
*riingtone*
"Kenapa dia tidak menjawab telponku? " taehyun gelisah, pasalnya kekasihnya tidak mengangkat panggilan video call. Lalu ia mengirim pesan singkat.
-Aku merindukanmu. Cepat balas watsappku. Apa kau baik - baik saja? Aku khawatir sayang.
●●●
"Miskha sudah tidur kah? " batin elizabeth. Jakarta 2 jam lebih lambat dari seoul, south korea. Ia sangat cemas dengan sahabatnya itu karena sehrian tidak memberi kabar.
"Apa aku lebih baik telfon? " kata elizabeth sambil melihat chat terakhir miskha. "Ah tidak usah.. Lebih baik aku chat dia saja".
-Kemana saja kau hari ini? :(
●●●
2 jam berlalu..
Miskha sudah tidak sadarkan diri , tubuhnya lemas dibawah guyuran shower . Ia tak sadarkan diri.
"Tolongg... Ak.. Ku... Help.... Hel... P... Me.." kata nya pelan.
●●●
"Aku tidak bisa tidur. Aku khawatir. Dia tidak memblas telfonku. Ap yang terjadi?! " taehyun cemas. Ia sudah mengenakan piyama dan siap untuk tidur , dilihatnya jam dinding pukul 11:30 malam. Ia mulai menelfon Dean Hyung.
"Ada apa Taehyun? " dean menjawab panggilan iphonenya, dia sudah siap untuk tidur. "Oh hyung maaf.. Aku khawatir. Apa kau bisa pesankan aku taksi? " nada taehyun terdengar gugup dan sangat cemas. Lalu dean mencoba untuk menenangkan taehyun, "bisa. Tapi kau mau kemana? Apa yang sebenarnya terjadi?". "Aku mau ke apartemen miskha.. Aku khawatir, sejam jam 8 aku menelfonnya ia tak mengangkat telponku. Terakhir ia hanya membacanya. Sungguh setelah fan meeting hari ini, sikapnya aneh. Ga biasanya." jelas taehyun sambil mengambil jaket dan memai topinya, ia siap untuk pergi ke apartemen miskha. Lagi pula miskha sudh memberi tahu password pintu aprtemennya , karena taehyun sempat memintanya.
"Akan aku antar, 10 menit lagi aku sampai di basement. Kau keluar lewat basement, okay? " pungkas dean . "Baiklah hyung.. Terima kasih" kata taehyun menyesal, karena ia lagi - lagi merepotkna dean hyung.
Ketika taehyun berjalan keluar kamar, ia bergegas cepat untuk keluar dorm menuju lift pribadi. Namun ia berpapasan dengan namhyun, namhyun yabg melihat taehyun membuka pintu lift pun curiga dan mencegahnya pergi. "Tunggu, kau mau kemana malam begini pakai piyama? Hanya dengn jaket itu.". Taehyun mulai berakting dan mencoba untuk bicara santai, "Dean hyung menunggu di basement , aku hanya akan keluar sebentar.." . "Dengan dan hyung? Sekarang? " tanya namhyun mengangkat alisnya sebelah. "Ya hyung... Sebentar saja. Aku akan beritahumu . Aku janji, sudah ya" jawab taehyun cepat dan menutup pintu liftnya. Namhyun hanya menggeleng kepalanya dan mengirimi taehyun pesan singkat, "berhati hati lah. Di luar banyak paparazi.. Ku bukan warga sipil biasa sekarang. Jaga nama baikmu" . Taehyun tersenyum membalas pesan hyungnya, "ya hyung.. Hanya sebentar saja. Tenang lah aku tidak akan ke club denan piyama. Lagi pula aku tidak akan club juga kekekekeke" .
●●●
"Dean hyung.. Laju mobilmu kecepatan penuh ya.. " taehyun memelas. Dean hanya mengangguk dan menurutinya. Ia paham taehyun sangat mencintai wanitanya, demi keselamatan taehyun juga dean sebagai staff kepercayaan manager DTS melindungi taehyun.
Sampai di apartemen taehyun langsung menutupi wajah nya dengan masker dan menuju lift, dean mengikutinya santai.
Tak ada satupun karyawan aprtemen yang curiga karena dean berjalan santai, taehyun pun mencoba untuk rileks.
Ia langsung menekan tombol password apartemen miskha, dan memasukinya. "SAYANG KAU DIMANA? MISKHA??? " taehyun teriak khawatir. Dean berlari mengikuti taehyun dan mencoba untuk melihat sekita apartemen miskha. "Tae.. Sepertinya di toilet" kata dean mendengar shower toilet miskha bersuara. Taehyun langsung memasuki kamar miskha dan mengetuk pintu toiletnya, "sayang... Kau di dalam?". Tak ada terdengar suara miskha. Taehyun mulai menaikan suaranya, "SAYANG!!! MISKHA! APA KAU SEDANG MANDI? " namun tak ada balasan. Hanya suara shower saja yang terdengar. Ia mencoba mendorong pintu toilet dan tidak di kunci .
Matanya melotot melihat tubuh miskha lemas , pucat di wajahnya dan biru bibirnya meringkih di lantai tepat di bawah guyuran shower. Miskha tak sadarkan diri tanpa sehelai kain, taehyun langsung mendorong pintu kaca tepat miskha bershower lalu mematikan shower dan melilitkan handuk yang di ambilkan oleh dean dari gantungan.
"sayang!!!! Apa kau dengar aku" ia berteriak di telinga kekasihnya, dean menutupin mulutnya seakan tak percaya apa yang dilihatnya. "Aku akan panggilkan dokter, bawa dia ke tempt tidur. " dean cemas dan keluar lku menelfon seseorang.
Taehyun meraih badan miskha dan mengangkatnya ala brides , menidurkan miskha di kasuflr dan mencoba mengeringkan tubuh miskha. "Sayang kau kenapa seperti ini? Ada apa? " sura taehyun bergetar ia hampir menangis. Dean masih sibuk menelfon seseorang di ruang TV, taehyun sesekali melihat kearah pintu kamar miskha yang terbuka dilihatnya dean sedang menelfon.
"Aku harus menutupi tubuhmu... Aku akan ambilkan switer. " ia melompat dari kasir dan mencari baju miskha di lemari besarnya . "Oh tidak ini bukan, dimana switernya" ia membuka semu pintu lemari miskha di temukannya piyama miskha , ia mulai mengenakan miskha underware dan piyama nya.
Dean masuk ke kamar dengan seorang dokter , dipersilahkannya dokter untuk memeriksa keaada miskha.
"Detak jantungnya sedikit lemah, ia sepertinya mengalamai hipotermia karena terguyur air cukup lama, jadi badannya kedinginan. Ia akan siuman, ini aku bawakan obat pereda demam dan nyeri jika ia sadar beri obat demamnya terlebih dahulu. Jika ia mengeluh sakit berikan o bat ini sementara. " jelas dokter. Dean menghela nafasnya, "Terima kasih dok" .
Taehyun masih memegangi tangan miskha dan kembali memeluknya, dean memasang penghangat ruangan dan mengantar dokter kembali keluar.
"Hyung.. Biarkan aku disini . Besok subuh sebelum jam 7 kita kembali ke dorm. Kumohon. " kata taehyun pelan.
Dean mengerti, "aku akan kabari namhyun pakai iphonemu dan mdnelfonnya jika kau ada di apartemenku. "
Taehyun mengangguk .
●●●
"Ohh baiklah hyung.. Ya.. Baik.. " namhyun menutup panggilan dean hyung. "Sebenarnya apa yang terjadi" tanya seok yin . Namhyun hanya mengangkat bahunya dan kembali ke kamarnya.
Seokyin yang melihat namhyun, hanya diam tanpa bertanya lagi.
●●●
"Hemm" gumam miskha.
"Sayang? " taehyun melihat mata miskha mulai bergerak. Dean sudah tidur di sofa ruang TV, karena sudah tak kuasa menahan kantuk.
"Taehyun? Kau? Bagimana bisa? " tanya miskha pelan. Taehyun mengelus pipi kekasihnya, "aku khawatir padamu.. Kau tidak mengangkat trlfonku. 20 kali aku meenlfonmu. " kata taehyun pelan krena tau kekasihnya baru saja sadar.
"Maaf ya.. Mengkhawatirkanmu.." miskha memeluk taehyun. "Sudahlah jangan dibahas kau minum dulu obat ini.. Badanmu panas" kata taehyun tegas. Miskha meraih gelas dari tangan taehyun dan mulai menengguk obatnya. "Maaf kan aku" kta miskha. Taehyun mencium bibir miskha, dan memeluknya erat. "Aku disini. Tidurlah" kata taehyun.
Miskha membalas pelukan taehyun dan kembali memejamkan matanya.
"Aku tidak akan menyakitimu" gumm taehyun, miskha mengangguk kecil searaya memberi isyarat mengerti.
Diciuminya kening kekasihnya itu taehyun mulai memejamkan matanya perlahan.
●●●
Pagi harinya..
"Oh maaf, kau siapa?" Tanya miskha pada seseorang.
Dean terbangun dan bingung untuk menjelaskannya ia lalu segera mengambil kacamatanya.
●●●
Author povv: terima kasih sudah membaca novel ini ☺️. Jangan lupa like dan commentnya 💜