Heart Attack

Heart Attack
Menunggu Sheryl



Niall duduk sendirian di kedai kopi itu, berharap Sheryl datang kesini lagi. Niall ingin minta maaf karena sudah membuat Sheryl marah dengan sikapnya. Tetapi yang di harapkan Niall tidak terwujud. Sheryl sudah beberapa hari tidak lagi kembali ke kedai inj. Lebih tepatnya satu minggu ini.


NIall juga tidak bisa tidur beberapa malam ini. Dia terkadang hanya uduk di depan jendela apartemennya. Menatap jendela kaca yang menyajikan keindahan suasana malam di kota ini. Lampu kerlap-kerlip dari kendaraan dan lampu-lampu dari gedung-gedung tinggi di depannya. Terkadang dia juga menghabiskan setengah harinya di kedai kopi inj. Yang Dia lakukan hanyalah menunggu dan memikirkan Sheryl yang menolaknya tmdan juga pergi meninggalkannya karena marah. Niall memikirkan bagaimana jika Sheryl akan membencinya dan tidak mau bertemu lagi dengannya. Niall takut sekali. Dan memikirkan bagaimana dia nantinya jika tidak bisa memiliki Sheryl. Dan tiba-tiba Niall jadi teringat dengan Pamella. Perempuan cantik itu yang sangat dia cintaii dulu dan sudah dia tinggalkan begitu saja hanya untuk menemui Sheryl yang datang di setiap malam di mimpi nya. Niall sebenarnya merasa bersalah sekali karena meninggalkan Pamella dengan sangat kejam sekali. Tetapi perasaan nya pada Pamella memang sudah mati, benar-benar mati. Tidak ada lagi perasaan cinta ataupun nyaman dengan Pamella. Setelah operasi itu, Niall merasa seperti di teror oleh mimpi-mimpi tentang Sheryl. Sangat menyiksanya sehingga membuatnya harus segera mencari Sheryl, bagaimanamun dia harus menemukan Sheryl.


Lalu akhirnya Niall bisa menemukan keberadaan Sheryl yang ternyata tinggal di kota ini. Mereka terus bertemu dan semakin dekat. Tetapi kemudian pertemuan-pertemuan mereka diisi oleh kisah kenangan Sheryl bersama Alex. Membuat Niall merasakan sesuatu yang membakar di dalam dadanya. Sebuah perasaan yang bisa dideskripsikan sebagai "Cemburu."


Ya. Niall cemburu. Sangat cemburu kepada Alex. Pria yang sangat sempurna di mata Sheryl, yang kini jantungnya berdegup di dalam rongga dadanya. Niall mencintai Sheryl, itu pasti. Perasaan cintanya tidak bisa dideskripsikan dengan logika, tidak bisa dianalisa dengan kata-kata.  Perasaan cintanya ada begitu saja, memenuhi rongga dadanya, menjajah hatinya. Sementara yang dicintai Sheryl adalah Alex. Selalu saja Alex. Dan dengan bodohnya Niall memicu pertengkaran itu. Membuat Sheryl makin menjauh darinya.


Di sesapnya kopinya dengan sedih. Dia masih duduk di sini., di sudut yang sama, tempat yang sama, waktu yang sama, menunggu dengan setia seperti yang selalu dia lakukan akhir-akhir ini. Tapi kali ini Sheryl tak kunjung datang, dan Niall meragu apakah Sheryl akan datang kali ini.


Kalau Sheryl tak mau datang, dia akan hancur oleh patah hati. Niall merasakan jantungnya berdenyit menimbulkan rasa nyeri di dadanya.


Niall memilih selalu datang. Di jam yang sama, memilih tempat duduk yang sama sambil menatap cemas ke arah pintu dengan setia. Hanya satu hari dia terlambat datang, dan di satu hari itu, entah kenapa  Tuhan membuat Sheryl datang kesana, meninggalkan bukunya. lalu perkenalan itu terjadilah, mengalir begitu saja. Pun ketika Sheryl tidak kunjung datang lagi ke cafe itu sesuai janjinya, Niall tetap menunggu. Dan ternyata penantiannya tidak sia-sia. Sheryl akhirnya datang menemuinya, membuat Niall yakin bahwa sadar atau tidak Sheryl merasakan panggilan dari jantung ini untuknya.


Sekarang gantian, dia yang menunggu Sheryl yang tidak pernah lagi datang. Niall takut sekali Sher akan benar-benar membencinya. Kalau itu terjadi, Niall akan menjadi orang yang paling menyesal seumur hidupnya. Dia melakukan kesalahan dan gegabah sehingga Sheryl menjadi sangat marah kepadanya. Ini begitu menyedihkan sekali.


Motor itu berhenti di delan sebelah kiri cafe dimana memang itu di khususkan untuk parkir pengunjung. Sheryl membuka helm nya dan rambutnya langsung terbang di terpa oleh angin. Sheryl turun dari motornya dan berjalan ke arab pintu masuk kedai.


Sheryl melangkah dengan ragu di depan kedai itu. Masih kedai yang sama. Kedai Supernova. Sheryl mendesah. Kenapa dia ada di sini??? apakah itu berarti memberi kesempatan kepada Niall untuk mengalihkan perhatiannya dari Alex??? Tetapi Tisha sebelum nya bilang, dengan menerima Niall bukan berarti dia membuang Alex. Alex akan selalu ada dan akan selalu hidup di dalam hatinya.


Tetapi tidak terbantahkan, Sheryl juga menyayangi Niall. Perasaan itu tumbuh entah kapan. Mungkin sejak Niall memperkenalkan dirinya, mungkin juga sejak pertemuan rutin mereka di kedai ini dari waktu ke waktu. Sheryl tidak tahu. Yang pasti sekarang dia ingin mencari jawaban. Mencari jawaban atas semua pertanyaan yang menggelayuti benaknya.


"Sheryl...???"


Sheryl melangkah mendekati Niall, berdiri dengan ragu. "Aku... aku mau minta maaf karena membentakmu di pertemuan kita terakhir waktu itu." Ucap Sheryl.


Niall tersenyum lalu duduk kembali. "Duduklah Sheryl, aku akan memesankan pesananmu yang biasa."


Cokelat panas dan bakso bakar pun dihidangkan, menu tetap Sheryl selama pertemuan mereka di sana. Niall menatap Sheryl dengan senyumnya yang tulus. "I'm so sorry, aku yang terlalu memaksamu. Percayalah Sheryl, mulai sekarang aku tidak akan mendesakmu lagi. Aku akan selalu ada, entah sebagai sahabatmu, entah sebagai saudaramu, entah sebagai apapun. Aku akan selalu ada untukmu."


Sheryl menundukkan kepalanya, lalu menatap Niall dengan senyum sedihnya. "Thanks Niall... aku.. aku tidak bisa menjanjikanmu apa-apa, tetapi kau masih begitu baik padaku." Gumam Sheryl.


"Karena aku mencintaimu." Gumam Niall. Suaranya tercekat menahan rasa, menahan debaran jantungnya yang makin mendera, Tidak apa-apa kalau ternyata Sheryl tidak bisa membalas cintanya. Ternyata tidak apa-apa, ternyata cukup baginya bisa duduk di sini dan menatap perempuan itu. Ada, dan menghirup napas yang sama dengan dirinya.


Tidak apa-apa ternyata mencintai, dan hanya ingin mencintai, entah cintanya itu berbalas atau tidak. Yang terpenting bagi Niall sekarang adalah bisa selalu bersama Sheryl. Tidak bertemu dengan Sheryl kemarin membuat Niall takut setengah mati. Dia tidak bisa jauh dari Sheryl. Sekarang dia harus bisa menahan keegoisannya dan tidak lagi bersikap seperti sebelumnya. Membuat Sheryl sedih dan kemudian perempuan itu meninggalkannya.


Niall sangat beruntung Sheryl akhirnya datang dan mereka bisa saling meminta maaf atas sikap mereka sebelumnya. Sheryl mau memaafkannya dan Niall juga mencoba menghargai perasaan Sheryl. Mengingat hubungan Sheryl dan Alex sendiri sudah berjalan selama bertahun-tahun pasti sangat wajar Sheryl tidak bis amelupakkannya begitu saja.


***