Heartbreak

Heartbreak
CHAPTER 28



Alsh galaxy company


Seorang pria tengah duduk di kursi kebesarannya dengan tangan yang mengepal setelah membaca sebuah kertas yang ada didepannya.


Seseorang masuk kedalam ruangan dan melihat anaknya yang duduk di kursi yang sebelumnya adalah miliknya.


"Azelvin, kenapa wajahmu seperti itu, apa terjadi sesuatu"tanya Jack yang tidak dijawab oleh Azelvin, karena Azelvin tidak bisa menjawab, kini ia sedang tersulut emosi.


"Apa itu?" Tanya Jack dan kemudian mengambil surat itu, kemudian membacanya.


"Kenapa tiba-tiba Evelyne mengajukan surat pengunduran diri"


"Apa dia akan menikah?"tanya Jack


"Saya kurang tahu Sir" jawab Azelvin.


"Saya juga tidak bisa lagi menjadi CEO disini" ucap Azelvin lagi.


"Kenapa?"


"Saya tidak bisa menjadi CEO tanpa adanya sekretaris"


"Aaaah... Kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, masih ada Ken"


"Saya tidak bisa, saya perlu sekretaris perempuan"


"Eeem... Perempuan ya? Nanti saya akan meminta Ken untuk mencari seorang sekretaris perempuan"


"Tidak perlu"


"Kenapa? Bukannya tadi kamu meminta sekretaris perempuan?"


Berfikir vin, apa yang harus kau katakan, jangan biarkan perkataan mu membuat semuanya memburuk.


"Hanya saja......... Hanya saja saya sudah merasa cocok dengan Evelyne"


"Kamu tahu? Papa juga merasakan hal yang sama, sejak pertama bertemu dengan Evelyne papa sudah merasa cocok dengannya, dia telaten, ulet, dia selalu mengerjakan tugasnya dengan baik dan satu lagi terkadang apa yang dia lakukan dapat membuat ku tertawa"


"Apa anda menyukainya?" Tanya Azelvin


"Tentu saja, dia orang yang pintar dan profesional, dia sekretaris yang bisa untuk diandalkan"


"Ooh ternyata, cocok jadi sekretaris, dasar si tua ini, ngomong tidak jelas" ucap Azelvin dalam hati.


"Kamu tidak perlu khawatir vin, jika kamu menginginkan Evelyne menjadi sekretaris mu itu adalah hal yang mudah, karena sebelumnya Evelyne memiliki janji sama papa"


"Janji?"


"Ya ... Evelyne berjanji untuk membuat mu mau mengelola perusahaan ini, dan dia juga berjanji untuk merubah mu menjadi seseorang yang lebih baik. Aaaisssh padahal dia mengatakan itu dengan sungguh-sungguh kenapa tiba-tiba mengajukan surat pengunduran diri, dasar perempuan"


"Sepertinya dalam sejarah hidup ku, baru kali ini orang didepan gue ini ada gunanya buat gue" ucap Azelvin dalam hati


"Terimakasih atas pengertian anda Jack"


"Tidak perlu seformal itu, kamu anakku vin"


"Tapi ini sedang berada di kantor dan saya masih dalam jam kerja. Sudah seharusnya saya bersikap dengan baik, untuk memberi contoh pada karyawan"


"Kamu menjadi orang yang lebih baik, papa harap kedepannya akan terus seperti ini, pada siapa aku harus berterimakasih. Kalau begitu papa akan segera keruangan Evelyne"


.


.


.


"Evelyne"


"Iya Sir"


"Surat pengunduran diri itu, untuk apa kau melakukannya?"


"Maafkan saya Sir..... Tapi ada sesuatu hal yang harus saya lakukan sehingga saya harus resign"


"Apa hal penting itu? Apa lebih penting dari hubungan saya dengan anak saya" ucap Jack matanya sudah berkaca-kaca.


"Sudah bertahun-tahun saya tidak pernah dekat dengan Azelvin, dan akhir-akhir ini Azelvin banyak berubah dia bahkan sopan sekali padaku. Tapi dia ingin meninggalkan perusahaan ini lagi dan tentunya tidak akan bertemu dengan ku lagi. Bukannya dulu kamu pernah berjanji untuk membuat Azelvin bersedia mengelola perusahaan ini dan merubah sikap Azelvin menjadi orang yang lebih baik"


"Bagaimana ini? Masa gue biarin Mr. Jack kaya gini? Mr. Jack udah banyak bantu gue, dia orang yang baik, gue nggak tega jadinya. Tuhan aku harus bagaimana??"


"Maafkan kesalahan saya Sir. Karena masalah pribadi saya, saya jadi melakukan hal yang tidak seharusnya saya lakukan. Maafkan saya Sir"


"Tidak apa Evelyne, kamu tetaplah manusia yang tidak akan pernah luput dari kesalahan. Dan semoga masalah pribadi kamu dapat terselesaikan, saya yakin kamu dapat menyelesaikannya. Sebaiknya kamu ke ruangan Azelvin dan mengatakan apa yang harus kamu katakan"


"Baik Sir, saya akan segera kesana" Jack keluar dari ruangannya. Jack terlihat akan pergi bersama Ken keluar perusahaan, mungkin ada meeting di luar perusahaan. Sementara itu Evelyne melangkahkan kakinya menuju ruangan Azelvin.


Ketika berada di depan pintu ada keraguan untuk masuk, tetapi dia menepis itu. Dia harus menyelesaikan apa yang harus dia selesaikan.


"Permisi Sir"


"Ya?? Evelyne... Bagaimana apa kamu ingin tetap resign?"


"Maafkan tindakan gegabah saya Sir. Saya tidak akan mengulangi kesalahan saya"


"Kamu berbicara seperti anak sekolah dasar. Kamu tahu? Setiap kesalahan pasti ada hukuman" ucap Azelvin dan Evelyne mengangguk sebagai jawaban.


"Dan hukuman kamu adalah....... Kamu tidak lagi menjadi sekretaris saya"


"Saya dipecat?"


"Tentu saja tidak, kamu akan tetap menjadi sekretaris saya sekaligus asisten pribadi"


"Asisten pribadi?"


"Ya.... Kamu tidak perlu khawatir karena gaji kamu akan saya tambah, saya dengar kamu adalah orang yang materialistis"


"Maaf tapi saya tidak setuju dengan ucapan anda, saya bukan orang yang materialistis tapi saya orang yang realistis. Bukankah gaji harus setimpal dengan apa yang sudah dikerjakan"


"Terserah apa katamu, yang jelas mulai sekarang kamu juga akan menjadi asisten pribadi saya"


"Saya tidak mau"


"Apa kamu sedang menentang perintah atasan mu sekarang?"


"Sialan" umpat Evelyne dalam hati.


"Maafkan saya Sir"


"Oke, dan satu lagi. Tidak baik mengumpati seseorang terus menerus"


"Anjing" gumam Evelyne


"Apa tadi kamu bilang?"


"Bukan sesuatu hal yang penting Sir"


"Tapi itu menganggu pendengaran ku"


"Sekali lagi maafkan saya Mr. Azel"


"Mr. Azel ...Eem unik tapi terdengar seperti sudah tua, bagaimana kalau Elvin? Vin? Azel? Atau Azelvin saja? Atau makhluk astral juga terdengar lebih baik"


"Maaf Mr. Azel anda sedang berada di kantor sekarang seharusnya anda bersikap dengan benar. Permisi" Evelyne berlalu pergi dari ruangan Azelvin dengan menutup pintu cukup keras.


"Menyenangkan sekali" ucap Azelvin tersenyum bahkan tertawa kecil karena melihat tingkah Evelyne.


.


.


.


.


.


Kenyataannya menjadi CEO bukanlah hal yang menyenangkan menurut Azelvin. Semua yang di lakukan semata-mata demi Evelyne. Azelvin kini tengah fokus dengan layar komputer. Seseorang masuk ke ruangannya.


"Mr. Azel, saya sudah menyiapkan makan siang anda"


"Ooh makan siang. Kenapa tadi pagi aku tidak mendapatkan sarapan ku, ku dengar Mr. Jack selalu mendapat sarapan yang dimasak oleh sekretarisnya. Kenapa aku tidak mendapatkannya"


"Anda akan memperoleh sarapan besok" ucap Evelyne dan hendak keluar dari ruangan Azelvin.


"Ingat saya ingin menu yang berbeda di setiap pagi"


"Merepotkan sekali" gumam Evelyne


"Apa kamu terbebani?"


"Tentu saja tidak" ucap Evelyne dengan tersenyum yang kemudian berubah menjadi tatapan tajam, ketika Azelvin sudah kembali fokus menatap komputernya.


Evelyne bersegera menuju ruangannya, matanya sedikit berkaca-kaca perasaannya menggebu-gebu. Tentu saja karena traumanya yang disebabkan oleh Azelvin masih Evelyne rasakan.


Evelyne mendudukkan tubuhnya dan menetralkan nafasnya. Kemudian dia meminum mineral yang berbeda di atas mejanya.


"Huuuuffttthhh nggak segampang yang gue pikirin, Lo nggak bisa kaya gini terus vel. Lakukan sesuatu, agar traumamu cepat hilang"


Evelyne meraih ponselnya, dia memasang earphone yang sudah dia sambungkan pada ponselnya. Dan memutar sebuah rekaman suara, ketika Azelvin menyanyikan lagu untuknya melalui via telepon, selain itu juga Evelyne melihat foto Azelvin di layar ponselnya.


Evelyne mengatur nafasnya sembari memikirkan hal-hal baik yang pernah dilakukan orang sejenis Azelvin.


Evelyne terlarut dalam pikirannya hingga dia tidak sadar seseorang telah datang ke ruangannya, bahkan orang itu sudah berdiri cukup dekat dengannya.


Siapa lagi kalau bukan atasannya, karena jika orang lain yang hendak masuk pasti akan mengetuk pintu terlebih dahulu.


Azelvin memperhatikan apa yang diperhatikan Evelyne. Kemudian dia menyadari dengan apa yang diperhatikan oleh Evelyne, senyum terlihat tercetak jelas dibibir Azelvin.


"Apa yang lo lakuin vel? Nggak sadar apa? lo udah buat gue senam jantung. Mana dia lihat foto gue serius banget lagi" ucap Azelvin dalam hati.


Ekkhhem


Evelyne mendengar suara deheman seseorang kemudian dia mendongak menatap seseorang yang kini sudah berada di hadapannya.


WTF


"Maaf Sir, terjadi kesalahpahaman disini..... Sebenarnya saya.... Saya...... Eeem saya hanya tidak sengaja melakukannya"


"Syyyuutss tidak perlu sungkan, saya paham dengan apa yang terjadi disini, mana ada tidak sengaja tapi kamu memperhatikannya cukup lama, atau bisa saja kamu memperhatikannya sejak sedari keluar dari ruangan saya, dan lagu apa yang sedang kamu dengar untuk menikmati ketampanan seseorang dilayar ponsel kamu itu"


Azelvin hendak meraih earphone Evelyne dan Evelyne menggagalkan apa yang ingin Azelvin lakukan. Tapi Azelvin berusaha merebut earphone dari tangan Evelyne.


"Saya atasan kamu sekarang, jika kamu tidak memberikannya kepada saya, saya akan beri tahu Mr. Jack kalau kamu telah mengecewakan saya, bagaimana reaksi Mr. Jack nanti"


"Selalu saja mengancam" gumam Evelyne yang masih dapat di dengar Azelvin.


"Bukan ancaman tapi peringatan"


"Terserah" ucap Evelyne sembari memberikan earphone nya, Evelyne hanya bisa pasrah.


"Mau ditaruh dimana muka gue?" Ucapnya dalam hati.


Azelvin kemudian memasang earphone ketelinganya. Apa? Dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar sekarang, ini suaranya? Bukankah ini suaranya? Saat dia bernyanyi 'don't go' waktu itu, ketika Evelyne memintanya untuk bernyanyi melalui via telepon, itu sudah lama sekali, kenapa perempuan dihadapannya ini masih menyimpannya.


"Kamu gila" ucap Azelvin sembari tersenyum lebar, dan ia bersegera keluar dari ruangan Evelyne. Sementara Evelyne sedang sangat merasa malu sekarang.


Azelvin keluar ruangan dan hendak menuju ruangannya dengan kegirangan, dia sangat merasa senang, tersenyum lebar bahkan dia sampai melompat kegirangan.


Tanpa dia sadar ada yang memperhatikannya.


"Mr. Azelvin anda baik-baik saja?" Tanya Ken.


"Kau tidak perlu ikut campur dan tidak perlu tahu, anggap saja kau tidak pernah melihatnya, paham?" Pinta Azelvin dan Ken mengangguk. Azelvin berlalu pergi, dan segera keruangannya mungkin dia akan melanjutkan melompat kegirangan.


Sementara Ken masuk ruangan Evelyne, dia melihat Evelyne yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya.


"Apa yang kamu lakukan? " Tanya Ken menatapnya tajam.


"Saya sedang mengerjakan tugas yang diberikan Mr. Jack"


"Benarkah begitu?" Tanya Mr. Ken yang masih penasaran dengan apa yang terjadi antara Azelvin dan Evelyne. Sementara itu Evelyne hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Kamu tahu siapa kamu disini?"


"Iya, saya sekretaris disini"


"Benar kamu memang sekretaris, dan saya juga, tapi harus kamu catat, saya senior disini"


"Saya paham Sir"


"Kalau begitu jangan bertindak macam-macam, kamu harus tahu batasan mu"


"Baik Sir" ucap Evelyne dan kemudian Ken berlalu pergi dari ruangannya begitu saja.


"Dia pikir dia siapa? Datang tidak mengetuk pintu, kamu tahu siapa kamu disini? Tentu saja gue tahu, gue sama diakan pangkatnya sama aja, sok-sok an. Apa katanya? Saya senior disini. Bertindak selayaknya bos saja, ingin sekali aku menjitak kepalanya. Sabar Evelyne, sabar, sabar oke"


Ponselnya berdering seseorang tengah meneleponnya, tanpa ba-bi-bu dia menjawab panggilan itu.


"Evelyn"


"Iya Sir"


"Bisakah kamu keruangan Azelvin sekarang"


"Baik Sir, saya akan segera kesana"


Sambungan telepon dimatikan. Evelyne bersegera menuju ruangan Azelvin.


"Permisi Sir"


"Evelyne ada hal yang perlu saya beritahukan. Dan... Ooh iya.. saya sudah memberikan nomer ponsel mu pada Azelvin, tetapi ketika Azelvin menghubungimu tidak bisa."


"Eemmm... Saya sudah mengatur ponsel saya, hanya nomer telepon yang sudah tersimpan yang bisa menelepon, agar tidak menggangu" ucap Evelyne sebagai jawaban.


"Benarkah begitu? Kamu tidak memblokir nomor atasan kamu kan?" Kali ini Azelvin yang bertanya.


"Tentu saja tidak" bohong Evelyne karena nomor Azelvin sudah lama di blokir.


"Benar kata Evelyne, tidak mungkin dia memblokir nomor kamu, dia tahu nomormu saja tidak"


"Terimakasih banyak Mr. Jack" ucap Evelyne dalam hati.


"Kalau begitu, Evelyne kamu harus menyimpan nomor Azelvin, saya akan share nomor nya pada kamu" ucap Jack.


"Ingat jangan diblokir" sindir Azelvin.


"Tidak mungkin saya melakukan hal itu Mr. Azel"


"Benar vin, Evelyne tidak mungkin memblokir nomor kamu. Saya akan membicarakan suatu hal, kalian harus dengarkan dengan baik. Azelvin sudah resmi menjadi CEO di perusahaan ini, dan Evelyne kamu akan menjadi sekretaris Azelvin, jadi kamu tidak perlu menjadi sekretaris saya lagi"


"Kenapa begitu Sir? Saya bisa tetap menjadi sekretaris anda sekaligus menjadi sekretaris Mr. Azel"


"Tidak mungkin kamu harus bolak-balik Jepang Indonesia Evelyne"


"Bagaimana maksud anda Sir?"


"Saya akan ke Jepang untuk fokus mengelola perusahaan Alsh galaxy company yang berada disana, kamu tidak perlu khawatir karena saya akan ditemani Mr. Ken"


"Kenapa bukan dengan saya saja dan Mr. Ken menjadi sekretaris Mr. Azel"


"Tidak bisa Evelyne, kamu kurang lancar berbahasa Jepang"


"Eem... seperti itu"


"Lagipula, Azelvin membutuhkan bantuan mu Evelyne, saya harap kamu fokus dengan Azelvin"


"Baik Sir"


"Kamu berjanji" ucap Jack dan Evelyne menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu saya harus bersegera menuju bandara"


"Mr. Jack akan segera ke Jepang?"


"Tentu, saya akan berangkat sekarang bersama Mr. Ken"


"Boleh saya mengantar ke bandara?"


"Tidak perlu Evelyne, tapi kalau kamu ingin mengantar saya ke bandara, kamu harus izin Azelvin dulu" Evelyne menatap Azelvin penuh harapan, Azelvin mengerti maksud Evelyne, namun Azelvin menggelengkan kepalanya.


Evelyne menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan ekspresi bersedihnya.


"Mr. Jack saya akan mengantarkan anda ke bandara bersama Evelyne" ucap Azelvin, senyuman manis tercetak dibibir Evelyne sembari menatap Jack sementara Azelvin memperhatikan senyum Evelyne rasanya Azelvin bahagia sekali ketika dapat membuat Evelyne tersenyum.


"Baiklah kita harus bergegas"


Mereka kemudian berjalan ke tempat dimana sudah ada Ken yang berdiri disebuah mobil.


"Mereka ikut?" Tanya Ken.


"Heey aku atasan mu juga" ucap Azelvin


"Kamu harus menghormati Azelvin juga Ken" Jack menanggapi.


"Mampus lo Ken Arok" ucap Evelyne dalam hati.


"Maaf Sir, tetapi saya hanya bertanya"


"Tapi aku tidak suka nada bicara mu Ken"


"Sudahlah Azelvin, tidak perlu diperpanjang lagi, dan kamu harus sopan pada Ken, usianya lebih tua dari mu"


"Hanya terpaut satu tahun sajakan?"


"Sekali lagi maafkan saya Mr. Azelvin, kita harus bergegas ke bandara"


"Oke, ayo segera masuk vin" ucap Jack yang sudah duduk di kursi belakang bersama Azelvin dan Evelyne berada di sebelah Ken yang sedang menyetir. Evelyne memandang ke arah lain agar tidak melihat wajah Ken yang menyebalkan itu.


.


.


.


Kini mereka telah sampai di bandara...


"Mr. Jack jaga kesehatan dan jangan terlalu lelah" ucap Evelyne


"Kamu tidak perlu khawatir Evelyne, jangan bersedih seperti itu, kita akan tetap bertemu lagi lain waktu"


"Saya tidak sedih Sir, anda harus menjaga kesehatan anda, telepon jika anda merindukan saya"


"Kamu ada-ada saja Evelyne, saya akan merindukan gadis cantik seperti mu Evelyne, dimana saya harus mencari gadis seperti mu?"


Ekheem


Deheman Azelvin membuat Jack dan Evelyne menoleh kearahnya.


"Saya pikir anda harus bersegera" tutur Azelvin pada ayahnya.


"Kamu harus menjadi orang yang lebih baik Azelvin, Evelyne saya percayakan Azelvin padamu, tidak perlu memikirkan saya, saya akan baik-baik saja, dan fokuslah pada Azelvin" yakinkan Jack yang dijawab anggukan oleh Evelyne, Jack pergi dari hadapan Evelyne bersama Ken. Azelvin dapat melihat kesedihan yang terpancar di wajah Evelyne bahkan Azelvin melihat Evelyne mengusap air matanya yang hendak menetes.


"Kita harus kembali ke kantor sekarang, tidak perlu berlebihan seperti itu. Seperti kamu tidak akan bertemu dengannya lagi saja"


"Maaf Sir, anda harus mengontrol ucapan anda, Mr. Jack adalah orang tua anda" ucap Evelyne kemudian pergi berjalan dengan cepat meninggalkan Azelvin.


"Apa yang dilakukannya untuk menarik simpati Evelyne, apa gue harus tanya? Gengsi dong" Azelvin dan kemudian mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Evelyne.


"Kemana dia?" Azelvin mencari-cari Evelyne. "Udah pulang duluan kali?" Kemudian Azelvin berjalan menuju tempat dimana ia memarkirkan mobilnya.


Ternyata Evelyne menunggu disana. Tapi dia tidak di dalam mobil, dia duduk , tidak... lebih tepatnya tidur di kursi yang lumayan dekat di tempat ia memarkirkan mobilnya.


"Bisa-bisanya dia tidur di tempat umum yang ramai seperti ini, kalau ada yang menculiknya bagaimana?" Azelvin menggelengkan kepalanya.


"Evelyne.... Hei, bangun" Azelvin yang berusaha membangunkan Evelyne, tetapi dia tidak bergeming. Sebenarnya Evelyne tidur atau pingsan.


"Capek banget ya? Sampai tidur disini" Azelvin tersenyum melihat wajah damai Evelyne.