
Sheryl mengernyit. "Kenapa??? Kenapa kau ingin mengetahui tentang Alex???? Apa kau pernah mengenalnya???" Tanya Sheryl.
"Bisa di katakan seperti itu."
"Kapan???" Tanya Sheryl lagi.
"Sejak kami masih kecil." Gumam Pamella.
Sheryl menoleh ke arah Mama Niall yang juga tidak.kalah bingung. "Sejak kecil???? Tapi Alex pernah bilang padaku kalau dia sejak kecil tinggal di panti asuhan."
"Aku mohon Sheryl, kau jangan banyak bertanya dan ceritakan saja tentang Alex kepadaku, semuanya."
"Pamella, sorry atas pertanyaan ku tadi, sungguh aku masih bingung dengan apa yang kau katakan dan untuk apa kau bertanya mengenai Alex??? Dan aku tentu tidak bisa begitu saja membahas Alex tanpa alasan yang jelas. Dan aku tidak bisa sembarangan mengatakan atau menceritakan tentang Alex. Untuk apa sebenarnya kau menanyakan ini??? Bukankah semua nya sudah cukup, maksudku kita semua sudah tahu bahwa Alex telah memberikan jantungnya pada Niall, maaf Pamella, sungguh aku minta maaf jika pada akhirnya jantung Alex membawa Niall kepadaku dan dia meninggalkanmu, tetapi please jangan menyalahkan hal itu, aku sangat tidak nyaman jika Alex yang sudah beristirahat dengan tenang menjadi terusik dengan masalah kita bertiga. Aku benar-benar tidak mau Alex di salahkan atas semua ini."
"Aku tidak berniat menyalahkan Alex atau jantungnya, Sheryl. Aku juga tidak berniat memisahkan mu dari Niall, aku tahu dia sudah sangat mencintaimu, selain itu aku juga tidak akan mungkin menikah dengan laki-laki yang di dalam dirinya ada jantung kakakku..." Ujar Pamella.
"Jantung kakakmu?????" Seru Sheryl dan Mama Niall bersamaan. Keduanya tampak terkejut sekali. Chika mengernyit, apa maksud dari Kakak Pamella, karena yang dia tahu Pamella adalah anak tunggal dari sahabat nya. Dan Pamella tidak memiliki saudara, baik kakak ataupun adik.
"Ya, Alex adalah kakakku, kakak kandungku."
"Kakak kandung????" Sheryl dan Chika kembali terperangah.
"Mama, benar sekali Alex adalah kakak kandungku, dan aku sekarang sudah mengetahui semua nya. Aku sebenarnya adalah anak yang di adopsi Oleh Mama dan Papa, aku dulu tinggal di panti asuhan dengan Alex yang adalah kakakku, saat aku masih bayi, umurku baru 3 bulan saat itu, dan aku terpisah olehnya karena Mama dan Papa mengadopsi ku dan membawaku pergi meninggalkan Surabaya." Pamella tampak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Anak adopsi????" Chika masih enggan mempercayai nya.
"Iya Ma, aku baru saja kembali dari panti asuhan tempat dulu aku dan Alex tinggal, orang tua kami meninggal dunia karena kecelakaan, dan kami di kirim disana oleh dinsos, lalu aku di adopsi oleh Mama dan Papa mengingat aku masih bayi, sedangkan Alex sudah sekitar 3 tahun sehingga dia tidak ada yang mengadopsi. Ibu panti sudah menjelaskan semuanya kepadaku. dan aku baru mengetahuinya sekarang karena selama ini Mama dan Papa juga tidak pernah mengatakannya padaku, aku sangat tahu mereka menyayangimu hingga merahasiakan ini semua, tetapi aku juga ingin mengetahui semua asal usulku, jadi aku mencaritahu semuanya, dan fakta yang membuatku terkejut adalah bahwa Alex yang menyumbangkan jantingnya untuk Niall." Pamella tidak bisa menahan air matanya. "Kakak ku itu selama ini mengawasiku dan mengetahui segalanya tentang diriku tetapi memilih diam dan hanya memperhatikanku sana dari kejauhan, dia tahu sekali perjuanganku kemarin menunggui dan merawat Niall saat sakit, sehingga dia juga memahami bagaimana kehidupan Niall diantara hidup dan mati. Itulah kenapa dia mendaftarkan diri ke rumah sakit untuk mendonorkan jantungnya ketika dia meninggal kepada siapa saja yanv membutuhkan. Tetapi suatu kebetulan bahwa ternyata jantungnya cocok pada Niall. Dan jantungnya itulah yang membuat Niall justru meninggalkanku dan mencari Sheryl, perempuan yang selama ini sangat di cintai oleh kakakku, bahkan ketika raga nya sudah tidak ada, jantung itu tetap mencari dan memanggil Sheryl, membuatku semakin yakin bahwa cinta yang dimiliki kakakku kepada Sheryl begitu besar." Pamela terisak tetapi berusaha tersenyum. "Tidak apa, aku sekarang sudah benar-benar melepaskan Niall, aku tidak akan bisa bersamanya karena jantung kakakku ada bersamanya. Dan karena itu, aku akan mulai menganggap Niall sebagai kakakku, bukan lagi sebagai mantan tunangan ku."
Pamella kemudian meraih jemari Sheryl dan menatap Sheryl dalam-dalam. "Sheryl, terima kasih kau sudah mencintai kakakku dengan segala kekurangannya, terima kasih karena kau selalu bersamanya bahkan disaat raga nya sudah tidak bersamamu, kau selalu menyempatkan waktumu untuk mengunjungi tempat peristirahatannya. Kakakku pasti sangat bahagia sekali memiliki perempuan seperti dirimu, dia begitu kau cintai. Jadi kau mau kan menganggap ku sebagai saudaramu, sebagai sahabatmu dan juga adikmu????" Mata Pamella tampak penuh harap menatap Sheryl. "Lalu bisakah kau juga menceritakan segala hal tentang Alex kepadaku, setidaknya aku bisa mengenalnya dalam kenangan mu. Aku sungguh tidak seberuntung dirimu Sheryl, kau pasti sangat mengenal baik kakakku, sementara aku adiknya tidak mengenalnya sama sekali, tetapi aku tahu dia sangat menyayangimu selama ini. Kau mau kan Sheryl????"
Sheryl hanya terdiam, informasi ini lagi-lagi sangat mengejutkannya. Bahkan Alex dulu pun tidak pernah mengatakan atau menceritakan kepadanya mengenai dia memiliki adik. Alex sepertinya ingin menjaga rahasia itu dari siapapun agar informasi itu tidak mengganggu ketentraman kehidupan Pamella dan keluarga angkatnya. Sheryl sama sekali tidak mengerti kenapa Tuhan menskenario kan jalan kehidupan yang seperti ini kepada nya, Niall, Pamella dan juga Alex. Tetapi pasti bukan aja nya suatu kebetulan tetapi memang Tuhan sudah menyusun cerita seperti ini di kehidupan mereka berempat.
Pamella kembali memandangi Chika, sembari berurai air mata dia tersenyum. "Mama, Mella harap fakta ini tidak membuat kasih sayang Mama kepada Mella berkurang ya???? Mella ingin Mama menyayangi Mella seperti sebelumnya, dan Mella juga ingin Niall bisa menjadi saudara Mella, karena ada detak jantung kakak Mella di tubuh Niall."
Mata Chika juga tampak berkaca-kaca. Dia membeIai rambut Pamella dengan lembut. "Kau akan selalu jadi putri kesayangan Mama, meski pada akhirnya kau tidak bersama Niall, tetapi kau sudah Mama anggap sebagai putri Mama, apalagi saat ini kau punya hubungan khusus dengan Niall secara bathin, yaitu persaudaraan. Mama tidak tahu jika seandainya tidak ada jantung Alex, mungkin kita semua akan kehilangan Niall."
Pamella tersenyum. "Thanks Mama." Lalu Pamella beralih menatap Sheryl.lagi, dengan tangannya yang masih memegang tangan Sheryl. "Sheryl??? Kau mau kan menganggap ku sebagai adikmu??? Dan tidak apa-apakan jika aku juga menganggap Niall sebagai kakakk?? Sungguh Sheryl, aku tidak akan pernah menghancurkan hubungan mu dengan Niall. Aku tidak akan melakukannya karena di dalam diri Niall, ada bagian dari tubuh kakakku, membuatku semakin tidak tertarik dan berharap Niall lagi. Kau mau kan Sheryl menganggap ku sebagai adikmu dan kau mau kan menceritakan kisah tentang kakakku Alex????"
Sheryl pun menganggukkan kepala nya. Ya, dia sangat memahami perasaan Pamella saat ini. Pamella juga berhak untuk mengetahui tentang Alex. "Ya, aku akan menceritakannya." Gumam Sheryl sembari tersenyum, Pamella juga tersenyum.lalu memeluk Sheryl mengucapkan terima kasih.