Heart Attack

Heart Attack
Kunjungan Om dan Tante Niall



Sheryl kembali lagi ke ruangan perawatan Niall bersama dengan Pamella. Chika melihat mata Pamella tampak sembab, tahu bahwa Pamella pasti baru selesai menangis. Chika tersenyum dan memeluk Pamella, mencoba memberi kekuatan baru pada gadis malang itu. Chika mengusap pipi Pamella dan tersenyum. Meminta Pamella agar kuat dan dia berjanji bahwa bagaimanapun keadaan Pamella, Chika akan selalu menyayangi Pamella seperti sebelumnya. Chika juga berpesan agar Pamella tidak menyalahkan kedua orang tuanya mengenai masalah ini, karena mereka pasti hanya ingin menjaga mental Pamella dan tidak berniat menutupi duanya. Segala sesuatu pasti ada alasannya kenapa selama ini mereka memilih diam. Salah satunya adalah karena mereka sangat menyayangi Pamella dan tidak ingin kehilangan Pamella.


Chika juga menyeka air mata yang menetes di pipi Pamella. Sungguh Pamella gadis yang malang. Dia telah kehilangan seluruh anggota keluarga kandungnya. Tetapi Pamella tidak perlu mengkhawatirkan apapun karena banyak sekali yang menyayangi Pamella selama ini.


"Mama, aku pamitan pulang ya???" Ucap Pamella pada Chika.


"Kau tidak ingin menunggu Niall bangun????" Tanya Chika. Memang setelah dia berbicara dengan Niall tadi, putranya itu langsung tidur.


"Tidak Mama, Niall sedang tidur nyenyak sekali, aku tidak ingin mengganggu nya, aku harus pulang dan membahas masalah tadi dengan keluargaku, kaki butuh banyak bicara."


Chika tersenyum. "Ya, Mama mengerti sekali. Bicarakan semuanya dengan kepala dingin, kau pasti sangat tahu bahwa semua orang sangat menyayangimu, jadi jangan pernah kau merasa sendirian dan kehilangan segala nya."


"Iya Ma. Pamella kembali memeluk Chika lalu berpamitan dan meninggal akan ruangan perawatan Niall.


Sementara Chika dan Sheryl kembali duduk di sofa. Chika juga bisa melihat mata sembab Sheryl, kedua gadis itu pasti tadi sama-sama menangis saat membahas Alex. Mereka sama-sama kehilangan Alex.


"Sheryl, Pamela baik-baik saja kan???" tanya Chika.


"Aku berharap dia baik-baik saja, aku menceritakan apa yang dia tanyakan tentang Alex dan dia mendengarkan serta menyimaknya dengan baik lalu menangis, sungguh tante, aku bisa merasakan kejadian Pamela, dia sama sekali tidak memiliki kenangan apapun tentang kakaknya."


"Bagaimana tadi ketika kau menceritakan tentang Alex???" Tanya Chika.


"Iya dia bertanya tentang keseharian Alex apa yang Alex sukai, apa yang Alex tidak suka dan dia bertanya seperti apa Alex itu aku menjelaskan tentang Alex sesuai dengan apa yang aku ketahui. Pamela selalu menangis ketika aku sedang membicarakannya, oleh seolah dia membayangkan bahwa dia ada di posisiku. Alex yang penuh perhatian dan sangat ramah kepada siapapun dan aku sangat besar memahami apa yang dirasakan oleh Pamella."


"setidaknya sedikit penangananmu tentang Alex bisa membuat Pamela merasa lebih baik."


"kami berjanji untuk bertemu lagi nanti dan aku akan mengajaknya ke apartemen Alex tempat di mana Alex menghabiskan hari-harinya dan juga tempat di mana ada banyak sekali kenangan yang masih tersimpan di sana mungkin dengan itu Pamella akan bisa lebih mengenal Alex lagi nantinya."


"Iya Sheryl. Ide mu sangat bagus, Pemlla adalah gadis yang sangat baik dan Dia sangat penyayang. Aku berharap kau bisa berteman dengannya Apalagi Kau adalah mantan kekasih dari kakaknya, kau bisa sedikit menghiburnya dengan menceritakan tentang Alex."


.


****


Keesokan harinya.....


Nial Niall masih terbaring di ranjang rumah sakit yang sedang mengobrol dengan papanya tadi jika dan juga Sheryl pergi keluar sebentar sehingga Niall hanya ditemani oleh Adri sedangkan kairos sudah kembali ke Jakarta sejak kemarin sore Adri dan Chika merasa kasihan kepada kairos karena kairos baru kembali dari Amerika sehingga meminta keponakannya itu agar Pulang saja ke Jakarta dan Niall ditemani oleh mereka berdua saja juga ada Sheryl.


Adri sudah diberitahu oleh jika tentang Pamela kemarin Adri pun sangat terkejut sekali ketika tahu bahwa Pamela ternyata bukan anak kandung dari sahabatnya tetapi anak yang diadopsi dari Panti Asuhan karena memang selama ini Pamela sangat disayangi dan tidak ada tanda-tanda bahwa Pamela ternyata bukanlah anak dari kedua orang tuanya akan tetapi sangat luar biasa mereka menyayangi Pamela bahkan rasa sayang itu seperti rasa sayang yang diberikan orang tua kepada anak kandung sendiri lagi juga merasa sedikit prihatin terhadap Pamela karena menyadari bahwa hati Pamela saat ini pasti sedang tidak baik-baik saja.


"Kakak....???" Gumam Adri. Dia lalu berdiri.


"Boleh kami masuk???" Tanya Aditya.


"Masuklah...!!" Adri mempersilahkan kakaknya dan juga kakak iparnya untuk masuk. Ya, ternyata Aditya dan istrinya yaitu Cahya datang dari Jakarta ke Surabaya untuk menjenguk Niall, keponakan mereka. Keduanya adalah orang tua Kyros. "Kalian kenapa kesini??? Niall sudah membaik."


"Kami sejak kemarin khawatir, tetapi aku tidak bisa datang karena di kantor ada meeting, dan Cahya memaksaku dan mengajakku kesini


" Ucap Aditya. Dia lalu menghampiri Niall yang terbaring. Niall sedikit bangun untuk menyalami Uncle dan Aunty nya itu tetapi Aditya menahannya dan menyuruhnya untuk berbaring saja.


"Niall, bagaimana keadaanmu??" Tanya Cahya.


"Baik Aunty. Maaf sudah membuat kalian khawatir. Sampai repot-repot kesini." Gumam Niall.


"Ky sudah menjelaskan keadaanmu sebenarnya tetapi tetap saja kami merasa tidak tenang dan harus menjengukku. Kalian hanya berdua saja??? Chika mana???" Cahya memutar pandangannya, mencari keberadaan adiknya yanv tidak ada di ruangan ini.


"Chika pergi keluar sebentar. Dan akan kembali, kalian duduklah." Pinta Adri.


"Pengurusan nya sudah beres di kantor polisi???" Tanya Aditya.


"Sudah kak, tidak begitu ruwet mengingat Niall kecelakaan tunggal. Hanya perluenyelesaikan beberqpa hal, mobil nya bisa di bawa pulang dan akan ku bawa ke bengkel.".


"Niall....!??" Panggil Aditya, pria itu tersenyum menatap keponakan nya yang sedang terbaring. "Kenapa kau tidak berhati-hati???? Kenapa juga kau tidak fokus, apa yang sedang kau pikirkan??? Kau bertengkar dengan pacarmu ya???" Aditya terkekeh, dia sudah mendengar rcerita dari Kyros bahwa Niall kecelakaan setelah bertengkar dengan kekasihnya. Niall sedih sehingga tidak fokus.


Niall tersenyum dan merasa malu karena apa yang di katakan oleh Om nya itu memang benar, dia bertengkar dengan Sheryl sehingga tidak fokus.


"Harusnya berhati-hati dan fokus kalau berkendara, untung lama mobil, kalau pakai motor akan sangat lebih berbahaya. Jangan ulangi lagi."


"Maaf uncle, aku jadi merusakkan mobil pemberian uncle."


"Mobil bisa di perbaiki, jangan khawatir, yanv penting kau berjanjilah agar lebih berhati-hati. Bagaimana???? Apa masih ada yang sakit???"


Niall menggeleng. "Tidak terlalu, hanya butuh istirahat saja."


"Apa pacarmu ada disini juga??? Kemana dia????"


"Keluar dengan Mama." Jawab Niall.