Heart Attack

Heart Attack
Mendatangi Makam Alex



Mereka kemudian berpamitan. Dan karena ibu Rani tampaknya benar-benar tidak tahu kepada siapa akhirnya jantung Alex didonorkan, Elvin dan Pamella pun tidak memberitahukan bahwa jantung itu telah menyelamatkan nyawa Niall, kekasih Pamella.


Mereka duduk di mobil, dalam keheningan, masih shock atas apa yang baru saja mereka lalui. Tangan Elvin ada di kemudi, tetapi dia tidak menjalankan mobilnya. Lelaki itu menoleh ke Pamella yang merenung dengan ekspresi kosong, kemudian jemarinya terulur, menyentuh rambut Pamella dengan lembut,


“Kau tidak apa-apa???" Tanya Elvin.


Pamella mengangkat kepalanya, menatap Elvin yang begitu tampan. Selama ini Pamella tahu bahwa Elvin tampan. Dulu Elvin selalu mempunyai banyak wanita yang mengejar-ngejarnya sejak dulu. Dan Pamella yakin penggemar Elvin pasti banyak sampai sekarang, mengingat semakin bertambahnya usia, ketampanan Elvin semakin matang, membuatnya menjadi magnet bagi perempuan manapun. Pamella sendiri tidak pernah terkena pengaruh magnet itu karena dia selalu menganggap Elvin saudaranya.


Tetapi sekarang.... setelah dia tahu bahwa dia dan Elvin tidak bersaudara, akankah dia.. Entahlah...!!!


Pamella menghela napas panjang, mengusir pikiran-pikiran yang memberatkan hatinya itu. Nanti. Semua akan dipikirkannya nanti, semuanya terasa terlalu berat kalau dipikirkan sekaligus, membuat dadanya terasa sesak.


“Aku tidak apa-apa.” Akhirnya Pamella bergumam serak, menatap Elvin dengan lembut, “Antarkan aku ke makam Alex ya.??”


Ibu Rani telah memberitahukan lokasi makam Alex kepada Pamella. Dan Pamella ingin ke sana, setidak nya untuk meyakinkan hatinya, bahwa dia sebenarnya memiliki seorang kakak, yang selalu mencintai dan mengawasinya diam-diam.


Air mata Pamella menetes satu persatu membasahi pipinya. Seandainya Alex memutuskan untuk menemuinya, akankah keadaannya menjadi berbeda??? Seandainya Pamella punya kesempatan untuk menemui Alex ketika kakaknya masih hidup, akankah kebahagiaan akan melingkupi mereka semua?


Kenapa dia ditakdirkan mengetahui punya seorang saudara kandung, ketika saudaranya itu telah meninggalkan dunia ini? Tanpa memberi kesempatan baginya untuk bertemu, untuk berkenalan atau bahkan untuk menyayangi?


Pamella menangis terisak-isak dan Elvin menatapnya dengan sedih, lelaki itu lalu merangkul Pamella supaya dekat ke dadanya dan menangis di sana.


Ah, merasakan rapuhnya Pamella di pelukannya membuat jantung Elvin terasa diremas. Betapa Elvin ingin menanggung semuanya untuk Pamella.... betapa inginnya Elvin agar Pamella tidak menangis lagi...


***


Mereka sampai di pemakaman itu, pemakaman sepi yang indah dan tertata rapi. Elvin turun lebih dulu dari mobil, kemudian menggandeng lengan Pamella untuk turun bersamanya, mereka berjalan dalam keheningan. Mereka kemudian melihat seorang pria tua yang sedang membersihkan sebuah Makam. Kedua nya menghampiri pria itu untuk menanyakan letak makam Alex. Pria itu pasti penjaga tempat pemakaman ini. Di jalan tadi mereka sudah membeli bunga untuk di taburkan di makam Alex.


"Pak permisi." Ucap Elvin.


Pria itu berbalik badan dan tersenyum. "Iya, ada yang bisa saya bantu???" Tanya nya pada Elvin dan Pamella.


"Kami ingin mencari makam atas nama Alex Regantara. Kalau boleh tahu di blok bagian mana ya pak???" Tanya Elvin dengan sopan.


Pria tua itu tampak diam dan mencoba mengingat. "Oh makamnya Alex Regantara??? Ya, saya tahu, kebetulan kemarin pacarnya juga baru saja berziarah, mari saya antar, ada di tengah sana."


Pamella dan Elvin mengikuti pria tua itu berjalan menyusuri makam-makam, untuk menemukan makam Alex. "Saya kebetulan penjaga disini, dan setiap hari membersihkan makam disini, penggali kubur juga. Apa yang kalian cari benar makam Alex yang meninggal karena kecelakaan itu??? Takutnya salah."


"Oh kalau begitu benar Alex yang itu. Tetapi saya tidak pernah melihat anda berdua."


"Sepupu saya ini dari Jakarta, dan memang ini pertama kalinya datang ke tempat pemakaman ini."


"Oh pantas saja, dan yang sering datang kesini setiap hari jumat adalah mbak Sheryl, pacarnya Alex. Dia selalu datang rutin setiap jumat, dan kemarin dia juga baru datang kesini padahal bukan hari jumat, tetapi kadangkala bukan hari jumat saja dia datangnya, di hari tertentu pun kadang datang."


"Sheryl sering kesini???" Tanya Pamella akhirnya.


"Iya, selalu rutin dan tidak pernah terlewat seminggu sekali membawa bunga dan juga berdoa untuk Alex. Rutin sejak Alex meninggal, dia sepertinya sangat mencintai Alex. Mbak Sheryl selalu menyuruh saya untuk merawat makam Alex dan selalu memberikan saya uang setiap kali datang kesini, dia sangat baik sekali. Nah itu dia makamnya." Pria itu menunjuk ke sebuah makam dengan sebuah bucket bunga di atas nya. Kemudian dia berpamitan pada Pamella dan Elvin untuk melanjutkan pekerjaannya. Kedua nya pun mengucapkan terima kasih kepada pria tua itu.


Lalu makam itu ada di sana. Dengan nisan bertuliskan nama Alex serta bucket bunga mawar putih dan sedap malam ada di bawah nisan itu. Bunga itu belum terlalu kering seperti baru kemarin di letakkan disana. Mungkin bunga ini adalah lambang perasaan Sheryl untuk Alex. Tiba-tiba batin Pamella terenyuh, terasa begitu pedih. Alex, kakak yang tidak pernah diketahuinya hingga saat ini memiliki kekasih yang sangat mencintainya. Dan juga sangat dicintainya..... Pamella merenung, sangat dicintainya sampai membuat jantung Alex tetap berdetak untuk Sheryl, bahkan  ketika jiwa Alex mungkin sudah tidak ada di dunia ini, jantungnya masih memanggil Sheryl. Rasa cinta itu pasti sangat besar sekali. Dan Sheryl juga pasti memiliki cinta yang besar untuk kakaknya sehingga setiap jumat selalu datang untuk mendoakannya.


“Kakak....” Pamella bergumam pelan, tiba-tiba merasakan kesedihan yang mendalam karena tidak pernah bisa memanggil nama Alex ketika kakaknya itu masih hidup.


Elvin melirik ke arah Pamella yang semakin lama semakin tampak rapuh, dia merangkul Pamella ke dalam pelukannya, memberinya kekuatan dan merasa sangat bahagia ketika Pamella tidak menolak pelukannya.


Pamella kemudian duduk bersimpuh di tanah dan memeluk makam Alex. Dia tidak pernah sekalipun memiliki kenangan bersama kakaknya ini. Dari cerita bu Rani, Alex sangat menyayangi nya. Pamella tidak bisa membayangkan jika seandainya Alex masih hidup dan mengyngkapkan keadaan yang sebenarnya, mungkin Pamella akan menjadi adik yang akan di limpahi kasih sayang yang begitu besar oleh kakaknya.


Pamella terisak pilu memeluk nisan Alex, seolah meluapkan kesedihan dan penyesalannya karena terlambat mengetahui bahwa dia memiliki seorang kakak yang sangat mencintai nya. Sungguh Pamella tidak mengenal Alex, dan dia tidak tahu sama sekali bagaimana pribadi Alex. Tetapi bu Rani memberitahu bahwa Alex sangat baik, cerdas dan memiliki ketulusan.


Elvin mencoba menenangkan Pamella lalu mengajak Pamella untuk mendoakan Alex. Mereka berdua dalam.keheningan dan membacakan doa untuk kedamaian Alex di surga sana. Dan Pamella juga mengungkapkan perasaan cinta dan sayangnya kepada kakaknya itu.


Setelah selesai berdoa, Pamella dan Elvin menaburkan bunga di atas makam Alex. Dan Pamella berjanji dia akan datang lagi kesini.


"Elvin, bisa kau antar aku ke suatu tempat???" Tanya Pamella.


"Kemana???"


"Aku ingin mendengarkan kisah tentang kakakku, dan aku sangat yakin, dia adalah salah satu orang yang paling tahu mengenai kakakku selain bu Rani."


Elvin tampaknya langsung mengerti. "Maksudmu Sheryl...??? Kau ingin menemui mya???"


"Iya, antar aku ke rumah sakit, sekaligus menjenguk Niall."