh keluarga Azelvin.
"Azelvin" panggil Jackson dan semua orang yang ada disana melihat kearah Azelvin dan juga Evelyne. Azelvin melangkahkan kakinya kemudian duduk.
"Kalian datang bersama?"
"Iya Bunda"
"Oooh, makanya tadi gue jemput nggak mau" cibir Edzard.
"Perempuan ini, siapa?" Tanya perempuan paruh baya.
"Dia sekretaris Azelvin"
"Lalu? Dari mana kalian bisa mengenal perempuan ini?" Tanya perempuan itu.
"Dia dulu, pernah bekerja di kafe Edzard"
"Ooh, jadi dia hanya pegawai kalian. Syukurlah, ku kira dia kekasih dari salah satu cucu ku" ucap perempuan paruh baya itu yang membuat hati Evelyne tersinggung, untung saja Evelyne sudah kebal dengan hal-hal yang seperti ini.
"Eyang, Evelyne ini orangnya profesional dan ulet, dia jug..." Ucapan Mr. Jack terpotong.
"Maka dari itu dia cocok jadi pegawai, Lin Lin... Siapa tadi?" Tanya eyang
"Evelyne eyang" Evelyne membenarkan.
"Ya siapalah... Kamu jangan coba-coba untuk menggoda kedua cucu ku, sadar siapa kamu" peringatan eyang yang ditujukan kepada Evelyne.
"Eyang, Evelyne bukan orang yang seperti itu" bela Ravindra.
"Aku sudah mengenal Evelyne sejak dia SMA, tidak mungkin Evelyne seperti itu" imbuh Bianca.
"Siapa yang tahu, apa yang ada dipikiran gadis seperti dia" cibir eyang.
"Maaf eyang tapi saya..." Ucapan Evelyne terpotong.
"Kamu tidak berhak memanggil ku seperti itu, kamu bukan bagian dari keluarga kami, Azelvin kenapa kamu mengajak perempuan ini, ini merusak acara ulang tahun ku" kesal eyang.
"Maaf eyang, tapi Edzard juga meminta Evelyne untuk datang" ujar Edzard.
"Kami memang meminta Evelyne untuk datang" ucap Ravindra dan Bianca bersamaan.
"Kamu juga Jackson?" Tanya eyang dan Jackson mengangguk.
"Aaaaiiisssh kalian ini mengacaukan acara ulang tahun ku saja" eyang mulai kesal.
"Sudah sudah, tidak perlu sampai seperti ini eyang, lebih baik eyang tiup lilinnya" celetuk Edzard.
Akhirnya eyang meniup lilinnya dan memotong kue nya. Kue pertama dia berikan kepada cucu kesayangannya yaitu Azelvin, setelah itu baru Edzard. Setelah acara potong kue selesai, Bianca, Ravindra, eyang dan Jackson terlihat sedang berbincang.
Evelyne melangkahkan kakinya keluar ruangan dan melihat pemandangan langit malam yang indah, air matanya mulai menetes, Evelyne menangis dalam diam, dia tidak menimbulkan suara hanya saja air matanya berjatuhan bebas.
Jujur Evelyne sakit hati dengan apa yang di ucapkan eyang tadi. Apakah semua yang di dunia ini berjalan berdasarkan harta? Apakah pada zaman ini masih ada perbedaan antara kaya dan miskin?
Evelyne mengusap-usap lengannya yang merasa kedinginan karena dia memakai lengan pendek. Evelyne melihat jas yang terulur di depannya, Evelyne menoleh.
"Pakai ini" Azelvin mengulurkan jas ditangannya.
"Tidak perlu" Evelyne mengusap air matanya segera.
"Maaf" Azelvin memakaikan jasnya pada Evelyne.
Evelyne hanya diam dan tetap fokus pada gedung-gedung bertingkat yang terlihat indah.
"Maaf?" Ucap seseorang yang baru saja datang, yang tak lain dan tak bukan adalah Edzard.
"Maaf karena tidak bisa berbuat apapun untuk Evelyne, karena tidak bisa membela Evelyne, karena hanya diam saja, Lo pecundang" cibir Edzard.
"Diem lo bangsat" timpal Azelvin.
"Lo tuh emang nggak pantes buat Evelyne, mending lo pergi" usir Edzard.
"Kenapa nggak Lo aja yang pergi, gue lebih dulu nyamperin Evelyne" Azelvin tidak terima.
Evelyne membuka suara. "Mending lo pergi Vin"
"Tuuh denger nggak?" Sindir Edzard.
"Lo juga harus pergi, Evelyne butuh waktu buat sendiri" Azelvin berusaha menyingkirkan Edzard dari Evelyne.
"Evelyne butuh gue" setelah Edzard menyelesaikan ucapannya Azelvin memberikan pukulan pada pipi Edzard, entah mengapa emosinya menjadi tidak stabil.
"Edzard Azelvin cukup" Evelyne berusaha memisahkan perkelahian keduanya tetapi Evelyne malah terdorong sehingga jatuh tersungkur, tetapi dua orang yang sedang berkelahi layaknya anak kecil itu tidak menghentikan aksi mereka. Evelyne berdiri, sebenarnya Evelyne tidak merasa sakit ketika jatuh. Suara keributan yang ditimbulkan keduanya membuat orang tua dan eyang mereka menghampiri mereka.
"Apa yang kalian lakukan" Jackson berucap ketika melihat putranya berkelahi.
"Jangan bertingkah seperti anak kecil" nasehat Ravindra.
"Ini pasti gara-gara perempuan ini kan? Sudah ku duga, lebih baik kamu pergi saja" ujar eyang.
"Eyang ini bukan salah Evelyne" bela Edzard. "Aku bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, kami hanya bercanda saja" imbuh Edzard
"Bercanda? Kamu pikir eyang percaya dengan alasan tidak masuk akal mu itu, ternyata perempuan ini sudah mencuci otak kalian, hingga kalian bertengkar dan berbohong pada eyang. Sudah lebih baik kamu pergi sekarang, saya tidak ingin melihat kamu" tutur eyang.
"Maaf sudah menganggu acara nyonya, kalau begitu saya pamit" Evelyne segera pergi.
"Biar gue anterin" ucap Edzard dan Azelvin bersamaan.
"Tidak ada yang boleh mengantarkan perempuan ini" eyang melarang.
"Kalau begitu biar saya saja" ucap Ravindra.
"Tidak ada yang BOLEH" jelas eyang. Eyang, Bianca, Jackson, Ravindra, Azelvin dan Edzard, masuk kembali ke ruangan, sementara Evelyne berjalan ke arah lain untuk keluar dari restoran.
Setelah keluar dari restoran, Evelyne kembali menetes air matanya tanpa suara. Dia berjalan menyusuri jalan, berharap sebuah taksi akan lewat, karena handphonenya sudah kehabisan baterai jadi dia tidak bisa pesan taksi online, dia berjalan perlahan, karena hari sudah gelap dan jalanan sepi.
Dia berharap akan baik-baik saja, semoga saja tidak ada preman ataupun hantu. Evelyne mendengar suara langkah kaki, seperti orang yang tengah lari mengejarnya. Kemudian dia merasa pundaknya di pegang.
"Aaa" teriak Evelyne dan menutup wajahnya.
"Evelyne" panggil seseorang yang membuat Evelyne melihat siapa dia. Evelyne memeluk orang itu dengan erat kemudian menangis namun kali ini dia bersuara meskipun lirih.
"Maaf ya, sebenarnya eyang orang yang baik" ujar Edzard, Evelyne masih menangis di pelukan Edzard, Edzard membelai rambut Evelyne agar tangisnya mereda.
"Udah jangan nangis, gue anter pulang yuk" Edzard
"Gendong" Evelyne
"Ayo" kemudian Edzard berjongkok dan mengendong Evelyne di punggungnya, mereka kembali ke restoran karena mobil Edzard disana.
"Udah turun, masuk tuan putri"
Azelvin memperhatikan apa yang terjadi di antara Evelyne dan Edzard.
"Gue lemah, gue pecundang vel, gue nggak bisa melakukan apapun buat Lo" monolog Azelvin.