Heart Attack

Heart Attack
Niall Sadar



Chika masuk ke ruangan tempat dimana Niall berada. "Niall sayang...???" Chika menghampiri ranjang tempat putranya berbaring. Lalu memeluk Niall dan terisak. "Kenapa??? Bagaimana ini bisa terjadi???? Kemapa kau tidak berhati-hati????" Tanya Chika.


"Mama ada disini???" Tanya Niall balik.


"Tentu saja Mama ada disini, Papa juga ada di luar. Kami di hubungi dan di beritahu kalau kau kecelakaan, kami langsung kesini, untung uncle mu langsung menghubungi pilot nya dan kami langsung kesini dengan pesawat milik uncle mu. Apa yang terjadi sayang???? Kau membuat semua orang di rumah khawatir."


"Aku menghindari kucing dan membanting stir lalu menabrak pohon."


"Ya Tuhan.... Hanya karena kucing kau malah membahayakan nyawamu???? Kau jauh dari keluargamu, seharusnya kau bisa berhati-hati."


"Aku tidak apa-apa Ma...!!!"


"Bagaimana tidak apa-apa??? Kaki mu patah dan setelah inj kau harus di operasi. Tidak bisakah kau berhenti berurusan dengan meja operasi dan rumah sakit???"


Niall terdiam. Dia ada disini dan tidak tahu apakah Sheryl tahu bahwa dia kecelakaan. Niall tentu berharap bahwa Sheryl bisa ada bersama nya dan menunggui nya. Tetapi gadis itu marah kepadanya, dan tidak mau lagi bertemu dengannya. Niall tidak tahu apakah dia masih punya kesempatan untuk bisa memiliki Sheryl atau tidak setelah Sheryl mengetahui segala nya. Niall juga takut Sheryl akan membenci nya.


"Pamella juga ada disini, dia yang pertama datang untuk.memastikan kondisimu baik-baik saja. Mama menghubunginya tadi dan dia ada di Surabaya jadi Mama menyuruhnya segera kesini. Sehingga dia membantu mengurus semuanya. Dia selalu jadi yang pertama ada di sampingmu ketika kau dalam keadaan tidak berdaya seperti ini." Ucap Chika ketika dia menyadari bahwa Niall diam seperti sedang memikirkan sesuatu. Chika tahu pasti putra nya itu sedang memikirkan perempuan bernama Sheryl itu. Niall harus di sadarkan bahwa Pamella adalah seseorang yang selalu ada di samping Niall dalam keadaan apapun. Bukan perempuan lain yang tidak jelas seperti Sheryl itu. "Mama senang kau tidak terluka parah meski pun kaki mu patah, setidaknya kau sadar dan dalam.keadaan yang cukup baik." Chika tersenyum. "Mama harus keluar dan bergantian dengan yang lain, mereka semua mengkhawatirkan mu." Chika mengusap dahi Niall, mengecupnya lalu keluar dari ruangan itu.


Setelah agak lama, mama Niall keluar, tatapan matanya tampak tenang dan bahagia, tidak secemas tadi, dia kemudian mereemas bahu Pamella dengan lembut. “Masuklah Pamella.” Gumam mama Niall lembut. Pamella tampak terkejut, menatap ke arah Adri, Papa Niall dan juga Kyros.


“Tapi... Papa...????” Tanya Pamella meragu.


“Papa tidak apa-apa, kesempatan Papa akan datang nanti setelah kondisi Niall lebih baik, lagipula Papa sudah cukup senang melihat Mamamu yang sekarang tampak tenang. Ayo masuklah Pamella, kami tahu kau pasti sangat ingin melihat Niall langsung.” Sela Adri.


Pamella sangat ingin tentu saja, meskipun dia tidak tahu bagaimana reaksi Niall nanti. “Baiklah, aku akan masuk.” Pamella memeluk Mama Niall penuh rasa terimakasih, lalu membuka handel pintu dan melangkah masuk.


Sementara itu Sheryl memandang, berusaha menyingkirkan perasaan iri di benaknya. Ah ya ampun... betapa inginnya Sheryl menjadi seseorang yang berada di sana, bisa menengok Niall secara langsung, tetapi dia tidak berhak... dia sungguh tidak berhak....


Yah.. dia tidak boleh bersedih karena ini. Bukankah yang terpenting adalah Niall baik-baik saja dan sudah sadar di dalam sana?


Kyros berdiri bersama Adri dan Chika. Sesekali Kyros melihat ke aah dua perempuan yang berdiri jauh di lorong. Kyros meyakini itu adalah Sheryl, perempuan yang saat ini dekat dengan Niall. Sheryl yang menjadi alasan Niall meninggalkan Pamella. Kyros sendiri bingung dengan jalan pikiran sepupunya itu, bagaimana bisa hanya karena sebuah mimpi, Niall bertekat kuat untuk mencari Sheryl sampai kesini. Meninggalkan Pamella padahal Pamella sangat mencintai nya.


"Aunty.???" Panggil Kyros.


Chika menoleh dan memandang keponakannya. "Kenapa Ky???" Tanya Chika.


"Sepertinya gadis itu adalah Sheryl yang sekarang dekat dengan Niall." Gumam Kyros.


"Mungkin saja Ky... Aunty tidak peduli dengannya." Sahut Chika ketus sembari melirik ke arah Sheryl yang berdiri jauh disana.


"Apa tidak lebih baik jika kita memberinya kesempatan melihat Niall di dalam???" Tanya Kyros.


"Hanya anggota keluarga yang boleh menjenguk Niall. Dia bukan siapa-siapa kita."


Kyros pun terdiam. Merasa kasihan melihat gadis itu yang wajahnya tidak bisa di bohongi bahwa dia sangat khawatir sekali. Tetapi tidak banyak yang bisa Kyros lakukan selain memilih diam, apalagi dia juga bisa melihat kemarahan di wajah tante nya.


Kyros sudah mendengar semuanya dari Niall beberapa waktu yang lalu, Niall menceritakan segalanya kepada dirinya. Dan sebagai kakak sepupu tentu Kyros juga mencoba memahami apa yang di rasakan oleh Niall. Hati memang tidak bisa di bohongi dan Niall sudah benar-benar tidak memiliki perasaan sama sekali kepada Pamella. Niall tidak pernah melupakan semua kebaikan Pamella kepadanya akan tetapi Niall juga tidak bisa memaksakan hatinya untuk bisa terus bersama Pamella karena perasaan itu memang sudah mati sejak saat itu. Niall juga tidak bisa mempermainkan perasaan seseorang yang sudah tidak dia cintai. Sayangnya saat ini memang apa yang di lakukan Niall membuat semua orang terdekatnya merasa terkejut sekali, terkejut bercampur kecewa. Mereka belum bisa menerima kenyataan bahwa Niall melakukan hal sekejam itu kepada Pamella dengan alasan yang mungkin tidak masuk akal untuk mereka terima.


Sementara itu, Adri juga hanya memilih diam, menyadari kemarahan yang akhir-akhir ini di rasakan oleh istrinya. Adri tahu bagaimana Chika sangat menyayangi Pamella, dan Pamella juga gadis yang sangat baik sekali, lemah lembut dan sangat mencitai Niall. Akan tetapi Niall sendiri memang sudah tidak memiliki rasa pada Pamella, jadi pilihannya adalah meninggalkan Pamella. Adri juga sadar hubungannya dengan keluarga Pamella juga merenggang setelah kejadian itu. Mereka sangat kecewa dengan keputusan Niall. Dan Niall punya watak yang keras dan tidak bisa di bantah sama sekali.


Adri sesekali melirik ke arah dua gadis yang salah satunya bernama Sheryl yang saat ini sudah menjadi kekasih baru Niall. Gadis itu cantik akan tetapi tentu lebih cantik Pamella. Ya, Adri juga sadar bahwa hal ini juga bukanlah kesalahan Sheryl, gadis itu tidak mengerti apapun dan tidak pantas untuk di salahkan atas apa yang terjadi saat ini. Mungkin yang harus dia dan istrinya lakukan pada akhirnya adalah membiarkan Niall menentukan pilihannya sendiri. Entah mereka akan suka atau tidak dengan pilihan Niall, akan tetapi pada akhirnya orang tua harus membiarkan anak-anak mereka untuk meraih kebahagiaan dengan cara mereka sendiri.


Adri menepuk pundak Kyros dan melempar senyum ke keponakannya. Adri seperti tahu bahwa apa yang dia pikirkan sekarang juga sama dengan apa yang di pikirkan oleh Kyros.