
Keesokan harinya.....
Operasi Niall berhasil dan sudah selesai dini hari tadi. Sheryl di temani oleh Kedua orang tua Niall, yaitu Adri dan Chika di rumah sakit. Niall juga di pindahkan ke ruang perawatan biasa. Niall masih belum sadar, lelaki itu masih memejamkan matanya dan istirahat dengan sangat lelap sekali.
Papa Niall sedang keluar untuk membeli sarapan, sedangkan Mama Niall ada di kamar mandi. Sheryl memilih duduk di sofa dan dia menunggu Tisha yang sedang dalam perjalanan kesini untuk mengantar pakaian ganti untuk Sheryl.
Niall membuka matanya, dan dia mengernyit, kemudian melihat sekeliling. Senyumnya mengembang ketika mendapati Sheryl sedang duduk di sofa sendirian. "Sheryl!" Panggilnya dengan suara lemah.
Sheryl langsung menoleh dan dia meletakkan ponselnya di meja kemudian mendekati ranjang tempat Niall berdiri. "Kau sudah sadar???"
"Kau sendirian??? Mama mana???"
"Mama mu di kamar mandi, Papa mu sedang keluar, katanya mau cari sarapan."
"Pamella???" Tanya Niall.
"Aku tidak tahu, saat semalam aku keluar setelah menemui mu, dia tidak ada disini, mungkin sudah pulang." Sheryl duduk di kursi di sebelah ranjang Niall.
"Maaf, kalau aku bertanya tentang Pamella, tidak ada maksud apapun, aku hanya bertanya keberadaannya karena semalam dia ada disini."
Sheryl tersenyum. "Aku tahu. Dia kemarin sudah ada disini sebelum aku datang, setelah itu beberapa jam barulah orang tua mu yang datang. Mungkin Pamella lebih dulu di hubungi oleh orang tua mu, agar dia bisa kesini dan mengurus administrasi mu."
"Kau sudah bertemu Mama???? Maaf Sheryl, waktu itu Mama menghubungi mu dan mengajakmu bertemu, tetapi aku melarang Mama datang karena aku tidak mau Mama berbicara yang bukan-bukan padamu karena kau tidak tahu apapun."
Sheryl tersenyum lagi. "Aku tahu.!!" Gumamnya. "Semalam aku sudah bicara banyak dengan Mama mu, dan aku sangat memahami nya, seorang ibu pastilah ingin yang terbaik untuk anaknya, dia sangat menyayangi Pamella dan berharap banyak untuk hubungan kalian, aku sangat memahami itu. Tetapi kembali lagi, semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak mereka, Mamamu menyadari bahwa kau memang sudah tidak lagi bisa dengang Pamella, lalu apalagi yang bisa di perbuat nya jika putra mereka sudah tidak menginginkan Pamella??? Dan Mamamu juga bilang bahwa Pamella sudah sepenuhnya menerima kalau dia tidak lagi bisa bersamamu, Pamella tidak akan lagi berusaha menahan mu agar kau bisa kembali dengannya. Niall, sungguh aku tidak tahu harus bagaimana dengan keadaan ini. Jika aku bahagia karena kau memilihku. Maka aku bahagia di atas penderitaan Pamella. Dia perempuan yang sangat baik.Jujur aku sangat bingung sekali."
"Maafkan aku Sheryl, aku menempatkan mu dalam posisi sulit seperti ini. Aku menyadari betapa besarnya kesalahanku ini, aku mengorbankanmu dan juga mengorbankan Pamella untuk keegoisanku ini, tetapi sungguh, aku tidak bermaksud menyakiti Pamella, aku....???? Cinta ku untuk Pamella tiba-tiba lenyap begitu saja, akupun sama sekali tidak mengerti kenapa bisa seperti itu."
"Mungkin kita berdua harus menemui dan bicara dengan Pamella. Aku benar-benar ingin memastikan tidak ada lagi yang mengganjal di antara kita bertiga."
"Ya, aku juga berpikir seperti itu, aku akui aku terlalu egois dan menyakiti Pamella dengan begitu dalam."
Di tengah obrolan itu, pintu di ketuk dari luar. Dan di buka. Seorang laki-laki tampan berdiri disana dengan tangan membawa paperbag. Lelaki itu tersenyum. "Upssss aku mengganggu kalian ya???" Tanya nya dengan ramah.
"Kak Ky????" Ucap Niall. Dia tidak tahu jika ternyata kakak sepupunya itu ada disini. "Masuklah kak..!!!" Perintah Niall. "Sheryl, ini kak Kyros, dia kakak sepupu ku."
"Niall, aku sudah bertemu dengannya semalam, kami sudah berkenalan. Benarkan Sheryl????"
"Aku tidak tahu kalau kakak ada disini juga, aku pikir hanya Mama dan Papa saja." Ucap Niall.
"Apap menyuruhku ikut mereka. Karena hari ini Apap ada meeting penting jadi semalam dia tidak bisa ikut. Aku membawa pakaian ganti untuk Uncle dan Aunty. Kami datang buru-buru sehingga tidak sempat membawa pakaian, dan untungnya aku punya teman baik disini yang memiliki toko pakaian, dan dengan senang hati dia mau membuka tokonya pagi-pagi buta hanya untukku." Kyros tersenyum.
Sheryl memandang Kyros. Lelaki ini terlihat baik dan menyenangkan. Tetapi sungguh, sejak semalam Sheryl memikirkannya, dia seperti pernah sekali melihat laki-laki bernama Kyros ini, tetapi dimana, dia sama sekali tidak tahu.
"Kakak ada-ada saja, kenapa malah merepotkan orang lain. Kakak kenapa ikut kesini?? Bukankah kakak baru sampai kemarin lusa di Jakarta.???" Tanya Niall
Kyros meletakkan barang bawaannya di atas meja. "Kami semua panik dan sangat mengkhawatirkan mu, kami langsung kesini."
"Kak Gienka???" Tanya Niall lagi.
"Dia ada Jakarta, semalam Lexia sudah tidur, lagipula tidak mungkin juga aku mengajaknya kesini. Disana ada Athan, Lexia bisa bermain dengan Athan dan yang lainnya. Nenek juga ingin ikut sebenarnya, tetapi kami tidak mengijinkannya. Mereka senang mendengar kalau kau baik-baik saja."
Niall tersenyum. "Aku merepotkan kalian semua jadi nya."
"Ya, kau memang sangat merepotkan sekali." Celetuk Kyros yang langsung membuat Sheryl tertawa mendengarnya. Niall juga tersenyum.
"Sheryl, kak Kyros ini tinggal di Amerika bersama dengan istri dan anaknya, dia sudah jadi warga negara sana. Dulu kakak sekolah SMA di Swiss, dan aku tinggal disana dengan Mama dan Papa. Setelah lulus, di kuliah di Stanford University, mungkin kau pernah dengar dulu kalau ada orang Indonesia pertama yang jadi astronot dan di kirim ke luar angkasa, dan usianya masih muda, nah ini dia orangnya ada di depan kita, dia astronot Nasa."
Sheryl terlonjak. "Ya Tuhan....!!! Iya, aku pernah membaca artikel tentang itu. Jadi itu kak Kyros.???? Ya Tuhan.... Pantas aku seperti pernah melihat wajahnya."
Niall tersenyum. "Dan dia sudah dua kali di kirim ke ISS, katanya sih nanti mau di kirim ke bulan kalau pesawat penjelajah bulannya sudah siap hehehe." Niall terkekeh menggoda kakak sepupu nya itu.
"Ya semoga saja aku terpilih, nanti aku akan membawakanmu pasir dan bebatuan bulan." Kyros menimpali. "Ngomong-ngomong bagaimana keadaanmu???" Tanya Kyros.
"Aku sepenuhnya baik, hanya saja aku harus menjalani hariku nanti di kursi roda untuk beberapa saat. Cukup menyebalkan tetapi tidak ada pilihan lain."
"Maka nya hati-hati. Baru juga Apap memberimu mobil, kau malah langsung merusak nya. Kau memang tidak tanggung nganggung."
"Aku menghindari kucing."
"Itu karena kau pasti tidak fokus dan berhati-hati. Llihatllah, kau merepotkan banyak orang "