Heart Attack

Heart Attack
Kesedihan Pamella



"Hai Mella.." Sapa Sheryl ramah. "Tidak disangka kita bertemu lagi di sini." Sapanya ceria dan terkejut. "Bagaimana Novelnya??? sudah dibaca, bagus tidak???" Tanya Sheryl.


Pamella berusaha tidak mempedulikan wajah Niall yang berkerut, juga tubuh Elvin yang menegang di sebelahnya. "Sudah kubaca, bukunya bagus, tapi aku baru sampai di tengah-tengah buku, jadi aku belum tahu rahasia gelap apa yang tersembunyi di Victory, meskipun aku mulai menebak-nebak semua misterinya."


Sheryl tertawa. "Kau pasti akan terkejut, sangat layak untuk dibaca sampai akhir."


"Aku juga merasa begitu." Pamella tiba-tiba menggandeng lengan Elvin. "Eh aku harus buru-buru, maaf ya, semoga ada kesempatan lain buat kita bertemu." Dengan cepat ditariknya Elvin yang tampak bingung meninggalkan Niall dan Sheryl.


Ketika mereka sudah masuk, Elvin melepaskan pegangan Pamella dengan tatapan tajam. "Itu tadi Niall, tunanganmu, sedang bersama perempuan lain dan kau bersikap seolah-olah tidak mengenalnya. Ada apa ini Pamella??? Adakah yang tidak kau ceritakan kepadaku???" Tanya Elvin menelisik.


Pamella menghela napas panjang, "Maafkan aku Elvin... sebenarnya aku ingin menyimpan masalahku sendiri... tapi...." napas Pamella terasa sesak tiba-tiba ketika bayangan kebersamaan Niall dan Sheryl menghantui benaknya, "Bisakah kita duduk dulu??? aku akan menceritakan semuanya kepadamu."


Elvin mengangguk dan menatap Pamella galak. "Ceritakan semuanya sedetail mungkin!!!"


***


Sementara itu, Sheryl masih menatap ke arah kepergian Pamella sampai menghilang, lalu menoleh menatap Niall yang entah kenapa tampak begitu tegang,


"Itu tadi kenalanku, kami bertemu di toko buku."


"Kau kenal dia???" suara Niall terdengar tajam.


Sheryl terkekeh, "Bukan kenal sekali sih.... kami tidak sengaja bertabrakan di toko buku dan dia sedang membeli novel yang aku tahu, jadi kami bercakap-cakap sejenak mengenai Novel....tadi adalah pertemuan kedua kami."


Niall menghela napas panjang, Hatinya dipenuhi pertanyaan. Pamella ada di Surabaya??? Kenapa??? Dan kenapa perempuan itu sampai bisa bertemu dan mengenal Sheryl??? apakah itu hanya kebetulan, ataukah Pamella sudah merencanakannya???


Apakah Pamella belum menyerah tentangnya???


Niall mendesaah, merasa sedih. Yang paling diinginkannya adalah Pamella bisa segera melupakannya dan menemukan cinta yang baru, kenapa Pamella tidak mau menyerah??? Kenapa perempuan itu lebih memilih menyakiti dirinya sendiri dengan membangun harapan tanpa akhir dan patah hati yang sudah di depan mata???


Niall harus menemui Pamella lagi, dan mencoba untuk menyadarkannya. Pamella harus bisa menerima bahwa apapun yang dilakukannya, tidak akan ada lagi cinta Niall untuknya.


*****


"Kenapa??? Apa yang sebenarnya terjadi???" Tanya Elvin.


Belum berbicara dan menceritakan yang sebenarnya, tiba-tiba mata Pamella sudah berkaca-kaca menahan tangisnya. "Setelah menjalani operasi oencakokan jantung, sikap Niall berubah kepadaku. Dia bilang dia selalu bermimpi bertemu dengan seorang perempuan, lama-lama dia mengatakan jika dia sudah tidak memiliki perasaan apapun padaku dan mengakhiri hubungan kami. Aku di campakkan begitu saja oleh Niall, dan dia pindah kesini u ntuk mencari perempuan itu, dan kau bisa melihatnya, mereka tampak bahagia, sedangkan setiap hari hidupku semakin hancur dan rapuh."


Pamella menganggukkan kepala nya. "Iya.."


"Tapi aku masih todak mengerti, bagaimana bisa dia memimpikan perempuan itu??? Siapa memangnya perempuan itu??? Dan apa hubungannya dengan operasi Niall???" Elvin tampak bingung sekali.


"Jantung yang di cangkokkan untuk Niall adalah milik seorang laki-laki, dan laki-laki itu ada hubungannya dengan perempuan itu, laki-laki itu adalah kekasih dari perempuan itu. Ya, ini sangat aneh, bagaimana bisa itu mempengaruhi seseorang, tapi itu faktanya. Niall memilih meninggalkan aku yang sudah setia merawatnya saat sakit sampai sembuh, hanya karena ingin mengejar perempuan itu yang tidak tahu asal-usulnya." Pamella menyeka air mata nya dengan sedih, menatap Elvin nanar. "Aku sakit karena terus memikirkan pengkhianatan Niall padaku, aku memohon belas kasihnya agar dia pulang, ya dia pulang dan menjagaku di rumah sakit hanya untuk balas budi karena aku dulu menjaga nya, tetapi saat aku sembuh dia kembali lagi kesini, aku sangat membenci perempuan itu bahkan sebelum aku bertemu dengannya, dia menghancurkan mimpi besar ku dengan Niall. Dan sekarang aku akhirnya melihatnya secara langsung, dia bahagia bersama Niall ku, aku semakin terluka." Pamella pun kembali terisak pedih.


Elvin kemudian meraih jemarinya. "Kurang ajar Niall, berani sekali dia melakukan semua itu padamu, apa pengorbananmu selama ini tidak ada harga nya. Tapi apa kau sudah bicara dengan keluarganya???" Tanya Elvin lagi.


"Sudah. Mama Niall sudah berusaha membantuku membuat Niall sadar tetapi Niall keras kepala dan mengabaikan orang tua nya serta tetap nekat pindah kesini dan berkuliah disini."


"Bisa-bisa nya dia bersikap seperti itu." Gumam Elvin dengan wajah memerah menahan kemarahannya.


‡‡‡


Beberapa jam kemudian.


Setelah jalan-jalan dan mengantar Sheryl pulang. Niall masuk ke apartemennya dengan penuh kemarahan. Dan tidak habis pikir kenapa Pamella bisa ada disini, dan bagaimana bisa Pamella bertemu dengan Sheryl. apa yang sedang di rencanakan oleh Pamella sebenarnya. Niall mengambil ponselnya dan langsung mencari kontak Pamella untuk menghubungi perempuan itu.


"Kenapa kau ada di Surabaya??? Dan kenapa kau bisa mengenal Sheryl??? Apa sebenarnya rencanamu??? " Niall langsung memberondongkan pertanyaan itu ketika Pamella mengangkat teleponnya di seberang.


Pamella terpaku sejenak, tidak menyangka bahwa kalimat pertama yang diucapkan Niall setelah meneleponnya adalah kalimat penuh tuduhan.


"Aku ke Surabaya untuk menengok nenekku." gumam Pamella berusaha tenang, "Dan aku tidak sengaja bertemu Sheryl di toko buku."


Niall terdiam, "Aku tidak percaya." !!" gumamnya akhirnya, "Jangan berbohong padaku Pamella, apakah kau menyusul kemari karena kau belum berhenti berharap???" suara Niall tampak sedih, "Aku mohon, Pamella, aku mohon dengan sangat... lupakan aku, carilah cinta sejatimu, aku yakin kau akan menemukannya kalau kau bisa melepaskan aku."


Kata-kata Niall, yang diucapkan tanpa perasaan kepadanya itu bagaikan sembilu yang menyayat hati Pamella, teganya Niall mengucapkan hal itu kepadanya??? Menyuruhnya melupakan Niall??? Apakah Niall pikir hal itu demikian mudahnya dilakukan sementara selama ini, yang ada di hati Pamella hanya Niall, yang menjadi tumpuan dan tujuan hidupnya hanyalah bersama lelaki itu hingga ujung hidupnya. Bagaimana bisa Niall menyuruhnya melupakannya???


"Kau menyakitiku Niall." Suara Pamella bergetar penuh air mata, "Mungkin kau bisa dengan mudahnya melupakan aku, membuang aku dari hatimu. Tetapi maaf, aku tidak sedangkal itu. Aku akan berjuang untuk mendapatkan Niallku yang dulu!"


Kemudian, tanpa memberi kesempatan Niall untuk menjawab, Pamella menutup teleponnya dan menangis sejadi-jadinya.


Sebuah tangan menyentuh pundaknya dengan lembut, membuat Pamella menoleh. Elvin berdiri di sana menatap miris wajah Pamella yang penuh air mata, lalu lelaki itu merengkuh Pamella, membiarkan perempuan itu menumpahkan tangis di dadanya.