Heart Attack

Heart Attack
Berbicara dengan Sheryl



"Ky, lebih baik kah kembali lagi saja ke Jakarta." Ucap Adri. Saat ini dia sedang berada di ruang perawatan Niall bersama dengan istrinya dan juga Sheryl serta Kyros keponakannya.


"Iya Ky, istrimu juga pasti ingin mengunjungi keluarga nya, kalian baru kembali dari Amerika, Lexia pasti ingin bertemu dengan Opa dan Oma nya. Niall juga sudah dalam keadaan yang sangat baik, ada kami disini." Sahut Chika.


Kyros melempar senyumnya. "Iya, Uncle, Aunty, aku juga sudah bicara dengan Gienka semalam, rencana nya sore nanti."


"Yah, aku jadinya tidak memenuhi janjiku untuk pulang ke Jakarta, aku kangen sekali dengan kak Gienka dan Lexia." Sela Niall.


Kyros terkekeh. "Itulah salahmu sendiri, kenapa kau tidak berhati-hati sehingga kau celaka."


"Ya, aku salah. Jadi berhentilah menyalahkan ku kak."


Kyros kembali terkekeh. "Cepat sembuh, dan nanti aku akan mengajak Gienka dan Lexia kesini, aku akan disini sekitar dua minggu, semoga tidak ada perubahan jadwal sehingga bisa lama di Indonesia. Benar kata Aunty, Gienka pasti ingin ke rumah orang tua nya, aku tidak mungkin membiarkannya kesana sendiri, tidak sopan kalau aku juga tidak datang menemui mertua ku. Cepatlah sembuh dan keluar dari sini supaya kau bisa bertemu Lexia."


"Iya. Tapi janji ya bawa Lexia kesini???"


"Iya... Dan kapan-kapan kalau kau sudah sembuh total, ajak juga Sheryl ke Jakarta, supaya Sheryl juga tahu dan mengenal semua anggota keluarga kita."


"Tentu saja." Ucap Niall. "Sheryl, kau memang harus mengenal keluarga besar kami, dan aku punya dua keponakan yang menggemaskan, satu laki-laki namanya Athan, dia anaknya kak Kyra, dan satunya lagi Lexia, anaknya kak Kyros, ah ya aku juga punya seorang adik laki-laki, namanya Liam. Dia juga sangat manis. Ada juga uncle dan auntyku yang sangat baik, mereka orang tua kak Kyros, ada Oma dan Opa juga serta nenek. Oma dan opa tinggal di bersama uncle dan Aunty, sedangkan nenek tinggal bersama dengan keluarga ku. Nenek itu orang tua nya Mama dan Aunty Cahya, sedangkan Oma Opa adalah orang tuanya uncle Aditya dan Papa. Lebih tepatnya orang tua angkat Papa, tetapi mereka sangat menyayangi Papa dan merawat Papa dengan penuh kasih sayang sejak dulu, jadi sudah seperti anak sendiri. Keluarga kami sangat menyayangi satu sama lain. Mereka akan senang bertemu denganmu nanti." Ujar Niall bersemangat.


"Lalu bagaimana denganmu???" Tanya Kyros pada Niall.


"Maksud kakak???"


"Bagaimana denganmu, kau tinggal disini dan apa kau sudah kenal dengan keluarga Sheryl.???"


"Tentu saja sudah, aku pernah ke rumah Sheryl dan bertemu Mama nya. Hanya saja Papa Sheryl cukup sibuk jadi belum sempat bertemu saat aku kesana."


"Ohh wow, kau ternyata sudah selangkah lebih maju. Tapi harus ku pastikan bahwa Mama nya Sheryl tidak mengusirmu ka??"


"Mana ada aku di usir, aku terlalu tampan sehingga sayang sekali jika aku harus di usir. Benarkan Sheryl???"


Sheryl terkekeh mendengar candaan Niall dan Kyros. Dia senang bisa melihat Niall kembali ceria seperti sebelumnya dan dia juga senang karena bisa di terima dengan baik oleh orang tua Niall.


"Ma, aku harus ke kantor polisi dengan Ky untuk mengurus beberapa hal mengenai Niall kemarin, mengurus mobil Niall juga." Ucap Adri.


"Ya, kalian pergilah dan urus semua nya, aku dan Sheryl akan disini menjaga Niall."


"Kalau ada apa-apa hubungi kami, oh iya, apa kalian ingin memesan sesuatu???" Tanya Adri.


"Beli saja makanan atau camilan juga buah, setidaknya itu bisa mengganjal perut."


Adri menganggukkan kepala nya. "Baiklah, kami akan segera kembali. Ayo Ky.!!!" Ajak Adri kemudian berdiri dan keluar dari ruangan itu bersama Kyros.


****


"Pamella sayang??? Masuklah...!!!" Titah chika. Sheryl berdiri dari sofa dan melempar senyum.pada Pamella. Semalam saat dia keluar dari ruang IGD, dia tidak lagi melihat Pamella yang kata Mama Niall sudah berpamitan pulang. Sungguh Sheryl masih merasa canggung sekali bertemu dengan Pamella dan dia juga sudah berencana untuk menemui Pamella dengan Niall nanti nya.


Pamella masuk di ikuti oleh Elvin, kemudian Pamella menghampiri Mama Niall dan memeluknya. "Mama" Ucapnya. "Hanya kalian saja yang ada disini???"


"Papa mu dan juga Kyros sedang keluar untuk ke kantor polisi mengurus mobil Niall dan beberapa hal. Ayo duduklah, sayang sekali Niall baru saja tidur setelah minum obat."


Pamella tersenyum kemudian beralih memandangi Sheryl. "Hai Sheryl." Pamella mengulurkan tangannya untuk menyalami Sheryl.


Sheryl pun membalasnya dan menyalami Pamella. "Hai Mel. Semalam aku mencarimu, ternyata kau sudah pulang."


"Ya, aku lelah dan sudah di tunggu oleh nenekku di rumah jadi aku harus pulang. Bagaimana kondisi Niall???"


"Dia sudah membaik, dan bukan seperti orang yang sedang sakit." Jawab Sheryl.


Pamella kemudian melirik ke arah Nia yang sedang terlelap di ranjang perawatannya. Ingatan Pamella kembali melayang, teringat akan perjuangannya dulu menunggu Niall yang juga terbaring di rumah sakit, hanya saja dulu Niall begitu lemah, lucat dan sangat kurus. Berbeda dengan sekarang, meski sakit tetapi kondisi Niall sudah begitu sehat, tidak krus dan pucat seperti dulu dan Niall bahagia. Itu yang Pamella lihat saat ini.


Pamella kemudian duduk di sofa bersama dengan Mama Niall dan Chika, begitu juga dengan Elvin.


"Kau dari rumah sayang???" Tanya Chika.


"Tidak Ma, aku dan Elvin baru saja kembali dari pemakaman." Jawab Pamella.


"Kau pasti Ziarah ke makam kakekmu ya???" Chika tersenyum. "Hal yang sangat baik di lakukan ketika berkunjung kesini, selain bertemu nenekmu, kau juga harus berziarah di makam kakekmu."


Pamella menggelengkan kepala nya. "Tidak Ma, aku tidak ke makam kakek."


Chika mengerutkan dahi nya


"Tidak ke makam kakekmu??? Lalu untuk apa ke Pemakaman??? Apa ada sanak saudaramu yang meninggal???" Tanya Chika penasaran.


"Aku zirah ke makam kakakku." Gumam Pamella.


"Kakakmu???" Chika tampak bingung karena yabg dia tahu Pamella tidak memiliki kakak karena Pamella adalah anak tinggal. Dan Chika juga sebenarnya tidak tahu jika Pamella bukanlah anak kandung dari sahabatnya. Chika pun tersenyum, mungkin maksud Pamella adalah makam kakak sepupunya atau kakak dari keluarga nenek Pamella.


"Mama..??" Panggil Pamella. "Sebenarnya aku ke sini ingin menemui Sheryl." Gumamnya lagi. "Aku ingin bertanya sesuatu kepada nya. Bolehkan???"


Chika menoleh dan saling melempar pandangan dengan Sheryl. Sementara Sheryl tampak menegang, entah apa yang ingin di tanyakan Pamella kepadanya."Ya, kau ingin bertanya apa Me??" Kali ini Sheryl berbicara.


"Ini tentang Alex." Gumam Pamella.


"Alex???" tanya Sheryl.


"Iya, tentang Alex. Aku ingin tahu segalanya tentang dia, bisakah kau menceritakan semuanya padaku???"