
Sepeninggal Niall, Sheryl berpindah, duduk di sofa kesayangan itu sambil menatap jendela. "Ini yang terbaik." gumamnya meyakinkan dirinya sendiri. Suatu saat nanti Niall pasti menyadari bahwa apa yang diputuskan oleh Sheryl ini adalah demi kebaikannya.
Niall berhak menemukan perempuan yang mencintai dirinya yang sebenarnya, bukan perempuan yang bahkan tidak tahu siapa yang dicintainya sekarang.
Meskipun entah kenapa dadanya terasa sakit, perih dan sesak, seperti patah hati.
Sheryl mendesaah, menyandarkan tubuhnya di sofa. Lalu tiba-tiba kalimat terakhir Niall sebelum pergi terngiang di kepalanya, muncul begitu saja.
"Kau akan mendapatkan yang kau mau Sheryl, dunia tanpa aku di dalamnya, dan aku akan membawa jantung Alex pergi bersamaku......"
Firasat buruk langsung menyergapnya begitu saja, membuatnya duduk tegak dengan mata membelalak, jantungnya langsung berdebar.
Dan kemudian, dengan langkah cepat, Sheryl meraih jaketnya dan berlari tergesa keluar apartemen, napasnya terengah dan air matanya mengalir.
Niall!
Sheryl memanggil, dengan seluruh kengerian yang menyelimuti benaknya.
***
Niall mengemudikan mobilnya di jalanan yang sepi dan berliku itu, matanya basah, basah karena sakit dan patah hati.
Jantungnya berdenyut kencang, menyakitkannya.
Niall melirik ke arah dadanya dan kemudian tersenyum pahit,
Kau tidak mau mati lagi bukan Alex? Aku sebenarnya juga. Tetapi buat apa kita bertahan kalau kita sudah tidak diinginkan?
Tidak. Tetapi bagaimanapun juga, seberapapun putus asa menderanya, Niall memang tidak ingin mati. Dia sudah pernah merasakan bagaimana hidup tanpa harapan untuk bertahan, berdoa setiap malam supaya diberikan kesempatan menjalani hidup lebih lama, lebih panjang.
Dan Niall tidak akan pernah membuang kesempatan yang diberikan Tuhan kepadanya, dia tidak mau menjadi orang yang tidak tahu bersyukur, dia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan kepadanya.
Meskipun terasa sakit, Niall akan bertahan. Meskipun jantung yang menjadi penyelamatnya ini membawanya kepada kisah cinta yang pelik, Niall akan berjuang. Mungkin saat ini dia kalah, tetapi bukan berarti dia menyerah.
Ketika benaknya berkelana, tiba-tiba saja dibalik gelapnya malam muncul sesosok mahluk kecil berkaki empat, mungkin kucing, yang tiba-tiba saja melompat ke jalan.
Niall kaget, dia membanting stir ke samping, malangnya karena jalanan licin, bannya selip dan Niall kehilangan kendali atas mobilnya. Suara berdecit yang keras terdengar, dan suara tubrukan yang menggetarkan telinga menyusul kemudian.
***
“Niall???” Sheryl masih memanggil nama Niall meskipun dia tahu bahwa yang menjawab teleponnya bukan Niall.
“Halo??? Siapa ini?” jawab seorang lelaki dengan suara berat.
“Ini sendiri siapa? Saya bisa bicara dengan Niall? Ini nomor HP Niall bukan?” Tanya Sheryl.
“Niall yang mengalami kecelakaan??? Saya petugas rumah sakit, ponselnya masih saya pegang, saya sedang berusaha menghubungi orangtuanya...”
Telepon itupun jatuh dari tangan Sheryl.
***
Chika sedang duduk di ruang tengah bersama dengan Cahya, Kyra, neneknya dan Gienka yan baru kembali dari Amerika. Mereka membiarkan Lexia tidur bersama degan Athan di depan mereka, sementara mereka memilih mengobrol. Mereka duduk di lantai dengan karpet bulu yang begitu lembut.
"Aunty kemarin Aunty sempat bilang katanya Niall membatalkan pertunangannya dengan Pamella, tapi bagaimana bisa???" Tanya Gienka pada tantenya yaitu Chika.
Sebelumnya Gienka mendengar dari Amamnya bahwa Niall yaitu sepupunya Kyros telah membatalkan pertunangannya dengan kekasihnya yaitu Pamella. Padahal mereka dulu sangat mencintai dan hubungan mereka sudah berlangsung selama bertahun-tahun sehingga ketika dia mendengarkan kabar Itu Gienka sangat terkejut sekali termasuk juga Kyros. Mereka tidak menyangka bahwa Niall memilih mengakhiri hubungannya begitu saja dengan Pamella. Gienka pun penasaran dan ingin tahu cerita yang sebenarnya dan apa yang terjadi.
..
"Perempuan??? perempuan siapa Aunty???" Tanya Gienka bingung.
"Aunty juga tidak tahu, tetapi sejak transplantasi jantung itu sikap Niall memang berubah sekali dan bahkan sebelum dia memutuskan untuk kuliah di luar Jakarta, dia juga mengakhiri hubungannya lebih dulu dengan Pamella, tentu saja kami semuanya sangat terkejut dan Aunty juga marah."
"Lalu???"
"Dia sudah menemukan perempuan yang ada di dalam mimpinya itu dan mereka sedang dekat saat ini. Pamella ditinggalkan begitu saja dengan kejam oleh Niall sampai dia sakit dan Nialll sama sekali tidak peduli."
"Tapi apakah Niall tidak menjelaskan secara spesifik Siapa perempuan itu dan bagaimana dia bisa menemukannya lalu menjalin hubungan dengannya???" Tanya Gienka lagi.
"Dia tidak pernah bercerita apapun setelah Aunty marah kepadanya, karena dia menghancurkan hati Pamella. hubungan Aunty dengan orang tua Pamella juga sedikit merenggang karena apa yang dilakukan Niall sangat kejam."
"Kasihan sekali Pamella tapi bagaimana bisa Niall begitu jahatnya meninggalkannya, padahal dulu Pamella yang selalu menjaga dan merawatnya saat di rumah sakit dan ketika dia sudah mendapatkan donor jantung kenapa malah meninggalkan Pamella, ini sangat aneh sekali???" Gumam Gienka.
"Itu dia Gie, Aunty juga tidak tahu harus mengatakan apa dan bersikap bagaimana, Aunty dan Uncle merasa sangat malu sekali dengan orang tua Pamella, tapi kami berdua tidak bisa melakukan apapun. Kau pasti tahu bagaimana sifat sepupumu itu??? Nialll itu sangat keras kepala dan ketika dia bilang A maka dia tidak akan bisa menggantinya dengan huruf B atau bahkan Z." Ujar Chika.
"Mungkin Aunty dan juga uncle harus mengajak Niall berbicara dari hati ke hati tanpa menggunakan emosi karena kalau aunty atau Uncle marah dan memaksanya, yang ada dia justru akan diam dan tidak lagi mengutarakan perasaannya, ya kita tidak tahu apa yang terjadi tetapi kita Coba beri dia ruang sebentar saja. Lalu setelah dirasa cukup baru kita berbicara dengannya secara baik-baik."
"Ya Aunty akan coba untuk memberinya waktu, tetapi sungguh Aunty sangat kecewa sekali dengan keputusannya yang diambil dengan cara seperti itu baik Aunty dan juga Uncle selalu mengajarkan dia untuk bersikap baik dan tidak menghancurkan hati perempuan seperti itu apalagi Pamella sangat baik."
Di tengah obrolannya itu, tiba-tiba ponsel Chika berdering dan di sana ada nama Niall. Chika pun memberitahu Gienka dan Cahya bawa Niall meneleponnya lalu Chika mengangkatnya. "Halo???" Sapa Chika.
"Halo selamat sore, apa ini adalah orang tua dari saudara Niall Adrian Sahasya???"
"Aah, iya ini saya ibunya tapi anda siapa??? Kenapa ponsel anak saya ada pada anda???" Tanya Chika.
"Oh ini Bu Saya dari rumah sakit Healt care. Saya ingin mengkonfirmasikan bahwa anak Anda yang bernama Niall Adri Sahasya telah mengalami kecelakaan dan saat ini sedang berada di rumah sakit health care."
Sontak mendengar itu Chika pun terlonjak. "Apa???? Niall kecelakaan di mana dan bagaimana keadaannya." Tanya Chika, mendengar itu Gienka Cahya dan ibunya yang sedang menunggui cucunya yg sedang ttidur pun juga ikut terkejut.
"Iya saudara Niall mengalami kecelakaan dan saat ini sedang ditangani oleh dokter. Apakah anda bisa datang ke sini???"
"Saat ini kami ada di Jakarta tapi kami akan segera ke sana, tolong berikan penanganan yang baik untuk anak kami Tetapi bagaimana keadaannya sekarang???"
"Sedang ditangani oleh dokter."
"Oke Oke, kami akan segera ke sana."
Panggilan itu pun ditutup dan wajah Chika pun terlihat panik sekali, kemudian Chika menyuruh Gienka untuk memanggil Adri yang sedang ada di ruang tamu. Adri tadi mengobrol dengan Kyros dan juga Aditya serta Axel. Gienka pun bergegas ke bawah untuk memanggil para laki-laki dan memberitahu jika Niall saat ini sedang ada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan.
Gienka menghampiri para pria itu. "Aunty baru saja menerima telepon dari rumah sakit, katanya Niall mengalami kecelakaan mobil."
"Apa???? kecelakaan di mana???" Tanya semuanya yang juga tidak kalah terkejutnya.
"Tidak tahu tetapi aunty diminta untuk ke sana."
"oke oke kita masuk dulu, kita harus menghubungi rumah sakit dan menanyakan apa itu benar atau tidak karena takutnya itu adalah penipuan, hal seperti itu sering terjadi kan???" Ucap Aditya.
Mereka kemudian masuk ke ruang tengah dan Chika terlihat menangis karena panik. Adri langsung menenangkannya dan menanyakan Rumah Sakit mana yang menghubunginya tadi. Chika menjelaskan semuanya lalu Aditya dengan cepat mencari nomor telepon Rumah Sakit itu untuk mengkonfirmasi apakah benar bahwa ada orang bernama Niall mengalami kecelakaan.
Beberapa saat kemudian Aditya memberitahu mereka bahwa benar Niall mengalami kecelakaan mobil, melihat kepanikan adiknya. Aditya pun meminta mereka untuk bersiap dan berangkat untuk menyusul Niall ke Surabaya karena memang Niall saat ini sedang melanjutkan pendidikannya di Surabaya. Aditya juga akan menyiapkan pesawat untuk agar mereka bisa berangkat ke sana dan melihat kondisinya Niall.