
"Sheryl.." Chika tersenyum dan Sheryl memandangi Mama Niall itu. "Kau bisa mengajak Pamella ke taman rumah sakit ini, dan kalian bisa mengobrolembahas tentang Alex. Pamella pasti sangat ingin sekali mendengar banyak hal tentang kakaknya darimu. Pergilah dan ceritakan semuanya."
Sheryl mengangguk, lalu berdiri dan mengajak Pamella ke taman yang ada di rumah sakit ini. Mereka pun keluar dari ruang perawatan Niall, Elvin juga ikut bersama dengan kedua perempuan itu. Chika hanya memandang diam ketika mereka bertiga keluar. Sungguh dia tidak bisa berkata-kata lagi, informasi ini sangat mengenutkannya karena selama ini dia jiga tidak tahu bahwa Pamella adalah anak adopsi dari sahabatnya. Hati Pamella pasti hancur sekali karena baru mengetahui rahasia sebesar ini dan lebih menyedihkan lagi kakak Pamella adalah Alex yang sudah meninggal dan memberikan jantungnya kepada Niall..
Niall tiba-tiba membuka matanya, bangun dari tidurnya. Dia melihat ke arah Mama nya yang duduk sendirian. Tidak ada Sheryl, Papa dan Kakak sepupu nya dan tidak ada Pamella serta Elvin. "Mama..." Panggilannya membuat lamunan Chika terbuyarkan.
"Niall, kau sudah bangun."
"Bahkan aku sama sekali belum tertidur sejak tadi." Gumam Niall. Ternyata tadi dia tidak tidur dan baru memejamkan mata saja tetapi dia semakin tidak bisa tidur ketika mendengar Pamella datang dan perempuan itu menanyakan pada Sheryl tentang Alex. Karena penasaran, Niall mencoba masih tetap memejamkan matanya dan mendengarkan semuanya. Pamella mengaku bahwa dia adalah adik dari Alex. Alex yang sama yang mendonorkan jantung untyknya. Sungguh informasi itu membuat Niall sangat terkejut, terlebih lagi Pamella ternyata selama ini adalah anak adopsi bukan anak kandung dari orang tua nya.
"Jadi, kau tidak tidur???? Itu berarti aku mendengar segala nya???" Tanya Chika.
"Iya Ma." Gumam Niall. "Jadi apa benar Pamella bukan anak kandung Papa Ivan dan Mama Tiara.???" Tanya Niall yang masih menyebut Mama Papa kepada kedua orang tua Pamella. "Mama sahabat baik Mama Tiara kan sejak kalian masih kuliah dulu??? Mama pasti tahu segala nya, lalu kenapa Mama selama ini tidak memberitahu ku mengenai hal itu????"
"Niall.??? Sungguh Mama tidak tahu sama sekali mengenai hal itu, Mama tidak tahu kalau Pamella dulu di adopsi dari panti asuhan, Mama kira Pamella adalah anak kandung mereka. Kau tahu kan setelah kami lulus kuliah, Tiara pulang ke Surabaya, kami pun tidak berkomunikasi selama beberapa tahun, kami lost kontak dan dia ke Jakarta sudah menikah dan membawa bayi kecil Pamella saat itu, mereka bilang itu anak mereka, ya masa mama tidak mempercayai nya lalu mengorek asal usulnya, kan tidak mungkin. Lagipula Pamella juga mirip demgamereka berdua. Orang punya hak untuk.menjaga apa yang mereka ingin jaga, menurut Mama itu adalah hal yang bagus, mereka menyembunyikan identitas Pamella dengan sangat baik, dan mereka juga sangat menyayangi Pamella. Menandakan bahwa mereka memang sangat ingin menjaga itu demi kebaikan dan kebahagiaan Pamella. Dan Pamella sekarang sudah dewasa, dia mengerti apa yang harus dia lakukan dan menyikapi ini dengan penuh kedewasaan."
Chika menghampiri Niall dan duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang perawatan putranya itu. "Kedewasaan Pamella sudah bisa kita lihat ketika dia mengambil keputusan untuk melepaskan mu. Ya, Mama juga bisa melihat betapa hancurnya dia saat ini, orang tua kandungnya sudah meninggal, lalu mendapati kenyataan bahwa Kakaknya juga meninggal dunia, lebih menyedihkan lagi jantung kakaknya ada di dadamu. Kakaknya menyelamatkan hidupmu tetapi jantung kakaknya itu membuat dia kehilangan cintamu, kehilangan dirimu, karena selama ini jantung kakaknya hanya ingin bersama dengan Sheryl, pada akhirnya jantung itu membuatmu berpaling darinya dan membawanya kembali pada Sheryl. Pamella ada di posisi yang sulit, bagai simalakama." Chika menunduk sedih. Sungguh dia sangat mengkhawatirkan Pamella saat ini. Gadis yang malang itu seperti tersambar petir di siang hari berkali-kali.
"Mama, lalu apa yang harus alu lakukan sekarang Ma???? Kesalahanku begitu besar pada Pamella, aku sangat menyadari itu, dan sekarang jantung kakaknya justru ada bersama diriku. Skenario seperti apa yang Tuhan buat untuk kami sebenarnya???? Kami jadi seperti lingkaran yanv tidak memiliki batas, dan saling terhubung. Sungguh aku tidak mengerti harus bagaimana Ma???"
"Niall sayang, kau mendapatkan jantung Alex itu it's not your fault. Rumah sakit tempatmu di rawat dulu memang sudah kerja sama dengan banyak rumah sakit untuk bisa mendapatkan jantung yang cocok untukmu, dan kebetulan adalah itu jantung dari Alex, dan tadi kau pasti mendengar dari Pamella bahwa Alex memang sudah menandatangani surat perjanjian untuk donor jantungnya bisa di berikan kepada siapapun yang membutuhkan, karena Alex terinspirasi dari Pamella yang setia merawatmu yang memang saat iti sudah tidak memiliki harapan. Alex pun tidak menyangka bahwa jantung itu akan cocok untukmu dan malah di berikan kepadamu jadi mengenai jantung itu, bukanlah kesalahanmu. Jika berbicara mengenai kesalahan, ya kau dalam hal ini bersalah karena kau meninggalkan Pamella untuk mengejar Sheryl, tetapi kau memang tidak bisa mengontrol dirimu untuk tidak melakukan itu."
"Apa menurut Mama Tuhan sedang mempermainkan kami berempat????" Tanya Niall.
"Jangan bicara seperti itu." Ucap Chika. "Pamella juga sudah memutuskan untuk melpaskanmu sepenuhnya, tetapi kau tadi juga mendengar kan??? Kalau dia ingin kau menganggapnya sebagai adik, dan merasakan kasih sayang seorang kakak karena jantung kakaknya ada padamu??? Mama juga yakin Pamella tidak akan lagi menyalahkan jantung itu mengingat jantung itu adalah milik kakaknya, dan jantung kakaknya itulah yang menginginkan Sheryl bersamamu. Pamella dampaknya sudah mengerti bahwa kakaknya dulu memang begitu mencintai Sheryl hingga membuat jantungnya pada akhirnya kembali lagi berdetak untuk Sheryl. Ya, kau memang mencintai Sheryl, tetapi bagaimanapun jika bukan karena jantung itu mungkin kau tidak akan bertemu dengan Sheryl dan tidak meninggalkan Pamella seperti ini, ya kau akan meninggalkan Pamella dengan cintamu yang masih untuk ya bukan seperti ini. Yang terpenting sekarang kalian bisa bahagia dengan kehidupan kalian masing-masing. Pamella gadis yang kuat dan Mama juga bisa melihat ketegarannya saat ini serta dia sudah benar-benar mengikhlaskan mu bersama Sheryl."
"Lalu bagaimana aku harus bersikap padanya Ma??? Sungguh aku masih di hantui rasa bersalah yang begitu besar kepadanya."
Chika tersenyum. "Caranya adalah kau menjadi kakak yang baik untuknya, selain pada adikmu Liam. Ya, kau juga harus mendiskusikan ini dengan Sheryl, sekiranya dia merasa tidak nyaman dengan hal itu, ya kau bisa mengambil sikap. Kau juga tidak bisa mempermainkan Sheryl."