Heart Attack

Heart Attack
Aku Mella



Keesokan harinya.


Sheryl sedang mengunjungi toko buku kecil langganannya di lokasi dekat kampus, Tisha tidak ikut karena ada urusan dan jiga Sheryl sudah mengatur janji dengan Niall untuk ke makam Alex, tetapi akan bertemu disini nanti. Dengan asyik Sheryl menelusuri barisan buku-buku yang tertata rapi di bagian fiksi, mencari kisah romantis baru untuk di bawa pulang.


Ketika tidak menemukan apa yang dicarinya, Sheryl berbalik, hendak menuju bagian new release di sudut lain toko itu, ketika kemudian dia menabrak seseorang yang sedang membawa tumpukan buku-buku hingga yang dibawanya itu jatuh berserakan di lantai.


"Oh sorry." Sheryl dan orang yang dtabraknya itu sama-sama berjongkok untuk mengambil buku itu, Sheryl mendongak dan menatap orang yang ditatapnya, seorang perempuan .... sangat cantik. Dengan cekatan Sheryl mengambil buku-buku yang berserakan itu lalu berdiri diikuti perempuan itu, dan menyodorkan buku-buku itu kepada perempuan itu. 'Maafkan saya ceroboh, saya tidak tahu ada orang di belakang."


Perempuan cantik itu menerima buku-buku dari Sheryl dan memeluknya di tangannya, "Tidak apa-apa, aku juga tadi berjalan lurus saja, tidak melihat ke kanan dan ke kiri."


"Ini Novel Don't Worry Darling." Sheryl tidak bisa menahan diri ketika melihat sampul salah satu buku yang berada di bagian depan di pelukan perempuan itu. "Aku juga punya satu di rumah."


"Oh ya???" perempuan itu melirik ke arah bukunya dan tersenyum malu-malu. "Aku sedang berlibur di Surabaya, dan sengaja membeli buku-buku yang banyak sebagai teman kebosananku. Dari sinopsisnya di bagaian belakang buku, sepertinya ini buku yang menarik."


"Sangat menarik." Sheryl memutar bola matanya. "Kisaha tentang Jack Chambers dan Alice, mereka adalah pasangan muda di tahun 1950-an yang tinggal di kota perusahaan bernama Victory. Sebuah lingkungan elit namun misterius yang dibuat dan dibayar oleh perusahaan misterius dengan nama yang sama tempat Jack bekerja."


"Lalu???" Tanya perempuan itu tampak tertarik.


"Setiap hari Jack dan seluruh pria di Victory pergi bekerja, sementara para istri tinggal di rumah untuk membersihkan rumah, bersantai, dan menyiapkan makan malam untuk suami mereka. Meski hidup para istri bisa dikatakan jadi impian banyak wanita, namun satu hal yang membuat semua ini terasa ganjil. Para wanita tidak dianjurkan untuk bertanya tentang pekerjaan suami mereka dan tidak boleh pergi ke Markas Besar, tempat para suami bekerja. Mereka selalu dihantui kepercayaan bahwa Markas Besar adalah tempat yang berbahaya. Suatu pagi, Alice menyaksikan kecelakaan sebuah pesawat berwarna merah di padang pasir. Alice turun dan bergegas ke padang pasir untuk membantu, namun rupanya itu jadi awal mula hidup Alice seperti terjerembab dalam malapetaka." Ujar Sheryl bercerita.


"Ia tersiksa dengan halusinasi yang terasa begitu nyata. Alice mencoba menjelaskan kejadian itu kepada Jack, tetapi kekasih hatinya itu tak mau mendengarkannya. Rupanya semua halusinasi itu berhubungan dengan perusahaan aneh tempat Jack bekerja. kehidupan indah mereka berubah menjadi retakan besar. Alice mulai menyadari bahwa hidupnya yang nampak sempurna menyimpan sesuatu yang menyeramkan dan sulit dipercaya, bersembunyi jauh di bawah kilaunya kemewahan. Ia berusaha mengakhiri manisnya kehidupan dan harus menerima kenyataan bahwa selama ini sang belahan jiwa memendam rahasia di luar nalar. Ini Kisah romantis cinta pasangan suami istri yang berbahagia, dibungkus dengan teror psikologis  Seru sekali" Lanjut Sheryl lagi.


Perempuan itu terkekeh. "Kau membuatku ingin cepat-cepat pulang dan membacanya untuk mengetahui rahasia gelap apa yang ada di sana." Lalu perempuan itu mengulurkan tangannya, "Kita sampai lupa berkenalan... namaku.....???" perempuan itu berdehem. "Kau bisa memanggilku Mella."


Sheryl tersenyum ramah dan membalas uluran tangan itu, menjabatnya dengan hangat. "Dan aku Sheryl."


"Aku permisi dulu, aku harus segera membaca buku ini, thanks Sheryl." Perempuan itu kemudian meninggalkan Sheril dan pergi dengan buku yang baru saja di belinya.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Sheryl bisa melihat kedatang Niall dengan motor hitamnya. Lelaki itu terlihat semakin gagah jika menaiki motor.


Niall berhenti tepat dimana Sheryl berdiri. Niall membuka kaca helm nya dan tersenyum. "Lama ya??? Sorry tadi sedikit macet."


Sheryl membalas senyum Niall. "Baru beberapa menit saja kok."


Niall memberikan helm lain yg ang di bawa ya dan dia berikan kepada Sheryl. "Aku lapar, kita cari makan dulu ya???"


Sheryl memakai helm pemberian Niall. "Aku juga, hmmm bagaimana kalau kita makan soto ayam???? Aku sedang ingin makan soto Lamongan, aku punya tempat Soto langganan, soto nya enak sekali, aku sering kesana dengan Tisha."


Niall tersenyum. "Ya, terserah kau saja, aku bisa makan apapun, kau yang lebih tahu tempat ini. Kau kenapa tidak pernah memberitahukj sebelumnya kalau kau punya tempat makan langganan???" Tanya Niall.


"Hahaha sorry, habisnya kita seringnya bertemu di Supernova sih hehehe.. Masa kau tidak tahu??? Tempatnya ada di dekat kampusmu."


"Oh iya????"


"Iya, ada di sekitar kampusmu, masa kau tidak tahu." Sheryl kemudian menyebutkan nama rumah makan itu kepada Niall. Dan sungguh Niall tidak tahu kalah tempat makan itu ternyata enak. Dia sering lewat tetapi belum pernah mampir untuk mencoba nya. "Naiklah dan kita pergi sekarang kesana."


Sheryl menganggukkan kepala nya dan dia naik ke motor Niall. Melingkarkan kedua tangannya di perut Niall


Lalu pergilah mereka meninggalkan toko buku langganan Sheryl itu.


Tidak di sangka, setelah Sheryl dan Niall pergi, seseorang muncul dari dalam toko buku itu. Yang ternyata itu adalah Pamella. Sebenarnya sejak tadi Pamella mengawasi Sheryl. Dan dia sengaja menabrak Sheryl saat perempuan itu berada di dalam. Dan berkenalan dengan Sheryl. Akhirnya Pamella tahu dan bertemu secara langsung dengan perempuan yang sudah merebut Niall darinya. Perempuan itu ternyata cantik meski lebih cantik dari dirinya. Dan penampilan Sheryl sederhana, seperti gadis yang biasa saja dan tidak terlalu mencolok. Tentu berkali-kali lipat dari dirinya. Tetapi ternyata Sheryl bisa membuat Niall mengejarnya.


Dan Pamella jiga bisa melihat mata Niall di balik helm.yang di pakai nya. Bahwa mata dan tatapannya kepada Sheryl adalah tatapan penuh cinta seperti dulu ketika Niall menatap dan memandanginya. Hanya saja semua itu sekarang sudah di miliki oleh Sheryl. Gadis entah berantah yang tiba-tiba bisa membuat Niall berpaling darinya. Hati Pamella sangat hancur sekali. Dia seperti di khianati begitu saja oleh Niall. Tega sekali Niall memperlakukannya seperti ini. Pamella sangat sakit hati sekali.