
"wiih banyak banget makanannya" Edzard yang baru saja datang dan duduk pada salah satu kursi.
"Iya dong, hari spesial ini. Selamat ulangtahun kesayangan bunda" ucap Bianca.
"Edzard... Semakin tambah umur semakin banyak tanggung jawab yang harus kamu emban, inget kamu udah gede, apa-apa harus dipikir dengan baik-baik, awas aja kalau sampai kamu macem-macem papa coret kamu dari KK" nasehat Ravindra.
"Iya Bapak Ravindra Zachary terhormat, Edzard Zachary akan jadi laki-laki yang baik dan banggain kalian" ucap Edzard
"Jangan ngomong aja, buktikan dong"
"Siap" Edzard sembari hormat.
"Udah udah, Bunda udah masak banyak ayo dimakan, Bunda doain yang terbaik buat Edzard" ajak Bianca.
Evelyne mengambilkan nasi untuk Edzard.
"Lauknya mau pake apa?" Tanya Evelyne
"Eem... Apa ajadeh, masakan Bunda enak semua" jawab Edzard, Evelyne mengambilkan sayur dan ikan goreng untuk Edzard.
"Ini tadi Evelyne juga ikut masak loh" ucap Bianca
"Masa, emang Evelyne bisa masak" ucap Edzard meremehkan.
"Bunda, Edzard ngeselin nih" ucap Evelyne
"Oh iya, kalian kapan ada rencana mau serius?" Tanya Ravindra.
Damn
Inilah pertanyaan yang membuat Evelyne lemah, sebenarnya umur Evelyne memang sudah cukup, cita-citanya sudah tercapai, bukan... bukan jadi sekretaris tapi membahagiakan orang tuanya adalah cita-cita yang ingin dia raih. Dan dia sudah cukup membahagiakan kedua orang tuanya, orang tuanya bahkan menginginkan dia untuk segera membina keluarga, tapi.... Tapi entah kenapa hatinya, kenapa dia tidak yakin untuk melangkah lebih jauh.
Bianca tiba-tiba mual.
"Pa... Kok aku nggak enak badan gini ya..." Ucap Bianca
"Kita ke dokter sekarang gimana?" Tanya Ravindra dan Ravindra segera membawa Bianca ke rumah sakit terdekat.
"Edzard makan dulu sebelum kerja" pesan Bianca sebelum pergi ke rumah sakit.
"Edzard makan" pinta Evelyne
"Gue nggak tenang vel. Gue kepikiran Bunda, gue takut..." Ucap Edzard terpotong.
"Edzard cukup, jangan ngomong yang aneh-aneh, mending sekarang Lo makan dan berangkat kerja, berdoa supaya Bunda nggak kenapa-napa" ucap Evelyne
"Tapi vel, gue khawatir dengan keadaan bunda"
"Edzard lihat gue, gue juga khawatir sama Bunda, tapi kalau Lo nggak makan dan Lo sakit itu akan ganggu pikiran bunda, sekarang makan" Edzard menatap mata Evelyne, tatapan mata itu yang bisa membuat hatinya tenang.
Edzard memakan dengan tenang, sebelum dia berangkat kerja, mereka nampak membereskan meja makan.
"Evelyne gue anter ya" ucap Edzard menawarkan.
"Gak usah, gue bawa motor"
"Gue ikutin dari belakang deh"
"Kantor Lo jauh dari kantor gue Ed"
"Gak masalah"
"Yaudah kalau Lo maksa"
"Dih... Sok-sok an, senengkan dibuntuti pacar"
"B aja"
Edzard mengikuti motor Evelyne dari belakang. Sesampainya di Alsh galaxy company, Edzard turun dari mobil.
"Evelyne semangat kerjanya oke"
"Lo juga, gausah terlalu dipikirin soal Bunda, berdoa semoga bunda baik-baik aja"
"Siap, Evelyne Zachary"
"Dih sejak kapan nama gue ganti?" Tanya Evelyne
"Sejak nanti, kalau Lo jadi istri gue" ucap Edzard.
Eekhem
Terdengar suara seseorang berdehem.
"Evelyne jam kerja kamu hari ini dimulai pukul sembilan tepat" ujar Azelvin kemudian pergi begitu saja tanpa melirik apalagi menghadap Azelvin.
"Baik Sir" ucap Evelyne meskipun Azelvin sudah melangkah kakinya.
"Dia selalu kaya gitu?" Tanya Edzard
"Ya, mungkin"
"Gak bisa dibiarin ini, seenaknya sendiri. Harusnya dia..." Ucapan Edzard terpotong.
"Udah Ed, Lo hati-hati dijalan" ucap Evelyne
"Iya" Edzard kesal. Evelyne melambaikan tangannya ke Edzard. Dan setelah Edzard pergi dia baru memasuki kantor.
Evelyne memasuki ruangannya.
"Pagi Sir"
"24 detik"
"Ha?"
"Kamu terlambat 24 detik"
"Maaf Mr. Azel"
"Sarapan saya mana?" Tanya Azelvin, sialan Evelyne melupakan itu, aaah... bisa-bisanya dia lupa, apa yang harus dia bawa setiap pagi.
"Saya akan membelikannya sekarang Sir"
"Tidak perlu, duduk" ucap Azelvin dan Evelyne duduk ditempatnya.
"Kau membuat banyak kesalahan hari ini.."
"Maaf Sir"
"Dengarkan saya bicara dulu jangan menyela. Mulai sekarang dan seterusnya kau tidak boleh diantarkan siapapun ketika berangkat bekerja"
"Tapi Sir, tidak ada peraturan seperti itu..."
"Ini peraturan baru dan saya buat khusus untuk kamu"
"Kenapa? Kenapa Mr. Azel perlu memberikan peraturan sepele seperti ini"
"Sepele kamu bilang, peraturan ini saya buat karena.. ka.. karena kamu, kamu harus jadi orang mandiri, saya menginginkan sekretaris yang mandiri, jadi saya rasa itu bukan peraturan sepele"
"Tapi Sir..."
"Stop saya tidak menginginkan bantahan apapun darimu"
"Tapi saya tetap menggunakan motor sendiri hanya saja..."
"Tetap saja, itu termasuk dalam kategori diantar" ucap Azelvin dan Evelyne hanya diam.
Ucapan Azelvin memang tidak terbantahkan.
"Sekarang temani aku sarapan terlebih dahulu" ucap Azelvin dan Evelyne mengangguk mengikutinya dari belakang.
....
"Tidak ingin makan sesuatu?" Tanya Azelvin dan Evelyne hanya menggelengkan kepalanya.
Evelyne menyeruput minuman yang telah dia pesan.
"Kau semalam menginap dirumahnya?" Tanya Azelvin sembari mengunyah makanannya.
"Iya Sir"
"Dikamarnya?"
"Tidak, orang tua Edzard ada di rumah, bisa-bisa mereka berpikir yang tidak-tidak"
"Jadi jika orang tua Edzard tidak ada di rumah, kalian akan tidur dikamar yang sama?" Tanya Azelvin dengan terus mengunyah makanannya.
Uups
"Tidak begitu"
"Lalu?" Tanya Azelvin kesal.
Ukhuuk ukhuk
Azelvin tersedak.
"Minum dulu Sir" ucap Evelyne menyodorkan minuman.
"Ini salahmu, jika saja kau tidak bicara aku tidak akan tersedak"
Hei bukankah Azelvin dulu yang terus bertanya padanya ini dan itu.
Menjengkelkan.
"Maaf Sir" ucap Evelyne
"Ayo kita kembali, aku tidak berselera makan lagi" ucap Azelvin yang melangkah kakinya terlebih dahulu. Dasar Azelvin, tidak pernah bisa mengalahkan gengsinya.
Kenapa dia tidak bilang kalau dia sudah selesai makan, berlaga tidak berselera... tidak berselera apanya? Makanannya sudah habis.
Evelyne yang tidak mau berdebat hanya bisa mengikuti langkah kaki Azelvin.
Sesampainya mereka di kantor, mereka mengerjakan apa yang menjadi tugas mereka.
Tidak ada hal lain.
Sampai akhirnya jam kerja mereka hari ini sudah selesai. Azelvin menghampiri Evelyne dan menyodorkan sebuah amplop, tapi bukan berisi uang.
"Apa ini?" Tanya Evelyne
"Berikan saja pada Edzard"
"Boleh aku tahu isinya?"
"Boleh, tapi setelah itu jangan temui aku lagi"
"Kau membuatku semakin penasaran"
"Dasar tukang kepo"
"Apa ini semacam surat?"
"Eem ya... Itu surat"
"Wah... Aku jadi semakin penasaran apa isinya, apa kau yang menulis ini?"
"Bukan, tentu saja aku, siapa lagi"
"Apa surat ini sebagai ucapan selamat ulangtahun?"
"Benar, dan berhentilah bertanya sebelum aku menyumpal mulutmu" ucap Azelvin dan pergi mendahului Evelyne.
"Apa hanya ada ucapan selamat ulangtahun? Atau ada hal lain?"
"Tentu saja ada, ada ancaman"
"Kau mau mengancam Edzard?"
"Lihat saja nanti. Dan jangan berani-berani kau membacanya" ucap Azelvin dan pergi begitu saja.
....
Edzard POV
Aku tidak tahu sebenarnya ini hal baik untukku atau tidak, tapi melihat ekspresi kebahagiaan yang terpampang di wajah kedua orangtuaku aku merasa ini mungkin hal yang baik untukku.
Aku baru saja pulang kerja dan orangtuaku mengatakan berita itu... Ya melihat bagaimana bahagianya mereka aku jadi ikut bahagia.
Hari ini aku pulang lebih cepat, sekarang pukul 20.03 dan aku baru saja selesai mandi, aku merebahkan tubuhku sejenak di ranjang sebelum nanti aku menyantap makan malam.
Ponselku berdering dan ternyata Evelyne meneleponku.
"Halo... Evelyne"
"Ed... Edzard" ucap Evelyne dari seberang sana.
Hei ada apa dengan nada bicaranya itu.
"Vel? Ada apa?"
"Edzard... Tolong... Ed, kerumah gue sekarang, gue butuh bantuan Lo"
"Hah? Lo kenapa vel?"
"Edzard tolong, gue... Gue udah gak kuat... Ed, Edzard maaf kalau sel.."
"Evelyne jangan main-main Vel, Lo kenapa? Vel? Sekarang Lo dimana? Gue samperin ya, Lo dirumahkan?"
"Iya... Ed, gue udah ga..."
"Vel, apapun yang terjadi sekarang bertahan oke. Gue segera kesana, Lo tunggu bertahan Vel"
"Tapi Ed... Gue udah gak kuat, maaf kalau sel... selama.. iiniiii..."
"Evelyne.... Vel"
Aku sangat panik sekarang, aku segera meraih kunci motor dan pergi dari rumah begitu saja, aku sempat berpamitan pada Bunda meski hanya berteriak saja.
Aku melajukan motorku kencang, sebelumnya aku tidak pernah berkendara dengan kecepatan seperti ini tapi ini kondisi darurat aku harus segera sampai ke rumah Evelyne, apa yang terjadi padanya?
Tuhan selamatkan Evelyne ku
Aku sampai di rumah Evelyne, ternyata tidak terkunci, kenapa Evelyne tidak mengunci pintunya? Dan kenapa gelap sekali? Aku berusaha mencari sakelar lampu tapi tidak menemukannya.
"Edzard"
"Evelyne Lo dimana vel? Vel ini gue Edzard, Lo dimana?"
"Edzard"
"Evelyne Lo dimana... Vel" aku sangat panik sekarang.
"Evelyne"
"Evelyne Lo dimana?"
"Disini" ucap Evelyne dan menghidupkan lampu ruangan ini.
"Lo gila vel, serius gila banget tau gak sih"
"Gimana suka nggak?"
"Gak, Lo bikin gue khawatir tau, Lo gak tau apa gue khawatir setengah mati sama Lo"
"Jadi Lo gak suka? Padahal gue dekorasi ruangan ini susah-susah"
"Suka kok suka, tapi tetep aja lo bikin gue khawatir" ucapku dan mencubit pipi Evelyne.
"Bagus nggak?"
"Amazing sih ini... Lo yang buat ini sendiri?"
"Gak sih, dibantu Grace"
"Berapa balon ini?"
"Hitung aja sendiri"
"Kapan buatnya coba? Niat banget sih"
"Ada lagi loh"
"Serius? Mana?" Tanyaku
"Ayo ikut" ucapnya, aku mengikuti langkah kaki Evelyne.
"Wow, gila... Niat banget sih"
"Udah, ini tuh udah lebih dari cukup, eh ini Lo yang buat? Buat gue?" Tanyaku ketika melihat makanan diatas meja.
"Iya"
"Gak sabar boleh makan sekarang gak?"
"Oke"
" Ed sebenarnya, gue masih ada satu lagi nih.. gue ambil dulu" ucapnya dan pergi, membuka lemari es.
"Buah-buahan segar" ucapnya
"Sumpah ya, Lo terniat banget sih vel. Gue harus bilang makasih atau apanih?"
"Dimakan dong" ucapnya. Kami berdua mulai makan, perutku rasanya mau meledak karena makanan-makanan ini, jujur masakan Evelyne itu enak... Ya aku akui itu, tapi karena aku ingin dia terus belajar memasak, jadi aku selalu mengatakan masakan Bunda yang paling enak, sebenarnya mereka berdua punya cara sendiri untuk memasak.
"Edzard lo tutup mata deh"
"Apalagi? Masih ada lagi?" Tanyaku dan Evelyne mengangguk, aku memejamkan mataku.
"Udah, buka" ucapnya dan aku membuka mataku.
"Apa ini?"
"Gue buat sendiri, yang sebelah kanan Lo bisa taruh foto yang sebelah kiri Lo tulis deh, apa yang pengen Lo sampaikan ke gue. Pokoknya kalau gue ulangtahun nanti, Lo kasih buku ini ke gue dan setelah Lo ulangtahun gue kasih buku ini ke Lo lagi, gitu terus deh..."
"Woow... Bisa-bisanya ya... Lo kepikiran buat kaya gini, serius ini ulang tahun gue yang Ter... Ter... Ter... Tersegala-galanya deh"
"Bisa aja lo"
"Eh... Vel gimana kalau kita namain buku ini?"
"Terserah lo aja deh"
"Edlin, Edzard Evelin... Bagus kan?"
"Bagus kok, ooh ya Azelvin nitip sesuatu buat Lo"
"Azelvin? Ngapain tuh bocah, yakin?"
"Gue juga awalnya nggak nyangka, tapi ini beneran dia ngasih ini buat Lo"
"Surat? Isinya apa?"tanyaku penasaran
"Nggak tau deh, dia bilang cuma Lo aja yang boleh baca"
"Kok gue jadi penasaran sih?"
"Buka aja"
"Nggak deh, gue buka di rumah aja"
"Diih... Bikin gue penasaran aja sih, buka sekarang dong"
"Apanya yang dibuka?"
"Ya suratnya lah, apalagi?"
"Kirain yang lain"
"Dasar Lo bangsul"
"Eeh Vel Lo tau nggak? Gue tuh tadi bener bener khawatir tau sama Lo"
"Iya-iya maaf, ini tuh biar rencana gue lancar. Eeh Bunda gimana?"
"Gimana-gimana?"
"Tadi pagi kan Bunda..."
"Bunda nggak kenapa-napa kok, cuma keluarga gue akan kedatangan anggota baru"ucapku menyela ucapan Evelyne.
"Ciee... Edzard, selamat ya"
"Gue nggak tahu harus bahagia atau gimana?"
"Harus bahagia dong"
"Iya deh, gue janji gue akan bahagia kalau Lo juga bahagia... Gimana?"
"Oke, kita harus bahagia" ucapnya
"Ooh ya... Gak kerasa banget udah malem, gue pulang ya, tadi gue pergi tuh pamitnya cuma teriak"
"Biar gue tebak pasti... Ginikan bunda aku kerumah Evelyne dan Lo bilangnya sambil lari... Iyakan? Bener gak?"
"Kok tau sih, pinter banget"
"Ooh ya... Ini salad buah sama ini bawa, buat makan Om Ravindra sama Bunda"
"Makasih ya... Selamat malam, jangan lupa kunci pintunya"
"Siap bos"
Edzard POV end
.
.
.
Author POV
"Bunda ini ada makanan dari Evelyne"
"Kamu tadi kesana? Kok nggak bilang-bilang"
"Edzard udah pamit kok tadi, Bunda aja yang nggak denger"
"Masa sih?"
"Paling juga dia pamitnya, teriak-teriak sambil lari Bun" timpal Ravindra yang baru saja datang.
"Tau aja sih, tadi tuh Evelyne buat surprise dan ini tuh bener bener jadi hari ulangtahun Edzard Zachary yang terindah"
"Eem... Dikasih Evelyne apa?"
"Ada deh, papa nih kepo aja, eh... Makanannya jangan lupa dimakan" ucap Edzard dan pergi ke kamarnya.
"Evelyne... Bunda harap kamu memang orang yang tepat untuk Edzard" ucap Bianca setelah melihat raut kebahagiaan anaknya itu.
Edzard membuka buku dari Evelyne... Ya Edlin.
"Eeh... Foto kapan ini coba" ucap Edzard dan mulai membaca goresan tinta yang ada di buku itu.
Untuk Edzard yang tersayang
Ciiee ultah, bahagia nggak?
Semoga mulai sekarang dan seterusnya Lo akan dilimpahi kebahagiaan deh..
Gue berdoa yang terbaik buat Lo
Dan gesreknya dikurangi dong, dan apalagi ya?
Gue rasa gue adalah orang yang paling beruntung karena gue dipertemukan dengan orang sebaik dan
se perfect Lo.
Terimakasih Tuhan
Lo itu penyemangat gue
Entah kenapa kehadiran lo dihidup gue
menjadikan hidup gue lebih berarti
Gue nggak yakin kalau seandainya dulu gue nggak ketemu lagi sama Lo gue masih bernafas dibumi
Waktu itu gue bener bener nggak pengen hidup lagi
Tapi karena kita nggak sengaja bertemu
Entah kenapa
Gue jadi pengen menjalani hidup bahagia bareng Lo
Selamalamalamalamanya
Haa haa
Lo penyemangat hidup gue
Lo baik banget sama gue
Lo kasih gue pekerjaan
Tempat tinggal
Dan banyak lagi, sampai gue lupa
Tapi tetep aja semua itu nggak akan berarti kalau Lo nggak ngasih perhatian dan kasih sayang Lo buat gue
Edzard Zachary
Lo orang Ter the best buat gue
Ayo kita jalani hidup ini dengan bahagia
Tertanda
Cewe cantik sejagat raya
Evelyne Chalesthane Mariolin
"Evelyne... Gue yang beruntung, bukan Lo" ucap Edzard
"Eeh ini dari sikunyuk apa isinya ya? Gue buka deh penasaran"
Edzard mulai membaca surat dari Azelvin.
Sebelumya Lo jangan kesenangan dulu
Gue nulis ini karena gue gabut dan karena pada saat itu gue kepikiran sama tampang nyebelin Lo , jadi gue nulis ini buat Lo.
Lo beruntung
Lo harus tau gue tetep lebih baik dari Lo
Gue nulis surat ini bukan berarti Lo lebih baik dari gue,
Gue nggak mau tahu pokoknya dari sejak gue zigot sampe nanti
Gue tetep lebih baik dari pada Lo!!
Inget!!
Eeh cacing balado sebenarnya Lo nggak berhak dapat ucapan selamat ulangtahun dari gue
Tapi... Karena Lo beruntung jadi Lo dapet
Anggep aja lo menang lotre
Oke
Selamat ulangtahun Edzard Zachary
Eeh masa gitu sih
Happy birthday
Eeh pokonya gitu deh
Intinya lo udah dapet ucapan selamat ulangtahun dari gue
Gue saranin Lo harus berterimakasih sama Tuhan sebanyak-banyaknya karena Lo udah dapet ucapan selamat ulangtahun dari gue.
Kalau perlu Lo catet tanggal berapa sekarang!!
Dan sebenarnya
Gue kesel dan benci banget sama Lo
Eeh bukan-bukan kalau itu sih lo udah tau kan ya...
Eem... Sebenarnya
Eddaah kenapa nulis bisa secanggung ini sih??
Sialan Lo Edzard
Nyusahin banget lo emang
Intinya
Gue kangen masa-masa kita main bareng
Lo lindungi gue
Lo hibur gue
Lo yang bantuin gue supaya nggak dimarahin mama
Gue kangen
Rebutan susu buatan eyang
Gue kangen
Jahillin tetangga kita
Gue kangen
lomba lari
Taruhan sama Lo
Gue kangen semua hal yang kita lalui bareng-bareng waktu kita kecil dulu
Udah lama banget kan ya??
Gua nggak nyangka kita bisa sejauh ini padahal dulu tuh kita nggak bisa dipisahin...
Gue pengen kita kaya dulu lagi
Gak gak bercanda
Gila aja gue kangen sama Lo
Mimpi Lo
Dan yang gue tulis tadi cuma bercanda aja biar Lo seneng
Baikan gue? Iyalah Azelvin
Udahlah intinya gue nggak bercanda eeeh bercanda maksud gue
Yaa gitu deh
Lo pikir aja sendiri
Bingung kan Lo sama apa yang gue tulis?
Gue aja bingung gue nulis apa?
Edzard gue perintahkan Lo buat bakar surat ini sekarang
Sekarang Ed!!!
Dari poros dunia
Azelvin Aleston
"Dasar Azelvin sialan, gengsinya gede, sejujurnya gue juga kangen banget... Eh nggak, yakali gue kangen"