Heart Attack

Heart Attack
Alex Menyelamatkan hidup Seseorang.



"Kakakmu bernama Alex." Jawab ibu Rani.


“Alex????” Akhirnya Elvin dan Pamella menyuarakan pertanyaan itu bersamaan, tiba-tiba saja napas Pamella terasa cepat dan kepalanya pening.


Tidak mungkin bukan??? Tidak mungkin Alex yang itu bukan???


Nama Alex terpatri jelas di benak Pamella, itu adalah lelaki yang menyumbangkan jantungnya untuk Niall, memberikan kehidupan kepada kekasihnya, sekaligus merenggut cinta Niall untuknya. Apakah mungkin Alex yang itu?? Bagaimana bisa suatu kebetulan berjalan seperti ini???


“Ya Pamella, Alex adalah nama kakakmu, nama yang sama yang diberikan oleh orang tua kandungmu. Dia meninggal karena kecelakaan sekitar setahun yang lalu.” Ibu Rani menatap Pamella dengan menyesal. “Seandainya aku bisa memberitahumu lebih awal, tetapi Alex sendiri juga tidak menyarankan untuk menghubungimu..”


“Alex mengetahui tentang siapa diriku???” Pamella bertanya bingung, kalau begitu kenapa kakaknya tidak pernah menghubunginya???


“Ya, Alex tahu tentu saja, dia bahkan selalu mengawasimu dengan diam-diam. Dia punya teman yang bekerja di Jakarta, bekerja di rumah sakit tempat kau sering menunggui seseorang. Dan sahabatnya itu sering mengirim update tentangmu kepadanya. Katanya dia tidak mau menunjukkan jati dirinya dan menghancurkan apa yang sudah kau percayai... yah orangtuamu tidak pernah mengatakan bahwa kau anak angkat, Alex takut kalau kau tahu bahwa kau anak angkat, kau akan sedih...” Ibu Rani tersenyum, rupanya kenangannya akan Alex begitu indah. ‘”Karena itulah Alex menahan diri, memperhatikanmu dalam diam dan mengawasimu melalui sahabatnya itu, dia bilang lebih baik dia menahan diri asal kau bahagia.”


Elvin tampak tak sabar dengan pertanyaan yang menderanya. “Alex yang ini, apakah dia mendonorkan jantungnya setelah meninggal???"


Ibu Rahma menatap Elvin tak kalah terkejutnya. “Wah ternyata anda sudah tahu ya???"


Hening...


Hening yang lama dan tak terisi. Wajah Pamella pucat pasi. “Jadi... Alex kakak saya adalah Alex yang juga mendonorkan jantungnya???” Pamella gemetaran tak terkendali, sudah mengetahui jawabannya meskipun dia sendiri tidak mampu menerima kebenaran itu.


“Ya. Dan ternyata kalian sudah tahu....., Alex merahasiakan keputusannya itu. Pada suatu hari dia datang dan meminta tandatangan saya, sebagai keluarga yang akan mengurus seluruh izin karena dia menandatangani persetujuan untuk mendonorkan jantungnya ketika dia meninggal nanti. Waktu itu saya sempat bertanya kenapa dia berpikiran seperti itu. Sangat jarang ada manusia yang berpkiran untuk mendonorkan organ tubuhnya dengan pemikiran kalau dia mati nanti itu akan berguna untuk orang lain, apalagi seperti Alex yang masih muda, semua tentu mengira bahwa usianya masih panjang.” Ibu Rani menghela napasnya. “Mungkin itu lebih seperti sebuah firasat....”


Darah Pamella seakan surut dari kepalanya hilang entah kemana, seluruh tubuhnya dingin, membuat Elvin cemas dan meremas jemari Pamella lembut.


“Kau tidak apa-apa Pamella???” Tanya Elvin menatap wajah Pamella yang pucat pasi.


Ibu Rani juga melihat ekspresi Pamella dan cemas juga, mungkin perempuan di depannya itu terlalu shock mendapati kenyataan yang baru ditemukannya, dia lalu berdiri dan mengambilkan segelas air dari dispenser, Elvin menerimanya dan membantu Pamella minum.


Jadi benarkah??? Benarkah Alex, kakak kandungnya yang mendonorkan jantungnya untuk Niall???


“Kenapa Alex tiba-tiba memutuskan untuk mendonorkan jantungnya bu???" Elvin tiba-tiba bertanya.


Ibu Rani tersenyum lembut. “Karena Pamella.”


“Karena saya???” suara Pamella seperti tercekik.


“Karena Alex selalu mengawasimu melalui sahabatnya. dia melihat bagaimana kau berjuang setia kepada kekasih yang hidupnya hanya bersandar pada ada atau tidaknya donor jantung untuknya. Ya Pamella, Alex mengetahui itu. Mungkin dia kemudian terinspirasi ketika mengetahui bahwa banyak sekali penderita penyakit jantung yang membutuhkan tranplantasi terkatung-katung, menunggu donor. Mungkin dia jadi berpikir untuk berpartisipasi ketika dia meninggal nanti. Aku yakin sekali Alex tidak berkeinginan meninggal dengan begitu cepat, dia baru saja akan menapaki kebahagiaan rumah tangga, akan menikah dengan kekasihnya yang sangat cantik, Sheryl namanya, Alex pernah menunjukkan fotonya kepada saya, dia bahkan belum sempat membawa Sheryl kemari untuk dikenalkan kepada saya, sungguh gadis yang malang.” Mata Ibu Rani menerawang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Mungkin suatu saat kau bisa menemuinya Pamella, bagaimanapun dia pernah menjadi calon kakak iparmu, pernah begitu dicintai oleh mendiang kakakmu.”


Pamella tertegun. Tidak percaya akan semua kebetulan ini. Dia tidak tahu apakah harus tertawa ataukah menangis. Alex adalah kakak kandungnya, lelaki itu mendonorkan jantungnya karena terinspirasi oleh keadaannya. Pasti tidak pernah terpikirkan oleh Alex bahwa jantungnya akan begitu cocok dengan Niall, kekasihnya. Pasti tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa jantungnya akan membuat kekasih adiknya berpaling hati, meninggalkan Pamella dan mencintai Sheryl.


Dunia memang begitu rumit, penuh dengan kebetulan yang tak terbaca hati, membuat Pamella kebingungan setengah mati.


Di dalam dada lelaki yang sangat dicintainya... di dalam dada Niall... ada jantung Alex kakak kandungnya.


"Tetapi bagaimana kakak saya itu tahu kau saya di Jakarta dan juga saya sering ke rumah sakit itu???"


Ibu Rani tersenyum. "Saat ini sosial media begitu berdampak terhadap semua orang, dia sejak dulu mengawasimu dari sosial media mu, lalu suatu ketika dia pergi ke Jakarta, sesaat melihatmu memposting sesuatu dan menandai sebuah rumah sakit, dia kesana untuk.melihatmu, dia menemukan mu tetapi tidak mendekati mu, lalu dia bertemu dengan temannya yang bekerja disana dan menceritakan tentangmu, lalu temannya itu memberitahu bahwa kau setiap hari ke rumah sakit itu beberapa bulan terakhir, karena temannya itu adalah perawat di rumah sakit itu, dan temannya itu bercerita tentangmu yang setia menemani kekasihmu yang sedang sakit dan membutuhkan donor jantung. Meski cerita tidak terlalu detail tentang penyakit kekasihmu, Alex tampak langsung mengerti mengenai perjuanganku setiap harinya menemani kekasihmu itu. Begitulah sedikit gambaran yang Alex ceritakan padaku tentangmu."


Mata Pamella berkaca-kaca. Ya, karena setiap hari menemani Niall di rumah sakit, dia pun cukup kenal dengan para perawat yang ada disana dan juga dokter yang menangani Niall ketika itu. Sehingga mereka tahu perjuangan Pamella yang setia dengan Niall.


"Kenapa saat itu dia tidak langsung menemui ku dan menjelaskan segala nya???" Pamella mulai terisak.


"Alex tahu kau sudah memiliki keluarga baru yang begitu luar biasa baik padamu dan sangat menyayangimu, sehingga dia memilih untuk tetap pada posisi nya dan tidak mengusik kehidupan mu, tetapi sungguh, dia sangat menyayangimu, dia mendonorkan jantungnya kepada seseorang berharap dia bisa menyelamatkan kehidupan orang itu, apalagi melihat perjuangan kekasih mu yang membutuhkan donor jantung, sehingga dia merasa bahwa kenapa tidak melakukan sesuatu untuk menyelamatkan hidup seseorang dalam ketidak pastian. Hidup tanpa ketidakpastian pastilah sangat menyakitkan. Sayangnya saya juga tidak tahu, siapakah yang hidupnya di tolong oleh jantung Alex." Ujar Bu Rani. "Dan saya yakin, Alex merasa bahagia di sisi Tuhan karena bisa membantu menyelamatkan hidup seseorang."


***